Perjalanan menuju Port Said (Rihlah II Almakki & Almakkiyat)

21 August 2010 at 9:25 am | Posted in Gen 5, KEGIATAN, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

oleh: Reni Rahmawati

Uni2, kawan2…masih ingat g’ kenangan rihlah kita ke Portsaid…??
Kira-kira dah bikin report lom buat si diary? Bagi yang udah, bolehlah baca lagi tulisan sederhana ini untuk mengingat-ingat kembali perjalanan kita. hmmm…bagi yang belum, ahlan kopi pes aja tulisan ini tuk melengkapi diary mu.

Rabu, 4 agustus 2009 adalah hari bersejarah bagi Almakki dan Almakkiyat. Satu-satunya kenangan indah bagi kita semua dengan adanya rihlah perdana ke luar kota, yaitu Port Said. Ini adalah rihlah Almakki kedua (periode 2009-2010).Rihlah awal Almakki adalah ke hadiqah yang merupakan rihlah langganan meregenenasi bagi Almakki dari tahun ke tahun. Tidak bisa dipungkuri, kita tinggal ditengah gurun pasir dan jarang sekali melihat tumbuhan hijau dan asri. Makanya rihlah ke hadiqah sangat urgen bagi kita semua.

Peserta rihlah kali ini bukan hanya anggota Almakki aja, ternyata anggota lainpun ikut bergabung demi memeriahkan suasana rihlah.

Kira-kira pukul 2 pagi, kita berangkat menuju Port Said. Kota ini berada tepat diperbatasan benua Asia dan Afrika. Ceritanya, porsaid ini merupakan kawan kamp kerja dibangun tahun 1859 oleh Said Pasha untuk menampung para pekerja di terusan Suez. Nah, dari nama Said Pasha inilah kota ini dinamakan “Port Said” (pelabuhan Said) sampai abad 19. Selain itu, Port Said sebagai pelabuhan terpenting dimana angkatan laut mesir berpusat. Dan juga daerah persengketaan Mesir dengan Israel sejak tahun 1956, namun dapat dipertahankan Mesir hingga meraih kemenangan dalam perang oktober 1973. wah, hebat ya Mesir….!! Sehingga sampai saat ini, kota ini banyak mengalami pembangunan di segala bidang. Dan yang pastinya, menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Mesir di musim panas, terkhusus kita nih sebagai turis, mahasiswa asing yang tinggal di lingkungan masyarakat Mesir.

Kira-kira pukul 5, alhamdulillah kita sampai ke Port Said, kemudian menyebrangi terusan Suez, yang dikenal dengan penyebrangan Ma’diyah. Udara segar mengisi suasana pagi itu. Semua mata tertegun dan terpesona dikala mamandang dan menikmati indahnya pemandangan dikala pagi yang cerah. Setelah kapal berhenti, kemudian kita menuju mesjid yang berdiri kokoh dan megah, tidak jauh dari tempat pemberhentian kapal, namanya mesjid Mujamma’ Kabir. Masih ingat kan..?? Mesjid ini ada keunikan tersendiri,lho. Temen-teman bisa temukan bangunan ini persis sama dan mirip dengan mesjid Nur di Abbasiyah dan juga mesjid yang di Ismailiyah. Katanya pembangunan mesjid ini dibangun dengan arsitek yang sama dan masa yang juga sama. Kalo ga’ percaya telurusuri aja sebagai bahan penelitian…. Nah, disitulah mesjid tempat kita shalat shubuh.

Ternyata, kita mengadakan perjalanan tidak hanya sekedar rihlah, tapi kita juga bisa ketemu uni leli yang domisili di sana…,,

Setelah itu langsung ke pantai, pembukaan di handel langsung dengan kata-kata sambutan dari ketua Almakki dan beberapa senior Almakki. Kemudian, kita Almakkiyat bikin acara yang spesial tuk kita buat kita-kita aja. Canda tawa mulai berhamburan, ketika ni dwi dan dila sebagai PeJe acara memulai simulasi dan games yang fun dan edukatif di depan pantai. Ami, sebagai ketua panitia akhwat, juga ikut berpartisipasi sebagai peserta simulasi. Di akhir pemainan, dilanjutkan dengan tabadul hadaya alias tukar kado dengan hadiah yang unik dan menarik.

Kemudian siangnya, kita menuju Museum Militer (Mathaf Harbi). Museum ini adalah tempat bersejarah, kenapa? Karena menyimpan persenjataan yang pernah dipakai dalam peperanagn masa Fir’aun dan Islam. Bayangkan, peralatan yang kita amati saat itu adalah peralatan masa perang tahun 1967 dan 1973. Wow,, kuno abizzz…

Sorenya, acara bebas sampai menjelang magrib. Ada yang istirahat di mesjid Syathi’ yang posisinya tepat di belakang museum tadi. Mesjid yang megah, nyaman dan bersih posisinya dekat dengan pantai Kornesy sehingga ada sebagian yang melepaskan penat seharian disana. Dan di depan museum ini, jalan lurus ke depannya ada pusat perbelanjaan yang luas, namanya suq Libiya. Inilah pasar bebas (suq hurrah), yang dimiliki kota ini yang sesuai dengan letaknya di jalur ekspor impor. Semua ada disini, mau baju, sepatu dan berbagai peralatan dapur pun ada. Made in Indonesia pun juga ada lho, seperti baju batik. Jadi ga’ heran, selain tempat wisata sekaligus berbelanja, apalagi untuk persiapan musim dingin. Masih ada lagi pasar yang belum kita kunjungi, seperti pasar Tujari dan Hamidi. Pasar ini juga luas, dengan menampilkan harga standar dan kualitas yang ok.

Acara penutupan di pantai Kornesy, letaknya dibelakang museum Militer tadi, sambil menikmati udara sore dan indahnya sunset. Disinilah pembagain hadiah bagi para pemenang simulasi dan games.

Saatnya pulang menuju Kairo…..
Setelah sholat Maqrib, kita beranjak menuju Kairo. Suasana hening dan diam di mobil. Ternyata semua pada terlelap pulas. Kita sampai pukul 1.30 pagi di Madrasah.

Perjalanan seharian penuh yang panjang dan mengesankan, akan jadi kenangan yang tidak terlupakan nantinya….
Loving you Almakkiyat…
إذا لـم تـجـمـعـنـا الأيـام جـمـعـتـنـا الذكـريـات
وإذا العـيـن لـم تـراك فـالقـلـب لـن يـنـسـاك

Advertisements

Successful Career Through IELTS Qualifications

1 August 2010 at 11:47 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, KEGIATAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

PPMI is an association which combines most activities concerning intellectual and organizational needs of Indonesian students in Egypt. PPMI also facilitates a couple of programs which concerns development capabilities and student qualifications. Nowadays, it has introduced “IELTS Preparation Course” supported by Language Community (PII), WIHDAH-PPMI, PMIK, SIC and also KBRI. The participants of the course insist of 23 students that has been implemented during 8 sessions, as for beginning at PMIK and the next occasions at SIC (Sekolah Indonesia Cairo) in Dokki. The class starts from 4 pm until 8 pm. We have attended it 3 times a week for almost about three weeks since March until the last week of April taught by the keynote speaker from Argentina, Mrs. Regina Calcagno.

What is IELTS?

IELTS is an abbreviation of International English Language Testing System; this course has become a source to improve the capability for English learners. It is quite well-known that IELTS are managed in co-operation with the University of Cambridge ESOL Examinations (Cambridge ESOL), British Council and IDP: IELTS Australia.

Therefore IELTS has become world recognized compatible towards the high international standards of language assessment. Furthermore, it is designed to access the language ability of candidates who wish to study or work as professional career, immigration authorities and other government agencies where English is preferred as the language of communication or may also be a means for those who wish to know their level for career purposes.

Certainly, IELTS mandatory for non-native students for studying in nations where English as a language communication. In generally, IELTS is more recognized by British and Commonwealth institution, but the TOEFL is more recognized by universities in the USA and a couple of European countries right now.  However, nowadays both of them recognized everywhere. Anyway, there are some universities still require the TOEFL, but the IELTS is growing rapidly. Its means that many Universities in UK, Australia, New Zealand and Canada uses, the IELTS as the main barometer for English users. Without IELTS qualifications, may not be granted there and will be unheard of.

The examination conducted by the British Council and also some institutes runs short courses which are to prepare for IELTS. There is no fixed pass mark in IELTS. The score, below Band 6 is too low and above 6.5 is accepted as a good score. And the examination is just held thrice, once a month. And the IELTS is not recommended for candidates under the age of 16.

IELTS test is designed by in two formats -Academic and General Training. Academic is suitable for students who wish to enter an undergraduate or postgraduate study programme. Mean while General Training is suitable for candidates planning to undertake non-academic training, work experience, or for immigration purposes.

All candidates take the same modules which consist of Listening & Speaking, while Reading & Writing are separate for Academic and General Training. So it comprises the four language skills: listening, reading, writing and speaking which are relevant to the real world.

IELTS and TOEFL are very similar, the main difference is that IELTS uses a face to face interview to know speaking ability, while the TOEFL is entirely computer based.

As participants of “IELTS Preparation Course” we have obtained more tips and tricks from Mrs. Regina Calcagno directly. For instance, she has taught us effective exam techniques in listening, reading, writing and speaking.

In the listening module, we hear the conversation for about two minutes and we will hear it only once. She suggested us to imagine the situation and common sense in language by our selves. When listening was on, the answers on the recording always appear in the same order as the question. uhh.., it was a big trouble to understand hard as I felt before.

In the reading module, will take 60 minutes, so we have to be able to skim and scan quickly because it will help to save our time.

And then in the writing module, she taught us methods and strategies for successfully completing the integrated words and how to be independent writing skills.

And the last one, in the speaking module, she advised to talk confidently because when we are nervous, we may lose our place and it is the most significant how to imagine the topics when interview and always keep speaking.  Certainly, we have to evaluate on fluency and coherence, range of vocabulary, grammatical range and accuracy and also pronunciation.

And some interest techniques I got at that time about; using words or expressions like actually, well, it depends, Mmm…, or but, it will make more natural when speaking, and then using words like anyway, so, and well to change direction when talking to a new topic. That’s sound very interested me, when Mrs. Regina explained all of these things. In addition, she tough us not every question answered by Yes or No. In fact, for answering “yes, I do”, the best way we may try to “explain” it more. Otherwise, when answer of the question by using word “no, I do not”, it is will be better by using expression like: “actually, no”. If answered by saying “no” directly, so that was sound rather rude and did not make a sense.

Surely, IELTS preparation is suitable for:

1.  Students who wish to enter university in a native English speaking country.

2. Students who need an internationally recognized English qualification for their profession.

3.  Students who want better opportunities for future employment.

4. Students who are serious about improving all areas of their English and gaining a highly respected English qualification.

By taking an IELTS qualification will give us opportunities thought international education and employment. Accompanying an IELTS test will be guaranteed to show our ability to communicate in English. And furthermore, it supports us to be success in the future. Pass the IELTS and get education and success in career can provide us the security, independence and financial rewards.  And also get the satisfaction of quality education and have team-works with other professionals. May be one of us be a lecturer, scholar (ustadz), or property big company who has qualification in English. That’s wonderful..!!

That’s way, I think PPMI and other supporting hold “IELTS Preparation Course” to increase our capabilities and qualifications as an overseas student of al-Azhar University in Egypt. In order to develop ability in compete with another students in this world. Not only capabilities in Arabic or Ammeyah but also in English. As an object which has standard of qualities to communicate in speaking one comment language and I am sure PPMI also gives us all of awareness how important IELTS preparation before measure.

Of course, all of us know that English is the first rank and the most fluently spoken language around the world. By way of English language it will indeed open the doors of opportunities by opening the rest of the world to us. We can across the world without the fear of being scared and worried; in a sense the world becomes closer and small town. Of course, by using English will make a profit for our future such as tool in giving dakwah or giving better understanding about Islam in western world, on top of that will help our career. That’s very lucky, we are here as a student at al-Azhar University has ability in Arabic, Ammeyah (Egyptian) language, and it is indeed necessary for us to improve our skill in English language more and more. Consequently, we should learn to do everything by knowledge, as the world will be opened for us.

Written by:  Reni Rahmawati

Participants of “IELTS Preparation Course”

Published in buletin “SUARA PPMI”

Edisi V Jumadil Tsani 1431 H/Mei 2010

Dialektik Ulama Dalam Al-Muhkam Dan Al-Mutasyabih

25 July 2010 at 12:11 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 5, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Oleh: Arina Amir Lc.

Pendahuluan

Allah  Swt. menurunkan  al-Quran ke muka bumi  sebagai  petunjuk  bagi umat manusla.  al-Quran  dengan  ayat-ayatnya memberikan  petunjuk  kepada seluruh  muslim  bagaimana  beriman dengan  akidah  yang  benar  dan  beribadah  dengan  cara  yang  benar.  Diantara  ayat-ayat  tersebut  ada  yang  dengan mudah  dipahami  tanpa  memerlukan penafsiran  yang  daqiq (mendalam) dan  sebaliknya. Inilah  nantinya  yang  dikenal  dengan  al-Muhkam dan al-Mutasyabih.

Pengertian al-Muhkam dan al-Mutasyabih

Dari  segi  bahasa,  kata  al-muhkam berasal  dari kata al-ihkam yang  bermakna  al-man’u. Sebagai  contoh  kalimat ahkama al-amr bermakna atqanahu wa mana’ahu ‘an  al-fasad.

Sedangkan  kata al-mutasyabih bermakna  serupa  dari  segi  bentuk  dan sulit  untuk  dibedakan.  Atau  dua  atau lebih  yang serupa  dari  segi  kata,  berbeda  dari segi makna.  Seperti  firman Allah  Swt.  tentang  sifat  buah-buahan  di surga  “wa utu bihi mutasyabiha” (penduduk syurga diberi buah-buahan yang serupa  bentuknya namun  beda  rasanya).

Adapun  pemakaian  keduanya  dari segi  istilah,  terdapat  beberapa  pendapat ulama  yaitu:

Pertama,  muhkam adalah sesuatu  yang diketahui  maknanya,  baik  secara  langsung  maupun  melalui  takwil.  Sedangkan mutasyabih  adalah  sesuatu  yang maknanya  hanya  diketahui  Allah  Swt saja,  seperti  hari  kiamat,  datangnya Dajal, ahruf al-muqaththa’ah pada  permulaan  beberapa  surat  dalam  al-Quran. Ahlussunnah  menganggap  inilah  pendapat  yang  benar.

Kedua,  muhkam adalah  sesuatu yang  hanya  mengandung  satu  makna  atau satu takwil sedangkan mutasyabih mengandung banyak makna. Ibnu Abbas memilih pendapat ini, begitu juga kebanyakan ahli ushul.

Ketiga, muhkan adalah sesuatu yang dipahami secara langsung tanpa perlu penjelasan. Sedangkan mutasyabih adalah sesuatu yang membutuhkan penjelasan akibat berbedanya penakwilan. Dengan artian mutasyabih bersifat kondisional. Pendapat ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Keempat, muhkam adalah sesuatu yang bagus bentuk dan susunannya serta mengacu pada satu makna jelas. Sedangkan mutasyabih adalah sesuatu yang maknanya hanya bisa diketahui jika terdapat petunjuk yang mengacu pada makna yang dimaksud. Pendapat ini disnisbahkan kepada Imam Haramain.

Kelima, muhkam adalah apa yang dalalahnya rajih yaitu nash dan zahir. Sedangka mutasyabih adalah apa yang dalalahnya tidak rajih, yaitu mujmal, muawwal dan musykil. Imam ar-Razy berpegang pada pendapat ini.

Semua pendapat di atas tidak bertentangan satu sama lain. Tetapi mayoritas ahli tahqiq berpendapat bahwa pendapat terakhir adalah pendapat yang paling jelas.

Al-Quran dan Muhkam-Mutasyabih

Di dalam al-Quran terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Al-Quran itu seluruhnya muhkam, seperti firman Allah: كتاب أحكمت أياته Namun juga ada ayat yang menunjukkan bahwa al-Quran itu seluruhnya mutasyabih, seperti firman Allah: الله نزل أحسن الحديث كتابا متشابها Namun di sisi lain terdapat ayat yang menunjukkan bahwa ayat al-Quran sebagiannya muhkan dan sebaginnya mutasyabih, seperti firman Allah: أنزل عليك الكتاب هن أم الكتاب وأخر متشابهات

Muncul  pertanyaan  apakah  ayat-ayat  ini saling  bertentangan  satu  dengan  yang lainnya?

Jawabannya adalah tidak. Penjelasannya adalah, maksud dari perkataan bahwa  al-Quran  seluruhnya muhkam adalah, al-Quran tersusun dengan sangat  rapi  dan  teliti  serta  tidak  terdapat kekurangan  dari  segi  lafaz maupun makna. Sedangkan yang dimaksud dengan  al-Quran  seluruhnya mutasyabih adalah  bahwa  ayat-ayat al-Quran  serupa dari segi  keindahan,  saling membenarkan  satu  dan yang  lainnya  dari segi makna,  juga serupa  secara  lafaz  serta maknanya  sebagai  sebuah  mukjizat.

Adapun  pernyataan ketiga  bahwa  al-Quran  sebagiannya muhkam dan  sebagiannya  lagi mutasyabih, maknanya  adalah  di dalam  al-Quran terdapat ayat-ayat yang  jelas maknanya yaitu muhkam dan dan ada  ayat-ayat yang  tidak  jelas maknanya  serta butuh penafsiran yaitu mutasyabih. Ulama  berbeda  pendapat  dalam  hal  ini sebagaimana  dijelaskan  dalam  pengertian muhkam dan mutasyabih dari segi istilah.

Bentuk-Bentuk Mutasyabih

Ar-Raghib  mengatakan di dalam kitabnya Mufradat al-Quran bahwa  mutasyabih mempunyai  tiga bentuk: mutasyabih dari segi lafaz, mutasyabih dari segi makna, dan mutasyabih dari segi lafaz dan makna sekaligus.

l.  Mutasyabih dari segi  lafaz

a. Dari  segi  lafaz mufrad (tunggal) terbagi  dua:

-Disebabkan  keanehan  lafaznya, seperti  firman Allah  Swt. وفاكهة وأبا yang  artinya  rumput-rumputan, dengan  dalil  ayat  setelahnya متاعا لكم ولأنعامكم

-Disebabkan  lafaznya  mengandung banyak  makna  seperti  firman Allah Swt.  فراغ عليهم ضربا باليمين.

b. Dari  segi  lafaz murakkab (majemuk) terbagi  tiga  bentuk:

-Karpna  disebabkan  oleh  ringkasnya perkataan  seperti  firman  Allah  Swt.

وإن خفتم ألا تقسطوا في اليتامى فانكحوا ما طاب لكم.

-Karena  disebabkan  oleh  panjangnya kalimat  seperti  firman Allah  Swt. ليس كمثله شيء mungkin  akan  lebih  jelas maknanya  seandainya  huruf  kaf  dihilangkan.

-Karena  disebabkan  oleh  susunan kalimatnya  seperti  firman Allah Swt.  الحمد لله الذي أنزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا قيما

2.  Mutasyabih dari segi yaitu makna ayat-ayat tentang sifat Allah Swt, dan hari kiamat. Mutasyabih  lafaz dan  makna.

3.  Dari segi sekaligus, hal ini bisa dilihat dari lima segi:

a. Dari segi umum  dan khusus seperti dalam  firman  Allah Swt. فاقتلوا المشركين حيث وجدتموهم.

b. Dari  segi wajib dan  nadab seperti firman  Allah  Swt. فانكحوا ما طاب لكم من النساء

c. Dari  segi  waktu seperti  nasikh dan mansukh,  firman Allah  Swt. اتقوا الله حق تقاته

d. Dari  segi  tempat  dan perkara  yang menyebabkan  turunnya  ayat seperti firman  Allah  Swt.  إنما نسيء زيادة في الكفر akan  sulit mengetahui  makna ayat  ini  jika  tidak mengetahui  adat dan  kebiasaan  orang-orang  jahiliyah.

e, Dari  segi  syarat-syarat  sah  atau  tidaknya  suatu  perbuatan  seperti syarat-syarat  shalat  dan nikah.

Dari  bentuk-bentuk  mutasyabih  diatas  bisa  disimpulkan  bahwa  ayat-ayat mutasyabihat  di dalam  al-Quran terbagi ke  dalam tiga bagian:

1. Apa yang tidak mungkin diketahui ilmunya  oleh manusia  seperti  ilmu tentang  zat Allah Swt., sifatNya, ilmu tentang hari kiamat dan hal gaib lainnya  yang hanya diketahui oleh Allah Swt.  وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا الله

2. Apa yang  bisa diketahui  maknanya jalan oleh manusia  dengan  belajar dan  meneliti  seperti  mutasyabih yang  disebabkan oleh  ringkasnya kalimat atau susunannya.

3. Apa yang hanya dapat diketahui  oleh para  ulama melalui  tadabur dan ijtihad.

Ayat-Ayat  Sifat

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa  ayat-ayat  mutasyabihat  di  dalam al-Quran terbagi ke dalam beberapa bentuk.  Di antara  seluruh  bentuk  itu yang paling banyak  diperbincangkan adalah ayat-ayat yang berhubungan dengan sifat Allah Swt (mutasyabih  ash-shifat) dan  ayat-ayat  dipermulaan surat yang terdiri dari kumpulan huruf hijaiyah (fawatih as-suwar). Ibnu al-Labban mengarang sebuah buku khusus  yang membahas tentang  mutasyabih  ash-shifat berjudul رد الشبهات إلى الأيات المحكمات

Para  ulama sepakat dalam  tiga hal mengenai  mutasyabih  ash-shifat yaitu;

1. Untuk menjaga makna  ayat mutasyabih ash-shifat terhindar dari makna yang mustahil, dengan meyakini bahwa Allah Swt. tidak mungkin memaknainya  dengan hal yang mustahil  itu.

2. Seandainya  pembelaan  terhadap agama sangat  tergantung kepada penafsiran  ayat mutasyabih ash-shifat maka diwajibkan untuk menafsirkannya dengan penafsiran  yang menghilangkan  keraguan.

3. Jika sebuah ayat mutasyabih ash-shifat mempunyai  satu penakwilan yang dekat  maknanya,  ulama sepakat untuk  memakai  penakwilan tersebut.

Seperti  fiman  Allah Swt. وهو معكم أين ما كنتم keberadaan Allah Swt. tidak mungkin sama dengan makhluk, dan hal ini sangat mustahil. Sehingga  yang tersisa  hanya satu penakwilan yaitu bahwa ilmu Allah Swt. melingkupi makhluk  dari  segi pendengaran, penglihatan, keinginan,  dan kemampuan.

Selain  tiga  hal di atas  para ulama berbeda  pendapat  mengenal  mutasyabih ash-shifat dalam  ayat-ayat  al-Quran, pendapat-pendapat ulama  terbagi  menjadi tiga:

Pertama, mazhab  salaf yang menyerahkan makna ayat-ayat  ini kepada Allah Swt.  setelah menjauhkannya  dari makna-makna yang mustahil. Dalil mazhab ini adalah:

a. Dalil  aqli, bahwa penentuan makna dari  ayat-ayat  ini bergantung  kepada kaidah-kaidah  bahasa  dan bagaimana orang Arab menggunakannya.  Hal  ini hanya  bersifat  zhan dan  bukan  yaqin. Sementara  sifat-sifat  Allah Swt.  termasuk bagian  dari akidah yang mengharuskan  dalil yang  qath’l  bukan zhanni.  Olen karena  itu  ayat-ayat  Ini tidak  ditafsirkan  dan maknanya  diserahkan  kepada Allah Swt.

b. Dalil naqli, mazhab  ini berpegang kepada  beberapa  hal:

  • Hadis Aisyah  ra. bahwa Rasulullah membaca ayat ini (Ali Imran:3)  lalu Rasulullah  bersabda فإذا رأيت الذين يتبعون ما تشابه منه فألئك الذين سمى الله فاحذروهم.
  • Ath-Thabrany  meriwayatkan  dari Abu Malik al-Asy’ary bahwa dia mendengar Rasulullah  Saw. bersabda “Aku tidak  khawatir  terhadap  umatku  kecuali  atas  tiga  perkara: mereka  mempunyai  banyak  harta  sehingga  saling iri  dan  saling  bunuh  dan  dibukakan kepada  mereka  kitab  lalu seorang mukmin menghendakinya dan ingin mentakwilkannya وما يعلم تأويله إلا الله .
  • Imam  Malik  ra. pernah ditanya  tentang makna “istiwa” dalam  firman Allah Swt. الرحمان على العرش استوى lalu beliau menjawab  الاستواء معلوم والكيف مجهول والأيمان به واجب والسؤال عنه بدعة وأظنك رجل سيء أخرجوه عني

Kedua,  mazhab  khalaf yang mencoba menakwilkan  ayat-ayat  sifat dengan makna  yang pantas bagi zat Allah Swt.

Ketiga,  mazhab  netral  adalah pendapat dengan menoleransikan  kedua mazhab di atas.  Ibn Daqiq al-Id  mengatakan2  “Kalau  ayat-ayat sifat  ditakwilkan  dengan  makna  yang  tidak asing bagi  orang  Arab  maka  makna ini  diterima. Tetapi jika maknanya jauh  dari makna yang dipahami orang Arab, maka tidak  perlu ditakwilkan.  Kewajiban kita cukup  beriman dengan makna yang diinginkan Allah Swt.

Hikmah  Adanya  Ayat-ayat  Mutasyabihat

Sesungguhnya ayat-ayat mutasyabihat ini mengandung hikmah tersendiri.  Ketika ditadaburi memberi-kan efek berupa penambahan rasa yakin bahwa al-Quran merupakan  suatu mukjizat  yang  tidak  ada tandingannya.

Diantara  hikmahnya  menurut  ulama adalah:

-Ayat-ayat  mutasyabihat  yang  mungkin diketahul maknanya:

1. Mendorong seorang pembaca  lebih berusaha untuk  mengetahui makna apa yang  dibacanya.  Semakin berusaha seseorang memahami maknanya  semakin  bertambah  pahala yang  didapatnya.

2.  Seseorang  yang membaca arat  mutasyabihat dan  ingin mengetahui maknanya akan  terdorong untuk mendalami  ilmu-ilmu yang lain, seperti  ilmu  bahasa, nahwu dan ilmu ushul  fiqh.

3.  Memperlihatkan  kelebihan orang yang berilmu dengan selainnya. Seseorang  yang telah mengetahui makna  satu  ayat mutasyabihat akan semakin bersemangat untuk mengetahui  makna  lainnya.

4.  Adanya ayat mutasyabihat mendorong  pembacanya  untuk menggunakan  nalar  akal  dalam  memahaminya.  Karena  seandainya  seluruh al-Quran  muhkam,  mungkin pembaca  al-Quran  akan  cenderung untuk memahami  apa  adanya  tanpa perlu mempelajari  dan meneliti makna ayat-ayat mutasyabih tersebut.

-Ayat-ayat  mutasyabihat yang maknanya  hanya  diketahui  Allah  swt.

1. Sebagai  rahmat  Allah  Swt.  bagi hamba-Nya  yang  tidak  mampu  mengetahui segala sesuatu. Karena  itulah Allah Swt tidak mengatakan di dalam al-Quran  kapan  akan  terjadinya kiamat sebagaimana Allah Swt tidak mengatakan  kapan  ajal  seseorang manusia  akan  datang.  Sehingga manusia tidak malas untuk mempersiapkan bekal menghadap-Nya.

2. Allah Swt. menurunkan  ayat-ayat mutasyabihat  sebagai ujian dan cobaan  bagi  hamba-Nya.  Apakah beriman  dengan  apa yang  maknanya  dikaburkan  oleh  Allah  Swt.dan  menyerahkan sepenuhnya  ke[ada-Nya atau  tetap bergelut  dengan ayat-ayat itu untuk memahami  maknanya?

3. Sebagai  dalil  bahwa  pada hakikatnya manusia  adalah  makhluk yang  lemah dan bodoh  walaupun memiliki ilmu  yang  banyak.  Juga  sebagai bukti akan kebesaran  kuasa  Allah  Swt.  Dan keluasan  ilmu-Nya  yang  mencakup segala  sesuatu  di  langit dan  di bumi.


Penutup

Dari  pembahasan  di atas  dapat dipahami  bahwa  mengetahui  muhkam dan mutasyabih  yang  terdapat  di dalam al-Quran  adalah  sebuah  kemestian. Karena ayat mutasyabihat harus  dipahami sesuai  dengan  bentuknya,  apakah ayat  tersebut  boleh  dipahami  apa adanya  atau  wajib  mengembalikan maknanya  ke makna  muhkam atau maknanya  diserahkan  sepenuhnya kepada  Allah  Swt. Wallahu A’lam.

*Pernah diterbitkan Buletin Menara

MUSLIMAH DAN FASHION

10 July 2010 at 4:24 pm | Posted in AKHLAK, AL-QURAN, Gen 5, MOTIVASI | 2 Comments
Tags: , , , ,

Oleh: Reni Rahmawati

lslam  tidak  melarang  wanita menghias  diri,  berdandan  rapi  dan berpenampilan  anggun,  tetapi  semuanya itu juga  harus  disertai  dengan  niat  untuk beribadah  dan  jangan  sampai menimbulkan  fitnah. Wanita muslimah mestinya  merasa  sedang  melakukan ibadah manakala  ia mengenakan  busana muslimah.

Dalam  beribadah,  kita sebenarnya  berhadapan  dengan  Tuhan, bukan  dengan  yang  lainnya,  maka keikhlasan,  ketabahan  dan  kesabaran dengan  niat  yang  teguh  untuk melaksanakan  perintah Tuhan  itulah yang menjadi pokok utama. Bisa  saja  di  suatu  ketika, pemakai  busana  muslimah  mendapat tantangan,  fitnah  atau  bahkan  sindiran dari  lingkungan sendiri, tapi haruskah  kita lemah  dengan meninggalkan busana khas kita?

Kita  harus  bisa  menghibur  diri bahwa  tantangan  itu  ada  di  mana-mana. Setiap manusia yang  hidup harus  berani menghadapi  tantangan. Untuk  sukses seseorang  harus  akrab  dengan  tantangan, karena  memang  tantangan  itu  lahir  tidak untuk hanya  ditakuti atau dihindari, tetapi juga  untuk diatasi. Kebiasaan orang  yang lari  dari  tantangan  adalah  perbuatan keliru,  karena  kita  bisa  menghindar  dari suatu  tantangan  namun  itu  hanya  untuk menemui  tantangan  baru  yang  belum tentu  lebih  ringan  Jadi  yang  penting adalah,  bagaimana mengatasi tantangan dan  memperkecil  resiko,  bukan menghindarinya.

Prinsip  berbusana negara  kita  menganggap pakaian  wanita  lslam  dengan  sebutan “Busana  Muslimah’ . Mode  pakaian  yang muncul  dewasa  ini  berbeda-beda tergantung  selera  masing-masing  Mode pakaian  pakaian  bisa berubah  dari waktu ke  waktu,  kemudian  menjadi  trend  yang terus  berkembang. Beragam mode,  corak dan warna  busana muslimah begitu  indah dipandang  mata.  Berbagai  pasar  dan pusat perbelanjaan yang merupakan mata rantai  dari  busana  ini  juga jenis menyediakan  keleluasaan  memilih  bagi para  muslimah,  dengan  begitu  banyak mode yang mereka lawarkan.

Dari  sekian  mode  itu,  tidak semua yang masuk ‘kriteria’.  Karena ada sebagian  busana  muslimah  lebih memfokuskan pada mode dan gaya tanpa memperhatikan  cara  berbusana sebagaimana  yang  telah  diajarkan  dalam lslam. Permasalahan yang timbul, apakah kita  mau  ditakluKkan  dengan  mode  yang berkembang  saat  ini  tanpa  memikirkan apa  esensi  pakaian  yang  bernafaskan takwa bagi muslimah? Aneka  pilihan  busana  muslimah saat  ini  membuka  para ialan  bagi muslimah  untuk  tampil  lebih  gaya  dan modis. Tentunya kita memilih bukan gaya yang berlebihan dan  berkonolasi negatif . Namun, langkah  seorang  muslim  dan muslimah  harus seiring dan  sejalan dengan  tuntunan al-Qur’an Hadis yang mulia. Jadi  tidak sekedar  tampil  gaya, kitapun  harus memperhatikan  busana dan  cara  berbusana seperti  yang diajarkan dalam  lslam-  Allah berfirman dalam surat al-A’raf  ayat26:

Wahai anak  cucu Adam!, sesungguhnya  Kami telah  menyediakan pakaian untuk menutupi  auratmu  dan untuk  perhiasan bagimu. Tetapi  pakaian takwa,  itulah  yang  lebih baik. Demikianlah sebagian  tanda-tanda kekuasaan  Allah,  mudah-mudahan  mereka  ingat“.

lbnu  Katsir  dalam  tafsirnya memaparkan  bahwa  dari  ayat  tersebut ada  kata  اللباس  dan  الريش,  dua  kata  ini mempunyai arti yang sama yaitu pakaian. Namun  keduanya  berbeda  dari  segi fungsi. Berdasarkan  ayat  di  atas  اللباس  berfungsi  untuk menutup  aurat. Ini adalah fungsi  utama  pakaian,  sedangkan  الريش berfungsi  sebagai  perhiasan,  pelengkap atau tambahan. Jadi pakaian memiliki  dua fungsi: pertama,  untuk  menutupi  aurat,  dan fungsi  kedua  sebagai  penghias  atau pelengkap dan tambahan. Dalam  hal  ini  fungsi  pertama dalam  pakaian  merupakan  sesuatu  yang bersifat  esensial,  sedangkan  fungsi kedua,  bisa  dikatakan  sah,  telah jika memenuhi kriteria  fungsi utama. Untuk  itu,  yang  perlu diperhatikan dalam  berbusana muslimah adalah:

1. Menutupi  seluruh  tubuh selain  yang  dikecualikan. Pendapat  ulama yang paling kuat  tentang bagian  tubuh  yang dikecualikan  dan boleh terlihat  adalah  muka dan telapak tangan.

2. Memakai  kerudung sampai dada.

Ketentuan ini merujuk pada  al-Qur’an surat  an-Nur  ayat  31  :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya,mdan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya,

Juga pada surat al-Ahzab ayat 59:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Dengan  demikian  kriteria  kerudung yang sesuai  dengan  ayat-ayat  di atas adalah  menutup  rambut,  leher  sampai ke dada.  Bukan  hanya  menutup  rambut sampai leher saja!

3. Tidak  tipis  sehingga  terlihat  kulit  dan lekukan  tubuhnya. Dalam  sebuah hadis yang  diriwayatkan imam  Ahmad,  Rasulullah  pernah memberi  Usamah  bin  Zaid  qubthiya (pakaian  dari  katun  tipis)  yang  kasar, tetapi Usamah  tidak  memakai  dan  ia memberikan  pada  istrinya,  Nabi  Saw bersabda:  “Suruhlah  ia  memakai rangkapan  (puring)  di  dalamnya,  agar tidak lerlihat lekuk-lekuk  tulangnya“.

4. Tidak  ketat sehingga tidak  tergambar jelas bentuk  tubuhnya. Busana  ketat  walau  lidak  tipis  akan memperlihatkan tubuh wanila meskipun berpakaian  dan  menutup  rambut. Busana  model  ini  akan  lebih membangkitkan  syahwat  sehingga menimbulkan  semangat  erotis  bagi yang  memandangnya  dan juga mengundang fitnah. Dalam  hadis  yang  diriwayatkan  imam Muslim  disebutkan  bahwa wanita  yang mengenakan  busana  seperti  ini  kelak tidak  akan  masuk  surga  bahkan mencium bau surga pun tak bisa.

5. Tidak dimaksudkan untuk pamer atas menarik perhatian  laki-laki. Wangi  parfum  yang  berlebihan  dan gaya  berjalan  yang  dibuat-buat  dapat menarik  perhatian  laki-laki  dan  bisa menimbulkan  fantasi  yang  seronok. Karenanya  harus  dihindari agar  tujuan memakai busana muslimah yaitu untuk melindungi  muslimah  itu  sendiri tercapai. Prinsip  kesederhanaan tercakup  di  sini,  maksudnya  harus dihindari  gaya busana dan hiasan yang berlebihan  supaya  tidak  menarik perhatian yang tidak semestinya.

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki dan pakaian wanita-wanita kafir.


Dan  perlu  diketahui  lagi  bahwa pakaian  takwa  bagi  muslimah mengandung unsur sebagai berikut:

  1. Menjauhkan wanita dari gangguan  laki-laki  jahil atau nakal
  2. Membedakan antara wanita yang berakhlak  terpuji  dengan  wanita  yang berkepribadian  tercela
  3. Menghindari  timbulnya  fitnah  seksual bagi kaum pria
  4. Memelihara  kesucian  agama  wanita yang mengenakanannya

Dan  juga  wanita  berbusana muslimah  yang  sepantasnya  secara psikologis  mampu  menanamkan  pada dirinya sikap taat  adil, jujur,  terus  terang dan  kokoh  memegang  prinsip  sehingga akan menimbulkan rasa segan bagi siapa saja  yang  berinteraksi  dan  bergaul dengannya. Sehingga  dengan pakaian mengenakan  muslimah  bisa membangun  citra  dirinya  sebagai wanita muslimah.

Wahai  saudariku!,  tahukah  kita bahwa  pada  waktu  Rasulullah  Saw melaksanakan  lsra Mi’raj, sewaktu Beliau melewati  neraka,  kebanyakan  di dalamnya adalah wanita yang berpakaian api telanjang, na’uzubillah min dzalik. Marilah  kita  memperbaiki enampilan  diri  kita  dan  menjadi  wanita muslimah  yang  selalu  diridhai  Allah karena ‘pakaian takwa’  adalah  pakaian sempurna. Semoga  Allah  selalu melindungi kita dan wanita yang memakai pakaian takwa  tidak akan  dijilat tubuhnya oleh  api  neraka  yang  sangat  panasnya. Amin  Ya Rabb

*Pernah diterbitkan Buletin Almakki edisi VII

You Are What You Eat

11 June 2010 at 11:08 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, Uncategorized | 1 Comment
Tags: ,

We are as a human need to consume a good nutritious for our life. Nobody can live without eating, but of course, we do not live for eating, do we?

Everyday we eat more and more without getting bored. Who will get bored with eating? Sure, no body. Apart from a trouble, frustrated, disease, or sickness, that is another topic for another discussion. We know that people who overeat have problems which they maybe concealing, over eating cause one to be unhappy and bad diet cause bad mood.
Eat and eat is one of our activity for getting more energy. So what kind of food is needed? Talking about taste and delicious both of these aspects are necessary when it comes to eating. Unfortunately many people ignored and forgot the real important of a good healthy eating. That is an important question one must ask before we eat with the hand. Consequently, some people look so pale-faced, sick and not healthy which may be the cause of a bad eating.
And on the other hand we know the system of consuming healthy food is also important and part of one’s life making a good habit neatly and methodically arrange are important for a healthy diet. For example starting with good healthy breakfast and ending with a healthy light dinner which will be easy to digest. Why? Enjoy having breakfast with juice or fruit which will be a great start to the day for our stomach and then, after 2 hours one can begin to consume a heavy food however if one start with a heavy food first most likely that food will be difficult to digest. Besides having heavy food for dinner before bed time can annoy our quality of sleeping and also the food will be difficult to digest. Believe it!
What is a good way? It is advice able for us to stop eating 4 hours before sleeping. If we feel so hungry, we may eat a fruit or a light snack. And in addition, plenty of drink before sleeping will disturb us by desiring to go to toilet at night. So it is good idea for us to not consume a large amount of drink for at least 2 to 4 hours before sleeping as otherwise it may cause our kidneys to over work and therefore the kidneys require rest so that the kidneys can process what has been consume.
Thus, good way for consumptions of food is important because it will influence all of things in our life such as; our mood, energy, desire to eat, ability to think correctly, and our healthy in generally. So you are what you eat…!!

Written by: Reni Rahmawati
Presented on Friday, 2 April 2010 at AEC

Come and Talk Together at AEC

16 April 2010 at 9:21 pm | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, KEGIATAN | 6 Comments
Tags: , ,

Talking and talking much without shyness and embarrassment can be necessary to improve our ability in speaking especially in English. Do you know why? Because, language is like a river it flows into the sea fluently. If you found much rubbish on the river, the stream’s flow will be clogged, which of course can be the cause of flood-stricken. Which can be said the same for languages, if you stop speaking by clogging your mouth and keeping silence the words will be difficult to come out from your mouth. Believe it!

How important is English? English is the most fluently spoken language around the world. If we have the ability to speak English it will indeed open the doors of opportunities by opening the rest of the world to you. In a sense the world becomes much closer and access able by traveling and understanding the culture and language of others around the world and the only way to communicate is by speaking one comment language which most likely will be ENGLISH. So in a way the world becomes a small town. We can go around the world without the fear of being scared or worried. With that said we can also use the English language as a tool in giving dakwah and giving better understanding about Islam to the western world. The ability to communicate in English has many advantages so as well as being able to speak Arabic Fushah (Standard Modern Arabic Language) and Amiyah (Egyptian) language, it is indeed necessary for us to improve our skills in the English language more and more.

Almakki English Club (AEC) is designed to solve our problem in the English language. This club is operated by Mr. Fitrian Kadir (the chief of Almakki) directly. Alhamdulillah, thanks due to Allah AEC is been running for almost 2 years now and it’s still going strong until right now. AEC is here and help who want to make a change and learn a new language. Also make you realize your abilities and skills and in return AEC offers great deal of help and supports to each one of us. With AEC can encourage, study and talk together confidently, because all of us are on the same path. It is a fun way of learning and making friends and if one has the motivation and energy to learn insha Allah you will be successful. Just remember to never despair and always be optimistic because if Allah intends good for a person, He grants him a great understanding and indeed Glory is not granted except to those who always dreamed of it.

As you know that our motto is: ”You are nothing without speaking”. So make a change in your life and start speaking from today by speaking loud and with confidence without any shyness!!!!…  but do start  with a cup of  syai first … ( tea)

AEC is one of Almakki’s most successful program to help communicate in English. About how the system runs it depends on us and what works best for us. But right now we have changed to another system. Here is an example of one of our members who recently presented his/her simple article and then discuss it further in a debate fashion. We notice that when debating is on the language comes out more spontaneously and instantly. We will post their article soon, insha Allah.

It is a great honor for us because not just Almakki’s members join in AEC, even thought Mr. Irfan Prima Putra (the chief of language community in Cairo), and also Mr. Akhrie Ramadayanto (the chief of IKATH), and some of IKATH’s member also come and join with us. Let’s come and talk together, it is your big opportunity right now because alfurshah la ta’ti marratan ukhra….

Good luck Almakki…..^_^

Written by: Reni Rahmawati  (the chief of Almakkiyat)

Diskusi Ilmiah 4: Ayat Al-Quran yang Pertama dan Terakhir Kali Turun

18 March 2010 at 4:29 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 5, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Oleh: Arina, Lc (Gen 5 MAKN Putri)

 

Alhamdulillah, diskusi dwi mingguan Almakkiyat yang ke-4, Kamis 4 Maret 2010 yang diadakan di rumah Ummah Mujahid, berlangsung dengan lancar. Meskipun agak molor setegah jam, karena sebagian besar para peserta sudah mulai aktif kuliah, tetapi tidak mempengaruhi semangat para Almakkiyat untuk mengikuti kajian yang dimoderatori oleh Ismarni ini. Makalah yang berjudul Ayat Al-Quran yang Pertama dan Terakhir Kali Turun dipresentasikan oleh duo Ainul Zikra, Lc dan Fitri Shabrina, Lc yang tengah menempuh program pasca sarjana bidang Tafsir di Univ Al-Azhar.

Makalah ini, sesuai dengan judulnya, membahas tentang ayat Al-Quran yang pertama dan yang terakhir diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. Pemakalah menyampaikan bahwa diantara faedah mempelajari hal ini adalah untuk mengetahui ayat naskh dan mansukh (yang menghapus hukum ayat yang telah diturunkan terlebih dahulu) dan untuk mengetahui sejarah penetapan hukum Islam yang berangsur-angsur. Juga sebagai bukti keotentikan Al-Quran sebagai wahyu dari Allah, dengan tidak adanya kontradiktif apapun antara ayat-ayat Al-Quran meskipun diturunkan bertahap dalam waktu 23 tahun.

Pemakalah membagi permasalahan ini menjadi dua bagian: pertama, ayat yang pertama dan terakhir turun secara tematik dan kedua, ayat yang pertama dan terakhir turun secara mutlak serta perbedaan pendapat para ulama mengenai hal ini. Kemudian didapatlah kesimpulan bahwa pendapat yang paling benar mengenai ayat yang pertama turun adalah surat Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang disampaikan oleh Jibril as ketika Rasulullah saw bertahanus di gua Hira. Sedangkan ayat yang terakhir turun adalah surat Al-Baqarah ayat 281 yang turun 9 hari sebelum Rasulullah saw wafat.

Makalah yang berjumlah tujuh belas halaman ini selesai dipresentasikan dalam waktu lebih kurang 45 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi setelah menunaikan shalat Ashar. Selain berbagai pertayaan berbobot, saran-saran yang dilontarkan kali ini diantaranya agar setiap pemakalah mentakhrij hadis-hadis yang terdapat di dalam makalahnya sesuai dengan metode takhrij hadis. Juga untuk memperbanyak rujukan kitab untuk memperkaya kandungan makalah.

Tanya jawab berlangsung seru sambil mencicipi jeruk dan strawbery sampai menjelang azan maghrib berkumandang. Selesailah sudah kajian dwi mingguan Almakkiyat kali ini. Sampai jumpa di kajian mendatang…Insya Allah kajian hadis dengan tema Kontradiksi Hadis (Mukhtalif Hadis) oleh Desri Ningsih dan Fadhilah Is di ‘Ala Gambe House…

DERAI AIR MATA MEMBASAHI RANAH MINANG

23 February 2010 at 12:30 pm | Posted in Gen 5, MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags:

Negeri indah beriklim tropis dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang asri serta kaya akan sumber daya alam, itulah tempat kelahiran kita. Begitu besar nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kita. Namun, dibalik itu semua, juga banyak musibah yang Allah timpakan sebagai bukti kekuasaan-Nya. Bisa jadi ini adalah peringatan atas kelalaian atau bahkan pertanda kasih sayang Allah untuk meningkatkan kualitas keimanan.

Apapun bisa terjadi sebagaimana Allah menciptakan manusia hanya dengan berfirman “kun”, maka dengan seketika jadilah seorang manusia dengan izin-Nya. Begitu pula dengan berbagai fenomena alam yang datang secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan suasana malahan hampir tidak dapat diprediksi kapan datangnya, seperti: tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan masih banyak lagi. Disadari atau tidak, selalu terjadi berbagai bencana alam silih berganti dalam rentang waktu berdekatan di negeri kita ini, yang merenggut korban jiwa dan harta yang tidak sedikit jumlahnya.

Rabu, 30 september 2009, pukul 17:16, deraian air mata kembali membanjiri ranah Minang. Apa yang tengah terjadi? Kiamatkah?  Goncangan gempa dahsyat dengan kekuatan 7,6 skala richter mengagetkan saudara-saudara kita, meluluhlantakkan gedung-gedung dan perumahan di kota Padang dan sekitarnya. Masyarakat berlarian mencari perlindungan, tua muda panik bahkan menangis sembari tak henti mengagungkan asma-Nya, anak-anak menjerit, semua dicekam ketakutan, jangan-jangan terjadi tsunami. Bahkan, masih ada 247 gempa susulan hingga Kamis sore dengan kekuatan yang mulai melemah, rata-rata hanya 3-4 skala richter.

Cobaan yang didatangkan Allah ini, bukan hanya mengakibatkan kerugian materi, tapi juga sangat mempengaruhi faktor kejiwaan dan psikoligis korban. Gempa telah membuat sebagian besar mereka trauma, hingga memilih untuk tetap berada di luar rumah. Kekalutan perasaan mereka tentu tak terlukiskan dengan kata-kata, melihat semua perubahan yang terjadi tiba-tiba. Kehilangan orang-orang tercinta, musnahnya harta benda, hingga kekurangan makanan dan obat-obatan. Namun mereka hanya bisa pasrah dan bersabar. Apalagi anak-anak yang belum begitu mengerti apa arti semua ini. Mereka hanya bisa menangis dan menangis. Mereka tak lagi bisa sekolah, tak bisa bermain seperti biasa, bahkan ada yang kehilangan teman-temannya. Mereka tidur beratap langit, kedinginan dan kelaparan, sambil memperhatikan reruntuhan rumah yang megah, kini telah menjadi puing-puing yang rata dengan tanah.

Kita tentu turut merasa sedih, gundah dan pilu walaupun tidak merasakan langsung kengerian gempa yang diturunkan Allah. Sungguh Allah Maha Kuasa terhadap apapun. Inilah bukti kita manusia tidak berdaya, makhluk yang lemah.

Semua bencana ini bukanlah tanpa makna dan arti apa-apa karena tidak mungkin Allah menciptakan sesuatu yang sia-sia. Musibah-musibah ini mangajak kita untuk kembali mengintrospeksi diri bahwa kita hanyalah makhluk lemah dalam genggaman kekuasaan Allah. Sebagaimana firman-Nya: “Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisaa’: 28)

Allah juga telah memperingatkan bahwa setiap makhluk hidup pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan berupa kesenangan dan kesusahan, kebaikan dan keburukan. “Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS.  Al-A’raaf: 168)

Ujian yang baik-baik yang Allah turunkan kepada kita berupa ketaatan, hidayah, kesehatan, kedamaian, kekayaan, rumah tangga yang harmonis, keamanan dan segala yang menyenangkan kita. Sedangkan ujian yang buruk-buruk berupa kemaksiatan, kesesatan, sakit, menderita, kesusahan, kemelaratan, rumah tangga yang tidak harmonis, ketakutan dan segala yang tidak menyenangkan kita.

Satu hal yang tak boleh terlupa, bahwa di setiap musibah, Allah pasti selalu memberikan pertolongan. Kita saksikan betapa cepat dan banyaknya bantuan yang mengalir dari berbagai kota, propinsi, bahkan dari luar negri terhadap para korban gempa di Sumbar. Tim penanggulangan bencara pemerintah, tim penyelamat PBB, tim medis dan para relawan dari berbagai yayasan dan organisasi dengan sigap membantu proses evakuasi dan recovery. Berbagai bantuan berupa makanan, selimut, tenda dan obat-obatan dan sebagainya berdatangan lewat jalur darat, laut dan udara. Sampai-sampai terjadi antiran pesawat untuk mendarat di Minangkabau Internasional Airport  Sumbar.

Namun akibat longsor yang mengisolir beberapa desa di Pariaman hingga tak terjangkau oleh publik, bantuan tidak dapat didistribusikan dengan merata. Diberitakan ada empat orang ibu-ibu rela berjalan sejauh enam kilometer untuk mendatangi posko makanan lantaran kehabisan stok makanan. Katanya di lingkungan sekitar ada toko yang biasa menjual mi instant, namun mereka enggan menjualnya dengan alasan untuk persedianan makanan pribadi mereka.

Kali ini ketakutan dan kelaparan dirasakan oleh semua orang dari berbagai kalangan kehidupan. Biasanya orang miskin yang selalu memikirkan apa yang bisa dimakan besok. Dan orang kaya yang terbiasa hidup mewah, makan enak, lezat, yang selalu memikirkan “besok enaknya makan apa ya?”. Ternyata kini semua sama rata, tidak ada perbedaan. Itu semua adalah pinjaman dan Allah menariknya kembali.

Allah menyamaratakan mereka semua, inilah bukti di dunia tidak ada apa-apa nya kecuali keimanan seseorang. Hanya dengan keimanan yang menguatkan jiwa raga, yang membahagiakan dan keyakinan dengan pertolongan Allah.

Perlu kita sadari bahwa apapun nikmat yang diberikan Allah pasti ada hikmahnya. Dan seyogyalah masing-masing kita mengintropeksi diri, ada apa di balik semua ini?

Ingat dengan hadis Rasulullah: Rasulullah saw bersabda: Tidaklah suatu kaum yang orang-orang taatnya lebih banyak daripada pelaku maksiatnya, tetapi mereka membiarkannya, melainkan Allah akan mengadzabnya secara merata. (HR Ahmad dan Baihaqi)

Apa sebenarnya yang terjadi dengan kota Padang, Pariaman dan daerah sekitarnya? Apakah kemaksiatan sudah sedemikian merajalela? Inilah tugas kita sebagai da’i ataupun ulama yang akan pulang ke kampung halaman tercinta. Kita dibebani tanggungjawab terhadap apapun yang kita lakukan dan juga terhadap lingkungan sekitar. Semestinya dimana pun berada kita mampu mewarnai dengan nilai-nilah agama, mematuhi aturan Allah dan menegakkan sunnah Rasul-Nya sebagai bukti cinta pada Allah dan Rasul. Kita tidak sepatutnya tinggal diam berpangku tangan, karna kita punya misi yang konkrit demi memperjuangkan nilai-nilai Islam.

Rasulullah saw juga bersabda: Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia dan jika Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya niscaya Allah akan mengakhirkan hukuman atas dosa-dosanya sehingga Allah akan menyempurnakan hukuman baginya di akhirat kelak. {HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas ibn Malik ra}.

Hadits tersebut menjelaskan bahwa apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Maka bergembiralah wahai semua! Alangkah tenangnya hati-hati kita ketika dilanda musibah mengucapkan: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma’jurni fi musibati wakhlufli khoiran minha”

Semoga kota Padang, Pariaman dan kota-kota lain yang hancur akibat gempa, bisa segera dipulihkan dan direhablitasi. Semoga bencana ini juga semakin membuka mata hati korban gempa khususnya dan semua kaum muslimin umumnya akan ke-Maha Kuasa-an Allah dan semakin memotivasi peningkatan nilai-nilai spiritual dan moral di dalam kehidupan. Aamiin

Meskipun tidak langsung terkena bencana, tapi marilah kita tetap intropeksi perjalanan usia yang kita lalui selama ini. Apakah kita telah maksimal berusaha meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan ataukah masih terus larut melakukannya? Apakah kita baru mampu berkata dan masih belum mengamalkannya?

Sebagai penutup, mari renungkan firman Allah Swt berikut sebagai motivasi kebaikan bagi kita semua: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf: 96)

تقرير حول: افتتاح البـرنـامـج فـى الفـصـل الدراسـى الثـانـى

20 February 2010 at 3:59 pm | Posted in Gen 5, MOTIVASI, ORGANISASI, UKHUWAH | 2 Comments
Tags: , ,

بعد أن انتهينا من الامتحان ….

بعد أن اشترينا كتبا كثيرة من معرض الكتاب الدولي….

وانتهينا من الإجازة …

جاء “منتدى خريجي المدرسة الدينية النموذجية كوتو بارو بادنج بانجانج”

ليقدم لكم افتتاح البرنامج فى الفصل الدراسى الثانى   في يوم الإثنين، 15 فبراير 2010 م.

جرت عادتنا في مثل هذه البرامج أن تعدَّ باللغة الاندونيسية، لكننا ارتأينا هذه المرة
أن يكون برنامجنا مميزاً مختلفاً تُحليه اللغة العربية- لغة القرآن الكريم :”وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)”. [الشعراء/192-195]

من مبدئه إلى منتهاه.

وقد تفضل “شكرى حمدى” بتقديم فقرات البرنامج. ثم بدأ “محمد فطريان قادر” (رئيس المكّى)  بإلقاء كلمة قال فيها : “هذا البيت ليس بيتي وحدي وإنما هو بيتنا جميعاً”.

نستطيع أن نفهم من هذا الكلام أن هذا المكان يستخدم للأنشطة العلمية للطلبة.

وألقى أخونا “مروان إلهامى” (مستشار المكىّ/FS. ALMAKKI) كلمة لتشجيع الطلاب / الطالبات الجدد، موجهاً النصيحة لهم:”لا تظنون أنكم تأخرتم في قدومكم إلى مصر- رغم كل الظروف والصعوبات- فما زال الطريق- طريق العلم أمامكم،فاغتنموا الفرصة واستثمروا وجودكم في مصرلتنهلوا من العلم ما استطعتم، لتكونوا خير ذخر لبلدكم وقت أن تعودوا إليها علماء معلمين”.

وتلتها محاضرة الأستاذ “علي فاضل”- رئيس اتحاد الطلاب والطالبات الإفريقي- حول :” الترغيب فى طلب العلم وتقوية اللغة “.

استهل كلامه بحديث رسول الله – صلى الله عليه وسلم-، متحدثاً عن فضل الخروج فى طلب العلم: عن أنس – رضى الله عنه – قال: قال رسول الله -صلى الله عليه و سلم- : “من خرج فى طلب العلم فهو فى سبيل الله حتى يرجع”.

وعن صفوان بن عسال – رضى الله عنه – قال: قلت: “يا رسول الله ! جئت أطلب العلم، قال: “مرحباً بطالب العلم، إن طالب العلم لتحفّ به الملائكة، و تظّله بأجنحتها، فيركب بعضها على بعض حتى تبلغ السماء الدنيا من حبهم لما يطلب “.

وعن صفوان بن عسال – رضى الله عنه – قال: قلت: “يا رسول الله ! جئت أطلب العلم، قال: “مرحباً بطالب العلم، إن طالب العلم لتحفّ به الملائكة، و تظّله بأجنحتها، فيركب بعضها على بعض حتى تبلغ السماء الدنيا من حبهم لما يطلب “.

أقول: العلم هو عبادة القلب، كان لزاماً على طالبه أن يسعى جاهداً فى اكتسابه.

كما وبيَّن الأستاذ ضرورة تعلم اللغة العربية لأنها مفتاح وأساس كل شيء. ليتمكن الطلبة من التحصيل العلمي المثمر،ويواجهوا الضعف اللغوي الحاصل بينهم،ويكفي قول النبي -عليه الصلاة والسلام-: “إنما العربية اللسان”.

وفي ختام البرنامج، تم تعارف الطلاب والطالبات الجدد على إخوانهم وأخواتهم القدامى، بإشراف “محمد شكرا” (مدير بيت الطلبة المينانج كابويين).

وأعقب ذلك مقترحات من عضوات “المكّيات

وهي:/ALMAKKIYAT”

  • الاهتمام بمدرستنا.
  • تقوية الصلات الأخوّية بيننا.
  • التركيز على القدوة الحسنة والمثل الأعلى بين الطلبة.
  • الاهتمام بالتحصيل الدراسي والتفوق فيه.
  • استمرار الأنشطة العلمية للطلبة.
  • السعي الحثيث للحصول على المرتبة الأولى في: Academy Award PPMI

الحمد الله رب العالمين، أسأل الله أن ينفعنا بهذا البرنامج، ويكتب لنا القبول، وأن يثيبنا جميعاً، ويزيدنا خيراً و بركة – آمين-.

وصلى الله على سيدنا محمد النبى الأكرم، و على آله وصحبه وسلم.

بقلم:  رينى رحماواتى محمد ناصر

المرحلة الخامسة من خريجى المدرسة الدينية النموذجية كوتو بارو بادنج بانجانج

Pertemuan Perdana Pelatihan Khat Riq’ah Almakkiyat

25 October 2009 at 2:39 pm | Posted in Gen 5, KEGIATAN | 1 Comment
Tags:

Oleh: Reni Rahmawati*

Pada hari Senin, 12 oktober 2009 dimulai pertemuan perdana pelatihan khat riq’ah bersama 8 orang anggota Almakkiyat. Saya sebagai penanggungjawab khat salut atas semangat mereka, ada yang baru balik dari ma’had langsung menuju kediaman ALA GAMBEE dan ada juga yang dari Asrama Jam’iyyah  Syar’iyyah (Js). Alhamdulillah, acara bisa langsung dimulai setelah sholat ashar berjamaah pada jam 3.30 sore WK sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Pada pertemuan perdana ini saya menceritakan sedikit tentang khat, jenis- jenis khat dan bagaimana kehidupan para khattath dalam dunia khat. Fokus utama tentu saja tentang bagaimana menulis sesuai dengan kaidah khat riq’ah sehingga tidak adanya campur baur antara khat riq’ah dengan khat naskhi seperti yang seringkali terjadi.

Saya membahas kaidah-kaidah khusus khat riq’ah (foto 1) dan memberikan copyian kepada anggota khat Almakkiyat silabus pelajaran khat riq’ah.

1.kaidah khat riq'ah

Pelajaran pertama dimulai dengan bagaimana menulis nama masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan pelajaran menulis huruf alif dan ba (foto 2 & 3).

2.huruf alif3.huruf ba'

Setelah itu menulis kalimat yang mayoritas disitu huruf alif dan ba nya yaitu: “rabab tuhibbu albaidha wa azzabib(foto 4).

4.huruf alif dan ba' dalam kalimat

Tentunya dicontohkan terlebih dahulu kemudian peserta menuliskan kembali, kemudian dikoreksi. Setelah pengoreksian, para anggota ditugaskan menulis kembali kira-kira 4 atau 5 baris  tulisan yang sama sebagai tugas dirumah. Dengan tambahan tugas menulis huruf ba’ dengan huruf hijaiyyah yang lainnya seperti huruf ba dengan alif, ba’ dengan ba, ba’ dengan jim dan sebagianya (foto 5). Dan juga penugasan menulis ayat dalam surat  al-Masad dengan tulisan riq’ah (foto 6).

5. huruf ba' dengan huruf hijaiyyah6.surat al masad

Terlihat para peserta sangat antusias dalam belajar khat kali ini, sehingga pertemuan perdana berlangsung lumayan lama sampai-sampai lepas magrib dilanjutkan kembali. Insya Allah pelatihan ini ditargetkan sekitar 10 kali pertemuan. Ayo buruan, siapa cepat dia dapat..!! Alqithar tamsyi fala tantazhir ahad…;)

*Mahasiswi tk 4 Jur.Tafsir Al-Azhar – Gen 5 MAKN Putri

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.