Penutupan Program Almakkiyat 2009-2010

31 August 2010 at 12:15 pm | Posted in Gen 9, KEGIATAN, Uncategorized | 1 Comment
Tags: , , ,

By: Lina Rizqi Utami

Bismillahirrahmanirrahim.

Seiring berjalannya waktu, berputarnya bumi pada poros dengan ketentuan-Nya, mengalirnya riak air tak henti henti, dan alam tetap pada kepasrahannya menjalankan titah Sang Pencipta, maka Qadarullah pun menetapkan berakhirnya periode masa bakti kepengurusan Al Makkiyat 2009/2010 dengan koordinator ustazah Reni Rahmawati.
Sabtu, 28/8/2010 menjadi saksi berakhirnya kegiatan Almakkiyat periode 2009/2010 sekaligus silaturrahmi akbar anggota Al makkiyat dengan suguhan acara yang menarik. Acara dilaksanakan di rumah salah satu grand senior Al makkiyat yaitu ustazah Dwi Sukmanila Sayska bertempat di Saqor Quraisy. Acara ini dimulai pada jam 16.15 WK, yang di bawakan oleh Lina Rizqi Utami. Kemudian setelah beberapa kata sambutan dari sohibul bait sekaligus penjamu kami pada malam itu dan koordinator Almakkiyat, acara di meriahkan dengan adanya doorprize dari pengurus.

Terbukti para hadirin sangat antusias menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut dengan menipisnya hadiah yang telah disiapkan. Pertanyaan itu seputar pembahasan kajian Tafsir Hadis Almakkiyat, ke KMM_an, hafalan Al-qur’an dan pertanyaan2 umum. Acara selanjutnya cerdas cermat tuhfatul atfal yang sebenarnya diikuti oleh 3 peserta, tetapi yang siap diujikan adalah 2 peserta. Sesi ini dimenangkan oleh ustazah Elvi Rahmi.
Acara di pending beberapa jam karena azan telah berkumandang. Hidangan yang telah tersedia menjadi penyegar kerongkongan, dan penghilang rasa lapar setelah menahan diri dari lapar dan haus selama sehari penuh. Es bandung buah, Pargedel jagung, dan kue dorayaki chocolatah menjadi menu buka puasa yang disiapkan oleh pengurus sekaligus sohibul bait. Setelah bersantap ria, maka Salat maghrib berjamaah pun segera ditunaikan dan sesudahnya makanan berat siap untuk disantap dengan menu nasi sup daging special dan sambalado mantap.
Setelah berehat sejenak, acara disambung dengan doorprize dadakan karena hadiah tinggal satu buah. Pertanyaan dari pembawa acara dijawab oleh ustazah Kemala Dewi sebagai penunjuk pertama. Kemudian acara terakhir sekaligus penutup, yaitu pembagian sertifikat kepada para pemakalah kajian tafsir hadits Al makkiyat, sekaligus pembagian sertifikat kepada peserta terbaik khat riq’ah yaitu ustazah Desri Ningsih, dan ustazah Regita Asy Syifa. Acara ditutup dengan foto bareng dan pembacaan do’a kafaratul majlis

Advertisements

Perjalanan menuju Port Said (Rihlah II Almakki & Almakkiyat)

21 August 2010 at 9:25 am | Posted in Gen 5, KEGIATAN, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

oleh: Reni Rahmawati

Uni2, kawan2…masih ingat g’ kenangan rihlah kita ke Portsaid…??
Kira-kira dah bikin report lom buat si diary? Bagi yang udah, bolehlah baca lagi tulisan sederhana ini untuk mengingat-ingat kembali perjalanan kita. hmmm…bagi yang belum, ahlan kopi pes aja tulisan ini tuk melengkapi diary mu.

Rabu, 4 agustus 2009 adalah hari bersejarah bagi Almakki dan Almakkiyat. Satu-satunya kenangan indah bagi kita semua dengan adanya rihlah perdana ke luar kota, yaitu Port Said. Ini adalah rihlah Almakki kedua (periode 2009-2010).Rihlah awal Almakki adalah ke hadiqah yang merupakan rihlah langganan meregenenasi bagi Almakki dari tahun ke tahun. Tidak bisa dipungkuri, kita tinggal ditengah gurun pasir dan jarang sekali melihat tumbuhan hijau dan asri. Makanya rihlah ke hadiqah sangat urgen bagi kita semua.

Peserta rihlah kali ini bukan hanya anggota Almakki aja, ternyata anggota lainpun ikut bergabung demi memeriahkan suasana rihlah.

Kira-kira pukul 2 pagi, kita berangkat menuju Port Said. Kota ini berada tepat diperbatasan benua Asia dan Afrika. Ceritanya, porsaid ini merupakan kawan kamp kerja dibangun tahun 1859 oleh Said Pasha untuk menampung para pekerja di terusan Suez. Nah, dari nama Said Pasha inilah kota ini dinamakan “Port Said” (pelabuhan Said) sampai abad 19. Selain itu, Port Said sebagai pelabuhan terpenting dimana angkatan laut mesir berpusat. Dan juga daerah persengketaan Mesir dengan Israel sejak tahun 1956, namun dapat dipertahankan Mesir hingga meraih kemenangan dalam perang oktober 1973. wah, hebat ya Mesir….!! Sehingga sampai saat ini, kota ini banyak mengalami pembangunan di segala bidang. Dan yang pastinya, menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Mesir di musim panas, terkhusus kita nih sebagai turis, mahasiswa asing yang tinggal di lingkungan masyarakat Mesir.

Kira-kira pukul 5, alhamdulillah kita sampai ke Port Said, kemudian menyebrangi terusan Suez, yang dikenal dengan penyebrangan Ma’diyah. Udara segar mengisi suasana pagi itu. Semua mata tertegun dan terpesona dikala mamandang dan menikmati indahnya pemandangan dikala pagi yang cerah. Setelah kapal berhenti, kemudian kita menuju mesjid yang berdiri kokoh dan megah, tidak jauh dari tempat pemberhentian kapal, namanya mesjid Mujamma’ Kabir. Masih ingat kan..?? Mesjid ini ada keunikan tersendiri,lho. Temen-teman bisa temukan bangunan ini persis sama dan mirip dengan mesjid Nur di Abbasiyah dan juga mesjid yang di Ismailiyah. Katanya pembangunan mesjid ini dibangun dengan arsitek yang sama dan masa yang juga sama. Kalo ga’ percaya telurusuri aja sebagai bahan penelitian…. Nah, disitulah mesjid tempat kita shalat shubuh.

Ternyata, kita mengadakan perjalanan tidak hanya sekedar rihlah, tapi kita juga bisa ketemu uni leli yang domisili di sana…,,

Setelah itu langsung ke pantai, pembukaan di handel langsung dengan kata-kata sambutan dari ketua Almakki dan beberapa senior Almakki. Kemudian, kita Almakkiyat bikin acara yang spesial tuk kita buat kita-kita aja. Canda tawa mulai berhamburan, ketika ni dwi dan dila sebagai PeJe acara memulai simulasi dan games yang fun dan edukatif di depan pantai. Ami, sebagai ketua panitia akhwat, juga ikut berpartisipasi sebagai peserta simulasi. Di akhir pemainan, dilanjutkan dengan tabadul hadaya alias tukar kado dengan hadiah yang unik dan menarik.

Kemudian siangnya, kita menuju Museum Militer (Mathaf Harbi). Museum ini adalah tempat bersejarah, kenapa? Karena menyimpan persenjataan yang pernah dipakai dalam peperanagn masa Fir’aun dan Islam. Bayangkan, peralatan yang kita amati saat itu adalah peralatan masa perang tahun 1967 dan 1973. Wow,, kuno abizzz…

Sorenya, acara bebas sampai menjelang magrib. Ada yang istirahat di mesjid Syathi’ yang posisinya tepat di belakang museum tadi. Mesjid yang megah, nyaman dan bersih posisinya dekat dengan pantai Kornesy sehingga ada sebagian yang melepaskan penat seharian disana. Dan di depan museum ini, jalan lurus ke depannya ada pusat perbelanjaan yang luas, namanya suq Libiya. Inilah pasar bebas (suq hurrah), yang dimiliki kota ini yang sesuai dengan letaknya di jalur ekspor impor. Semua ada disini, mau baju, sepatu dan berbagai peralatan dapur pun ada. Made in Indonesia pun juga ada lho, seperti baju batik. Jadi ga’ heran, selain tempat wisata sekaligus berbelanja, apalagi untuk persiapan musim dingin. Masih ada lagi pasar yang belum kita kunjungi, seperti pasar Tujari dan Hamidi. Pasar ini juga luas, dengan menampilkan harga standar dan kualitas yang ok.

Acara penutupan di pantai Kornesy, letaknya dibelakang museum Militer tadi, sambil menikmati udara sore dan indahnya sunset. Disinilah pembagain hadiah bagi para pemenang simulasi dan games.

Saatnya pulang menuju Kairo…..
Setelah sholat Maqrib, kita beranjak menuju Kairo. Suasana hening dan diam di mobil. Ternyata semua pada terlelap pulas. Kita sampai pukul 1.30 pagi di Madrasah.

Perjalanan seharian penuh yang panjang dan mengesankan, akan jadi kenangan yang tidak terlupakan nantinya….
Loving you Almakkiyat…
إذا لـم تـجـمـعـنـا الأيـام جـمـعـتـنـا الذكـريـات
وإذا العـيـن لـم تـراك فـالقـلـب لـن يـنـسـاك

Successful Career Through IELTS Qualifications

1 August 2010 at 11:47 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, KEGIATAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

PPMI is an association which combines most activities concerning intellectual and organizational needs of Indonesian students in Egypt. PPMI also facilitates a couple of programs which concerns development capabilities and student qualifications. Nowadays, it has introduced “IELTS Preparation Course” supported by Language Community (PII), WIHDAH-PPMI, PMIK, SIC and also KBRI. The participants of the course insist of 23 students that has been implemented during 8 sessions, as for beginning at PMIK and the next occasions at SIC (Sekolah Indonesia Cairo) in Dokki. The class starts from 4 pm until 8 pm. We have attended it 3 times a week for almost about three weeks since March until the last week of April taught by the keynote speaker from Argentina, Mrs. Regina Calcagno.

What is IELTS?

IELTS is an abbreviation of International English Language Testing System; this course has become a source to improve the capability for English learners. It is quite well-known that IELTS are managed in co-operation with the University of Cambridge ESOL Examinations (Cambridge ESOL), British Council and IDP: IELTS Australia.

Therefore IELTS has become world recognized compatible towards the high international standards of language assessment. Furthermore, it is designed to access the language ability of candidates who wish to study or work as professional career, immigration authorities and other government agencies where English is preferred as the language of communication or may also be a means for those who wish to know their level for career purposes.

Certainly, IELTS mandatory for non-native students for studying in nations where English as a language communication. In generally, IELTS is more recognized by British and Commonwealth institution, but the TOEFL is more recognized by universities in the USA and a couple of European countries right now.  However, nowadays both of them recognized everywhere. Anyway, there are some universities still require the TOEFL, but the IELTS is growing rapidly. Its means that many Universities in UK, Australia, New Zealand and Canada uses, the IELTS as the main barometer for English users. Without IELTS qualifications, may not be granted there and will be unheard of.

The examination conducted by the British Council and also some institutes runs short courses which are to prepare for IELTS. There is no fixed pass mark in IELTS. The score, below Band 6 is too low and above 6.5 is accepted as a good score. And the examination is just held thrice, once a month. And the IELTS is not recommended for candidates under the age of 16.

IELTS test is designed by in two formats -Academic and General Training. Academic is suitable for students who wish to enter an undergraduate or postgraduate study programme. Mean while General Training is suitable for candidates planning to undertake non-academic training, work experience, or for immigration purposes.

All candidates take the same modules which consist of Listening & Speaking, while Reading & Writing are separate for Academic and General Training. So it comprises the four language skills: listening, reading, writing and speaking which are relevant to the real world.

IELTS and TOEFL are very similar, the main difference is that IELTS uses a face to face interview to know speaking ability, while the TOEFL is entirely computer based.

As participants of “IELTS Preparation Course” we have obtained more tips and tricks from Mrs. Regina Calcagno directly. For instance, she has taught us effective exam techniques in listening, reading, writing and speaking.

In the listening module, we hear the conversation for about two minutes and we will hear it only once. She suggested us to imagine the situation and common sense in language by our selves. When listening was on, the answers on the recording always appear in the same order as the question. uhh.., it was a big trouble to understand hard as I felt before.

In the reading module, will take 60 minutes, so we have to be able to skim and scan quickly because it will help to save our time.

And then in the writing module, she taught us methods and strategies for successfully completing the integrated words and how to be independent writing skills.

And the last one, in the speaking module, she advised to talk confidently because when we are nervous, we may lose our place and it is the most significant how to imagine the topics when interview and always keep speaking.  Certainly, we have to evaluate on fluency and coherence, range of vocabulary, grammatical range and accuracy and also pronunciation.

And some interest techniques I got at that time about; using words or expressions like actually, well, it depends, Mmm…, or but, it will make more natural when speaking, and then using words like anyway, so, and well to change direction when talking to a new topic. That’s sound very interested me, when Mrs. Regina explained all of these things. In addition, she tough us not every question answered by Yes or No. In fact, for answering “yes, I do”, the best way we may try to “explain” it more. Otherwise, when answer of the question by using word “no, I do not”, it is will be better by using expression like: “actually, no”. If answered by saying “no” directly, so that was sound rather rude and did not make a sense.

Surely, IELTS preparation is suitable for:

1.  Students who wish to enter university in a native English speaking country.

2. Students who need an internationally recognized English qualification for their profession.

3.  Students who want better opportunities for future employment.

4. Students who are serious about improving all areas of their English and gaining a highly respected English qualification.

By taking an IELTS qualification will give us opportunities thought international education and employment. Accompanying an IELTS test will be guaranteed to show our ability to communicate in English. And furthermore, it supports us to be success in the future. Pass the IELTS and get education and success in career can provide us the security, independence and financial rewards.  And also get the satisfaction of quality education and have team-works with other professionals. May be one of us be a lecturer, scholar (ustadz), or property big company who has qualification in English. That’s wonderful..!!

That’s way, I think PPMI and other supporting hold “IELTS Preparation Course” to increase our capabilities and qualifications as an overseas student of al-Azhar University in Egypt. In order to develop ability in compete with another students in this world. Not only capabilities in Arabic or Ammeyah but also in English. As an object which has standard of qualities to communicate in speaking one comment language and I am sure PPMI also gives us all of awareness how important IELTS preparation before measure.

Of course, all of us know that English is the first rank and the most fluently spoken language around the world. By way of English language it will indeed open the doors of opportunities by opening the rest of the world to us. We can across the world without the fear of being scared and worried; in a sense the world becomes closer and small town. Of course, by using English will make a profit for our future such as tool in giving dakwah or giving better understanding about Islam in western world, on top of that will help our career. That’s very lucky, we are here as a student at al-Azhar University has ability in Arabic, Ammeyah (Egyptian) language, and it is indeed necessary for us to improve our skill in English language more and more. Consequently, we should learn to do everything by knowledge, as the world will be opened for us.

Written by:  Reni Rahmawati

Participants of “IELTS Preparation Course”

Published in buletin “SUARA PPMI”

Edisi V Jumadil Tsani 1431 H/Mei 2010

Come and Talk Together at AEC

16 April 2010 at 9:21 pm | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, KEGIATAN | 6 Comments
Tags: , ,

Talking and talking much without shyness and embarrassment can be necessary to improve our ability in speaking especially in English. Do you know why? Because, language is like a river it flows into the sea fluently. If you found much rubbish on the river, the stream’s flow will be clogged, which of course can be the cause of flood-stricken. Which can be said the same for languages, if you stop speaking by clogging your mouth and keeping silence the words will be difficult to come out from your mouth. Believe it!

How important is English? English is the most fluently spoken language around the world. If we have the ability to speak English it will indeed open the doors of opportunities by opening the rest of the world to you. In a sense the world becomes much closer and access able by traveling and understanding the culture and language of others around the world and the only way to communicate is by speaking one comment language which most likely will be ENGLISH. So in a way the world becomes a small town. We can go around the world without the fear of being scared or worried. With that said we can also use the English language as a tool in giving dakwah and giving better understanding about Islam to the western world. The ability to communicate in English has many advantages so as well as being able to speak Arabic Fushah (Standard Modern Arabic Language) and Amiyah (Egyptian) language, it is indeed necessary for us to improve our skills in the English language more and more.

Almakki English Club (AEC) is designed to solve our problem in the English language. This club is operated by Mr. Fitrian Kadir (the chief of Almakki) directly. Alhamdulillah, thanks due to Allah AEC is been running for almost 2 years now and it’s still going strong until right now. AEC is here and help who want to make a change and learn a new language. Also make you realize your abilities and skills and in return AEC offers great deal of help and supports to each one of us. With AEC can encourage, study and talk together confidently, because all of us are on the same path. It is a fun way of learning and making friends and if one has the motivation and energy to learn insha Allah you will be successful. Just remember to never despair and always be optimistic because if Allah intends good for a person, He grants him a great understanding and indeed Glory is not granted except to those who always dreamed of it.

As you know that our motto is: ”You are nothing without speaking”. So make a change in your life and start speaking from today by speaking loud and with confidence without any shyness!!!!…  but do start  with a cup of  syai first … ( tea)

AEC is one of Almakki’s most successful program to help communicate in English. About how the system runs it depends on us and what works best for us. But right now we have changed to another system. Here is an example of one of our members who recently presented his/her simple article and then discuss it further in a debate fashion. We notice that when debating is on the language comes out more spontaneously and instantly. We will post their article soon, insha Allah.

It is a great honor for us because not just Almakki’s members join in AEC, even thought Mr. Irfan Prima Putra (the chief of language community in Cairo), and also Mr. Akhrie Ramadayanto (the chief of IKATH), and some of IKATH’s member also come and join with us. Let’s come and talk together, it is your big opportunity right now because alfurshah la ta’ti marratan ukhra….

Good luck Almakki…..^_^

Written by: Reni Rahmawati  (the chief of Almakkiyat)

Kajian Fiqh: METODOLOGI PEMAHAMAN FIQIH KONTEMPORER

10 April 2010 at 4:38 pm | Posted in FIQH KONTEMPORER, Gen 8, KEGIATAN, Uncategorized | 3 Comments
Tags: , , ,

Oleh: Mukrima*

Setelah beberapa kali Almakkiyat menghadirkan kajian yang berhubungan dengan Ushuluddin, sekarang Almakkiyat hadir dalam kajian khusus tentang masalah Fiqh dengan tema Metodologi Pemahaman Fiqih Kontemporer. Kajian yang diselenggarakan Maret 2010 silam ini disampaikan Ust. Al Fakhri, Lc. Dipl dan dimoderatori oleh Fadhilah Is. Bertempat di sekretariat FS Almakki, Madrasah-Distrik 10, Nasr City, Kairo. Selain menyertakan makalah, pemateri juga menampilkan slide power point untuk mendukung pemaparan.

Tema Fiqh Kontemporer ini sengaja diangkat Almakkiyat mengingat semakin hari kemajuan teknologi dunia berkembang semakin pesat. Apakah itu di dunia informasi, tranportasi, medis, dan lain-lain.

Yang pasti akan banyak tanda tanya besar bagi masing-masing kita, saat dihadapkan dengan berbagai kemajuan di era modernisasi ini dan tinjauannya dalam kaca mata syari`at. Meskipun teknologi memudahkan manusia dalam beraktivitas dan memberikan solusi dalam menghadapi perkembangan zaman, tetapi di sisi lain banyak hal-hal baru yang bahkan sama sekali tidak pernah ditemukan pada masa Rasulullah saw. So, seiring berkembangnya teknologi di era modern ini, kita sebagai penuntut ilmu tidak akan pernah terlepas dari berbagai tanda tanya bagaimanakah persepsi syari`at Islam tentang masalah-masalah kontemporer. Karena sampai kapanpun syari`at selalu mencakup seluruh sisi kehidupan manusia dan satupun perbuatan manusia tidak bisa terlepas dari syari`at.

Makalah yang disampaikan mengupas bagaimana metodologi dalam memahami masalah fiqih kontemporer dan menentukan hukum dari satu permasalahan. Untuk mendatangkan hukum dalam suatu permasalahan kontemporer, kita tidak bisa langsung memtuskan dengan mudah bahwa ini halal dan itu haram. Terutama di era modernisasi ini. Tentunya ada beberapa metodologi  yang harus kita ketahui.

Disini disebutkan bahwa kemajuan dan perkembangan zaman terbagi menjadi dua hal yaitu kemajuan yang berhubungan langsung dengan hukum Islam dan yang tidak berhubungan langsung. Dan fiqih itu sendiri ada yang dikenal dengan al-fiqh an-nazilah yang mana permasalahan fiqih disini mempunyai domain yang lebih luas dari yang ada pada masa Rasulullah saw. Adapun alfiqh al-mu`ashirah yang kita kenal memilki cakupan yang lebih sempit dimana permasalahan yang dikaji sama sekali tidak pernah ditemukan pada masa Rasulullah saw.

Untuk mengetahui hukum dari sebuah permasalahan ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

Pertama, diagnosis masalah (tahrir mahal an-niza’) dan visualisasi masalah (tashawwur).

Sebuah kaedah yang sangat akrab sering kita dengar “alhukmu ala syain far’un an tashawwurihi“. Jika kita ingin mengetahui hukum sebuah masalah maka kita harus mem-visual-kan masalah itu secara utuh. Agar hasil yang diharapkan juga tepat.

Adapun yang perlu divisualkan (tashawwur) adalah masalahnya dan kondisi yang berada di sekitar masalah. Seperti jika seseorang ingin mengetahui hukum aborsi. Pertama ia harus mengetahui proses aborsi itu dan kondisi yang menyebabkan seseorang melakukan aborsi. Jika ada yang kurang pada visualisasinya maka akan menimbulkan kesimpulan yang tidak tepat.

Hal-hal yang bisa membantu dalam proses visualisasi biasanya dengan bertanya kepada ahli, survey lapangan, menggunakan form tertulis dan lainnya.

Kedua, membingkai masalah dengan fiqih (takyif al-fiqh)

Tahapan-tahapannya adalah:

  1. meruju’ nash dan ijma’ yang ada tentang masalah tersebut, Ini dapat dilakukan dengan melihat nash baik itu umum, khusus, manthuq, mafhum dan yang lainnya. Seperti larangan memakan hewan yang mati terkena sentrum, karena bangkai tidak boleh dimakan terdapat dalam Al Quran QS Almaidah 4.
  2. jika tidak ditemukan maka lanjut pada tahapan berikutnya yaitu takhrij dimana permasalahan yang ada diqiyaskan kepada masalah yang serupa yang pernah ada atau penqiyasan pada pendapat ulama terdahulu. Seperti mengqiyaskan penyalinan mushaf dalam CD/DVD, program komputer dan HP dengan upaya para sahabat mengumpulkan atau mangkompilasikan al Quran.
  3. Dan jika ditemukan masalah yang serupa untuk diqiyaskan, maka hukum permasalah harus dikaji dan disimpulkan dengan kaedah ushul fiqih ataupun kaedah fiqhiyah yang lebih dikenal dengan istinbath al-ahkam. Seperti masalah mencangkok anggota tubuh dan lain-lain.

Ketiga: Memberikan Hukum Masalah

Setelah kedua langkah di atas dipenuhi maka barulah kita masuk kepada tahap menghukumi masalah. Diantara pertimbangan paling fundamen yang perlu diperhatikan adalah hukum masalah tidak menyebabkan raibnya mashlahat tertinggi. Yang lebih dikenal dengan maqashid syari’ah al’ulya.

Setidaknya ada beberapa poin yang harus menjadi pertimbangan ketika hendak menghukumi masalah.

  1. Menimbang antara maslahat dan madharat yang ada pada masalah.
  2. Menimbang kondisi darurat dan kondisi masyarakat luas (‘umum al balwa)
  3. Melihat realita adat, kebiasaan, tempat dan waktu.

Selanjutnya pemateri mencontohkan pemberian hukum yang diterapkan dalam beberapa permasalahan terkini seputar wanita seperti bagaimana hukum wanita haid membaca al-Quran dari HP atau laptop, hukum twitter dan facebook bagi muslimah dan lain-lain.

Sesi tanya jawab berlangsung cukup hangat dengan pertanyaan-pertanyaan yang begitu wah. Diskusi pastinya belum memuaskan karena masih banyak tanda tanya dalam permasalahan fiqh kontemporer ini. Berhubung waktu yang membatasi, Insyaallah kajian fiqih ini akan hadir kembali pada kesempatan berikutnya.

Semoga diskusi perdana fiqih kontemporer ini bisa membukakan inpirasi kita untuk lebih semangat dalam menggali hukum dari berbagai permasalahan kontemporer kah atau yang sudah diketahui semenjak masa Rasulullah saw. Karena sebagai thalibul ‘ilm kita dituntut untuk mengetahui bahkan menguasai hal tersebut untuk disampaikan pada masyarakat nantinya.

Keep fighting!!!!!!!!!!

* Mahasiswi tk.3 Univ.Al-Azhar Kairo, Jur.Syariah Islamiyah

Almakki di GRAND FINAL ENGLISH DEBATE CONTEST for International Students

20 November 2009 at 8:56 am | Posted in KEGIATAN, MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

Assalamualaikum, (Informasi dari DPP-PPMI)

Jangan lewatkan…Dukung jagoan kita di GRAND FINAL ENGLISH DEBATE CONTEST for International Students. Menghadirkan FINALIST Para Debator Ulung:

1. Singapore Team
2. Tiger Team
3. Ikmal Team
4. Almakki Team


Catat waktu dan tempatnya!
Sabtu, tanggal 21 November 2009, pukul: 14.00 Clt di Aula Wisma Nusantara
Dimeriahkan oleh hiburan-hiburan menarik musik indonesia dan macam2 bazar…!!
Acara Ini Terselenggara atas kerjasama DPP-PPMI, Pwk-PII, ICMI-Orsat Kairo

(CP: Sholihin. 0112339849. Faris .0107942238) (Disediakan makan ringan dan minuman)

RIHLAH SA’IDAH KE HADIQOH

26 October 2009 at 12:16 am | Posted in Gen 6, KEGIATAN | 4 Comments
Tags:

oleh:  Fitri Sabrina*

Di hari yang cerah, tanggal 17/10 kemarin, FS Almakki kembali mengadakan rihlah untuk memperkuat ukhuwah anggota ke Hadiqoh Athfal, Maqrom ‘Abid, Nasr City. Rihlah ini sekaligus menjadi acara tasyakuran atas prestasi FS Almakki meraih Academic Award dari PPMI dan KBRI Kairo, yang menempatkan Almakki sebagai almamater terbaik bidang akademis dari seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir. Waah… Alfu mabruk ya bagi semua anggota Almakki… Semoga penghargaan yang telah diraih dua tahun berturut-turut ini dapat terus dipertahankan…amin..

Kenapa Almakki lagi-lagi menjatuhkan pilihan ke Hadiqoh Athfal untuk rihlah tahun ini? Memang pada rapat sebelumnya Almakki mempunyai 2 tawaran lokasi yaitu Qonatir dan Ismailiyah. Namun, karna berbagai pertimbangan, akhirnya pengurus Almakki menetapkan ke Hadiqoh Athfal yang memang pada beberapa tahun terakhir sudah menjadi langganan tempat rekreasi anggota Almakki. Masalah tempat ini juga sempat jadi pro-kontra bagi Almakkiyat. IMG_4476Sempat terlontar komen “Kok Almakki rihlahnyo ka hadiqoh se taruih?” tapi pas hari H rame juga Almakkiyat yang dengan penuh semangat dan keceriaan melangkahkan kaki ke taman kanak-kanak ini.

Sebenarnya acara dijadwalkan jam 9 pagi WK. Tapi gara-gara kelalaian anggota dan panitia yang masih melestarikan budaya ngaret, akhirnya acara baru dimulai ba’da Zuhur. hehehe..

IMG_4479 Acara pertama dimulai dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan cerdas-cermat. Seluruh anggota Almakki dibagi menjadi 4 kelompok, 3 kelompok ikhwah dan 1 kelompok akhwat yang menamakan diri kelompok “Ain Syam”. CC berlangsung seru abis, meskipun dari sekian pertanyaan hanya 5 yang bisa dijawab “Ain Syam” dengan benar. Maklum..masih pemanasan hihihi

Tapi pada babak rebutan, ternyata “Ain Syam” malah lebih banyak mengheningkan cipta dan diam beribu bahasa. Entah karna “Ain Syams” emang pada kalem-kalem ato karna bener-bener gak tau jawabannya.. heheheh.. bahkan seringkali anggota “Ain Syams” rapat dulu untuk meyakinkan jawaban, lupa kalo kali ini adalah babak rebutan, sehingga selalu keduluan sama kelompok lain. Hingga CC berakhir, kelompok Ain Syams tetap istiqamah dengan nilai 500-nya. ‘Ala kulli hal, Bravo “Ain syam”! tetep salute atas semangat dan keberaniannya.

IMG_4500Setelah CC, Almakki memulai acara inti yang paling dinanti: permainan kayak masa kecil dulu! Bukan karna masa kecil kurang bahagia nih, tapi karna saking bahagianya, jadi pengen mengulang kembali kenangan-kenangan manis itu di bumi kinanah ini…ceilee… Yang ikhwah mulai “mengkapling” tempat untuk acara mereka sedangkan Almakkiyat dipandu oleh kak Ikhlas (gen 14) memposisikan diri  di lapangan yang berbeda. Jenis permainan kali ini adalah cari petunjuk dari kertas yang disembunyikan di lapangan secara berurutan. Setiap kelompok diberi hadiah 3 “ekor calon bayi ayam” yang direbus. Tragis…IMG_4556

Setelah puas dengan serangkaian permainan seru, acara dilanjutkan dengan makan siang bareng dengan menu spesial ikan goreng balado ala Almakki. Anggota Almakkiyat menyantap dengan lahap… begitu nikmat, yang gak datang, asli rugi banget deh

Azan Ashar berkumandang, para anggota menunaikan sholat di mesjid dekat pintu masuk hadiqoh. Selanjutnya Almakkiyat menggelar permainan balon dan tebak orang. Heboh banget lho! Dalam permainan ini, perhatian terhadap ciri-ciri fisik anggota lain diuji agar bisa menebak walaupun tanpa melihat.IMG_4521

Di penghujung sore, seluruh anggota Almakki kembali berkumpul untuk penutupan acara plus pembagian hadiah. Almakkiyat diberi hadiah spesial buat rame-rame, karna Almakkiyat nggak mendata pemenang lomba dan nggak membagi kelompok dalam permainan. Tapi semuanya tetap have fun aja.

Senja terus merangkak, hingga akhirnya Maghrib pun tiba. Setelah shalat maghrib, seluruh anggota Almakki bersayonara dengan tempat legendaris ini. Kebersamaan yang begitu indah telah menyejukkan kembali jiwa-jiwa yang gersang dan membakar semangat untuk menghadapi perkuliahan term I yang sebentar lagi menjelang. Sebagian anggota Almakki ziarah dulu ke rumah ustadz Akmal Syafar (Gen 4) yang mengalami musibah kecelakaan, sedangkan Almakkiyat segera pulang ke kediaman masing-masing dengan hati riang. Meski masih menyimpan sebuah harapan, semoga gak ke Hadiqoh lagi rihlah tahun depan…:)

* lulusan S1 Tafsir al-Azhar – Gen 6 MAKN Putri

Pertemuan Perdana Pelatihan Khat Riq’ah Almakkiyat

25 October 2009 at 2:39 pm | Posted in Gen 5, KEGIATAN | 1 Comment
Tags:

Oleh: Reni Rahmawati*

Pada hari Senin, 12 oktober 2009 dimulai pertemuan perdana pelatihan khat riq’ah bersama 8 orang anggota Almakkiyat. Saya sebagai penanggungjawab khat salut atas semangat mereka, ada yang baru balik dari ma’had langsung menuju kediaman ALA GAMBEE dan ada juga yang dari Asrama Jam’iyyah  Syar’iyyah (Js). Alhamdulillah, acara bisa langsung dimulai setelah sholat ashar berjamaah pada jam 3.30 sore WK sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Pada pertemuan perdana ini saya menceritakan sedikit tentang khat, jenis- jenis khat dan bagaimana kehidupan para khattath dalam dunia khat. Fokus utama tentu saja tentang bagaimana menulis sesuai dengan kaidah khat riq’ah sehingga tidak adanya campur baur antara khat riq’ah dengan khat naskhi seperti yang seringkali terjadi.

Saya membahas kaidah-kaidah khusus khat riq’ah (foto 1) dan memberikan copyian kepada anggota khat Almakkiyat silabus pelajaran khat riq’ah.

1.kaidah khat riq'ah

Pelajaran pertama dimulai dengan bagaimana menulis nama masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan pelajaran menulis huruf alif dan ba (foto 2 & 3).

2.huruf alif3.huruf ba'

Setelah itu menulis kalimat yang mayoritas disitu huruf alif dan ba nya yaitu: “rabab tuhibbu albaidha wa azzabib(foto 4).

4.huruf alif dan ba' dalam kalimat

Tentunya dicontohkan terlebih dahulu kemudian peserta menuliskan kembali, kemudian dikoreksi. Setelah pengoreksian, para anggota ditugaskan menulis kembali kira-kira 4 atau 5 baris  tulisan yang sama sebagai tugas dirumah. Dengan tambahan tugas menulis huruf ba’ dengan huruf hijaiyyah yang lainnya seperti huruf ba dengan alif, ba’ dengan ba, ba’ dengan jim dan sebagianya (foto 5). Dan juga penugasan menulis ayat dalam surat  al-Masad dengan tulisan riq’ah (foto 6).

5. huruf ba' dengan huruf hijaiyyah6.surat al masad

Terlihat para peserta sangat antusias dalam belajar khat kali ini, sehingga pertemuan perdana berlangsung lumayan lama sampai-sampai lepas magrib dilanjutkan kembali. Insya Allah pelatihan ini ditargetkan sekitar 10 kali pertemuan. Ayo buruan, siapa cepat dia dapat..!! Alqithar tamsyi fala tantazhir ahad…;)

*Mahasiswi tk 4 Jur.Tafsir Al-Azhar – Gen 5 MAKN Putri

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.