Tes Al-Azhar Mesir 2011-2012

11 August 2011 at 10:30 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment

Berdasarkan informasi yang diumumkan dan tertempel di Konsuler KBRI Kairo Nasr City (tapi belum ditemukan di website dimaksud) tentang informasi melanjutkan pendidikan s1 di Universitas Al Azhar Mesir 2011-2012. Pendaftaran bisa dilakukan dengan sistem online melalui: http://www.pendis.kemenag.go.id sejak 9 s/d 23 Agustus 2011. Seleksi dilaksanakan 12-14 September 2011 di Jakarta. Penguji langsung dari Mesir. (sumber: KMM Mesir)

Menyongsong ‘Back To Campus’

25 November 2010 at 10:22 am | Posted in AKHLAK, Gen 7, MASISIR NEWS, MOTIVASI | Leave a comment

 

Oleh: Elvi Rahmi

 

Tidak terasa sudah tiga bulan lamanya kita menikmati libur musim panas. Berarti sudah tiga bulan kita tidak disibukkan oleh aktifitas perkuliahan seperti menghafal muqarrar, muhadharah, membuat bahats dan sebagainya, walaupun mungkin di waktu libur kita masih disibukkan oleh ijraat/administrasi kuliah seperti mengurus tashdiq atau yang lainnya.

Pertanyaannya apakah waktu liburan yang berbulan-bulan ini telah kita menggunakan dengan baik dan mengisinya dengan hal yang bermanfaat? Hanya pribadi kita masing-masing yang bisa menjawab karena kita sendirilah yang bisa merasa dan menilai apakah kita telah menghasilkan hal-hal bermanfaat selama liburan ini atau malah sebaliknya.

Waktu libur yang sangat panjang ini memang merupakan ladang empuk yang bisa diisi dengan seabrek aktifitas bermanfaat. Namun -kita sadari atau tidak- liburan panjang ini juga bisa menjadi ancaman besar yang bisa menghabiskan waktu kita dengan kesia-siaan dan kelalaian lalu berakhir tanpa makna dan hasil apapun.

Jika kita perhatikan di kalangan Bundo Kanduang secara umum, Alhamdulillah waktu libur ini lebih digunakan untuk menambah kegiatan-kegiatan ekskul yang bermanfaat seperti program tahfiz al-Quran dan hadis, les bahasa Arab, les kaligrafi, talaqqi di mesjid Al-Azhar dan sibuk dengan berbagai kegiatan keorganisasian. Tentunya juga dengan berwisata di negeri para Nabi yang eksotik ini dan banyak hal positif lainya. Semoga di liburan kali ini masing-masing kita telah menghasilkan hal-hal yang terbaik dan bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Amiin…

Nah akhir liburan berarti awal kembali lagi ke bangku perkuliahan atau yang lebih populer dengan istilah “back to campus”.

Apa sih back to campus itu? Back campus adalah kembali lagi ke aktivitas perkuliahan setelah meninggalkannya sekian lama untuk liburan.

Kalau di tanah air, awal tahun ajaran baru selalu diwarnai dengan kemeriahan dan gegap gempita. Betapa para mahasiswa dan anak-anak sekolahan menikmatinya dengan suasana baru. Datang ke kampus atau sekolah dengan segala yang serba baru, semangat baru, teman baru bahkan kelengkapan belajar baru. Terlebih anak-anak Sekolah Dasar, ketika mulai sekolah kembali selalu saja identik dengan baju baru, tas baru, sepatu baru serta buku dan alat tulis baru. Mungkin jika tanpa pakaian baru itu serasa tidak naik kelas, sehingga para orang tua pun harus mengeluarkan banyak uang jika telah mulai awal tahun ajaran, malah kadang lebih banyak dibanding pengeluaran lebaran. Para pedagang pun meraup keuntungan berlipat-ganda.

Bagaimana keadaan disini, di Kairo ini? Suasana tahun ajaran baru di Kairo ini tak semeriah di Indonesia. Yang paling kita rasakan disini adalah jika aktivitas sekolah dan perkantoran dimulai, jalan-jalan akan mengalami kemacetan.

Lantas bagaimana kita sebagai seorang mahasiswi al-Azhar menyongsong “back to campus” ini? Apakah sama dengan pemahaman anak-anak sekolah Dasar yang memaknai lebih kepada hal-hal kebendaan yang serba baru, ataukah bahkan tidak merasakan sama sekali “back to campus” itu karena liburan dan kuliah sama saja, tidak harus datang ke kampus dan mengikuti muhadharah?

Sebenarnya ada tantangan tersendiri bagi kita seorang mahasiswa Al-Azhar dalam menyikapi “kembali ke kampus” ini, karena di Al-Azhar para mahasiswa tidak dipaksa untuk hadir kuliah, dengan kata lain hadir atau tidak hadir kuliah tidak jadi masalah. Ini mungkin menjadi salah satu sebab kenapa sebagian kita malah tidak merasakan momentum baru ketika tahun ajaran telah dimulai kembali

Yang ingin ditekankan disini, apakah dengan keadaan seperti ini kita tetap bisa untuk membiasakan diri selalu hadir kuliah meski sebenarnya kehadiran kita tidak pernah dipertanyakan oleh sang dosen, malah datang sekali setahun hanya untuk ujian pun oke-oke saja. Disinilah tolak ukur bukti kesungguhan kita sebagai seorang duta keluarga, masyarakat dan bangsa.

Apakah kita dikirim kesini hanya untuk berdiam di rumah atau hanya sibuk dengan organisasi dan hanya hadir ke kuliah jika ujian? Sementara keluarga kita dan bahkan masyarakat di kampung kita sudah barang tentu berprasangka baik bahwa kita di Kairo ini sedang kerja keras kuliah, menimba ilmu di kampus Al-Azhar dan bertatap muka dengan para dosen Al-Azhar.

Apakah harapan dan prasangka mereka hanya kita bayar dengan duduk-duduk dirumah dan hanya hadir ketika ujian akan digelar? Lalu apa yang akan kita jawab nanti jika mungkin suatu saat timbul pertanyaan dari mereka tantang siapa nama dosen  yang mengajar ini atau itu? Inilah yang harus kita sadari dan selalu menjadi ingatan kita bahwa kegiatan seorang mahasiswa adalah menghadiri kuliah. Lain halnya jika seorang pengangguran kerjanya ya cukup duduk-duduk dirumah saja.

Namun kadangkala banyak diantara kita yang masih menyia-nyiakan keberadaan kita di Kairo ini dengan merasa bisa tetap mendapatkan ilmu walau tanpa hadir kuliah. Padahal tujuan awal kita semua kesini adalah untuk kuliah. Memang tidak ada salahnya berkecimpung dalam aktifitas lain di luar aktifitas kuliah, tapi dengan berbagai kesibukan ekskul tersebut bukan berarti kita meninggalkan bangku kuliah sama sekali.

Betapa banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika hadir kuliah. Yang pasti kita bisa menimba ilmu dari para duktur Al-Azhar yang jelas lebih dalam mempelajari agama di bandingkan kita. Kita bisa belajar bagaimana cara seorang duktur menjelaskan tentang agama ini yang mungkin bisa kita gunakan untuk menyebar dakwah di negara kita nanti. Hendaknya kita jangan pernah merasa puas hanya memahami muqarrar dengan membaca sendiri di rumah. Masih banyak pelajaran-pelajaran di luar muqarrar yang bisa kita dapatkan jika bertemu langsung dengan para duktur. Banyak hal-hal baru yang disampaikan ketika muhadharah yang pasti kita butuhkan nanti jika kembali ke tanah air.

Mudah-mudahan ke depan kita bisa benar-benar mengisi hari-hari kuliah dengan mengikuti muhadharah dan bisa menimba ilmu langsung dari ahlinya.

Tulisan singkat ini hanya sebuah alarm bagi penulis pribadi dan kita semua yang mungkin kadang terlupa atau membiarkan diri untuk lupa dengan tujuan awal kita kesini. Lalu berpuas hati hanya dengan membaca muqarrar di rumah dan hanya hadir kuliah jika ujian saja. Wallahu A’lam bi as-Shawab ^_^

Tulisan ini pernah diterbitkan buletin BK-Sheet KMM Mesir edisi Oktober 2010

Silaturrahim relawan KISPA dengan mahasiwa Minang di Mesir

11 August 2010 at 4:06 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Sambil mengisi waktu keluarnya izin masuk Gaza oleh state security dari pemerintah Mesir, pada hari Senin, 9 Agustus 2010, tepatnya ba’da Maghrib waktu Kairo, Relawan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) berkunjung dan bersilaturrahim dengan mahasiswa Minangkabau di kantor KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau), Block 502 Complex Emarat 1st Settlement New Cairo Helwan, Mesir.

Ust. Ferry Nur menjelaskan pengalamannya di Mavi Marmara

Dalam kunjungan silaturrahim tersebut, Relawan KISPA yang terdiri dari Ust. Ferry Nur, Ust. Muhendri Muchtar, Andi Syaifuddin, Agus Daroesman yang didampingi Muhammad Syarif, Mahasiswa Indonesia di Mesir, disambut oleh Alnofiandri Dinar, Lc, yang merupakan putra X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumbar dan Afdhalul Syukri, Direktur Badan Pengelola Rumah Gadang KMM Mesir.

Setelah Shalat Maghrib berjama’ah, acara silaturrahim dibuka oleh ketua KMM Mesir periode 2010 – 2011, Alnofiandri Dinar, Lc,  kemudian dilanjutkan dengan serita dan penjelasan oleh ustadz. Ferry Nur perihal alasan mengapa mengikuti misi kemanusiaan armada Freedom Flotilla serta persiapan dan kegiatan yang dilakukan oleh KISPA selama berada di Turki dan juga dalam perjalanan menuju Gaza diatas kapal Mavi Marmara.

Perjalanan relawan KISPA dimulai dari pelabuhan di Istanbul kemudian Antalya menuju Gaza. Ustadz. Ferry Nur juga menjelaskan kejadian demi kejadian yang dialami selama berada diatas kapal Mavi Marmara, serta adanya sebuah ikatan ukhwah yang kuat diantara para relawan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, negara dan agama. Namun di dalam kapal Mavi Marmara hanya ada satu komando, yaitu dari IHH sebagai penyelanggara Vivapalestina ke 4.

Ustadz. Ferry Nur juga menggambarkan betapa kejinya tentara Israel yang telah menjarah kapal Mavi Marmara, semua peralatan elektronik yang dibawa hilang diambil oleh Zionis Israel, namun Allah masih memberikan perlindungan serta menunjukkan betapa kuasanya Allah Swt, karena pada saat di dalam seorang sipir penjara memaggilnya dan menyerahkan kembali dana amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Ust. Muhendri saat menjelaskan pengalamannya

Pada pembicaraan kedua ustadz. Muhendri Muchtar yang juga merupakan salah seorang relawan KISPA menjelaskan pengalaman yang dialaminya atas kekejian Zionis Israel selama berada di kapal Mavi Marmara dan juga pada saat mengalami interogasi yang dilakukan oleh tentara zionis Israel.

Ustadz. Muhendri juga menyampaikan beberapa pengalaman relawan KISPA lainnya yang juga mengalami pelecehan, ini sudah menunjukkan betapa sombongnya Zionis Israel, namun disisi lain mereka juga pengecut kalau melihat orang yang diinterogasi memiliki kepercayaan diri yang tinggi seperti yang dialami oleh Hardjito tambah Muhendri.

Sebelum acara berakhir, diadakan sesi tanya jawab, diantara peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi, terlihat begitu antusias mendengar penjelasan pengalaman relawan Freedom Flotilla.

Para mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus GazaPara mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus Gaza

Foto bersama KMM Mesir
Foto bersama KMM Mesir

Acara ditutup oleh ketua KMM Mesir dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pada kesempatan tersebut juga penulis buku Mavi Marmara Menembus Gaza, Ustadz. Ferry Nur membubuhkan tanda tangan pada buku yang diperoleh oleh para mahasiswa dan mahasiswi serta melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. (KISPA/aa/fn)

21 ORANG SISWA MAN/MAKN KOTO BARU PADANGPANJANG DITERIMA PADA UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO MESIR

17 June 2010 at 1:14 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, siswa MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang mendapat kesempatan untuk melanjutkan studinya pada sejumlah universitas terkemuka di Timur Tengah seperti Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir. Khusus siswa yang tamat tahun pelajaran 2009/2010 ini, dari 24 orang siswa/ i MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang mengikuti seleksi, sebanyak 21 orang berhasil lulus seleksi dan diterima sebagai mahasiswa pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir tersebut.

Keberhasilan siswa-siswi tersebut, setelah mengikuti serangkaian tes yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada bulan Mei 2010 yang lalu di Medan Sumatera Utara. Ketika di konfirmasikan kepada pihak MAN/MAKN Koto baru, melalui wakil kepala bidang humas Dra. Eri Arifin menyebutkan bahwa siswa-siswi yang lulus seleksi tersebut akan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Adapun biaya akan ditanggung oleh masing-masing siswa, karena pihak Kementerian Agama Republik Indonesia hanya memfasilitasi pada penjaringan saja. Lebih lanjut Erni Arifin menyebutkan, bahwa setelah mengikuti kuliah selama semester awal, barulah anak-anak kita bisa mengikuti serangkaian tahapan untuk mendapatkan beasiswa dari pihak Universitas Al-Azhar Mesir.

Untuk diketahui bahwa para alumni MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang sudah menyelesaikan kuliahnya pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir sudah mencapai 200 orang. Saat ini tercatat kurang lebih 150 orang yang sedang mengikuti perkuliahan.

Siswa-siswi yang lulus seleksi dan diterima di Universitas Al-Azhar tersebut adalah Rafiqul Huda Siregar, Irham Amir, Alfendri, Muhammad Afdhal, Gusti Rahma Yeni, Ikhwal Syaifullah, Ahmad Dzaki, Dailami Ismail, Ramiz Rahma Wita, Muhammad Rafdi, Deded Bakti Anggara, Amal Khairat, Ahmad Suryadi, Insanul Maruf, Yanuarta Wijaya, Hamdani Irawan, Ahmad Zaki, Nenen Adrita, Asfar Hamdi, Iqbal. Setelah dinyatakan lulus dan diterima, saat ini sedang mempersiapkan persyaratan administrasi untuk keperluan keberangkatannya dan pada bulan September 2010 mereka akan berangkat ke Kairo Mesir. (http://sumbar.kemenag.go.id/)

Ujian Termin II Tahun Akademik 2009/2010

10 May 2010 at 10:04 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Abdullah Hoseyni Hilal, (24/4) mengumumkan bahwa ujian termin II di Universitas Al-Azhar akan dimulai pada 29 Mei mendatang. Ujian diadakan serentak di seluruh fakultas Universitas Al-Azhar, baik yang di Cairo maupun cabang-cabang di daerah. Menurut Hilal, Universitas Al-Azhar saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar para mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan teratur.

Selain itu, Hoseyni juga menegaskan kembali larangan memakai cadar saat ujian, terutama di fakultas-fakultas khusus puteri. Cadar, lanjut Hoseyni, tidak diperlukan karena seluruh peserta ujian wanita dan para pengawas ujian pun seluruhnya wanita. Bahkan, para penjaga pintu masuk pun juga wanita. Hoseyni berharap ujian kali ini berlangsung tertib dan aman. Hoseyni mengemukakan hal tersebut saat meninjau fakultas-fakultas khusus puteri di Nasr city, seperti Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Humaniora, dan Fakultas Kedokteran.

Maka, sehubungan dengan semakin dekatnya Ujian Termin II tahun akademik 2009/2010, Atase Pendidikan Nasional KBRI Cairo menghimbau seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan:

* Memancangkan Ulang Tujuan Awal ke Mesir

* Menekadkan diri bahwa tahun ini “Saya Harus bisa Menaklukkan Muqarrar!

* Meninggalkan Aktivitas apapun selain Muqarrar

* Mengoptimalkan Usaha dan memperkuat Do’a

* Segera Back to Campus dan Back to Muqarrar

Sumber: dikbudcairo.org

Try Out & Talk Show PPMI

30 April 2010 at 4:23 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Dalam rangka penutupan kegiatan mahasiswa dan persiapan jelang ujian term II al Azhar yang akan dihelat bulan juni mendatang, PPMI bersama Wihdah, Asy-Syatibi Center dan Senat Mahasiswa serta dukungan dari KBRI Cairo mengadakan Try Out dan Talk Show Motivasi pada hari Senen, 26 April 2010. Acara yang dihelat di Auditorium Shalah Kamil Universitas Al Azhar tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta.

Dubes RI, AM. Fachir dalam sambutannya menegaskan bahwa KBRI Cairo sebagai perwakilan pemerintah Indonesia dan penyambung lidah rakyat memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Beliau berharap, mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan akomodasi yang telah KBRI sediakan, diantaranya Fushul Taqwiyah dan kampus Al-Qur’an.

Acara yang dimulai pada 10.00 Clt. dan berakhir pada 20.00 Clt. tersebut dibagi menjadi 4 agenda. Agenda pertama yaitu Try Out ujian yang untuk mahasiswa dan mahasiswi tingkat I pada pelajaran tertentu  di setiap fakultas. Adapun agenda kedua yang dilaksanakan setelah shalat Dhuhur diisi dengan Talk Show motivasi belajar dengan tema “Mahasiswa Berprestasi Bukan Hanya Mimpi” yang disampaikan oleh Jamaludin A. Khaliq, MA., Mulyadi dan Nikmah Mawaddati.

Menginjak agenda ketiga, yaitu Kuliah Umum Bilingual bersama Prof. Dr. M. Zaki Usman dengan tema “Jalan Menuju Kesuksesan”. Dalam pemarannya, mantan Dekan Fakultas Da’wah wa Tsaqafah Universitas Al Azhar tersebut dalam menyampaikan bahwa seorang pencari ilmu akan sesat jika tidak didampingi oleh seorang guru, bahkan Nabi Muhammad pun membutuhkan tuntunan Jibril dalam memahami firman-firman Allah SWT. masih dalam kesempatan yang sama, Ia berpesan kepada mahasiswa generasi Islam untuk agar mampu mengatur waktu sebaik-baiknya yang ia tuturkan dalam kalimat “invest your time, before invest your money”.

Adapun Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) menjadi agenda penutup rangkaian acara yang dikemas dalam tema “Menggelorakan Semangat Rabbani dalam Pribadi Islami” tersebut. Dr. Fadlolan Musyafa, MA., koordinator I-4 Timur Tengah yang menjadi pemeran utama sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa dengan berdirinya I-4 yang beranggotakan para ilmuwan Indonesia dari universitas-unversitas terkemuka di dunia mampu memperbaiki dan memberikan solusi kongkrit terhadap pelbagai permasalahan yang ada di tanah air.

Selain keempat agenda tersebut, juga dilaksanakan penguman berikut penganugrahan terhadap peserta terbaik Kampus Al Quran, Try Out dan Preparation For IELTS.

Juga untuk memeriahkan kegiatan multi agenda tersebut ditampilkan hiburan oleh Grup Nasyid Dai Nada dan Grup Marawis Keluaga Pelajar Jakarta.

dikbudcairo.org

Coffe Morning Bahas Mahasiswa Baru Al-Azhar

24 February 2010 at 4:36 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Dalam membahas permasalahan Maba (Mahasiswa Baru) Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir, PPMI mengadakan acara Coffee Morning, (Kamis, 18 Februari 2010). Acara yang berlangsung di Wisma Nusantara, Rab’ah El Adawea itu mendatangkan Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, Atdiknas KBRI Kairo, Drs. M. Abdullah, MA,  Protokol dan Konsuler KBRI Kairo serta Iwan Wijaya Wiyatno, Pensosbud (Penerangan Sosial Budaya) KBRI Kairo. Acara ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa Indonesia dan beberapa staf KBRI Kairo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Maba yang kuliah di Universitas Al Azhar selalu terlambat sampai di Mesir. Ini tidak lain disebabkan sulitnya mendapatkan visa dari Kedutaan Mesir di Jakarta. Karena itu, sebanyak 204 mahasiswa dari keseluruhan Maba yang berjumlah 211, tahun ini belum terdaftar sebagai mahasiswa Al Azhar.

Terkait dengan permasalah itu, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. selaku Atase Pendidikan KBRI Kairo mengatakan, selama MoU yang berisi pemilahan fungsi setiap instansi yang berkaitan dengan urusan mahasiswa baru belum ditandatangani, maka nasib Maba akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Lebih lanjut, Prof. Sangidu menjelaskan, bahwa selama ini KBRI sudah berusaha untuk mengirimkan surat MoU pada instansi terkait seperti Kedutaan Mesir dan Depag untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Depag sebagai instansi yang memfasilitasi tes dan Kedutaan sebagai pemberi visa. Tapi MoU itu sampai sekarang belum disepakati dari dua belah pihak.

Sementara itu M. Abdullah dalam kesempatan yang sama, menghimbau pada segenap Maba untuk selalu menaati peraturan negara Mesir, seperti tidak terkait dengan jaringan Islam Kiri dan memperpanjang visa pada waktunya . Hal ini terkait dengan keamanan mahasiswa selama belajar di Mesir. Beliau juga menjelaskan, KBRI Kairo di samping akan selalu memberikan pelayanan pada seluruh warga Indonesia yang ada di Mesir, juga akan memberikan pembinaan khusus terhadap mahasiswa.dikburcairo.org

DERAI AIR MATA MEMBASAHI RANAH MINANG

23 February 2010 at 12:30 pm | Posted in Gen 5, MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags:

Negeri indah beriklim tropis dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang asri serta kaya akan sumber daya alam, itulah tempat kelahiran kita. Begitu besar nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kita. Namun, dibalik itu semua, juga banyak musibah yang Allah timpakan sebagai bukti kekuasaan-Nya. Bisa jadi ini adalah peringatan atas kelalaian atau bahkan pertanda kasih sayang Allah untuk meningkatkan kualitas keimanan.

Apapun bisa terjadi sebagaimana Allah menciptakan manusia hanya dengan berfirman “kun”, maka dengan seketika jadilah seorang manusia dengan izin-Nya. Begitu pula dengan berbagai fenomena alam yang datang secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan suasana malahan hampir tidak dapat diprediksi kapan datangnya, seperti: tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan masih banyak lagi. Disadari atau tidak, selalu terjadi berbagai bencana alam silih berganti dalam rentang waktu berdekatan di negeri kita ini, yang merenggut korban jiwa dan harta yang tidak sedikit jumlahnya.

Rabu, 30 september 2009, pukul 17:16, deraian air mata kembali membanjiri ranah Minang. Apa yang tengah terjadi? Kiamatkah?  Goncangan gempa dahsyat dengan kekuatan 7,6 skala richter mengagetkan saudara-saudara kita, meluluhlantakkan gedung-gedung dan perumahan di kota Padang dan sekitarnya. Masyarakat berlarian mencari perlindungan, tua muda panik bahkan menangis sembari tak henti mengagungkan asma-Nya, anak-anak menjerit, semua dicekam ketakutan, jangan-jangan terjadi tsunami. Bahkan, masih ada 247 gempa susulan hingga Kamis sore dengan kekuatan yang mulai melemah, rata-rata hanya 3-4 skala richter.

Cobaan yang didatangkan Allah ini, bukan hanya mengakibatkan kerugian materi, tapi juga sangat mempengaruhi faktor kejiwaan dan psikoligis korban. Gempa telah membuat sebagian besar mereka trauma, hingga memilih untuk tetap berada di luar rumah. Kekalutan perasaan mereka tentu tak terlukiskan dengan kata-kata, melihat semua perubahan yang terjadi tiba-tiba. Kehilangan orang-orang tercinta, musnahnya harta benda, hingga kekurangan makanan dan obat-obatan. Namun mereka hanya bisa pasrah dan bersabar. Apalagi anak-anak yang belum begitu mengerti apa arti semua ini. Mereka hanya bisa menangis dan menangis. Mereka tak lagi bisa sekolah, tak bisa bermain seperti biasa, bahkan ada yang kehilangan teman-temannya. Mereka tidur beratap langit, kedinginan dan kelaparan, sambil memperhatikan reruntuhan rumah yang megah, kini telah menjadi puing-puing yang rata dengan tanah.

Kita tentu turut merasa sedih, gundah dan pilu walaupun tidak merasakan langsung kengerian gempa yang diturunkan Allah. Sungguh Allah Maha Kuasa terhadap apapun. Inilah bukti kita manusia tidak berdaya, makhluk yang lemah.

Semua bencana ini bukanlah tanpa makna dan arti apa-apa karena tidak mungkin Allah menciptakan sesuatu yang sia-sia. Musibah-musibah ini mangajak kita untuk kembali mengintrospeksi diri bahwa kita hanyalah makhluk lemah dalam genggaman kekuasaan Allah. Sebagaimana firman-Nya: “Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisaa’: 28)

Allah juga telah memperingatkan bahwa setiap makhluk hidup pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan berupa kesenangan dan kesusahan, kebaikan dan keburukan. “Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS.  Al-A’raaf: 168)

Ujian yang baik-baik yang Allah turunkan kepada kita berupa ketaatan, hidayah, kesehatan, kedamaian, kekayaan, rumah tangga yang harmonis, keamanan dan segala yang menyenangkan kita. Sedangkan ujian yang buruk-buruk berupa kemaksiatan, kesesatan, sakit, menderita, kesusahan, kemelaratan, rumah tangga yang tidak harmonis, ketakutan dan segala yang tidak menyenangkan kita.

Satu hal yang tak boleh terlupa, bahwa di setiap musibah, Allah pasti selalu memberikan pertolongan. Kita saksikan betapa cepat dan banyaknya bantuan yang mengalir dari berbagai kota, propinsi, bahkan dari luar negri terhadap para korban gempa di Sumbar. Tim penanggulangan bencara pemerintah, tim penyelamat PBB, tim medis dan para relawan dari berbagai yayasan dan organisasi dengan sigap membantu proses evakuasi dan recovery. Berbagai bantuan berupa makanan, selimut, tenda dan obat-obatan dan sebagainya berdatangan lewat jalur darat, laut dan udara. Sampai-sampai terjadi antiran pesawat untuk mendarat di Minangkabau Internasional Airport  Sumbar.

Namun akibat longsor yang mengisolir beberapa desa di Pariaman hingga tak terjangkau oleh publik, bantuan tidak dapat didistribusikan dengan merata. Diberitakan ada empat orang ibu-ibu rela berjalan sejauh enam kilometer untuk mendatangi posko makanan lantaran kehabisan stok makanan. Katanya di lingkungan sekitar ada toko yang biasa menjual mi instant, namun mereka enggan menjualnya dengan alasan untuk persedianan makanan pribadi mereka.

Kali ini ketakutan dan kelaparan dirasakan oleh semua orang dari berbagai kalangan kehidupan. Biasanya orang miskin yang selalu memikirkan apa yang bisa dimakan besok. Dan orang kaya yang terbiasa hidup mewah, makan enak, lezat, yang selalu memikirkan “besok enaknya makan apa ya?”. Ternyata kini semua sama rata, tidak ada perbedaan. Itu semua adalah pinjaman dan Allah menariknya kembali.

Allah menyamaratakan mereka semua, inilah bukti di dunia tidak ada apa-apa nya kecuali keimanan seseorang. Hanya dengan keimanan yang menguatkan jiwa raga, yang membahagiakan dan keyakinan dengan pertolongan Allah.

Perlu kita sadari bahwa apapun nikmat yang diberikan Allah pasti ada hikmahnya. Dan seyogyalah masing-masing kita mengintropeksi diri, ada apa di balik semua ini?

Ingat dengan hadis Rasulullah: Rasulullah saw bersabda: Tidaklah suatu kaum yang orang-orang taatnya lebih banyak daripada pelaku maksiatnya, tetapi mereka membiarkannya, melainkan Allah akan mengadzabnya secara merata. (HR Ahmad dan Baihaqi)

Apa sebenarnya yang terjadi dengan kota Padang, Pariaman dan daerah sekitarnya? Apakah kemaksiatan sudah sedemikian merajalela? Inilah tugas kita sebagai da’i ataupun ulama yang akan pulang ke kampung halaman tercinta. Kita dibebani tanggungjawab terhadap apapun yang kita lakukan dan juga terhadap lingkungan sekitar. Semestinya dimana pun berada kita mampu mewarnai dengan nilai-nilah agama, mematuhi aturan Allah dan menegakkan sunnah Rasul-Nya sebagai bukti cinta pada Allah dan Rasul. Kita tidak sepatutnya tinggal diam berpangku tangan, karna kita punya misi yang konkrit demi memperjuangkan nilai-nilai Islam.

Rasulullah saw juga bersabda: Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia dan jika Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya niscaya Allah akan mengakhirkan hukuman atas dosa-dosanya sehingga Allah akan menyempurnakan hukuman baginya di akhirat kelak. {HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas ibn Malik ra}.

Hadits tersebut menjelaskan bahwa apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Maka bergembiralah wahai semua! Alangkah tenangnya hati-hati kita ketika dilanda musibah mengucapkan: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma’jurni fi musibati wakhlufli khoiran minha”

Semoga kota Padang, Pariaman dan kota-kota lain yang hancur akibat gempa, bisa segera dipulihkan dan direhablitasi. Semoga bencana ini juga semakin membuka mata hati korban gempa khususnya dan semua kaum muslimin umumnya akan ke-Maha Kuasa-an Allah dan semakin memotivasi peningkatan nilai-nilai spiritual dan moral di dalam kehidupan. Aamiin

Meskipun tidak langsung terkena bencana, tapi marilah kita tetap intropeksi perjalanan usia yang kita lalui selama ini. Apakah kita telah maksimal berusaha meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan ataukah masih terus larut melakukannya? Apakah kita baru mampu berkata dan masih belum mengamalkannya?

Sebagai penutup, mari renungkan firman Allah Swt berikut sebagai motivasi kebaikan bagi kita semua: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf: 96)

Mahasiswa Mesir Tolak Kritikan Dr. Muhibbin Terhadap Shahih Bukhari

20 December 2009 at 10:54 pm | Posted in hadis, MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Geliat aktifitas Mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir) ternyata masih segar. Di tengah kesibukan mempersiapkan ujian, mereka masih antusias untuk menghadiri acara “ Dialog Umum ” yang diadakan oleh El-Montada, KPMJB dan FATIHA, Jum’at 11/12/09 di auditorium pesanggrahan KPMBJ.

Dialog ini ini diisi oleh dua nara sumber dari Indonesia yaitu Prof. Dr. Endang Soetari M. Si (Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati Bandung) yang menyampaikan materi seputar Problematika Studi Hadits di Indonesia dan Prof. Dr Muhibbin M. Ag (Guru Besar IAIN Walisongo Semarang) yang menyampaikan materi tentang Urgensi Kritik Matan dalam Pembuktian Validitas Hadits. Hadir sebagai Pembanding Ust. Ahmad Ikhwani, Lc. Dipl (Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Al-Azhar jurusan Hadits) dengan moderator Ust. Roni Fajar, Lc. (Mahasiswa Universitas Al-Azhar Jurusan Hadits)

Di awal acara, Ust. Saifuddin M.A. selaku ketua El-Montada (organisasi mahasiswa program pasca sarjana dan doktoral) menyampaikan sambutan yang antara lain menyatakan bahwa antusias para masisir untuk mengkaji kegiatan yang bersifat keilmuan ternyata lebih tinggi daripada mengkaji tentang politik, terbukti dengan jumlah peserta yang hadir melebihi kapasitas auditorium yang disediakan.

Dr. Endang Soetari. M.Si yang mendapat giliran pertama dalam diskusi ini menyebutkan tentang Problematika Ilmu hadits di Indonesia. Hingga saat ini metode digunakan oleh beliau ialah penetapan keshahihan hadits dengan cara Takhrij.

Pemaparan kedua dilanjutkan oleh Dr. Muhibbin. M. Ag. yang pernah menulis buku tentang kritik kitab “Shahih Bukhari”. Beliau menyatakan tidak semua hadits dalam Shahih Bukhari itu shahih, bahkan terdapat beberapa hadits termasuk kategori lemah dan palsu.

Dinginnya kairo yang sempat terkena percikan gerimis sebelumnya berubah menjadi hangat setelah pemaparannya yang mengkritik matan hadits. Menurutnya ini untuk membela Nabi Muhammad sabda beliau yang telah melalui beberapa kurun waktu itu tidak ada yang bertentangan dengan akal.

Contohnya hadits tentang lalat dan tentang mayit yang disiksa karena tangisan keluarganya yang menurutnya tidak rasional. Semua kritikan itu bisa ditanggapi dengan baik oleh pemateri pembanding, Ust. Ahmad Ikhwani, Lc. Dipl.

Acara pun berlanjut ke sesi tanya jawab. Setelah moderator mempersilahkan para hadirin untuk bertanya bak gayung bersambut begitu banyak tangan-tangan yang mengacung ingin bertanya. Tanggapan pertama disampaikan Ust Zulfi Akmal, Lc. Dipl. (Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Tafsir Univ. Al-Azhar) menyampaikan bahwa seorang mahasiswa Al-Azhar tingkat dua pun sanggup mengkonter hadits tersebut dari syubuhat yang disampaikan oleh Dr. Muhibbin tadi. Ust. Zulfi juga menolak adanya proses belajar hadits tanpa guru, seperti yang dilakukan oleh Dr. Muhibbin.

Kemudian Ust Bukhari, Lc. Dipl. (Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Hadits Univ. Al-Azhar) angkat bicara membantah pernyataan keraguan Dr. Muhibbin terhadap hadits pada Shahih Bukhari. Ia menjelaskan secara gamblang status beberapa hadits yang dikritik berikut dalil tentang kedudukan hadits tersebut. Ust. Bukhari menganggap hasil penelitian Dr. Muhibbin ini kurang referensi dan juga kurang pemahaman bahasa Arab.

Pertanyaan-pertanyaan beserta tanggapan-tanggapan yang ditanyakan akhirnya dijawab oleh Dr. Muhibbin dengan berusaha membela argumen beliau. Beliau menganggap hadits-hadits itu diragukan karena irrasional. Sebab mengkaji hadits tidak hanya dari matan dan sanad saja, tapi perlu memperhatikan aspek rasionan, sejarah dan sirah. “Apabila naql bertentangan dengan akal, maka yang didahulukan adalah akal.” tegasnya. Sontak mahasiswa yang hadir pada saat itu seakan tertawa meringis akan tanggapan yang diuraikan oleh beliau.

Acara yang mulai beranjak malam tersebut tidak mengendurkan semangata para hadirin, terbukti dengan antusias para penanya pada sesi ke dua yang semakin membuat hangat suasana. Diantara pernyataan yang paling menyentak disampaikan oleh Riyadh, Mahasiswa Al-Azhar Fakultas Dirasat slamiyah konsentrasi Ushuluddin yang menanyakan standarisasi tesis kandidat doktor di Indonesia, karena begitu mudahnya hanya tinggal mengangkat sesuatu yang berbenturan antara nash Al-Quran dengan nash Hadits bisa lulus membondong gelar doktor. “kalau gitu saya ingin cepat-cepat pulanglah ke Indonesia melihat segampang itu bapak menjadi Doktor” ungkap Riyadh. Sontak seluruh hadirin riuh seketika.

Kemudian disusul dengan pernyataan Umarulfaruq Abubakar, Mahasiswa Fakultas Darul Ulum Universitas Kairo, yang menyebutkan bahwa yang sedang di permasalahkan saat ini tidak murni kritik matan. Yang terjadi adalah mengkritik matan hadits karena belum bisa dipahami oleh si pengkritik. Hal ini tentu sama tidak menurunkan derajat sebuah hadits shahih, pemahamannyalah yang perlu dikaji kembali.

Antusias masisir dalam menanggapi dialog ini masih berlanjut. “Bahkan sampai pagi pun masih siap” ungkap salah seorang hadirin. Namun karena waktu pula, sesi tanya jawab berakhir setelah adanya kata penutup dari kedua nara sumber. Kedua nara sumber ini adalah anggota adalah bagian dari rombongan para Doktor yang sedang menjalankan studi singkat di Mesir dalam rangka meningkatkan kompetensi selaku dosen di universitas masing-masing. (sn/fjr – eramuslim.com)

Almakki di GRAND FINAL ENGLISH DEBATE CONTEST for International Students

20 November 2009 at 8:56 am | Posted in KEGIATAN, MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

Assalamualaikum, (Informasi dari DPP-PPMI)

Jangan lewatkan…Dukung jagoan kita di GRAND FINAL ENGLISH DEBATE CONTEST for International Students. Menghadirkan FINALIST Para Debator Ulung:

1. Singapore Team
2. Tiger Team
3. Ikmal Team
4. Almakki Team


Catat waktu dan tempatnya!
Sabtu, tanggal 21 November 2009, pukul: 14.00 Clt di Aula Wisma Nusantara
Dimeriahkan oleh hiburan-hiburan menarik musik indonesia dan macam2 bazar…!!
Acara Ini Terselenggara atas kerjasama DPP-PPMI, Pwk-PII, ICMI-Orsat Kairo

(CP: Sholihin. 0112339849. Faris .0107942238) (Disediakan makan ringan dan minuman)

Mahasiswa Malaysia-Mesir Bantu Korban Gempa Sumbar

13 November 2009 at 10:27 am | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

Rabu (11/11), Tim Peduli Gempa Sumbar menerima bantuan uang tunai sejumlah 1150 LE (sekitar Rp 2 juta) dan 3 dus pakaian dari PMRAM (Persekutuan Melayu Republik Arab Mesir). PMRAM merupakan organisasi pusat mahasiswa Malaysia yang tengah menimba ilmu di Mesir. Bantuan diserahkan langsung oleh Koord. kebajikan PMRAM, Zuhaily Muhammad kepada Alnofiandri Dinar, Lc selaku Ketua Tim di kantor pusat PMRAM, yang berlokasi di kompleks perumahan Masakin Atlas District Tujuh Nasr City, Cairo.
mm-1

“Kami dari PMRAM ikut belangsungkawa atas musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita di Sumatera Barat. Kami berharap mahasiswa yang sedang berada di Mesir ini dalam keadaan okey sahajalah, dan tidak ada sebarang gangguan apapun dalam studi mereka di sini. Mereka adalah saudara kita, dan kita berkewajiban memperhatikan mereka, termasuk daripada pelajar Malaysia. Sain ini, PMRAM juga ada program yanga namanya PROSMA (Project Sumbang Amal) yang menggalang dana secara permanent untuk membantu Palestina.” Jelas Koord. kebajikan PMRAM, Zuhaily di sela-sela perbincangannya dengan Tim Peduli.

Utusan PPMI terdiri dari Ketua Tim dan Putra Erianton, mengucapkan ribuan terima kasih kepada PMRAM atas partisipasi aktifnya membantu rekan-rekan mahasiswa Indonesia yang menjadi korban gempa. Anton yang merupakan salah seorang pengurus di jajaran kabinet PPMI-Mesir mengatakan, “Kita berharap hubungan baik antara PPMI dan PMRAM-Malaysia akan terus berjalan lebih baik, dan produktif. Tidak hanya dalam hal-hal kemanusiaan, akan tetapi, akan berlanjut dengan berbagai kegiatan ilmiah dan bidang lainnya, baik di Mesir ataupun di Tanah Air.”

Harapan itu diaminkan langsung oleh PMRAM, yang mana mereka juga berharap hubungan antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia terus eksis dan semakin akrab. Kendatipun belakangan ini hubungan bilateral, Indonesia dan Malaysia kerap menemukan gesekan-gesekan yang cukup menegangkan di panggung politik. Ketua Tim, Alnofiandri Dinar, Lc juga menimpali, “partisipasi yang ditunjukkan mahasiswa Malaysia ini mengindikasikan hubungan emosional Negara Serumpun masih kuat dan ini perlu dipertahankan serta ditingkatkan. Hubungan baik yang sudah terbina hendaknya terus terbawa sampai ketika pulang ke Negara masing-masing. Jangan sampai silaturrahmim hanya terbatas oleh masa studi dan jarak yang yang memisahkan.”

Menyikapi bantuan barang, Tim menyatakan mohon maaf kepada PMRAM karena tidak bisa mengirim bantuan itu ke Indonesia, mengingat biaya kirim yang mahal dan jarak tempuh yang sangat lama. Setidaknya membutuhkan 1 bulan, jika pelayanan pengiriman barang dari Mesir ke Indonesia via kapal laut ada. Saat ini, Sumbar juga sudah memasuki tahap recovery, tidak lagi dalam kondisi tanggap darurat. Oleh Karena itu Tim berinisiatif untuk mejual barang-barang yang sudah disumbangkan dan hasil penjualan akan digabungkan ke khas dana yang sudah dihimpun.

Selain itu, setelah menemui direktur IDM, Tim Peduli gempa Sumbar juga mengambil bantuan yang bersumber dari Guru Besar Universitas Kairo, DR. Rif`at Fauzi senilai 500 LE. “Bantuan hanya berjumlah LE 500 perbulannya, yang diberikan sampai dengan saat mahasiswa yang keluarga mereka menjadi korban dianggap tidak membutuhkan lagi. Bantuan juga tidak bisa bertambah nominalnya, justru hanya bisa dikurangkan dari nominal yang sudah ada.” Terang Dr. Rif `at ketika di temui oleh tim di kantornya.

Bertambahnya bantuan dari Dr. Rif`at Fauzi dan PMRAM Malaysia, maka sampai Kamis (12/11) Alhamdulillah Tim Peduli Gempa Sumbar kerjasama KMM Mesir, BWAKM, WIHDAH PPMI dan DPP PPMI telah berhasil menghimpun dana sejumlah: 20.107, 30 LE + 50 Euro+ 11 SR+ 6 $ + Rp 856. 350. Di KBRI Kairo terkumpul dana senilai 1.803 $ + 1.776 LE. Insya Allah dana ini akan diserahkan secara simbolik oleh Dubes RI pada acara penyerahan bantuan korban Sumbar yang diadakan oleh Tim Peduli Gempa Sumbar bekerjasama dengan KMM Mesir pada hari Jum`at, 13 November 2009 di Aula Rumah Gadang bilangan Tajammu` Awwal Provinsi Helwan. (Tim Peduli Gempa Sumbar-Mesir)
sumber: eramuslim.com

Guru Besar UNAND ke Cairo University

8 November 2009 at 10:52 am | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags:

dikbudcairo.org – Acting Atase Pendidikan KBRI Cairo, Bapak Muhammad Abdullah (Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI), pada 08/11 lalu mendampingi dua guru besar Universitas Andalas Padang (Prof. Dr. Ir. Yetty Marlida, M.S dan Dr. Ir. Mardiati Zain, M.S) untuk berkunjung ke Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan Cairo University. Pada kesempatan tersebut, delegasi RI disambut hangat oleh Prof. Dr. Abdel Raouf M. Ghallab (Pudek Fakultas Peternakan Cairo University).

Dua guru besar UNAND menyampaikan keinginan pihaknya untuk menjajaki berbagai peluang kerjasama di bidang riset dan studi, baik bagi mahasiswa maupun para dosen dua perguruan tinggi tersebut. Pada kesempatan ini, pembantu dekan menyambut baik tawaran pihak UNAND dan menunggu realisasi kerjasama. Ia juga berharap agar MOU dapat segera ditandatangani. “Minggu depan kami akan mengadakan rapat gabungan para dekan, dan akan membawa tawaran kerjasama ini dalam rapat tersebut. Kami berharap agar pihak UNAND segera melayangkan surat dan draft MOU kepada kami,” ujar Prof. Rauf. Pihak UNAND pun sangat tertarik dengan peluang kerjasama ini, karena Fakultas Peternakan Cairo University memiliki berbagai laboratorium yang sangat memadai dan memiliki beberapa jurusan yang sama dengan Fak. Peternakan UNAND.
kunjungan_unv_cairo
Pada kesempatan tersebut, delegasi RI diajak untuk meninjau berbagai pusat riset serta laboratorium milik Fakultas Peternakan, yang di antaranya: laboratorium Bio-Teknologi, Mikro-Biologi dan Virologi.

Ikatan Dokter Mesir (IDM) Sumbang Korban Gempa Sumbar

27 October 2009 at 1:36 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

ikatandoktermesirHidayatullah.com–Tim Peduli Gempa Sumbar, Selasa (27/10) bertemu dengan Ikatan Dokter Mesir untuk menyerahkan nama-nama mahasiswa Indonesia yang keluarganya menjadi korban gempa Sumbar, 30 September lalu.

Pada pertemuan itu, Tim langsung disambut oleh Dr. Musthafa Zoughby, Kepala Bidang Pengelola Bantuan Kemanusiaan, Ikatan Dokter Mesir.
“Ikatan Dokter Mesir (IDM) telah mengeluarkan keputusan untuk membantu mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di Mesir, sementara keluarganya menjadi korban gempa Sumbar. Kami juga telah lama menunggu rincian nama para mahasiswa tersebut,” terang Dr. Musthafa di kantornya di bilangan 42 Qasr `Aini St. Kairo.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim, Sdr. Alnofiandri Dinar, Lc. juga sempat menanyakan mengenai bantuan langsung ke Sumbar.

Dalam penjelasannya DR. Musthafa mengatakan, bahwa Ikatan Dokter Mesir sejak awal sudah berinisiatif untuk mengirim bantuan ke Sumbar, seperti obat-obatan, tenda penampungan, dll. IDM juga telah membangun komunikasi dengan KBRI Kairo dan Kedubes Mesir di Jakarta, guna mencari tahu apa yang dapat IDM bantu? Namun, sampai saat ini Ikatan Dokter Mesir belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari mereka.

“Kami tidak tahu harus mengirim apa ke Indonesia? Sehingga kami tidak bisa berbuat banyak. Oleh karena itu, kami memfokuskan pemberian bantuan kepada mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir dan keluarga mereka menjadi korban gempa Sumbar. Bagaimanapun mereka adalah saudara kita dan sudah menjadi kewajiban ikut memperhatikan mereka,” ujar Dr. Musthafa di sela-sela pembicaraan hangat pagi itu.

Sejak pertama kali dibentuk 2 Oktober lalu, Tim Peduli Gempa Sumbar-Mesir sudah mendata mahasiswa Indonesia yang keluarganya menjadi korban gempa Sumbar. Awalnya, Tim hanya mendapatkan 10 nama, namun seiring berjalannya waktu, jumlah mereka semakin banyak. Hal itu disebabkan oleh, adanya gangguan jaringan komunikasi dengan keluarga di Indonesia sehingga sukar untuk mengadakan komunikasi langsung.

Selain itu, kebanyakan keluarga korban di awal kejadian lebih memilih untuk menyimpan realita akibat gempa, agar anak-anak mereka di rantau tidak khawatir dengan keluarganya.

Sampai saat ini, Tim telah mengantongi 20 yang telah melegalisasi dari KBRI-Kairo dan diserahkan ke Ikatan Dokter Mesir. Demi kelengkapan administrasi Dr. Musthafa mengharapkan semua nama dilengkapi foto copy paspor dan kartu mahasiswa. Setelah semuanya beres, baru bantuan akan dikucurkan langsung kepada Ketua Tim.

Sesaat setelah pertemuan, Tim langsung meluncur ke kantor Pensosbud KBRI, Iwan Wijaya di Garden City guna membicarakan flow up dari niat baik IDM itu.

Pada prinsipnya KBRI-Kairo sangat mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Tim dan siap memfasilitasi segala hal yang bisa dilakukan KBRI. KBRI juga telah berupaya menggalang dana di internal KBRI yang nantinya dana itu akan disalurkan kepada kawan-kawan mahasiswa yang menjadi korban gempa Sumbar.

Setelah ada kejelasan mekanisme dari Tim, dana yang terkumpul akan diserahkan kepada Tim. Sampai saat ini, sudah terkumpul dana sebanyak: 1803 USD dan 1776 LE. Menanggapi tawaran dari pihak KBRI, Tim menyampaikan bahwa Tim Peduli Gempa Sumbar akan menyalurkan bantuan pada awal November kepada mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir.

Terkait pernyataan Dr. Musthafa, Tim sempat meminta klarifikasi kepada pihak Pensosbud, selaku jendela KBRI yang lebih fokus menangani permalasahan sosial, termasuk bencana gempa bumi.

Iwan Wijawa selaku Kepala Pensosbud KBRI menyatakan, bahwa kita dari KBRI sudah berkoordinasi dengan Satkorlak di Indonesia, tentang perkembangan penanggulangan gempa. Persosbud sebenarnya telah menjelaskan situasi terkini di Sumbar kepada Ikatan Dokter Mesir mengenai fase-fase yang sedang dilakukan pasca gempa. Ketika IDM dihubungi Pensosbud juga telah menjelaskan bahwa Sumbar telah memasuki fase pemulihan, dilanjutkan dengan recovery, rehabilitasi, dan shock therapy hingga kehidupan masyarakat kembali normal. [kiriman Tim Peduli Gempa Sumbar di Mesir/www.hidayatullah.com]

Wisuda Mahasiswa dan Malam Anugerah Prestasi

25 October 2009 at 1:20 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

Dalam rangka memberikan motivasi dan dorongan bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai perguruan tinggi Mesir, KBRI Cairo tanggal 10 Oktober 2009 bekerjasama dengan PPMI dan Wihdah, menyelenggarakan Wisuda mahasiswa Indonesia yang telah lulus S1 di perguruan tinggi Mesir, dan memberikan penghargaan kepada organisasi dan kelompok-kelompok studi yang meraih prestasi akademik terbaik.

Kegiatan wisuda diikuti oleh 200 mahasiswa Indonesia dari berbagai fakultas di Universitas Al-Azhar dan perguruan tinggi lain di Mesir. Atase Pendidikan KBRI Cairo, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, pada kesempatan menyampaikan sambutan antara lain mengatakan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, maka dia akan mampu menyederhanakan berbagai masalah yang bagi orang lain dianggap rumit dan pelik. Atase Pendidikan juga berharap agar lulusan Al-Azhar dan perguruan tinggi lain di Mesir dapat mengabdikan ilmunya untuk kemajuan Negara dan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Dalam penetapan Anugerah Prestasi, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa pada kesempatan tersebut memutuskan Organisasi Fakultas (Senat Fakultas Mahasiswa) Terbaik tahun 2008/2009 adalah Fakultas Dakwah. Sementara itu Organisasi Kekeluargaan terbaik diraih oleh Keluarga Mahasiswa Jakarta (KPJ) Mesir, dan Organisasi PPMI Daerah terbaik adalah DPD-PPMI Tafahna.

Acara wisuda dan anugerah prestasi dihadiri oleh para wisudawan, utusan dari Jamiyah Syariyah, Ketua Organisasi Pelajar Philipine, beberapa mahasiswa Afganistan dan mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Mesir.

Sumber: dikbudcairo.org

Tim Peduli Gempa Sumbar di Mesir Adakan Malam Penggalangan Dana

25 October 2009 at 1:18 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: , ,
klik untuk melihat foto
Tim peduli gempa Sumbar di Mesir.
(foto: ist)

Malam peduli gempa Sumatera Barat yang diadakan oleh tim peduli gempa Sumbar di Mesir berhasil mengumpulkan dana 3.111, 20 pound atau setara dengan sekitar Rp6 juta.

Kegiatan bertajuk ‘Kado Duka Masisir untuk Sumbar’ itu diadakan di auditorium perkumpulan mahasiswa Jawa Barat, bilangan Bawabah H-10, Nasr City, Mesir, Rabu (13/10) sore. Malam peduli tersebut dihadiri oleh beberapa orang perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia, Ketua Kesepakatan Mahasiswa Minang-Mesir (KMM), Lingga Fachri, Presiden Mahasiswa Indonesia-Mesir, M. Taufik dan Ketua WIHDAH, Hani
Fauziyah.

Pencapaian angka penggalangan dana tersebut terbilang cukup luar biasa. Karena, dari 250-an yang hadir didominasi oleh para mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di Mesir (Masisir). Berangkat dari rasa peduli dan solidaritas yang tinggi, mereka tetap menyisihkan sebagian dana bagi korban gempa Sumbar. Simpati itu menjadi cerminan bahwa duka rakyat Sumbar merupakan duka semua anak bangsa di seantaro dunia.

Selain menggalang dana, kegiatan malam peduli itu juga diisi dengan pemutaran film dokumenter gempa yang diproduksi oleh Rangkiang Production (sebuah komunitas kreartif mahasiswa Minang di Mesir), pamaparan kondisi, informasi terkini dan dampak gempa di Ranah Minang oleh Ade Syafei yang kebetulan beberapa hari pasca gempa
tengah berada di Padang. Selain itu, diadakan juga muhasabah dipimpin Ustadz Aep Saepulloh Darusmanwiati, SAg Dipl.

Acara itu merupakan agenda puncak dari tim peduli gempa Sumbar. Sebelumnya, mereka juga telah menggalangan dana di berbagai pusat keramaian WNI di Mesir. Rencananya, tim masih akan terus mengoptimalkan penghimpunan dana sampai akhir Oktober 2009.

“Dipastikan jumlah dana yang telah masuk ke kas tim peduli akan terus bertambah. Karena, beberapa pihak yang ditargetklan oleh tim sebagai donatur masih dalam tahapan komunikasi,” kata Ketua Tim Peduli, Alnofiandri Dinar, Lc seperti dikutip dari pers relis yang diterima padangmedia.com, Kamis (15/10).

Hingga Kamis (14/10), tim telah berhasil menghimpun dana sejumlah 13.574. 20 LE + 9 SR + Rp 5500. Nominal itu, jika dirupiahkan bernilai sekitar Rp27 juta. Dana yang terkumpul diprioritaskan bagi para mahasiswa Minang di Mesir yang sanak keluargannya menjadi korban gempa di Sumbar.

sumber: padangmedia.com

Peresmian Rumah Gadang KMM Mesir

25 October 2009 at 1:13 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,
Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) Mesir, pada hari Sabtu, 11 Juli 2009 kemaren melaksanakan acara Silaturahmi warga Minang yang berada di Mesir dan sekaligus peresmian Rumah Daerah Sumatra Barat. Acara yang dilaksanakan di tepian kota Kairo di bilangan Tagamu` tersebut menyuguhkan tarian Gelombang untuk menyambut para tamu undangan dan rombongan yang hadir.Sebagai Informasi bahwa gedung yang diberi nama “MANAIAK RUMAH GADANG” ini selain berfungsi sebagai asrama mahasiswa juga sebagai pusat kegiatan warga KMM Mesir khususnya dan Mahasiswa Indonesia di Mesir pada umumnya. Karena kapasitasnya terbatas, maka asrama tersebut hanya diperuntukan bagi Mahasiswa Baru asal minang yang baru datang dan mahasiswa yang mempunyai masalah perekonomian.

 

Dalam acara yang dikemas dengan tema “Membina Generasi Rabbani, Menuju Masyarakat Madani” tersebut dihadiri oleh rombongan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat yaitu; Bpk. Leonardy Harmany, SIP. (Ketua DPRD Prov. Sumbar), Bpk. Muslim M. Yatim, Lc. (anggota DPRD Sumbar), Bpk. Dr. Bambang Istijono, ME. (Kepala Bappeda Sumbar), Bpk. Zul Evi Star, SH. (Kepala DPKD Sumbar), Bpk. Ir. Dudi Ruswandi, Ms.CE. (kepala Dinas Prasja Tarkim Sumbar) dan Bpk. Prof. Dr. Salmanadis , MA . (Ketua BAZ kota Padang).Dalam sambutannya, ketua DPRD Sumbar yang sekaligus meresmikan Rumah Gadang di Mesir tersebut berpesan kepada pelajar dan mahasiswa asal Minang agar memanfaatkan fasilitas berupa gedung asrama mahasiswa ini sebaik-baiknya. Beliau juga berpesan agar mahasiswa minang yang sedang belajar di al-Azhar untuk tidak salah arah dalam mempelajari dan memahami ilmu agama Islam. Karena dalam kurun terakhir ini, banyak sekali pelajar dan mahasiswa Islam di Sumatera Barat yang beraliran kurang benar, sehingga membingungkan masyarakat Minang di tanah air. Karena itulah, sedini mungkin mereka harus memahami budaya masyarakat Minang, karena masyarakat Minanglah yang akan menjadi medan dakwahnya kelak.

 

KBRI Kairo yang diwakili oleh Atase Pendidikan Bapak Dr. Sangidu, M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya RUMAH GADANG sebagai gedung kegiatan dan juga asrama bagi warga KMM di Mesir diharapkan bisa menjadi motivasi dalam meningkatkan prestasi akedemisnya. Karena seharusnyalah warga KMM mengimbangi Proposal rumah daerah yang telah terealisasi saat ini dengan suatu pemberian yang layak, belajar, berprestasi, lulus, kemudian membangun daerahnya. Hal ini dapat dipandang sebagai balasan atas jasa baik dari para pejabat di Sumatra Barat.

Sementara itu, saudara Okta Rizal Fiardi, Lc. selaku ketua KMM Mesir berharap dengan cairnya bantuan berupa pengadaan rumah daerah ini bukanlah akhir dari perhatian Pihak Pemprov. Sumatera Barat kepada mahasiswa Minang yang ada di Mesir, tetapi menjadi awal dari perhatian kepada warga KMM khususnya dan dunia pendidikan Islam pada umumnya.

Sumber: Dikbudcairo.org

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.