Perjalanan menuju Port Said (Rihlah II Almakki & Almakkiyat)

21 August 2010 at 9:25 am | Posted in Gen 5, KEGIATAN, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

oleh: Reni Rahmawati

Uni2, kawan2…masih ingat g’ kenangan rihlah kita ke Portsaid…??
Kira-kira dah bikin report lom buat si diary? Bagi yang udah, bolehlah baca lagi tulisan sederhana ini untuk mengingat-ingat kembali perjalanan kita. hmmm…bagi yang belum, ahlan kopi pes aja tulisan ini tuk melengkapi diary mu.

Rabu, 4 agustus 2009 adalah hari bersejarah bagi Almakki dan Almakkiyat. Satu-satunya kenangan indah bagi kita semua dengan adanya rihlah perdana ke luar kota, yaitu Port Said. Ini adalah rihlah Almakki kedua (periode 2009-2010).Rihlah awal Almakki adalah ke hadiqah yang merupakan rihlah langganan meregenenasi bagi Almakki dari tahun ke tahun. Tidak bisa dipungkuri, kita tinggal ditengah gurun pasir dan jarang sekali melihat tumbuhan hijau dan asri. Makanya rihlah ke hadiqah sangat urgen bagi kita semua.

Peserta rihlah kali ini bukan hanya anggota Almakki aja, ternyata anggota lainpun ikut bergabung demi memeriahkan suasana rihlah.

Kira-kira pukul 2 pagi, kita berangkat menuju Port Said. Kota ini berada tepat diperbatasan benua Asia dan Afrika. Ceritanya, porsaid ini merupakan kawan kamp kerja dibangun tahun 1859 oleh Said Pasha untuk menampung para pekerja di terusan Suez. Nah, dari nama Said Pasha inilah kota ini dinamakan “Port Said” (pelabuhan Said) sampai abad 19. Selain itu, Port Said sebagai pelabuhan terpenting dimana angkatan laut mesir berpusat. Dan juga daerah persengketaan Mesir dengan Israel sejak tahun 1956, namun dapat dipertahankan Mesir hingga meraih kemenangan dalam perang oktober 1973. wah, hebat ya Mesir….!! Sehingga sampai saat ini, kota ini banyak mengalami pembangunan di segala bidang. Dan yang pastinya, menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Mesir di musim panas, terkhusus kita nih sebagai turis, mahasiswa asing yang tinggal di lingkungan masyarakat Mesir.

Kira-kira pukul 5, alhamdulillah kita sampai ke Port Said, kemudian menyebrangi terusan Suez, yang dikenal dengan penyebrangan Ma’diyah. Udara segar mengisi suasana pagi itu. Semua mata tertegun dan terpesona dikala mamandang dan menikmati indahnya pemandangan dikala pagi yang cerah. Setelah kapal berhenti, kemudian kita menuju mesjid yang berdiri kokoh dan megah, tidak jauh dari tempat pemberhentian kapal, namanya mesjid Mujamma’ Kabir. Masih ingat kan..?? Mesjid ini ada keunikan tersendiri,lho. Temen-teman bisa temukan bangunan ini persis sama dan mirip dengan mesjid Nur di Abbasiyah dan juga mesjid yang di Ismailiyah. Katanya pembangunan mesjid ini dibangun dengan arsitek yang sama dan masa yang juga sama. Kalo ga’ percaya telurusuri aja sebagai bahan penelitian…. Nah, disitulah mesjid tempat kita shalat shubuh.

Ternyata, kita mengadakan perjalanan tidak hanya sekedar rihlah, tapi kita juga bisa ketemu uni leli yang domisili di sana…,,

Setelah itu langsung ke pantai, pembukaan di handel langsung dengan kata-kata sambutan dari ketua Almakki dan beberapa senior Almakki. Kemudian, kita Almakkiyat bikin acara yang spesial tuk kita buat kita-kita aja. Canda tawa mulai berhamburan, ketika ni dwi dan dila sebagai PeJe acara memulai simulasi dan games yang fun dan edukatif di depan pantai. Ami, sebagai ketua panitia akhwat, juga ikut berpartisipasi sebagai peserta simulasi. Di akhir pemainan, dilanjutkan dengan tabadul hadaya alias tukar kado dengan hadiah yang unik dan menarik.

Kemudian siangnya, kita menuju Museum Militer (Mathaf Harbi). Museum ini adalah tempat bersejarah, kenapa? Karena menyimpan persenjataan yang pernah dipakai dalam peperanagn masa Fir’aun dan Islam. Bayangkan, peralatan yang kita amati saat itu adalah peralatan masa perang tahun 1967 dan 1973. Wow,, kuno abizzz…

Sorenya, acara bebas sampai menjelang magrib. Ada yang istirahat di mesjid Syathi’ yang posisinya tepat di belakang museum tadi. Mesjid yang megah, nyaman dan bersih posisinya dekat dengan pantai Kornesy sehingga ada sebagian yang melepaskan penat seharian disana. Dan di depan museum ini, jalan lurus ke depannya ada pusat perbelanjaan yang luas, namanya suq Libiya. Inilah pasar bebas (suq hurrah), yang dimiliki kota ini yang sesuai dengan letaknya di jalur ekspor impor. Semua ada disini, mau baju, sepatu dan berbagai peralatan dapur pun ada. Made in Indonesia pun juga ada lho, seperti baju batik. Jadi ga’ heran, selain tempat wisata sekaligus berbelanja, apalagi untuk persiapan musim dingin. Masih ada lagi pasar yang belum kita kunjungi, seperti pasar Tujari dan Hamidi. Pasar ini juga luas, dengan menampilkan harga standar dan kualitas yang ok.

Acara penutupan di pantai Kornesy, letaknya dibelakang museum Militer tadi, sambil menikmati udara sore dan indahnya sunset. Disinilah pembagain hadiah bagi para pemenang simulasi dan games.

Saatnya pulang menuju Kairo…..
Setelah sholat Maqrib, kita beranjak menuju Kairo. Suasana hening dan diam di mobil. Ternyata semua pada terlelap pulas. Kita sampai pukul 1.30 pagi di Madrasah.

Perjalanan seharian penuh yang panjang dan mengesankan, akan jadi kenangan yang tidak terlupakan nantinya….
Loving you Almakkiyat…
إذا لـم تـجـمـعـنـا الأيـام جـمـعـتـنـا الذكـريـات
وإذا العـيـن لـم تـراك فـالقـلـب لـن يـنـسـاك

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: