Tes Al-Azhar Mesir 2011-2012

11 August 2011 at 10:30 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment

Berdasarkan informasi yang diumumkan dan tertempel di Konsuler KBRI Kairo Nasr City (tapi belum ditemukan di website dimaksud) tentang informasi melanjutkan pendidikan s1 di Universitas Al Azhar Mesir 2011-2012. Pendaftaran bisa dilakukan dengan sistem online melalui: http://www.pendis.kemenag.go.id sejak 9 s/d 23 Agustus 2011. Seleksi dilaksanakan 12-14 September 2011 di Jakarta. Penguji langsung dari Mesir. (sumber: KMM Mesir)

Advertisements

KONTINIUTAS ILMU

25 November 2010 at 10:10 am | Posted in AL-QURAN, MOTIVASI, Uncategorized | Leave a comment

Oleh: Rike Veronisa*

Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap muslim karena landasannya termaktub dalam Al-Quran dan hadits. Namun, menuntut ilmu tidak hanya sekedar dilaksanakan lalu lepaslah tanggung jawab. Akan tetapi, jika ingin mendapatkan ilmu, khususnya ilmu agama seharusnya setiap muslim melengkapi syarat-syarat sebagai seorang penuntut ilmu. Karena dalam Islam, standar hidup seorang muslim yang ideal adalah batas kecukupan, bukan batas pas-pasan.

Azzarnuji dalam kitabnya Ta’lim Al-Muta’llim menyebutkan perkataan Imam Syafi’i tentang syarat-syarat seorang penuntut ilmu, yaitu :

1. Cerdas.

Kecerdasan merupakan anugrah Allah yang ada pada diri seseorang sejak lahir. Bukan berarti orang yang kurang cerdas tidak bisa belajar karena maksudnya di sini adalah setidaknya seorang yang cerdas mempunyai kemampuan dasar untuk menyerap ilmu dan mengolahnya dengan otaknya. Kecerdasan berbeda dengan kepintaran karena kepintaran diperoleh dari kerajinan.

2. Rakus mencari ilmu.

Menurut Imam Syafi’i penuntut ilmu tidak boleh cepat merasa puas terhadap apa yang telah diketahuinya dan jangan hanya menuntut ilmu di satu daerah saja. Jangan takut menderita, kenikmatan hidup dapat dirasakan sesudah menderita.

3. Penuh perjuangan dan sabar.

Surat Ali Imran yang terdiri dari 200 ayat menjelaskan tentang perjuangan berat Rasulullah sepanjang hidupnya di pertempuran Badar dan Uhud. Sabar yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu adalah sabar yang aktif yaitu mentalitas ketahanan belajar, memiliki mental yang kuat untuk tekun belajar dan berusaha keras. Dan salah satu bagian sabar adalah konsentrasi dalam belajar.

4. Bekal (biaya).

Penuntut ilmu harus yakin bahwa rizki itu telah dijamin Allah swt dan pintu rizki itu banyak. Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang berusaha dan selalu bersyukur terhadap segala nikmat yang dianugrahkan-Nya.

5. Bersahabat dengan guru, tidak hanya mengandalkan membaca buku.

6. Thuluz zaman atau memiliki waktu yang cukup untuk menuntut ilmu bahkan kalau bisa sepanjang hidup.

Enam syarat di atas menunjukkan bahwa untuk mendapatkan ilmu itu tidaklah mudah, butuh perjuangan dan kerja ekstra keras. Dan yang paling menentukan itu adalah proses menuntut ilmu, bukan sekedar hasilnya.

Kondisi mahasiswa dan sistem perkuliahan di universitas Al-Azhar Kairo tentu berbeda dengan tanah air. Yang paling menonjol adalah fatroh liburan di musim panas yang sangat lama. Ada yang mengisi waktu dengan talaqqi di mesjid Azhar, menyetor hafalan di berbagai tempat (dar huffaz), mempelajari buku-buku turas dan berbagai hal bermanfaat lain bahkan ada yang rela mengeluarkan uang untuk menjelajahi objek wisata dan situs bersejarah di negeri seribu menara ini. Namun ada pula yang hanya bermalas-malasan di rumah sambil tidur-tiduran sampai perkuliahan diaktifkan lagi.

Dan kini sudah memasuki bulan Oktober, Idul fitri telah lama usai dan bulan haji segera menjelang. Waktu liburan telah habis, tahun ajaran baru digelar kembali. Perkuliahan sudah menunggu, muqarrar baru sudah menanti, dan muhadarah di kelas pun juga sudah dimulai. Saatnya mahasiswa kembali menyibukkan diri dengan aktivitas kampus dan agenda keilmuan ekskul.

Biasanya kebanyakan mahasiswa cenderung malas ke kampus di awal tahun ajaran dengan alasan dosen-dosen belum ada yang datang, muqarrar belum turun, dan jumlah mahasiswa yang hadir pun masih sedikit. Alasan-alasan klasik yang dilontarkan ini bisa jadi karena terlena dengan masa liburan yang cukup panjang sehingga sulit untuk memulai belajar kembali. Itulah karakter manusia.

Salah seorang guru matematika MAN Koto Baru –yang kini menjabat kepala sekolah MAN Gunung- ustaz Amrizon S.Pd. menyatakan bahwa ketika otak kita telah banyak mendapatkan rehat panjang alias vakum, saat itulah kita harus langsung memaksanya (memulai kembali) dengan pelajaran matematika. Dengan artian otak harus diberi beban dengan permasalahan agar bisa segera berfungsi dan tidak dimanjakan. Jangan sampai terlalu lama menumbuhkan semangat belajar, karena masa ujian pun akan menjelang sehingga mau tidak mau setiap siswa terpaksa untuk belajar keras dan memfungsikan otaknya dengan lebih cepat lagi. Coba kita lihat sistem menghafal Al-Quran yang istimror dan bit takrir yaitu secara terus menerus dan diulang-ulang agar hafalan awet dan tetap di hati. Nah ini juga bisa kita praktikkan juga dalam sistem pembelajaran baik kuliah ataupun otodidak, hendaknya terus menerus menuntut ilmu dan mengasah otak agar proses belajar tidak terhenti.

Memang tidak dapat dipungkiri, ada beberapa kekurangan dalam sistim perkuliahan Al-Azhar yang kurang mendukung proses pembelajaran mahasiswa, antaranya:

1.      Menempuh kuliah di Azhar menuntut kita untuk sabar, mandiri, disiplin, tanggung jawab, ikhlas dan ulet karena kita menghadapi hal-hal seperti perubahan cuaca di Mesir, adat istiadat, bahasa, tempat, serta karakter masyarakat setempat yang membuat kita harus beradaptasi dengan semua hal tersebut.

2.      Di Azhar tidak memiliki sistem absensi yang tetap dan jumlah mahasiswa yang belajar dalam satu kelas sangat banyak jumlahnya sehingga orang acuh tak acuh untuk menghadiri kuliah.

3.      Bahasa pengantar yang digunakan oleh dosen terkadang bahasa Amiyah, sehingga di saat pelajar kurang paham terhadap apa yang dijelaskan dosen, mereka lebih memilih untuk membaca buku di rumah.

4.      Selama proses belajar dan mengikuti muhadarah mahasiswa kurang dituntut aktif, kalapun ada itu sangat jarang. Kekurangan sistem ini dapat kita lengkapi dengan memperbanyak bimbingan dan diskusi dengan kakak kelas dan kajian-kajian bersama teman.

5.      Mahasiswa tidak diwajibkan membuat makalah, tapi ada sebagian dosen yang memberikan tambahan nilai dengan membuat paper (bahts).

Akan tetapi, semua kekurangan ini hendaknya jangan dijadikan kambing hitam atas sebuah kegagalan. Malah seharusnya bisa menjadi motivasi dan lecutan untuk mengembangkan diri menutupi semua kekurangan itu selama belajar di Mesir.  Karena di balik kekurangan tersebut juga terdapat banyak kelebihan seperti kurikulum Al-Azhar yang lebih mendalam dan mengajarkan kita menggali khazanah klasik keilmuan Islam (turats) sehingga ilmu itu benar-benar didapatkan dari sumber asli.

Sedangkan untuk bergaul dengan guru atau dosen, di Azhar sangat mustahil rasanya dosen bisa mengenali mahasiswa satu persatu akibat jumlah yang begitu banyak di setiap muhadharah. Jadi, mahasiswa harus bisa mengenal aktif mengenal karakter para dosen dengan rajin kuliah. Kalau bisa usahakan bertanya saat muhadarah berlangsung, atau menyapa beliau ketika berpapasan di jalan dan menanyakan pelajaran yang kurang dipahami. Bisa juga dengan bertanya pada kakak-kakak senior yang juga belajar dengan beliau.

Hal yang tak kalah penting juga untuk dikuasai adalah cara belajar dan memahami muqarrar. Diantara kiat-kiat yang bisa dijadikan acuan dalam belajar dan memahami muqarrar adalah:

1.      Mengenali bentuk materi kuliah dan jangan sekali-kali menghafal sebelum memahami apa yang hendak dihafal.

2.      Meringkas apa yang dipahami dari penjelasan dosen sewaktu muhadarah dan apa yang dipahami dari buku.

3.      Kalau seandainya ujian sudah dekat dan muqarrar belum turun, ini bisa diatasi dengan rajin mengikuti kuliah dan berusaha meminjam catatan dari orang mesir yang kita yakini kerajinan dan kemampuannya.

4.       Rajin mengikuti kuliah dan bimbingan-bimbingan serta belajar kelompok.

5.      Jangan tergiur dengan tahdidan atau batasan-batasan muqarrar, usahakan membaca dan memahami buku sebaik-baiknya.

6.      Setelah membaca dan memahami muqarrar, kumpulkan soal-soal dari tahun-tahun sebelumnya dan coba untuk menjawabnya.

7.      Jaga kesehatan dan penuhi gizi makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh tetap fit.

8.      Berdoa dan tawakkal kepada Allah swt karena apapun yang kita usahakan hasilnya ada di tangan Allah SWT.

Dengan kedisiplinan dan usaha maksimal menuntut ilmu, insya Allah setiap langkah kaki kita akan diberkahi dan dimudahkan oleh Allah. Mari segera menyandang tas di pundak, membawa muqarrar ke kuliah, bersiap-siap di pagi hari menuju kuliatul banat Universitas Al-Azhar Asy-Syarif. Sudah saatnya kita mentajdid niat dan menumbuhkan semangat kembali dalam rangka menutut ilmu di negeri para Nabi ini, untuk menggapai ridha Allah dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Amin Ya Robbal ‘Alamin.

* Mahasiswi tk 1 Ushuluddin Univ Al-Azhar Kairo

Tulisan ini pernah diterbitkan buletin BK-Sheet KMM Mesir edisi Oktober 2010

Penutupan Program Almakkiyat 2009-2010

31 August 2010 at 12:15 pm | Posted in Gen 9, KEGIATAN, Uncategorized | 1 Comment
Tags: , , ,

By: Lina Rizqi Utami

Bismillahirrahmanirrahim.

Seiring berjalannya waktu, berputarnya bumi pada poros dengan ketentuan-Nya, mengalirnya riak air tak henti henti, dan alam tetap pada kepasrahannya menjalankan titah Sang Pencipta, maka Qadarullah pun menetapkan berakhirnya periode masa bakti kepengurusan Al Makkiyat 2009/2010 dengan koordinator ustazah Reni Rahmawati.
Sabtu, 28/8/2010 menjadi saksi berakhirnya kegiatan Almakkiyat periode 2009/2010 sekaligus silaturrahmi akbar anggota Al makkiyat dengan suguhan acara yang menarik. Acara dilaksanakan di rumah salah satu grand senior Al makkiyat yaitu ustazah Dwi Sukmanila Sayska bertempat di Saqor Quraisy. Acara ini dimulai pada jam 16.15 WK, yang di bawakan oleh Lina Rizqi Utami. Kemudian setelah beberapa kata sambutan dari sohibul bait sekaligus penjamu kami pada malam itu dan koordinator Almakkiyat, acara di meriahkan dengan adanya doorprize dari pengurus.

Terbukti para hadirin sangat antusias menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut dengan menipisnya hadiah yang telah disiapkan. Pertanyaan itu seputar pembahasan kajian Tafsir Hadis Almakkiyat, ke KMM_an, hafalan Al-qur’an dan pertanyaan2 umum. Acara selanjutnya cerdas cermat tuhfatul atfal yang sebenarnya diikuti oleh 3 peserta, tetapi yang siap diujikan adalah 2 peserta. Sesi ini dimenangkan oleh ustazah Elvi Rahmi.
Acara di pending beberapa jam karena azan telah berkumandang. Hidangan yang telah tersedia menjadi penyegar kerongkongan, dan penghilang rasa lapar setelah menahan diri dari lapar dan haus selama sehari penuh. Es bandung buah, Pargedel jagung, dan kue dorayaki chocolatah menjadi menu buka puasa yang disiapkan oleh pengurus sekaligus sohibul bait. Setelah bersantap ria, maka Salat maghrib berjamaah pun segera ditunaikan dan sesudahnya makanan berat siap untuk disantap dengan menu nasi sup daging special dan sambalado mantap.
Setelah berehat sejenak, acara disambung dengan doorprize dadakan karena hadiah tinggal satu buah. Pertanyaan dari pembawa acara dijawab oleh ustazah Kemala Dewi sebagai penunjuk pertama. Kemudian acara terakhir sekaligus penutup, yaitu pembagian sertifikat kepada para pemakalah kajian tafsir hadits Al makkiyat, sekaligus pembagian sertifikat kepada peserta terbaik khat riq’ah yaitu ustazah Desri Ningsih, dan ustazah Regita Asy Syifa. Acara ditutup dengan foto bareng dan pembacaan do’a kafaratul majlis

ابن عمرو بن العاص وابن القبطى

31 August 2010 at 8:30 am | Posted in Gen 4, MOTIVASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

بسم الله الرحمن الرحيم

ازيكو اخواتى؟ اتمنى تكونو كويسين وفي صحة جبدة. امين

مرة, مسؤولة عن بلوغ بتعنا طلبت منى ان اكتب مقالة باللغة العامية. ففكرت شويا و قلت هجرب. انشاء الله. فقالت لى ماشى. و اخترت موضوع عن قصة مؤثرة لابن عمرو ابن العاص مع ابن القبطى.

في خلافة عمر ابن الخطاب ولى عمرو ابن العاص اميرا فى مصر.وفي يوم من الأيام عملوا سباق للفرسان. فاشترك فيه محمد ابن عمرو ابن العاص. و اشتد السباق بين ابن عمرو و ابن القبطى. فحصل  شيء غير متوقع.وهوان ابن القبطى سبق ابن اميرا مؤمنين. فغضب ابن عمرو,ازاي ابن القبطى بيبقى احسن منى؟. فانا ابن الأمير, ابن الفاتحين الأكرمين المهتدين. اخذ سوطا ليضرب به ابن القبطى. و الدم يسيل من ظهره لسلطان ابيه.

اشتكى المسكين لابيه. حزن ابوه عليه و استشار ابوه  اهل الرأى و المشوره. فقالو له ان الأمير رجل طيب, نشر العدل و حرر المستعبدين. فراح هو و ابنه لأمير المؤمنين فى المدينة المنورة. يشتكوا له فيما حصل على ابنه. اثر فى نفس الأمير ما اثر فى نفسه. كتب الأمير الرسالة الى عمرو ابن العاص عشان يجي هو و ابنه.

لما وصلوالى الخليفة عمر الفاروق.  تجمع الناس عند امير المومنين

اعطى سوطا الى ابن القبطى. قال له اضربه كما ضربك. ابن القبطى ضرب ظهر ابن عمرو ابن العاص امير مصر, لغيت لما حس انه استوفى حقه قال امير المؤمنين الفاروق: ” لو ضربت عمرو ابن العاص ما منعتك, لأن الغلام انما ضربك لسلطان ابيه.” رد عليه ” لا, انا ضربت اللى ضربنى.”  ثم التفت الى عمرو ابن العاص قائلا : ” متى استعبتم الناس وقد ولدتهم امهاتهم احرارا؟. “

شوفو القصة, شوفو ازاى عدل السلطان على شعبه. خلى ابن المسكين الذي ليس له مكانة بين الناس يضرب ابن الأمير؟. فهكذا فى الاسلام عدل السلطان. علشان ان الناس سواء عند رب العالمين.

لما نشوف لوقتي كلنا نقول ان العدل و الاهتمام و الرعاية على الشعب من السلطان ضاع. ما شفنش دى الوقت السلطان اللى بيتمسك بحقوق الشعب اللى بيدى حقوقهم حتى فى الظلم. الناس الغلبانين اللى اهلهم يتقتل, يتضرب او فلوسهم راح يتسرق ما عملوش فيهم حاجة عشان يرجع حقهم. كل دة عشان ما عندهمش المكان, او الشرف. عشان هما ناس عادي.

فنتمنى ربنا يغير السلطان الظالم با لسلطان العادل. خاصة فى بلدنا و بلاد الاسلام كلها. و فى كمم برض ( اتحات الطلبة سومطر الغربية بمصر ) اللى بيعملو تغيير الرئيس و كل المسؤول عن الطلبة

Perjalanan menuju Port Said (Rihlah II Almakki & Almakkiyat)

21 August 2010 at 9:25 am | Posted in Gen 5, KEGIATAN, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

oleh: Reni Rahmawati

Uni2, kawan2…masih ingat g’ kenangan rihlah kita ke Portsaid…??
Kira-kira dah bikin report lom buat si diary? Bagi yang udah, bolehlah baca lagi tulisan sederhana ini untuk mengingat-ingat kembali perjalanan kita. hmmm…bagi yang belum, ahlan kopi pes aja tulisan ini tuk melengkapi diary mu.

Rabu, 4 agustus 2009 adalah hari bersejarah bagi Almakki dan Almakkiyat. Satu-satunya kenangan indah bagi kita semua dengan adanya rihlah perdana ke luar kota, yaitu Port Said. Ini adalah rihlah Almakki kedua (periode 2009-2010).Rihlah awal Almakki adalah ke hadiqah yang merupakan rihlah langganan meregenenasi bagi Almakki dari tahun ke tahun. Tidak bisa dipungkuri, kita tinggal ditengah gurun pasir dan jarang sekali melihat tumbuhan hijau dan asri. Makanya rihlah ke hadiqah sangat urgen bagi kita semua.

Peserta rihlah kali ini bukan hanya anggota Almakki aja, ternyata anggota lainpun ikut bergabung demi memeriahkan suasana rihlah.

Kira-kira pukul 2 pagi, kita berangkat menuju Port Said. Kota ini berada tepat diperbatasan benua Asia dan Afrika. Ceritanya, porsaid ini merupakan kawan kamp kerja dibangun tahun 1859 oleh Said Pasha untuk menampung para pekerja di terusan Suez. Nah, dari nama Said Pasha inilah kota ini dinamakan “Port Said” (pelabuhan Said) sampai abad 19. Selain itu, Port Said sebagai pelabuhan terpenting dimana angkatan laut mesir berpusat. Dan juga daerah persengketaan Mesir dengan Israel sejak tahun 1956, namun dapat dipertahankan Mesir hingga meraih kemenangan dalam perang oktober 1973. wah, hebat ya Mesir….!! Sehingga sampai saat ini, kota ini banyak mengalami pembangunan di segala bidang. Dan yang pastinya, menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Mesir di musim panas, terkhusus kita nih sebagai turis, mahasiswa asing yang tinggal di lingkungan masyarakat Mesir.

Kira-kira pukul 5, alhamdulillah kita sampai ke Port Said, kemudian menyebrangi terusan Suez, yang dikenal dengan penyebrangan Ma’diyah. Udara segar mengisi suasana pagi itu. Semua mata tertegun dan terpesona dikala mamandang dan menikmati indahnya pemandangan dikala pagi yang cerah. Setelah kapal berhenti, kemudian kita menuju mesjid yang berdiri kokoh dan megah, tidak jauh dari tempat pemberhentian kapal, namanya mesjid Mujamma’ Kabir. Masih ingat kan..?? Mesjid ini ada keunikan tersendiri,lho. Temen-teman bisa temukan bangunan ini persis sama dan mirip dengan mesjid Nur di Abbasiyah dan juga mesjid yang di Ismailiyah. Katanya pembangunan mesjid ini dibangun dengan arsitek yang sama dan masa yang juga sama. Kalo ga’ percaya telurusuri aja sebagai bahan penelitian…. Nah, disitulah mesjid tempat kita shalat shubuh.

Ternyata, kita mengadakan perjalanan tidak hanya sekedar rihlah, tapi kita juga bisa ketemu uni leli yang domisili di sana…,,

Setelah itu langsung ke pantai, pembukaan di handel langsung dengan kata-kata sambutan dari ketua Almakki dan beberapa senior Almakki. Kemudian, kita Almakkiyat bikin acara yang spesial tuk kita buat kita-kita aja. Canda tawa mulai berhamburan, ketika ni dwi dan dila sebagai PeJe acara memulai simulasi dan games yang fun dan edukatif di depan pantai. Ami, sebagai ketua panitia akhwat, juga ikut berpartisipasi sebagai peserta simulasi. Di akhir pemainan, dilanjutkan dengan tabadul hadaya alias tukar kado dengan hadiah yang unik dan menarik.

Kemudian siangnya, kita menuju Museum Militer (Mathaf Harbi). Museum ini adalah tempat bersejarah, kenapa? Karena menyimpan persenjataan yang pernah dipakai dalam peperanagn masa Fir’aun dan Islam. Bayangkan, peralatan yang kita amati saat itu adalah peralatan masa perang tahun 1967 dan 1973. Wow,, kuno abizzz…

Sorenya, acara bebas sampai menjelang magrib. Ada yang istirahat di mesjid Syathi’ yang posisinya tepat di belakang museum tadi. Mesjid yang megah, nyaman dan bersih posisinya dekat dengan pantai Kornesy sehingga ada sebagian yang melepaskan penat seharian disana. Dan di depan museum ini, jalan lurus ke depannya ada pusat perbelanjaan yang luas, namanya suq Libiya. Inilah pasar bebas (suq hurrah), yang dimiliki kota ini yang sesuai dengan letaknya di jalur ekspor impor. Semua ada disini, mau baju, sepatu dan berbagai peralatan dapur pun ada. Made in Indonesia pun juga ada lho, seperti baju batik. Jadi ga’ heran, selain tempat wisata sekaligus berbelanja, apalagi untuk persiapan musim dingin. Masih ada lagi pasar yang belum kita kunjungi, seperti pasar Tujari dan Hamidi. Pasar ini juga luas, dengan menampilkan harga standar dan kualitas yang ok.

Acara penutupan di pantai Kornesy, letaknya dibelakang museum Militer tadi, sambil menikmati udara sore dan indahnya sunset. Disinilah pembagain hadiah bagi para pemenang simulasi dan games.

Saatnya pulang menuju Kairo…..
Setelah sholat Maqrib, kita beranjak menuju Kairo. Suasana hening dan diam di mobil. Ternyata semua pada terlelap pulas. Kita sampai pukul 1.30 pagi di Madrasah.

Perjalanan seharian penuh yang panjang dan mengesankan, akan jadi kenangan yang tidak terlupakan nantinya….
Loving you Almakkiyat…
إذا لـم تـجـمـعـنـا الأيـام جـمـعـتـنـا الذكـريـات
وإذا العـيـن لـم تـراك فـالقـلـب لـن يـنـسـاك

Silaturrahim relawan KISPA dengan mahasiwa Minang di Mesir

11 August 2010 at 4:06 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Sambil mengisi waktu keluarnya izin masuk Gaza oleh state security dari pemerintah Mesir, pada hari Senin, 9 Agustus 2010, tepatnya ba’da Maghrib waktu Kairo, Relawan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) berkunjung dan bersilaturrahim dengan mahasiswa Minangkabau di kantor KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau), Block 502 Complex Emarat 1st Settlement New Cairo Helwan, Mesir.

Ust. Ferry Nur menjelaskan pengalamannya di Mavi Marmara

Dalam kunjungan silaturrahim tersebut, Relawan KISPA yang terdiri dari Ust. Ferry Nur, Ust. Muhendri Muchtar, Andi Syaifuddin, Agus Daroesman yang didampingi Muhammad Syarif, Mahasiswa Indonesia di Mesir, disambut oleh Alnofiandri Dinar, Lc, yang merupakan putra X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumbar dan Afdhalul Syukri, Direktur Badan Pengelola Rumah Gadang KMM Mesir.

Setelah Shalat Maghrib berjama’ah, acara silaturrahim dibuka oleh ketua KMM Mesir periode 2010 – 2011, Alnofiandri Dinar, Lc,  kemudian dilanjutkan dengan serita dan penjelasan oleh ustadz. Ferry Nur perihal alasan mengapa mengikuti misi kemanusiaan armada Freedom Flotilla serta persiapan dan kegiatan yang dilakukan oleh KISPA selama berada di Turki dan juga dalam perjalanan menuju Gaza diatas kapal Mavi Marmara.

Perjalanan relawan KISPA dimulai dari pelabuhan di Istanbul kemudian Antalya menuju Gaza. Ustadz. Ferry Nur juga menjelaskan kejadian demi kejadian yang dialami selama berada diatas kapal Mavi Marmara, serta adanya sebuah ikatan ukhwah yang kuat diantara para relawan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, negara dan agama. Namun di dalam kapal Mavi Marmara hanya ada satu komando, yaitu dari IHH sebagai penyelanggara Vivapalestina ke 4.

Ustadz. Ferry Nur juga menggambarkan betapa kejinya tentara Israel yang telah menjarah kapal Mavi Marmara, semua peralatan elektronik yang dibawa hilang diambil oleh Zionis Israel, namun Allah masih memberikan perlindungan serta menunjukkan betapa kuasanya Allah Swt, karena pada saat di dalam seorang sipir penjara memaggilnya dan menyerahkan kembali dana amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Ust. Muhendri saat menjelaskan pengalamannya

Pada pembicaraan kedua ustadz. Muhendri Muchtar yang juga merupakan salah seorang relawan KISPA menjelaskan pengalaman yang dialaminya atas kekejian Zionis Israel selama berada di kapal Mavi Marmara dan juga pada saat mengalami interogasi yang dilakukan oleh tentara zionis Israel.

Ustadz. Muhendri juga menyampaikan beberapa pengalaman relawan KISPA lainnya yang juga mengalami pelecehan, ini sudah menunjukkan betapa sombongnya Zionis Israel, namun disisi lain mereka juga pengecut kalau melihat orang yang diinterogasi memiliki kepercayaan diri yang tinggi seperti yang dialami oleh Hardjito tambah Muhendri.

Sebelum acara berakhir, diadakan sesi tanya jawab, diantara peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi, terlihat begitu antusias mendengar penjelasan pengalaman relawan Freedom Flotilla.

Para mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus GazaPara mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus Gaza

Foto bersama KMM Mesir
Foto bersama KMM Mesir

Acara ditutup oleh ketua KMM Mesir dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pada kesempatan tersebut juga penulis buku Mavi Marmara Menembus Gaza, Ustadz. Ferry Nur membubuhkan tanda tangan pada buku yang diperoleh oleh para mahasiswa dan mahasiswi serta melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. (KISPA/aa/fn)

MANAJEMEN WAKTU BULAN RAMADHAN

5 August 2010 at 5:50 pm | Posted in Gen 1, Uncategorized | Leave a comment

Oleh: Dwi Sukmanila Sayska MA

Sepertiga malam Sampai Subuh

Ø  Upayakan  bangun di sepertiga malam terakhir yang istimewa. Laksanakan Qiyamullail meski hanya dua rakaat! Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” (QS. Al-Insan:26) “Sebaik-baik shalat setelah fardhu adalah shalat malam. ” (HR.Muslim). “Sedekah dan shalat seseorang di tengah malam dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api” (Hadist riwayat At-Tirmidzi) “Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Ø Rasulullah menekankan“Carilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Barang siapa yang beribadah pada malam ini dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh-Nya (HR. Bukhari dan Muslim).

Ø   “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezki kepadamu”(QS.Thaha:132)

Ø  Barsahurlah, sebab sesungguhnya pada makan sahur itu ada berkahnya” (HR.Tirmidzi)

Ø Ikhlas puasa. “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ø  Banyak beristghfar Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka momohon ampun (kepada Allah)” (Adz-Dzaariyaat: 17-18). “Barangsiapa senantiasa beristighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberi-Nya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka. ” (HR. Abu Daud)


Ø Banyak berdo’a. “Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Ghaafir: 60) “Allah Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam sewaktu malam tinggal sepertiga bagian akhir, lantas berfirman, ‘Barangsiapa berdo’a akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang memohon pasti Aku perkenankan. Barangsiapa minta ampun niscaya Aku mengampuninya, hingga terbit fajar. ” (HR. Muslim) “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazar)

Ø Membaca Al-Quran. Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membacakan Al-Qur’an baginya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.”Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad). “Orang yang membaca sebuah huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an), maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf.” (HR Imam Tirmidzi)

Setelah Shalat Subuh

Ø  Berusahalah tidak tidur hingga terbit matahari. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,”Barang siapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia seakan-akan memperoleh pahala haji dan umrah (HR.Tirmizi, dishahihkan Al-Albani). “Barangsiapa yang mengucapkan “Subhaanallaahi wabihamdihi” seratus kali setiap pagi dan sore, maka tidak akan datang pada hari kiamat orang yang bisa membawa (pahala) lebih baik daripada apa yang dia bawa, kecuali seseorang yang mengucapkan seperti apa yang dia ucapkan, atau lebih” (HR. Muslim)

Ø Bertaubat dan berdoa. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orangyang beriman supaya kamu beruntung. (An-Nuur: 31). “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At Tahrim: 8). “Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “(An-Nisa’: 110). “Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali “ (HR. Muslim).

Ø muraja’ah al-Quran.“Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah ia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “. [HR. At Tirmizi]

Ø Shalatlah dua rakaat dhuha begitu matahari terbit. Abu Hurairah berkata:“Sahabatku (Rasulullah ) menasihatiku akan tiga hal (yang tidak akan pernah kutinggalkan hingga ku mati) : puasa tiga hari setiap bulan (puasa bhidh), dua raka’at shalat dhuha dan agar aku melaksanakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim). “Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu di sore harimu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Nasa’i)


Saat Beraktifitas

Ø Menjaga perbuatan dan lisan dari dosa. “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa kecilmu) dan Kami memasukkanmu ke tempat yang mulia (Surga). “(An-Nisaa’: 31). “Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang berpuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata ‘Sesungguhnya aku sedang puasa” (HR. Al- Bukhari, Muslim). “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta kedunguan maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum .(HR. Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya). Betapa banyak orang puasa, bagian dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga. ” (HR. Ahmad)

Ø  Minta ampun bila tersalah. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Q.S. Ali Imran 133-134).

Ø Menuntut ilmu ikhlas karna Allah. “Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT memudahkan baginya jalan menuju Surga.” [HR. Muslim]. “Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah seraya membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali turunlah ketenangan atas mereka, serta mereka diliputi rahmat, dikerumuni para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah kepada para malaikat di hadapan-Nya. ” (HR. Muslim).

Pertengahan Siang

Ø  Berusahalah istirahat menjelang atau sesudah Zuhur sebagai simpanan energi untuk qiyamullail. “Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang ” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Setelah Ashar

Ø Zikir sore.” Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang. (QS. Al-Insan:25)

Ø Perbanyak shalawat. “Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku ketika pagi sepuluh kali dan ketika sore sepuluh kali maka dia akan mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Ath-Thabraniy)

Ø Memperbanyak sedekah. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan sekali di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). “Tidak boleh dengki kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah Al-Qur’an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Ø Melayani kebutuhan keluarga. “Sebaik-baik wanita penunggang unta wanita Quraisy yg baik adl yg sangat penyayang terhadap anak ketika kecil dan sangat menjaga suami dlm apa yg ada di tangannya.” “Engkau sama dekatnya dengan Surga dan sama jauhnya dari Neraka sebagaimana dekatnya engkau dalam melayani suamimu”, dan dalam riwayat lain “suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu”.“Seorang perempuan yang menegakkan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, dan mematuhi suaminya akan memasuki Surga melalui pintu mana saja dia suka”. (HR. Bukhari dan Muslim). (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah Maghrib

Ø Menyegerakan berbuka dengan korma dan air putih. “Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur . ” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi). “Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa disertai dengan berlebih-lebihan dan kesombongan. ” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Ø Berdoa dan bersyukur ketika berbuka. “Sesungguhnya orang-orang yang ber-puasa pada saat berbuka mempunyai waktu dimana do’anya tidak tertolak” (HR. Ibnu Majah). “Bagi orang yang berpuasa dua kegembiraan, kegembiraan ketika ia berbuka serta kegembiraan ketika ia menemui Rabbnya” (HR. Bukhari dan Muslim). “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS Ibrahim:7).

Ø Lakukan shalat magrib dulu, baru lanjutkan dengan makanan berat. “tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada-Ku dgn suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Ku-wajibkan.” (HR. Bukhari)

Ø Menjamu orang lain berbuka. “Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya. ” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Setelah Isya

Ø  “Barangsiapa mendirikan shalat Isya’ dengan berjamaah; maka ia bagaikan melaksanakan shalat separuh malam; dan barangsiapa shalat shubuh berjamaah maka ia bagaikan shalat semalam suntuk. ” (HR. Muslim). “Sesungguhnya shalat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan Shubuh, jika mereka mengetahui pahalanya, niscaya mereka mendatanginya kendatipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ø  ”Siapa saja yang shalat Tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).

Ø Bersiap tidur dgn mengunci pintu dll. “Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ø Muhasabah diri dan memaafkan kesalahan orang lain. “…Maka barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.” (Q.S.Asy-Syura : 40). “Rasulullah SAW bersabda, “wahai Uqbah, bagaimana jika ku beritahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mahu memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.”(HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

Ø Berzikir, membaca surat Sajadah, Al-Mulk, ayat kursi dan DOA TIDUR. Disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam TIDAK TIDUR, sebelum membaca “Alif laam mim Tanzil..” (surat As-Sajadah) dan “Tabaarakalladzi biyadihil-mulk…” (surat Al-Mulk) “ (HR. At-Tirmidziy dan An-Nasa`i).

sumber: sukmanila.multiply.com

Successful Career Through IELTS Qualifications

1 August 2010 at 11:47 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, KEGIATAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

PPMI is an association which combines most activities concerning intellectual and organizational needs of Indonesian students in Egypt. PPMI also facilitates a couple of programs which concerns development capabilities and student qualifications. Nowadays, it has introduced “IELTS Preparation Course” supported by Language Community (PII), WIHDAH-PPMI, PMIK, SIC and also KBRI. The participants of the course insist of 23 students that has been implemented during 8 sessions, as for beginning at PMIK and the next occasions at SIC (Sekolah Indonesia Cairo) in Dokki. The class starts from 4 pm until 8 pm. We have attended it 3 times a week for almost about three weeks since March until the last week of April taught by the keynote speaker from Argentina, Mrs. Regina Calcagno.

What is IELTS?

IELTS is an abbreviation of International English Language Testing System; this course has become a source to improve the capability for English learners. It is quite well-known that IELTS are managed in co-operation with the University of Cambridge ESOL Examinations (Cambridge ESOL), British Council and IDP: IELTS Australia.

Therefore IELTS has become world recognized compatible towards the high international standards of language assessment. Furthermore, it is designed to access the language ability of candidates who wish to study or work as professional career, immigration authorities and other government agencies where English is preferred as the language of communication or may also be a means for those who wish to know their level for career purposes.

Certainly, IELTS mandatory for non-native students for studying in nations where English as a language communication. In generally, IELTS is more recognized by British and Commonwealth institution, but the TOEFL is more recognized by universities in the USA and a couple of European countries right now.  However, nowadays both of them recognized everywhere. Anyway, there are some universities still require the TOEFL, but the IELTS is growing rapidly. Its means that many Universities in UK, Australia, New Zealand and Canada uses, the IELTS as the main barometer for English users. Without IELTS qualifications, may not be granted there and will be unheard of.

The examination conducted by the British Council and also some institutes runs short courses which are to prepare for IELTS. There is no fixed pass mark in IELTS. The score, below Band 6 is too low and above 6.5 is accepted as a good score. And the examination is just held thrice, once a month. And the IELTS is not recommended for candidates under the age of 16.

IELTS test is designed by in two formats -Academic and General Training. Academic is suitable for students who wish to enter an undergraduate or postgraduate study programme. Mean while General Training is suitable for candidates planning to undertake non-academic training, work experience, or for immigration purposes.

All candidates take the same modules which consist of Listening & Speaking, while Reading & Writing are separate for Academic and General Training. So it comprises the four language skills: listening, reading, writing and speaking which are relevant to the real world.

IELTS and TOEFL are very similar, the main difference is that IELTS uses a face to face interview to know speaking ability, while the TOEFL is entirely computer based.

As participants of “IELTS Preparation Course” we have obtained more tips and tricks from Mrs. Regina Calcagno directly. For instance, she has taught us effective exam techniques in listening, reading, writing and speaking.

In the listening module, we hear the conversation for about two minutes and we will hear it only once. She suggested us to imagine the situation and common sense in language by our selves. When listening was on, the answers on the recording always appear in the same order as the question. uhh.., it was a big trouble to understand hard as I felt before.

In the reading module, will take 60 minutes, so we have to be able to skim and scan quickly because it will help to save our time.

And then in the writing module, she taught us methods and strategies for successfully completing the integrated words and how to be independent writing skills.

And the last one, in the speaking module, she advised to talk confidently because when we are nervous, we may lose our place and it is the most significant how to imagine the topics when interview and always keep speaking.  Certainly, we have to evaluate on fluency and coherence, range of vocabulary, grammatical range and accuracy and also pronunciation.

And some interest techniques I got at that time about; using words or expressions like actually, well, it depends, Mmm…, or but, it will make more natural when speaking, and then using words like anyway, so, and well to change direction when talking to a new topic. That’s sound very interested me, when Mrs. Regina explained all of these things. In addition, she tough us not every question answered by Yes or No. In fact, for answering “yes, I do”, the best way we may try to “explain” it more. Otherwise, when answer of the question by using word “no, I do not”, it is will be better by using expression like: “actually, no”. If answered by saying “no” directly, so that was sound rather rude and did not make a sense.

Surely, IELTS preparation is suitable for:

1.  Students who wish to enter university in a native English speaking country.

2. Students who need an internationally recognized English qualification for their profession.

3.  Students who want better opportunities for future employment.

4. Students who are serious about improving all areas of their English and gaining a highly respected English qualification.

By taking an IELTS qualification will give us opportunities thought international education and employment. Accompanying an IELTS test will be guaranteed to show our ability to communicate in English. And furthermore, it supports us to be success in the future. Pass the IELTS and get education and success in career can provide us the security, independence and financial rewards.  And also get the satisfaction of quality education and have team-works with other professionals. May be one of us be a lecturer, scholar (ustadz), or property big company who has qualification in English. That’s wonderful..!!

That’s way, I think PPMI and other supporting hold “IELTS Preparation Course” to increase our capabilities and qualifications as an overseas student of al-Azhar University in Egypt. In order to develop ability in compete with another students in this world. Not only capabilities in Arabic or Ammeyah but also in English. As an object which has standard of qualities to communicate in speaking one comment language and I am sure PPMI also gives us all of awareness how important IELTS preparation before measure.

Of course, all of us know that English is the first rank and the most fluently spoken language around the world. By way of English language it will indeed open the doors of opportunities by opening the rest of the world to us. We can across the world without the fear of being scared and worried; in a sense the world becomes closer and small town. Of course, by using English will make a profit for our future such as tool in giving dakwah or giving better understanding about Islam in western world, on top of that will help our career. That’s very lucky, we are here as a student at al-Azhar University has ability in Arabic, Ammeyah (Egyptian) language, and it is indeed necessary for us to improve our skill in English language more and more. Consequently, we should learn to do everything by knowledge, as the world will be opened for us.

Written by:  Reni Rahmawati

Participants of “IELTS Preparation Course”

Published in buletin “SUARA PPMI”

Edisi V Jumadil Tsani 1431 H/Mei 2010

Dialektik Ulama Dalam Al-Muhkam Dan Al-Mutasyabih

25 July 2010 at 12:11 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 5, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Oleh: Arina Amir Lc.

Pendahuluan

Allah  Swt. menurunkan  al-Quran ke muka bumi  sebagai  petunjuk  bagi umat manusla.  al-Quran  dengan  ayat-ayatnya memberikan  petunjuk  kepada seluruh  muslim  bagaimana  beriman dengan  akidah  yang  benar  dan  beribadah  dengan  cara  yang  benar.  Diantara  ayat-ayat  tersebut  ada  yang  dengan mudah  dipahami  tanpa  memerlukan penafsiran  yang  daqiq (mendalam) dan  sebaliknya. Inilah  nantinya  yang  dikenal  dengan  al-Muhkam dan al-Mutasyabih.

Pengertian al-Muhkam dan al-Mutasyabih

Dari  segi  bahasa,  kata  al-muhkam berasal  dari kata al-ihkam yang  bermakna  al-man’u. Sebagai  contoh  kalimat ahkama al-amr bermakna atqanahu wa mana’ahu ‘an  al-fasad.

Sedangkan  kata al-mutasyabih bermakna  serupa  dari  segi  bentuk  dan sulit  untuk  dibedakan.  Atau  dua  atau lebih  yang serupa  dari  segi  kata,  berbeda  dari segi makna.  Seperti  firman Allah  Swt.  tentang  sifat  buah-buahan  di surga  “wa utu bihi mutasyabiha” (penduduk syurga diberi buah-buahan yang serupa  bentuknya namun  beda  rasanya).

Adapun  pemakaian  keduanya  dari segi  istilah,  terdapat  beberapa  pendapat ulama  yaitu:

Pertama,  muhkam adalah sesuatu  yang diketahui  maknanya,  baik  secara  langsung  maupun  melalui  takwil.  Sedangkan mutasyabih  adalah  sesuatu  yang maknanya  hanya  diketahui  Allah  Swt saja,  seperti  hari  kiamat,  datangnya Dajal, ahruf al-muqaththa’ah pada  permulaan  beberapa  surat  dalam  al-Quran. Ahlussunnah  menganggap  inilah  pendapat  yang  benar.

Kedua,  muhkam adalah  sesuatu yang  hanya  mengandung  satu  makna  atau satu takwil sedangkan mutasyabih mengandung banyak makna. Ibnu Abbas memilih pendapat ini, begitu juga kebanyakan ahli ushul.

Ketiga, muhkan adalah sesuatu yang dipahami secara langsung tanpa perlu penjelasan. Sedangkan mutasyabih adalah sesuatu yang membutuhkan penjelasan akibat berbedanya penakwilan. Dengan artian mutasyabih bersifat kondisional. Pendapat ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Keempat, muhkam adalah sesuatu yang bagus bentuk dan susunannya serta mengacu pada satu makna jelas. Sedangkan mutasyabih adalah sesuatu yang maknanya hanya bisa diketahui jika terdapat petunjuk yang mengacu pada makna yang dimaksud. Pendapat ini disnisbahkan kepada Imam Haramain.

Kelima, muhkam adalah apa yang dalalahnya rajih yaitu nash dan zahir. Sedangka mutasyabih adalah apa yang dalalahnya tidak rajih, yaitu mujmal, muawwal dan musykil. Imam ar-Razy berpegang pada pendapat ini.

Semua pendapat di atas tidak bertentangan satu sama lain. Tetapi mayoritas ahli tahqiq berpendapat bahwa pendapat terakhir adalah pendapat yang paling jelas.

Al-Quran dan Muhkam-Mutasyabih

Di dalam al-Quran terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Al-Quran itu seluruhnya muhkam, seperti firman Allah: كتاب أحكمت أياته Namun juga ada ayat yang menunjukkan bahwa al-Quran itu seluruhnya mutasyabih, seperti firman Allah: الله نزل أحسن الحديث كتابا متشابها Namun di sisi lain terdapat ayat yang menunjukkan bahwa ayat al-Quran sebagiannya muhkan dan sebaginnya mutasyabih, seperti firman Allah: أنزل عليك الكتاب هن أم الكتاب وأخر متشابهات

Muncul  pertanyaan  apakah  ayat-ayat  ini saling  bertentangan  satu  dengan  yang lainnya?

Jawabannya adalah tidak. Penjelasannya adalah, maksud dari perkataan bahwa  al-Quran  seluruhnya muhkam adalah, al-Quran tersusun dengan sangat  rapi  dan  teliti  serta  tidak  terdapat kekurangan  dari  segi  lafaz maupun makna. Sedangkan yang dimaksud dengan  al-Quran  seluruhnya mutasyabih adalah  bahwa  ayat-ayat al-Quran  serupa dari segi  keindahan,  saling membenarkan  satu  dan yang  lainnya  dari segi makna,  juga serupa  secara  lafaz  serta maknanya  sebagai  sebuah  mukjizat.

Adapun  pernyataan ketiga  bahwa  al-Quran  sebagiannya muhkam dan  sebagiannya  lagi mutasyabih, maknanya  adalah  di dalam  al-Quran terdapat ayat-ayat yang  jelas maknanya yaitu muhkam dan dan ada  ayat-ayat yang  tidak  jelas maknanya  serta butuh penafsiran yaitu mutasyabih. Ulama  berbeda  pendapat  dalam  hal  ini sebagaimana  dijelaskan  dalam  pengertian muhkam dan mutasyabih dari segi istilah.

Bentuk-Bentuk Mutasyabih

Ar-Raghib  mengatakan di dalam kitabnya Mufradat al-Quran bahwa  mutasyabih mempunyai  tiga bentuk: mutasyabih dari segi lafaz, mutasyabih dari segi makna, dan mutasyabih dari segi lafaz dan makna sekaligus.

l.  Mutasyabih dari segi  lafaz

a. Dari  segi  lafaz mufrad (tunggal) terbagi  dua:

-Disebabkan  keanehan  lafaznya, seperti  firman Allah  Swt. وفاكهة وأبا yang  artinya  rumput-rumputan, dengan  dalil  ayat  setelahnya متاعا لكم ولأنعامكم

-Disebabkan  lafaznya  mengandung banyak  makna  seperti  firman Allah Swt.  فراغ عليهم ضربا باليمين.

b. Dari  segi  lafaz murakkab (majemuk) terbagi  tiga  bentuk:

-Karpna  disebabkan  oleh  ringkasnya perkataan  seperti  firman  Allah  Swt.

وإن خفتم ألا تقسطوا في اليتامى فانكحوا ما طاب لكم.

-Karena  disebabkan  oleh  panjangnya kalimat  seperti  firman Allah  Swt. ليس كمثله شيء mungkin  akan  lebih  jelas maknanya  seandainya  huruf  kaf  dihilangkan.

-Karena  disebabkan  oleh  susunan kalimatnya  seperti  firman Allah Swt.  الحمد لله الذي أنزل على عبده الكتاب ولم يجعل له عوجا قيما

2.  Mutasyabih dari segi yaitu makna ayat-ayat tentang sifat Allah Swt, dan hari kiamat. Mutasyabih  lafaz dan  makna.

3.  Dari segi sekaligus, hal ini bisa dilihat dari lima segi:

a. Dari segi umum  dan khusus seperti dalam  firman  Allah Swt. فاقتلوا المشركين حيث وجدتموهم.

b. Dari  segi wajib dan  nadab seperti firman  Allah  Swt. فانكحوا ما طاب لكم من النساء

c. Dari  segi  waktu seperti  nasikh dan mansukh,  firman Allah  Swt. اتقوا الله حق تقاته

d. Dari  segi  tempat  dan perkara  yang menyebabkan  turunnya  ayat seperti firman  Allah  Swt.  إنما نسيء زيادة في الكفر akan  sulit mengetahui  makna ayat  ini  jika  tidak mengetahui  adat dan  kebiasaan  orang-orang  jahiliyah.

e, Dari  segi  syarat-syarat  sah  atau  tidaknya  suatu  perbuatan  seperti syarat-syarat  shalat  dan nikah.

Dari  bentuk-bentuk  mutasyabih  diatas  bisa  disimpulkan  bahwa  ayat-ayat mutasyabihat  di dalam  al-Quran terbagi ke  dalam tiga bagian:

1. Apa yang tidak mungkin diketahui ilmunya  oleh manusia  seperti  ilmu tentang  zat Allah Swt., sifatNya, ilmu tentang hari kiamat dan hal gaib lainnya  yang hanya diketahui oleh Allah Swt.  وعنده مفاتح الغيب لا يعلمها إلا الله

2. Apa yang  bisa diketahui  maknanya jalan oleh manusia  dengan  belajar dan  meneliti  seperti  mutasyabih yang  disebabkan oleh  ringkasnya kalimat atau susunannya.

3. Apa yang hanya dapat diketahui  oleh para  ulama melalui  tadabur dan ijtihad.

Ayat-Ayat  Sifat

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa  ayat-ayat  mutasyabihat  di  dalam al-Quran terbagi ke dalam beberapa bentuk.  Di antara  seluruh  bentuk  itu yang paling banyak  diperbincangkan adalah ayat-ayat yang berhubungan dengan sifat Allah Swt (mutasyabih  ash-shifat) dan  ayat-ayat  dipermulaan surat yang terdiri dari kumpulan huruf hijaiyah (fawatih as-suwar). Ibnu al-Labban mengarang sebuah buku khusus  yang membahas tentang  mutasyabih  ash-shifat berjudul رد الشبهات إلى الأيات المحكمات

Para  ulama sepakat dalam  tiga hal mengenai  mutasyabih  ash-shifat yaitu;

1. Untuk menjaga makna  ayat mutasyabih ash-shifat terhindar dari makna yang mustahil, dengan meyakini bahwa Allah Swt. tidak mungkin memaknainya  dengan hal yang mustahil  itu.

2. Seandainya  pembelaan  terhadap agama sangat  tergantung kepada penafsiran  ayat mutasyabih ash-shifat maka diwajibkan untuk menafsirkannya dengan penafsiran  yang menghilangkan  keraguan.

3. Jika sebuah ayat mutasyabih ash-shifat mempunyai  satu penakwilan yang dekat  maknanya,  ulama sepakat untuk  memakai  penakwilan tersebut.

Seperti  fiman  Allah Swt. وهو معكم أين ما كنتم keberadaan Allah Swt. tidak mungkin sama dengan makhluk, dan hal ini sangat mustahil. Sehingga  yang tersisa  hanya satu penakwilan yaitu bahwa ilmu Allah Swt. melingkupi makhluk  dari  segi pendengaran, penglihatan, keinginan,  dan kemampuan.

Selain  tiga  hal di atas  para ulama berbeda  pendapat  mengenal  mutasyabih ash-shifat dalam  ayat-ayat  al-Quran, pendapat-pendapat ulama  terbagi  menjadi tiga:

Pertama, mazhab  salaf yang menyerahkan makna ayat-ayat  ini kepada Allah Swt.  setelah menjauhkannya  dari makna-makna yang mustahil. Dalil mazhab ini adalah:

a. Dalil  aqli, bahwa penentuan makna dari  ayat-ayat  ini bergantung  kepada kaidah-kaidah  bahasa  dan bagaimana orang Arab menggunakannya.  Hal  ini hanya  bersifat  zhan dan  bukan  yaqin. Sementara  sifat-sifat  Allah Swt.  termasuk bagian  dari akidah yang mengharuskan  dalil yang  qath’l  bukan zhanni.  Olen karena  itu  ayat-ayat  Ini tidak  ditafsirkan  dan maknanya  diserahkan  kepada Allah Swt.

b. Dalil naqli, mazhab  ini berpegang kepada  beberapa  hal:

  • Hadis Aisyah  ra. bahwa Rasulullah membaca ayat ini (Ali Imran:3)  lalu Rasulullah  bersabda فإذا رأيت الذين يتبعون ما تشابه منه فألئك الذين سمى الله فاحذروهم.
  • Ath-Thabrany  meriwayatkan  dari Abu Malik al-Asy’ary bahwa dia mendengar Rasulullah  Saw. bersabda “Aku tidak  khawatir  terhadap  umatku  kecuali  atas  tiga  perkara: mereka  mempunyai  banyak  harta  sehingga  saling iri  dan  saling  bunuh  dan  dibukakan kepada  mereka  kitab  lalu seorang mukmin menghendakinya dan ingin mentakwilkannya وما يعلم تأويله إلا الله .
  • Imam  Malik  ra. pernah ditanya  tentang makna “istiwa” dalam  firman Allah Swt. الرحمان على العرش استوى lalu beliau menjawab  الاستواء معلوم والكيف مجهول والأيمان به واجب والسؤال عنه بدعة وأظنك رجل سيء أخرجوه عني

Kedua,  mazhab  khalaf yang mencoba menakwilkan  ayat-ayat  sifat dengan makna  yang pantas bagi zat Allah Swt.

Ketiga,  mazhab  netral  adalah pendapat dengan menoleransikan  kedua mazhab di atas.  Ibn Daqiq al-Id  mengatakan2  “Kalau  ayat-ayat sifat  ditakwilkan  dengan  makna  yang  tidak asing bagi  orang  Arab  maka  makna ini  diterima. Tetapi jika maknanya jauh  dari makna yang dipahami orang Arab, maka tidak  perlu ditakwilkan.  Kewajiban kita cukup  beriman dengan makna yang diinginkan Allah Swt.

Hikmah  Adanya  Ayat-ayat  Mutasyabihat

Sesungguhnya ayat-ayat mutasyabihat ini mengandung hikmah tersendiri.  Ketika ditadaburi memberi-kan efek berupa penambahan rasa yakin bahwa al-Quran merupakan  suatu mukjizat  yang  tidak  ada tandingannya.

Diantara  hikmahnya  menurut  ulama adalah:

-Ayat-ayat  mutasyabihat  yang  mungkin diketahul maknanya:

1. Mendorong seorang pembaca  lebih berusaha untuk  mengetahui makna apa yang  dibacanya.  Semakin berusaha seseorang memahami maknanya  semakin  bertambah  pahala yang  didapatnya.

2.  Seseorang  yang membaca arat  mutasyabihat dan  ingin mengetahui maknanya akan  terdorong untuk mendalami  ilmu-ilmu yang lain, seperti  ilmu  bahasa, nahwu dan ilmu ushul  fiqh.

3.  Memperlihatkan  kelebihan orang yang berilmu dengan selainnya. Seseorang  yang telah mengetahui makna  satu  ayat mutasyabihat akan semakin bersemangat untuk mengetahui  makna  lainnya.

4.  Adanya ayat mutasyabihat mendorong  pembacanya  untuk menggunakan  nalar  akal  dalam  memahaminya.  Karena  seandainya  seluruh al-Quran  muhkam,  mungkin pembaca  al-Quran  akan  cenderung untuk memahami  apa  adanya  tanpa perlu mempelajari  dan meneliti makna ayat-ayat mutasyabih tersebut.

-Ayat-ayat  mutasyabihat yang maknanya  hanya  diketahui  Allah  swt.

1. Sebagai  rahmat  Allah  Swt.  bagi hamba-Nya  yang  tidak  mampu  mengetahui segala sesuatu. Karena  itulah Allah Swt tidak mengatakan di dalam al-Quran  kapan  akan  terjadinya kiamat sebagaimana Allah Swt tidak mengatakan  kapan  ajal  seseorang manusia  akan  datang.  Sehingga manusia tidak malas untuk mempersiapkan bekal menghadap-Nya.

2. Allah Swt. menurunkan  ayat-ayat mutasyabihat  sebagai ujian dan cobaan  bagi  hamba-Nya.  Apakah beriman  dengan  apa yang  maknanya  dikaburkan  oleh  Allah  Swt.dan  menyerahkan sepenuhnya  ke[ada-Nya atau  tetap bergelut  dengan ayat-ayat itu untuk memahami  maknanya?

3. Sebagai  dalil  bahwa  pada hakikatnya manusia  adalah  makhluk yang  lemah dan bodoh  walaupun memiliki ilmu  yang  banyak.  Juga  sebagai bukti akan kebesaran  kuasa  Allah  Swt.  Dan keluasan  ilmu-Nya  yang  mencakup segala  sesuatu  di  langit dan  di bumi.


Penutup

Dari  pembahasan  di atas  dapat dipahami  bahwa  mengetahui  muhkam dan mutasyabih  yang  terdapat  di dalam al-Quran  adalah  sebuah  kemestian. Karena ayat mutasyabihat harus  dipahami sesuai  dengan  bentuknya,  apakah ayat  tersebut  boleh  dipahami  apa adanya  atau  wajib  mengembalikan maknanya  ke makna  muhkam atau maknanya  diserahkan  sepenuhnya kepada  Allah  Swt. Wallahu A’lam.

*Pernah diterbitkan Buletin Menara

GAGASAN MERUNUTKAN AL-QUR`AN SECARA KRONOLOGIS

18 July 2010 at 3:53 pm | Posted in Gen 6, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Oleh: Ainul Zikra Lc

Jum`at yang cerah, permulaan musim semi 2 april 2010,  akhirnya kajian dwi mingguan terlaksana,  walaupun  kajiannya sempat mundur satu hari dari hari yang ditetapkan, tapi alhamdulillah kajian tetap berlangsung dengan khidmat. Kajian kali ini  dipresentasikan oleh Alfi Rahmi yang sedang menempuh program s1 tingkat 3 tafsir, dan Faizah Jamili lc.  Kajian yang di moderatori oleh Widya ini bertempat di rumah ummu Wafiyah di madrasah.  Kajian ini berlangsung dari pukul 11 sampai pukul 2 siang,  panasnya hari itu tidak menyurutkan semangat Al-makkiyat ikut serta dalam kajian ini,  walaupun bertempat di sutuah.

Pada kesempatan kali ini,  pemakalah memaparkan tentang jawaban dari gagasan merunutkan Al quran secara kronologis,  yang artinya mengurutkan surat-surat Al quran berdasarkan waktu turunnya dan bukan seperti susunan yang kita lihat pada saat ini. Gagasan ini di di serukan oleh seorang penulis yang bekerja di Kementerian Hukum di Mesir yang bernama Yusuf Rasyid. Dan tulisan ini di tentang dan dijawab oleh Muhammad Abdullah Darraz dalam bukunya Hashadul Qalam.

Pemakalah membagi makalah ini menjadi dua bagian pembahasan,  yang pertama : menjawab dan mendiskusikan gagasan yang di lemparkan oleh Yusuf Rasyid tersebut. Beliau melontarkan beberapa syubhat,  diantaranya beliau mengatakan bahwa susunan Al quran seperti yang ada pada saat ini sangat membingungkan dan mengganggu sistematika pemikiran dan menghilangkan manfaat dari hikmah penurunan Al quran secara berangsur angsur, oleh karena itu hendaknya menyusun Al quran berdasarkan turunnya yaitu surat makkiyah di letakkan berdampingan dengan surat makkiyah, begitu juga surat madaniyyah hendaknya diletakkan berdampingan surat madaniyyah.  Syubhat ini di jawab oleh pemakalah yang di ambil dari berbagai referensi yaitu susunan surat-surat Al quran pada saat ini adalah bersifat tawqifi yaitu datangnya dari Allah dan bukan melalui ijtihad dari sahabat,  maka susunan tersebut tidak boleh di ganggu gugat. Dan penulis itu menerima bahwa dalam satu surat saja boleh jadi mengandung ayat-ayat makkiyah sekaligus madaniyah, kenapa ia tidak bisa menerima bergandengnya dua surat yang berbeda sifatnya, padahal secara logika bergandengannya dua tubuh yang saling berbeda jauh lebih ringan daripada  terdapatnya parsial-parsial yang asing dan sangat berbeda dalam satu tubuh.

Kemudian syubhat selanjutnya yang beliau lontarkan adalah susunan sekarang ini tidak sejalan dengan hikmah tasyri`,benarkah?.

Syubhat ini juga dijawab oleh pemakalah bahwa kritikan ini hanya bersifat teoritis yang tidak memiliki dasar praktis,  dan ini juga menunjukkan bahwa pelontar syubhat lengah terhadap dua sisi pandang yang sangat berbeda. pertama: maqam tanzil dan ta`lim,  dan kedua : maqam tadwin dan tartil.  Maqam tanzil dan ta`li artinya sisi pandang yang lebih menitik beratkan pada kondisi yang mengharuskan diturunkannya wahyu guna mengajarkan manusia kepada yang benar dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.  Sementara maqam tadwin dan tartil artinya sisi pandang yang lebih menfokuskan pada masalah kodifikasi Al quran untuk di baca dan menjadi kitab yang kekal sepanjang zaman serta pegangan bagi umat  manusia sampai hari kiamat nanti.

Pembahasan yang kedua adalah apakah al quran itu besifat tawqifi atau tawfiqi?  Yang dimaksud dengan tawqifi disini adalah susunan  yang telah di tetapkan oleh Allah atau berdasarkan wahyu,  sedangkan yang dimaksud dengan tawfiqi adalah sesuatu yang di tetapkan berdasarkan ijtihad sahabat.  Disini para ulama juga berbeda pendapat dengan memegang berbagai dalil,  yang akhirnya dua pendapat ini ditarjih lagi yaitu al quran itu bersifat tawqifi.

Pemakalah mempresentasikan makalahnya yang berjudul gagasan merunutkan Al quran secara kronologis dan berjumlah 14 halaman ini selama lebih kurang dari 1 jam. Setelah itu di buka sesi tanya jawab,  yang mana peserta kajian sangat antusias dalam sesi ini sehingga hampir seluruh peserta mengajukan pertanyaan dan masukan masukan. Diantaranya ni Dwi memberi usulan untuk menambah kata: “menjawab” di judul makalah agar dipahami bahwa makalah ini bukan mendukung gagasan merunutkan Al quran secara kronologis. Dan juga makalah ini sebaiknya di bagi menjadi 3 bab yaitu,  pendahuluan,  isi, dan penutup serta beberapa masukan lainnya.

Setelah sesi tanya jawab selesai akhirnya selesai juga kajian yang ke-6 itu. Diskusi kali ini memakan waktu lebih kurang 3 jam. Di akhir acara ummu wafiyah menghidangkan kue bolu coklat special..:Subhanallah..acok acok se lah mode ko yo ummu wafi 🙂

Untuk sementara kajian Al makkiyat dicukupkan sampai disini berhubung ujian telah dekat,  selamat menempuh ujian teman-teman semua, mudah-mudahan Allah memberikan nilai yang terbaik.amin…insya Allah kajian akan dilanjutkan kembali setelah dunsanak sadonyo selesai menghadapi ujian termen 2 ini. Don`t miss it..Semangaik  taruih !!!!! 🙂

VIDEO GAME

19 June 2010 at 11:23 am | Posted in ENGLISH CLUB, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Nowadays our children’s world is becoming more and more interesting because of the impact of video games that exist. The most attractive entertainment ever invented is made to target kids. Of course we are not talking about the kind of games children use to play for enjoyment and fun which often would take place in parks or outdoor space like a football pitch or other similar real time games. We are talking about the killer of mind and intellect, we are talking about the kind of games which is design to destroy the intellectual of a child, the kind of game which is so time consuming that many children will play hours on end trying to get the perfect score that they will spend a lot of time playing it each day. Not only kids but also adult and some college guys get addicted to it. IT’S VIDEO GAMES.


There are bunch of different video games design for children that the video game industry is a big industry which is expanding by the day. Like NEED FOR SPEED. CALL OF DUTY and MEDAL OF HONOR these games are design to intoxicant brain cell and you can play them all in PC, Play Station, Xbox or PSP. They provide you with high quality graphic, cool character and other cool features that the one playing it goes into a whole different world, there are valiant’s, heroes, kings, queens, fairy tale world. These games are design to take you to another world. Once done with certain level you will get higher score or unlock some items or feature that will improve your skill and make you more addicted and wonder what’s next! Sometimes you have to upgrade some of your parts like RAM and graphic card if for example your PC doesn’t meet system requirements.
I am sure it will affect the financial state of parents. These games inflict violence and danger and are so influent ions that it’s worrying to the parents. It teaches violence and fighting to the children and parents don’t know how to control it, as it’s so access able for children to get hold of these games everywhere they go. The games are affecting the brains of the children and the financial states of families. And indeed is worrying for parents to see all the changes in their children as these games are stealing away their children’s childhood it’s taking the innocence of a child and introducing them to a world of war fighting and bloodshed at such young ages that it’s almost inhuman.
Some people think video games are not good. They fill the mind with bad things and display violence and bad outfits which expose too much part of bullying and other unspeakable things. These kind of game become the most destructive part of young people’s life that will decrease the creativity and stop them from doing their daily activities as the children get lost in 3D and cartoon world. After playing a game people feel that they have to play it over and over again to win or to get a higher score. While other people say that video games are a healthy way to entertain oneself.
However some people can argue the people who usually play video games play it to kill their boredom on a computer or TV screen than doing other unlawful things like breaking the law. One can also argue that video games can stimulate learning of facts and skills such as strategic thinking, creativity, cooperation and innovative thinking, memory, which are important skills in the information society.
Having said that, I’m sure that the bad points are much more than it’s good points with regards to video games. Of course I don’t want to say that video games are not good at all. If the point of playing it is just to refresh and kill boredom by killing time then surly there’s no need to get addicted, at least that’s what I think. You’re free to judge comment and have your own opinion.

Written by: Alex Rafsanjani
Presented on Wednesday, 17 March 2010 at AEC

21 ORANG SISWA MAN/MAKN KOTO BARU PADANGPANJANG DITERIMA PADA UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO MESIR

17 June 2010 at 1:14 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, siswa MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang mendapat kesempatan untuk melanjutkan studinya pada sejumlah universitas terkemuka di Timur Tengah seperti Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir. Khusus siswa yang tamat tahun pelajaran 2009/2010 ini, dari 24 orang siswa/ i MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang mengikuti seleksi, sebanyak 21 orang berhasil lulus seleksi dan diterima sebagai mahasiswa pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir tersebut.

Keberhasilan siswa-siswi tersebut, setelah mengikuti serangkaian tes yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada bulan Mei 2010 yang lalu di Medan Sumatera Utara. Ketika di konfirmasikan kepada pihak MAN/MAKN Koto baru, melalui wakil kepala bidang humas Dra. Eri Arifin menyebutkan bahwa siswa-siswi yang lulus seleksi tersebut akan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Adapun biaya akan ditanggung oleh masing-masing siswa, karena pihak Kementerian Agama Republik Indonesia hanya memfasilitasi pada penjaringan saja. Lebih lanjut Erni Arifin menyebutkan, bahwa setelah mengikuti kuliah selama semester awal, barulah anak-anak kita bisa mengikuti serangkaian tahapan untuk mendapatkan beasiswa dari pihak Universitas Al-Azhar Mesir.

Untuk diketahui bahwa para alumni MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang sudah menyelesaikan kuliahnya pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir sudah mencapai 200 orang. Saat ini tercatat kurang lebih 150 orang yang sedang mengikuti perkuliahan.

Siswa-siswi yang lulus seleksi dan diterima di Universitas Al-Azhar tersebut adalah Rafiqul Huda Siregar, Irham Amir, Alfendri, Muhammad Afdhal, Gusti Rahma Yeni, Ikhwal Syaifullah, Ahmad Dzaki, Dailami Ismail, Ramiz Rahma Wita, Muhammad Rafdi, Deded Bakti Anggara, Amal Khairat, Ahmad Suryadi, Insanul Maruf, Yanuarta Wijaya, Hamdani Irawan, Ahmad Zaki, Nenen Adrita, Asfar Hamdi, Iqbal. Setelah dinyatakan lulus dan diterima, saat ini sedang mempersiapkan persyaratan administrasi untuk keperluan keberangkatannya dan pada bulan September 2010 mereka akan berangkat ke Kairo Mesir. (http://sumbar.kemenag.go.id/)

You Are What You Eat

11 June 2010 at 11:08 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, Uncategorized | 1 Comment
Tags: ,

We are as a human need to consume a good nutritious for our life. Nobody can live without eating, but of course, we do not live for eating, do we?

Everyday we eat more and more without getting bored. Who will get bored with eating? Sure, no body. Apart from a trouble, frustrated, disease, or sickness, that is another topic for another discussion. We know that people who overeat have problems which they maybe concealing, over eating cause one to be unhappy and bad diet cause bad mood.
Eat and eat is one of our activity for getting more energy. So what kind of food is needed? Talking about taste and delicious both of these aspects are necessary when it comes to eating. Unfortunately many people ignored and forgot the real important of a good healthy eating. That is an important question one must ask before we eat with the hand. Consequently, some people look so pale-faced, sick and not healthy which may be the cause of a bad eating.
And on the other hand we know the system of consuming healthy food is also important and part of one’s life making a good habit neatly and methodically arrange are important for a healthy diet. For example starting with good healthy breakfast and ending with a healthy light dinner which will be easy to digest. Why? Enjoy having breakfast with juice or fruit which will be a great start to the day for our stomach and then, after 2 hours one can begin to consume a heavy food however if one start with a heavy food first most likely that food will be difficult to digest. Besides having heavy food for dinner before bed time can annoy our quality of sleeping and also the food will be difficult to digest. Believe it!
What is a good way? It is advice able for us to stop eating 4 hours before sleeping. If we feel so hungry, we may eat a fruit or a light snack. And in addition, plenty of drink before sleeping will disturb us by desiring to go to toilet at night. So it is good idea for us to not consume a large amount of drink for at least 2 to 4 hours before sleeping as otherwise it may cause our kidneys to over work and therefore the kidneys require rest so that the kidneys can process what has been consume.
Thus, good way for consumptions of food is important because it will influence all of things in our life such as; our mood, energy, desire to eat, ability to think correctly, and our healthy in generally. So you are what you eat…!!

Written by: Reni Rahmawati
Presented on Friday, 2 April 2010 at AEC

FALSAFAH KELAPA

10 June 2010 at 3:57 pm | Posted in AKHLAK, Gen 4, hadis, MOTIVASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Oleh: Lira Erlina Lc.

Allah menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. (Al-Quran surat An-Nahl: 11).


Fenomena kehidupan manusia penuh dengan hikmah dan pelajaran. Semua yang diciptakan Allah – di langit dan di bumi – bisa diambil hikmah yang bermanfaat. Allah tidak menciptakan sesuatu hanya untuk menghiasi langit dan bumi saja, melainkan selalu ada hikmah di baliknya, berupa manfaat yang kembali pada manusia dan makhluk itu sendiri.

Pohon kelapa termasuk jenis tumbuhan yang hidup di pantai dan di ketinggian 900 m dari permukaan laut. Tinginya 10 -14 m, tidak bercabang. Daunnya bersirip genap dengan panjang 2-3 m. buahnya berbungkus serabut tebal berdiameter 25 cm, berisi air dan daging. Pohon ini ternyata memilihi begitu banyak manfaat.


Pohon kelapa adalah pohon kehidupan bagi sebagian besar masyarakat. Semua bagian dari pohon tersebut dapat dianfaatkan sehingga bisa menjadi sumber kehidupan dan mata pencaharian. Mulai dari buah, daun, pelepah, tempurung, batang bahkan akarnya bisa berguna. Maha suci Allah yang menciptakannya.

Air kelapa tidak saja pelepas haus dan dahaga, tapi juga punya nilai gizi yang tinggi. Ia kaya akan potasium (kalium), mineral, gula dan protein. Dengan komposisi gizi yang demikian, air kelapa dapat digunakan sebagai bahan baku produk pangan dan obat-obatan.

Dagingnya mengandung karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, dan frukosa. Selain itu juga mengandung lemak protein, lemak, vitamin dan minyak yang banyak digunakan sebagai bahan makanan. Tempurung dan serabutnya dijadikan bahan kerajinan tangan atau cendera mata yang kini banyak diekspor ke manca negara. Daunnya pun serba guna. Bisa dijadikan ketupat, jahur penghias di akla pesta atau sekedar bahan bakar bagi ibu rumah tangga yang ingin masakan nasinya enak. Sedangkan lidinya bisa dijadikan sapu. Batangnya digunakan untuk keperluan rumah dan jembatan. Terkadang digunakan untuk membuat rumah tradisional modern. Dan banyak lagi manfaat pohon kelapa ini sebagai salah satu ciptaan Allah agar kita memikirkan tanda-tanda kekuasan-Nya.

Maha Suci Allah, segala ciptaan-Nya pasti mempunyai manfaat yang besar bagi kita. Lalu, apa yang telah kita berikan dengan manfaat itu? Kalau kita bermuhasabah dan membandingkan diri kita dengan ciptaan Allah yang ada, dimanakah posisi kita? Sudah mampukah kita mencontoh pohon kelapa yang kesemua bagiannya dapat dimanfaatkan? Apakah kita telah menjadi manusia yag tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi juga orang lain?

Falsafah kelapa adalah ilmu bagi orang yang beriman. Sedangkan iman dan ilmu itu bersaudara dekat. Iman akan terus langgeng jika selalu dipupuk dengan ilmu. Sebagaimana sabda Rasulullah shalalalhu alaihi wasalam: “Jika Allah menghendaki kebaikan para seseorang maka Ia menjadikan hamba tersebut mendalam pemahamannya dalam agama” (HR Bukhari-Muslim).

Jadi marilah kita menjadikan hari-hari kita menjadi hari-hari yang penuh manfaat akan kita juga semakin bermanfaat bagi ummat. Wallahu A’lam.

Al-Azhar Entrance Exam, Agree or Disagree?

20 May 2010 at 11:45 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 8, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Written by: Ismarni Ismail

Entrance exam..it is regarded as one of the most important event for the participant and can change their lives in their fiercely competitive society. The exam..is not only the fight for the candidates, but also affect their families and society.

For making a stressing point in our topic, we are going to talk about entrance exam for entering Al-Azhar University.

Al-Azhar is the most famous Islamic University in the world, Al-Azhar before this academic year very welcome to foreign student who wants to study Islamic knowledge without any entrance exam. But in Indonesia since 2006 the Indonesia Department of Religious Affairs has made a new decision that the student who wants to study at Al-Azhar must pass the entrance exam in Indonesia first. Of course this decision has been a controversial topic, many opinions agree with this and another perspective disagrees.

Who agrees with this says that we need entrance exam in every educational system because without it a person can not check his ability and talent in a particular field, with Arabic exam, the student can know his capability in Arabic because all of  the lessons at Al-Azhar is taught in Arabic, also a good score in exam indicate the intelligence of student, problem solving ability and the drive to do the necessary work, this is a good new system to classify the student’s abilities before entering Al-Azhar.

In the other hand..by seeing the reality, this decision has caused a big problem between Indonesia Department of Religious Affairs and the Embassy of Egypt in Indonesia. The Department said that they have full authority to organize this exam because all of Islamic senior high school under their authority.

On the contrary, the Embassy of Egypt said that they have full authority to handle it, because they know Al-Azhar’s curriculum well and of course they will issue the visa. Who are the victims of this fighting? Surely not both of them, but the students! After passing the exam, they will wait for the visa until unknown time. Exactly that’s a waste of time and so much stressful.

So that’s, there many opinions force this decision, because it has caused many problems and it can be a field of money politic, that’s first reason. The second reason is the standardization of this exam still make confusing, can it check the student’s abilities completely or not?

And the important one is this exam has limited the quantity of Indonesian students to study Islamic knowledge at Al-Azhar University. Of course it’s not good toward Islamic society and dakwah of Islam.

Presented on Wednesday 10 March 2010 at AEC

Ujian Termin II Tahun Akademik 2009/2010

10 May 2010 at 10:04 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Abdullah Hoseyni Hilal, (24/4) mengumumkan bahwa ujian termin II di Universitas Al-Azhar akan dimulai pada 29 Mei mendatang. Ujian diadakan serentak di seluruh fakultas Universitas Al-Azhar, baik yang di Cairo maupun cabang-cabang di daerah. Menurut Hilal, Universitas Al-Azhar saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar para mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan teratur.

Selain itu, Hoseyni juga menegaskan kembali larangan memakai cadar saat ujian, terutama di fakultas-fakultas khusus puteri. Cadar, lanjut Hoseyni, tidak diperlukan karena seluruh peserta ujian wanita dan para pengawas ujian pun seluruhnya wanita. Bahkan, para penjaga pintu masuk pun juga wanita. Hoseyni berharap ujian kali ini berlangsung tertib dan aman. Hoseyni mengemukakan hal tersebut saat meninjau fakultas-fakultas khusus puteri di Nasr city, seperti Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Humaniora, dan Fakultas Kedokteran.

Maka, sehubungan dengan semakin dekatnya Ujian Termin II tahun akademik 2009/2010, Atase Pendidikan Nasional KBRI Cairo menghimbau seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan:

* Memancangkan Ulang Tujuan Awal ke Mesir

* Menekadkan diri bahwa tahun ini “Saya Harus bisa Menaklukkan Muqarrar!

* Meninggalkan Aktivitas apapun selain Muqarrar

* Mengoptimalkan Usaha dan memperkuat Do’a

* Segera Back to Campus dan Back to Muqarrar

Sumber: dikbudcairo.org

Success

10 May 2010 at 9:32 pm | Posted in ENGLISH CLUB, MOTIVASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Written by: Efhila Gabriela Melisa

Success is an achievement of one’s aim. Other perspective, success is an event that accomplishes purpose. Those are definitions.


I perceive success as something much more than that. Success appears some emotion when achieved. Achieving success should make you want to jump off your seat, rush to tell somebody what you’ve done, make you feel elated, sometimes relieved if you’ve been pursuing that success for a long time.

The most obvious successes are, of course, visible in public. When I thing about success, I thing about relative achievement in my own world. Each element of my world, in which I wish to achieve success, is important to me and there is no need to make comparisons with others in their world.

Success is very much achievable to everybody. There are many things that will affect our ability to succeed. And it is those under your immediate control that it is best to focus on. In many ways, society brings us up to “do our best”. At school we are expected to get good grade.

As a student some characteristics we will find who are successful are perseverance, prepared to research, plan and study hard, practice a lot even when things do not seem to be going well, enrich knowledge and an ability to recover and learn.


If you feel you do not naturally have all those characteristics, then do not despair. Each of them can be accomplished by your own application. Fail is standard of comparison success. By the failure we can know success. We can’t mean failure is disappointed one, by failure we can see which way we’ll choose. And we can’t punish who was fail is foolish or disadvantage. These all sacrifice to achieve success.

Presented on Wednesday 3 March 2010 at AEC

Insan Super: Baik dan Bermanfaat

9 May 2010 at 11:58 am | Posted in AKHLAK, Gen 9, MOTIVASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Oleh: Lina Rizqi Utami

Pendahuluan

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خير الناس أنفعهم لناس

Beranjak dari hadits tersebut dapat kita ceritakan kandungan yang terkait dengan sesuatu yang super, baik dan bermanfaat. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Keanekaragaman yang membuat manusia saling bergantung. Melengkapi kekurangan dengan kelebihan, menghapus kejelekan dengan kebaikan. Keterkaitan yang dimiliki manusia menjadikan kita tak dapat hidup sendiri. Garis horizontal yang menghubungkan satu dengan yang lainnya diikat oleh rumpun dialek masing masing ras serta budaya dan latar belakang akhlak yang berwarna warni. Ikatan ini difilter oleh Islam dalam aturan-aturannya yang tersusun raai baik itu terkait individu maupun sosial. Dengan adanya aturan tersebut tidak membuat perbedaan menjadi penghalang. Manusia dapat saling tolong menolong  dan pastinya setiap dorongan untuk berbuat kebaikan akan dibalasi pahala oleh Allah swt.

Manusia Baik, Manusia Manfaat

Cerminan dari realita yang terjadi pada saat sekarang menggambarkan bayangan hidup yang serba individulis, saling tidak peduli, krisis kebaikan, minim tata karma, terutama para remaja yang saat ini huru hara mereka sangat meresahkan ummat, begitu juga masyarkat yang terkadang kita dapati mereka saling benci dan mencaci, bahkan terhadap tetangga tak ada lagi rasa peka sosial, padahal baginda Rasulullah saw telah bersabda :

عن ابى هريرة رضى الله عنه قا ل , أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : من كان يؤمن با لله واليوم الأخر فليقل خيرا أو ليصمت , ومن كان يؤمن با لله واليوم الأخر فليكرم جاره , و ومن كان يؤمن با لله واليوم الأخر فليكرم ضيفه

(رواه البخارى و مسلم)

Dari hadits diatas menjelaskan bagaimana bergaul antara sesama, adab terhadap diri sendiri yang tidak boleh berbicara sembarangan, maka kita dituntut lebih baik diam, adab terhadap tetangga untuk saling menghormati dan menghargai, dan adab terhadap tamu untuk memuliakannya. Hal ini telah diatur semua oleh islam dalam seluruh tatanan kehidupan supaya hidup lebih teratur terutama dalam segi hubungan sosial. Setiap personal dituntut untuk melakukan kebaikan dan pastinya Allah pun akan memberi doorprize terhadap kebaikan yang telah kita lakukan. Allah swt berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 110 :

….وما تقدموا لأنفسكم من خير تجدوه عند الله, إن الله بما تعملون بصير

“…dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan  mendapatkan pahala disisi Allah. Sungguh Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Setiap kesalahan manusia akan dihapus dengan tobat, dan tobat itu merupakan pertanda baik yang datangnya dari Allah, karena Allah telah membungkus satu paket kebaikan beserta imbalannya yang dituntut dari hal yang paling kecil sampai hal hal yang menyangkut masalah ummat. Allah swt berfirman dalam surah Ali Imran

ayat 104:

ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير و يأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر, وأولئك هم المفلحون.

Motivasi yang diberi oleh Allah sangat banyak untuk melakukan kebaikan, dan semua perintah untuk berbuat baik itu telah lengkap di dalam Al Qur’an baik terhadap individu maupun social. Diantaranya Allah menyeru untuk bersegera dalam melakukan kebaikan, mendamaikan kepada yang saling berseteru, jujur, berkata baik, istiqomah, memenej hati, saling memaafkan, berkasih sayang antar sesama, bertoleransi, menjaga harga diri, menundukkan pandangan, seimbang dalam setiap urusan, syukur nikmat, sabar, tawadhu, menepati janji, dan menjaga kebersihan. Semua kebaikan inilah yang akan menghapus kelakuan jelek dan kejahatan yang banyak terjadi. Baginda Rasulullah saw bersabda dalam hal ini :

إتق الله حيثما كنت و أتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن

(رواه أحمد و الترمذى)

Jika ada kesalahan yang terjadi, janganlah ditutupi, apalagi kesalahan itu merugikan masyarakat, bahkan jika kita sendiri pelakunya atau keluarga, maka haruslah diberi sanksi, Allah swt berfirman

يأيها الذين امنو كونوا قوامين بالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو الوالدين والأقربين , إن يكن غنيا أو فقيرا فالله أولى بها, فلا تتبعوا الهوى إن تعدلوا و ان تلووا او تعرضوا فإن الله كان بما تعملون خبيرا

Kebaikan itu datangnya dari diri sendiri, maka pastinya setiap kebaikan itu akan mendatangkan manfaat bagi orang lain, Allah swt berfirman dalam surah Taha ayat 72 :

…فاقضما انت قاض, إنما تقض هذه الحيوة الدنيا

… maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan, sesungguhnya engkau yang dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.

Mengutamakan kepentingan orang lain  adalah suatu kebaikan yang dilakukan seseorang, hal ini telah tergambar pada masa nabi yang terdapat dalam surah Al Hasyr ayat 9 :

والذين تبوءوالدار والإيمان من قبلهم يحبون من هاجر إليهم ولايجدون فى صدورهم حاجة مما اوتوا ويؤثرون على أنفسهم ولوكان بهم خصاصة, ومن يوق شح نفسه فألئك هم المفلحون

Bermanfaat dimanapun dan kepada siapa saja, baik jasa maupun tenaga, seperti mengamalkan ilmu  yang telah di dapat, membantu orang yang sedang kesusahan, mengajak pada kebaikan dan memperbaiki kesalahan, seperti sabda baginda rasulullah saw :

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده, فإن لم يستطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه, وذلك أضعف الإيمان

Kesimpulan

Keutamaan akhlak yang baik  sangat banyak, yaitu diantaranya orang menjadi senang, merasakan kenikmatan berakhlak baik yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, kebaikan juga menjadi ciri kemuliaan tabi’at seseorang, terkadang secara tidak sengaja kebaikan bisa merubah musuh pada alur kebenaran, kebaikan juga pertan da kesempurnaan iman serta memberatkan amal timbangan kebaikan di hari kiamat, kemuadian kebaikan juga menjauhkan kita dari siksa api neraka, sebagaimana sabda Rasulullah saw :

عن عبد الله ابن مسعود رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ألا أخبركم بمن يحرم على النار أو بمن تحرم عليه النار : على كل قريب هين سهل

(رواه الترمذى والطبرانى)

Bermanfaat dalam segi apapun, dimana pun, dan kepada siapa pun, Insya Allah berkah Allah akan datang, kasih manusia akan mengenang kebaikan. Seperti kata pepatah kebaikan itu akan dikenang walau kita sudah tiada. Maka jadilah manusia yang baik, bermanfaat dan KEEP YOUR SELFJ WAllahu’alam

IDEAL

30 April 2010 at 11:55 pm | Posted in ENGLISH CLUB, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

By M. Fitrian Kadir*

I think it’s been so famous among us all about ideal standard for college student. You know what I mean with college student? Yep! Mahasiswa. As far as I knew, there’s no different between mahasiswa and siswa in English. Both of them are called: student. Perhaps some education system reasons in our country make these two terms difference. But that’s not the point. My point is about who we called with a name: ideal student.

I’m not going to ask you to agree with what I want to say. I’m just so sure that most of us have the same view about ideal student. Based on student activities, we can say that ideal student is the one who can gain succeed in these activities. And what are those activities? The biggest two are: studying and organization. Maybe there are other activities, such as, working, becoming translator, raising the child for those who had married and produced; and so on. And it’s not my place to talk about that. Just focus to these two: get succeed in study and become active in organization. Then, our environment will force us to say: Yeah, he or she is an ideal student.

My neighbor’s neighbor said that there’s no special with somebody who gets success in study after spending his whole time for studying. It’s going to be strange if this fellow don’t gain success after studying that hard. Causality reason has taught us that those who sow will harvest.


On contrary, who can achieve good result in exams and actively join in organization; this is the one who amazing. In simple description: get mumtaz and become top leader are two qualifications to be ideal student. So amazing, isn’t it?

But, my other neighbor’s neighbor said that this way of thinking isn’t right. The term success isn’t always measured by education report or exams result. And again, result itself is not the point Allah’s pointing at it. Yes, becoming valedictorian is good. But, it’s not a qualification for success.

Sometimes, this reason is used by some fellows as a goat escape. They didn’t get good result or even failed, then said that blue report is not everything for students. Just like a knife with two dimensions, it can be used forcooking a chicken or for killing a man.

I don’t really know is my neighbor’s neighbor a chef or an assassin. Anyway, knowledge is like the universe. A space with no end. Seeking the knowledge (thalabul ‘ilmi) is a never ending process. None can achieve its even if they kill themselves for this.

Someone who spends his whole life for seeking the knowledge will not get the end of knowledge. And, what do you think about the one who gives just a half or quarter or maybe some sort of his time for knowledge?

*The Chief of ALMAKKI

Try Out & Talk Show PPMI

30 April 2010 at 4:23 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Dalam rangka penutupan kegiatan mahasiswa dan persiapan jelang ujian term II al Azhar yang akan dihelat bulan juni mendatang, PPMI bersama Wihdah, Asy-Syatibi Center dan Senat Mahasiswa serta dukungan dari KBRI Cairo mengadakan Try Out dan Talk Show Motivasi pada hari Senen, 26 April 2010. Acara yang dihelat di Auditorium Shalah Kamil Universitas Al Azhar tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta.

Dubes RI, AM. Fachir dalam sambutannya menegaskan bahwa KBRI Cairo sebagai perwakilan pemerintah Indonesia dan penyambung lidah rakyat memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Beliau berharap, mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan akomodasi yang telah KBRI sediakan, diantaranya Fushul Taqwiyah dan kampus Al-Qur’an.

Acara yang dimulai pada 10.00 Clt. dan berakhir pada 20.00 Clt. tersebut dibagi menjadi 4 agenda. Agenda pertama yaitu Try Out ujian yang untuk mahasiswa dan mahasiswi tingkat I pada pelajaran tertentu  di setiap fakultas. Adapun agenda kedua yang dilaksanakan setelah shalat Dhuhur diisi dengan Talk Show motivasi belajar dengan tema “Mahasiswa Berprestasi Bukan Hanya Mimpi” yang disampaikan oleh Jamaludin A. Khaliq, MA., Mulyadi dan Nikmah Mawaddati.

Menginjak agenda ketiga, yaitu Kuliah Umum Bilingual bersama Prof. Dr. M. Zaki Usman dengan tema “Jalan Menuju Kesuksesan”. Dalam pemarannya, mantan Dekan Fakultas Da’wah wa Tsaqafah Universitas Al Azhar tersebut dalam menyampaikan bahwa seorang pencari ilmu akan sesat jika tidak didampingi oleh seorang guru, bahkan Nabi Muhammad pun membutuhkan tuntunan Jibril dalam memahami firman-firman Allah SWT. masih dalam kesempatan yang sama, Ia berpesan kepada mahasiswa generasi Islam untuk agar mampu mengatur waktu sebaik-baiknya yang ia tuturkan dalam kalimat “invest your time, before invest your money”.

Adapun Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) menjadi agenda penutup rangkaian acara yang dikemas dalam tema “Menggelorakan Semangat Rabbani dalam Pribadi Islami” tersebut. Dr. Fadlolan Musyafa, MA., koordinator I-4 Timur Tengah yang menjadi pemeran utama sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa dengan berdirinya I-4 yang beranggotakan para ilmuwan Indonesia dari universitas-unversitas terkemuka di dunia mampu memperbaiki dan memberikan solusi kongkrit terhadap pelbagai permasalahan yang ada di tanah air.

Selain keempat agenda tersebut, juga dilaksanakan penguman berikut penganugrahan terhadap peserta terbaik Kampus Al Quran, Try Out dan Preparation For IELTS.

Juga untuk memeriahkan kegiatan multi agenda tersebut ditampilkan hiburan oleh Grup Nasyid Dai Nada dan Grup Marawis Keluaga Pelajar Jakarta.

dikbudcairo.org

Next Page »

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.