Menyongsong ‘Back To Campus’

25 November 2010 at 10:22 am | Posted in AKHLAK, Gen 7, MASISIR NEWS, MOTIVASI | Leave a comment

 

Oleh: Elvi Rahmi

 

Tidak terasa sudah tiga bulan lamanya kita menikmati libur musim panas. Berarti sudah tiga bulan kita tidak disibukkan oleh aktifitas perkuliahan seperti menghafal muqarrar, muhadharah, membuat bahats dan sebagainya, walaupun mungkin di waktu libur kita masih disibukkan oleh ijraat/administrasi kuliah seperti mengurus tashdiq atau yang lainnya.

Pertanyaannya apakah waktu liburan yang berbulan-bulan ini telah kita menggunakan dengan baik dan mengisinya dengan hal yang bermanfaat? Hanya pribadi kita masing-masing yang bisa menjawab karena kita sendirilah yang bisa merasa dan menilai apakah kita telah menghasilkan hal-hal bermanfaat selama liburan ini atau malah sebaliknya.

Waktu libur yang sangat panjang ini memang merupakan ladang empuk yang bisa diisi dengan seabrek aktifitas bermanfaat. Namun -kita sadari atau tidak- liburan panjang ini juga bisa menjadi ancaman besar yang bisa menghabiskan waktu kita dengan kesia-siaan dan kelalaian lalu berakhir tanpa makna dan hasil apapun.

Jika kita perhatikan di kalangan Bundo Kanduang secara umum, Alhamdulillah waktu libur ini lebih digunakan untuk menambah kegiatan-kegiatan ekskul yang bermanfaat seperti program tahfiz al-Quran dan hadis, les bahasa Arab, les kaligrafi, talaqqi di mesjid Al-Azhar dan sibuk dengan berbagai kegiatan keorganisasian. Tentunya juga dengan berwisata di negeri para Nabi yang eksotik ini dan banyak hal positif lainya. Semoga di liburan kali ini masing-masing kita telah menghasilkan hal-hal yang terbaik dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Amiin…

Nah akhir liburan berarti awal kembali lagi ke bangku perkuliahan atau yang lebih populer dengan istilah “back to campus”.

Apa sih back to campus itu? Back campus adalah kembali lagi ke aktivitas perkuliahan setelah meninggalkannya sekian lama untuk liburan.

Kalau di tanah air, awal tahun ajaran baru selalu diwarnai dengan kemeriahan dan gegap gempita. Betapa para mahasiswa dan anak-anak sekolahan menikmatinya dengan suasana baru. Datang ke kampus atau sekolah dengan segala yang serba baru, semangat baru, teman baru bahkan kelengkapan belajar baru. Terlebih anak-anak Sekolah Dasar, ketika mulai sekolah kembali selalu saja identik dengan baju baru, tas baru, sepatu baru serta buku dan alat tulis baru. Mungkin jika tanpa pakaian baru itu serasa tidak naik kelas, sehingga para orang tua pun harus mengeluarkan banyak uang jika telah mulai awal tahun ajaran, malah kadang lebih banyak dibanding pengeluaran lebaran. Para pedagang pun meraup keuntungan berlipat-ganda.

Bagaimana keadaan disini, di Kairo ini? Suasana tahun ajaran baru di Kairo ini tak semeriah di Indonesia. Yang paling kita rasakan disini adalah jika aktivitas sekolah dan perkantoran dimulai, jalan-jalan akan mengalami kemacetan.

Lantas bagaimana kita sebagai seorang mahasiswi al-Azhar menyongsong “back to campus” ini? Apakah sama dengan pemahaman anak-anak sekolah Dasar yang memaknai lebih kepada hal-hal kebendaan yang serba baru, ataukah bahkan tidak merasakan sama sekali “back to campus” itu karena liburan dan kuliah sama saja, tidak harus datang ke kampus dan mengikuti muhadharah?

Sebenarnya ada tantangan tersendiri bagi kita seorang mahasiswa Al-Azhar dalam menyikapi “kembali ke kampus” ini, karena di Al-Azhar para mahasiswa tidak dipaksa untuk hadir kuliah, dengan kata lain hadir atau tidak hadir kuliah tidak jadi masalah. Ini mungkin menjadi salah satu sebab kenapa sebagian kita malah tidak merasakan momentum baru ketika tahun ajaran telah dimulai kembali

Yang ingin ditekankan disini, apakah dengan keadaan seperti ini kita tetap bisa untuk membiasakan diri selalu hadir kuliah meski sebenarnya kehadiran kita tidak pernah dipertanyakan oleh sang dosen, malah datang sekali setahun hanya untuk ujian pun oke-oke saja. Disinilah tolak ukur bukti kesungguhan kita sebagai seorang duta keluarga, masyarakat dan bangsa.

Apakah kita dikirim kesini hanya untuk berdiam di rumah atau hanya sibuk dengan organisasi dan hanya hadir ke kuliah jika ujian? Sementara keluarga kita dan bahkan masyarakat di kampung kita sudah barang tentu berprasangka baik bahwa kita di Kairo ini sedang kerja keras kuliah, menimba ilmu di kampus Al-Azhar dan bertatap muka dengan para dosen Al-Azhar.

Apakah harapan dan prasangka mereka hanya kita bayar dengan duduk-duduk dirumah dan hanya hadir ketika ujian akan digelar? Lalu apa yang akan kita jawab nanti jika mungkin suatu saat timbul pertanyaan dari mereka tantang siapa nama dosen  yang mengajar ini atau itu? Inilah yang harus kita sadari dan selalu menjadi ingatan kita bahwa kegiatan seorang mahasiswa adalah menghadiri kuliah. Lain halnya jika seorang pengangguran kerjanya ya cukup duduk-duduk dirumah saja.

Namun kadangkala banyak diantara kita yang masih menyia-nyiakan keberadaan kita di Kairo ini dengan merasa bisa tetap mendapatkan ilmu walau tanpa hadir kuliah. Padahal tujuan awal kita semua kesini adalah untuk kuliah. Memang tidak ada salahnya berkecimpung dalam aktifitas lain di luar aktifitas kuliah, tapi dengan berbagai kesibukan ekskul tersebut bukan berarti kita meninggalkan bangku kuliah sama sekali.

Betapa banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika hadir kuliah. Yang pasti kita bisa menimba ilmu dari para duktur Al-Azhar yang jelas lebih dalam mempelajari agama di bandingkan kita. Kita bisa belajar bagaimana cara seorang duktur menjelaskan tentang agama ini yang mungkin bisa kita gunakan untuk menyebar dakwah di negara kita nanti. Hendaknya kita jangan pernah merasa puas hanya memahami muqarrar dengan membaca sendiri di rumah. Masih banyak pelajaran-pelajaran di luar muqarrar yang bisa kita dapatkan jika bertemu langsung dengan para duktur. Banyak hal-hal baru yang disampaikan ketika muhadharah yang pasti kita butuhkan nanti jika kembali ke tanah air.

Mudah-mudahan ke depan kita bisa benar-benar mengisi hari-hari kuliah dengan mengikuti muhadharah dan bisa menimba ilmu langsung dari ahlinya.

Tulisan singkat ini hanya sebuah alarm bagi penulis pribadi dan kita semua yang mungkin kadang terlupa atau membiarkan diri untuk lupa dengan tujuan awal kita kesini. Lalu berpuas hati hanya dengan membaca muqarrar di rumah dan hanya hadir kuliah jika ujian saja. Wallahu A’lam bi as-Shawab ^_^

Tulisan ini pernah diterbitkan buletin BK-Sheet KMM Mesir edisi Oktober 2010

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: