PROSES DI ATAS SEGALANYA

25 November 2010 at 10:36 am | Posted in AKHLAK, Gen 7, MOTIVASI, ORGANISASI | Leave a comment

Oleh: Musrida Arneili Lc.

Kejayaan Islam yang sedang kita nikmati sekarang bukanlah sebuah hadiah cuma-cuma dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada kekasih-Nya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sejarah menyatakan bahwa sang kekasih yang memiliki kedudukan mulia disisi-Nya baru Ia angkat menjadi seorang nabi ketika berumur 40 tahun, setelah terlebih dahulu melalui cobaan yang datang silih berganti demi untuk memantapkan keteguhan iman nabi-Nya. Mulai dari ujian ditinggal mati ayahandanya sejak masih dalam kandungan, kematian ibu ketika kecil dan hingga remaja pun masih sering berpindah tangan dalam pengasuhan, dihina, dicaci dan disakiti. Semua itu proses…
Al-Qur’an diturunkan sedikit demi sedikit, ditalqinkan, dibacakan kepada nabi-Nya selama lebih kurang 23 tahun. Andai Allah mau, pasti Dia bisa saja menjadikan kekasih-Nya itu bisa langsung hapal Al-Qur’an dan menjelaskannya kepada umatnya. Namun kenyataannya tidak! Beliau menerimanya selama bertahun-tahun dan penuh perjuangan. Lagi-lagi itu adalah proses…
Bumi dan langit serta isinya mengalami proses penciptaan dan penyempurnaan dalam kurun waktu 6 masa, sebagaimana dijelaskan dalam surat Fusshilat ayat 9-12 dan dalam surat Qaf ayat 38. Tak diragukan lagi bahwa sang Pemiliknya mampu menciptakannya -dari tiada menjadi ada- hanya dalam waktu sekejap saja,”kun fa yakun”. Namun Dia tak menginginkan hal itu, karena Dia yang Maha bijaksana lewat ayat ini ingin mengajarkan pada hamba-Nya tentang pentingnya arti sebuah proses.
Kesuksesan adalah hasil dari sebuah proses. Mau tak mau seseorang harus berteman dengan proses, sadar atau tidak mengabaikan sebuah proses adalah pintu menuju kekecewaan. Tak ada seorangpun mampu menunjukkan keberhasilannya tanpa melalui sebuah proses. Dan tentunya orang yang melalui proses yang berat dan panjang tentunya akan mendapatkan hasil yang jauh berbeda dibanding orang yang melakukan segala sesuatunya dengan serba instant.

Belakangan kita lihat banyak yang mengabaikan proses, mereka lebih berorientasi pada hasil. Inginnya instant, proses pendek tapi mengharap hasil maksimal. Jika setiap orang lebih mementingkan hasil daripada proses yang ada hanyalah kecendrungan untuk mencari jalan pintas, apalagi di zaman yang serba canggih seperti sekarang. Kriminalitas adalah salah satu akibat dari diabaikannya proses. Mereka ingin punya banyak harta tanpa mau menjalani proses usaha.
Sesuatu yang dihasilkan melalui proses tentu lebih bermutu dibandingkan hasil tanpa proses. Contohnya saja pisang. Pisang yang baru dipetik dan langsung dijual tentu harganya berbeda dengan yang telah diolah dengan tepung dan melalui beberapa proses hingga menjadi lemper. Dan tentunya lagi, pisang yang cuma diolesi tepung dan menjadi goreng pisang tak semahal pisang bakar coklat atau keju yang proses pembuatannya lebih rumit dengan tambahan bahan yang lebih mahal. Proses menentukan kualitas dari sebuah hasil. Semakin sulit, rumit, bahkan berat prosesnya tentu akan menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai.
Dalam keseharian sering kita dengar “Enaknya,,, yang dah wisuda en bentar lagi mo pulang dengan bawa Lc…”. Demikian komentar sang junior melihat keberhasilan seniornya. Dan ketika melihat teman yang sudah banyak hapalannya selalu ada yang bilang “asyik ya, bentar lagi dia khatam”. Begitulah yang sering kita hadapi dan lalui, cuma melihat hasil tanpa mau sedikit merenungi kilas balik perjuangannya. Terkadang banyak yang cuma sekedar berkomentar tanpa mau tahu proses panjang yang mereka lalui untuk menggapai kesuksesan itu. Jika kita hanya melihat hasil dari kesuksesan seseorang, berarti kita tidak sedang mulai mencontoh jejak langkah orang tersebut, melainkan sekedar memuji tanpa aksi nyata untuk ikut sukses di kemudian hari.

Proses panjang akan terasa sangat berat jika kita hanya berorientasi pada hasil akhir. Coba kita perhatikan ibu hamil 9 bulan yang kemana-mana harus bawa “genderang besar”, tentunya berbeda dengan kita yang tiba-tiba mau merasakan keadaan mereka dengan langsung mengikatkan sekantung beras dipinggang, karena mereka telah melewati proses panjang hingga menjadi sebuah kebiasaan yang dijalani dengan ikhlas. Satu poin penting lagi, proses apapun itu harus dijalani dengan sabar, ikhlas dan istimrar.
Nah kebetulan tema kali ini tentang Indo-Kairo-kuliah dan ujian, tentunya ini adalah sebuah rangkaian proses. Proses untuk menjadi seorang muslimah da’iyah yang dinanti kehadirannya oleh umat Islam di Indonesia -tanah air kita- terkhusus keluarga dan kerabat tercinta.
Jauh sebelum hari ini -hari penantian bagi yang mau pulang dan awal perjuangan bagi yang baru datang- kita semua telah mengawali proses itu. Tak ada kata terlambat untuk mampu menjadi yang terbaik demi mereka yang selalu menanti kedatangan kita.

So, hendaknya kita semua selalu tajdid niat untuk menikmati sebuah proses dan bukan sekedar hasil. Kembali hadirkan di depan kita target-target yang telah kita rancang kemaren dan berikan haknya berupa pelaksanaan. Kalo yang mau instant, bersiap-siaplah untuk kecewa suatu saat nanti. Dan bagi yang iltizam, tetaplah istiqamah dan penuh semangat! Wallahu musta’an…

Advertisements

Ta’aruf MABA dan Grand Opening Kegiatan Al Makki Term 1

25 November 2010 at 7:50 am | Posted in ORGANISASI, UKHUWAH | Leave a comment

by: admin

Senin 24 Oktober 2010 pukul 16.00 clt Fs Al-Makki mengadakan Grand Opening kegiatan term 1 serta Ta’aruf Maba (mahasiswa baru) Universitas Al-Azhar Kairo tahun 2010/2011. Selain memperkenalkan 18 orang mahasiswa baru alumni MAN Kotobaru Padang Panjang (16 putra dan 2 putri), Al-Makki juga mengundang generasi pertama alumni pesantren Ar-Risalah Padang yang juga baru menginjakkan kaki di bumi Kinanah, Mesir.

Acara yang diadakan di sekretariat Al-Makki ini mengangkat tema “Sambut Laskar Pemimpi Dengan Meretas Silatulaturahmi”. Tausiyah disampaikan dengan bahasa Arab Fushah oleh Ust. Hafiz Muhammad Al-Afgani, sarjana hadits Universtitas Al-Azhar berkebangsaan Afganistan. Beliau memotivasi seluruh peserta agar semangat menuntut ilmu dan berjuang menaklukkan segala rintangan internal maupun eksternal di bumi para Nabi ini. Tak hanya pemaparan Al-Quran dan Hadis yang beliau ulas, tapi dibarengi dengan berbagai contoh ketekukan dan kesabaran para ulama terdahulu dalam perjuangan menuntut ilmu. Antusiasme 70 lebih anggota yang hadir terlihat jelas, apalagi ketika berkali-kali ditanyakan: “aina nahnu minhum?” (dinama posisi kita dibanding mereka –para ulama tersebut).

Sosialisasi kegiatan Al-Makki 2010-2011 disampaikan ketua Al-Makki baru, Taufiq Hidayat Nazar dan dilanjutkan dengan perkenalan seluruh peserta yang hadir dengan para mahasiswa baru. Sementara itu, Almakkiyat juga mengadakan ta’aruf dengan maba putri di ruangan terpisah, serta mensosialisasikan program Almakkiyat term 1 yaitu (1) Workshop Tafsir-Hadis, (2) Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah dan (3) Kajian Fakultatif (memakai format yang sama dengan diskusi ilmiah periode lalu, namun tahun ini bekerjasama dengan Bundo Kanduang KMM Mesir dan Ikathiyah Mesir). Pengurus Almakkiyat periode ini adalah Sari Husna, Ervyta Sari dan Rike Veronisa.

Sebelum acara ditutup panitia menghidangkan mie ayam spesial, menambah kehangatan suasana ukhuwah di awal musim dingin kota Kairo yang selalu cerah.

SELAMAT IDUL FITRI 1431 H

10 September 2010 at 12:37 am | Posted in ORGANISASI, UKHUWAH | 1 Comment

Penutupan Program Almakkiyat 2009-2010

31 August 2010 at 12:15 pm | Posted in Gen 9, KEGIATAN, Uncategorized | 1 Comment
Tags: , , ,

By: Lina Rizqi Utami

Bismillahirrahmanirrahim.

Seiring berjalannya waktu, berputarnya bumi pada poros dengan ketentuan-Nya, mengalirnya riak air tak henti henti, dan alam tetap pada kepasrahannya menjalankan titah Sang Pencipta, maka Qadarullah pun menetapkan berakhirnya periode masa bakti kepengurusan Al Makkiyat 2009/2010 dengan koordinator ustazah Reni Rahmawati.
Sabtu, 28/8/2010 menjadi saksi berakhirnya kegiatan Almakkiyat periode 2009/2010 sekaligus silaturrahmi akbar anggota Al makkiyat dengan suguhan acara yang menarik. Acara dilaksanakan di rumah salah satu grand senior Al makkiyat yaitu ustazah Dwi Sukmanila Sayska bertempat di Saqor Quraisy. Acara ini dimulai pada jam 16.15 WK, yang di bawakan oleh Lina Rizqi Utami. Kemudian setelah beberapa kata sambutan dari sohibul bait sekaligus penjamu kami pada malam itu dan koordinator Almakkiyat, acara di meriahkan dengan adanya doorprize dari pengurus.

Terbukti para hadirin sangat antusias menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut dengan menipisnya hadiah yang telah disiapkan. Pertanyaan itu seputar pembahasan kajian Tafsir Hadis Almakkiyat, ke KMM_an, hafalan Al-qur’an dan pertanyaan2 umum. Acara selanjutnya cerdas cermat tuhfatul atfal yang sebenarnya diikuti oleh 3 peserta, tetapi yang siap diujikan adalah 2 peserta. Sesi ini dimenangkan oleh ustazah Elvi Rahmi.
Acara di pending beberapa jam karena azan telah berkumandang. Hidangan yang telah tersedia menjadi penyegar kerongkongan, dan penghilang rasa lapar setelah menahan diri dari lapar dan haus selama sehari penuh. Es bandung buah, Pargedel jagung, dan kue dorayaki chocolatah menjadi menu buka puasa yang disiapkan oleh pengurus sekaligus sohibul bait. Setelah bersantap ria, maka Salat maghrib berjamaah pun segera ditunaikan dan sesudahnya makanan berat siap untuk disantap dengan menu nasi sup daging special dan sambalado mantap.
Setelah berehat sejenak, acara disambung dengan doorprize dadakan karena hadiah tinggal satu buah. Pertanyaan dari pembawa acara dijawab oleh ustazah Kemala Dewi sebagai penunjuk pertama. Kemudian acara terakhir sekaligus penutup, yaitu pembagian sertifikat kepada para pemakalah kajian tafsir hadits Al makkiyat, sekaligus pembagian sertifikat kepada peserta terbaik khat riq’ah yaitu ustazah Desri Ningsih, dan ustazah Regita Asy Syifa. Acara ditutup dengan foto bareng dan pembacaan do’a kafaratul majlis

Perjalanan menuju Port Said (Rihlah II Almakki & Almakkiyat)

21 August 2010 at 9:25 am | Posted in Gen 5, KEGIATAN, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

oleh: Reni Rahmawati

Uni2, kawan2…masih ingat g’ kenangan rihlah kita ke Portsaid…??
Kira-kira dah bikin report lom buat si diary? Bagi yang udah, bolehlah baca lagi tulisan sederhana ini untuk mengingat-ingat kembali perjalanan kita. hmmm…bagi yang belum, ahlan kopi pes aja tulisan ini tuk melengkapi diary mu.

Rabu, 4 agustus 2009 adalah hari bersejarah bagi Almakki dan Almakkiyat. Satu-satunya kenangan indah bagi kita semua dengan adanya rihlah perdana ke luar kota, yaitu Port Said. Ini adalah rihlah Almakki kedua (periode 2009-2010).Rihlah awal Almakki adalah ke hadiqah yang merupakan rihlah langganan meregenenasi bagi Almakki dari tahun ke tahun. Tidak bisa dipungkuri, kita tinggal ditengah gurun pasir dan jarang sekali melihat tumbuhan hijau dan asri. Makanya rihlah ke hadiqah sangat urgen bagi kita semua.

Peserta rihlah kali ini bukan hanya anggota Almakki aja, ternyata anggota lainpun ikut bergabung demi memeriahkan suasana rihlah.

Kira-kira pukul 2 pagi, kita berangkat menuju Port Said. Kota ini berada tepat diperbatasan benua Asia dan Afrika. Ceritanya, porsaid ini merupakan kawan kamp kerja dibangun tahun 1859 oleh Said Pasha untuk menampung para pekerja di terusan Suez. Nah, dari nama Said Pasha inilah kota ini dinamakan “Port Said” (pelabuhan Said) sampai abad 19. Selain itu, Port Said sebagai pelabuhan terpenting dimana angkatan laut mesir berpusat. Dan juga daerah persengketaan Mesir dengan Israel sejak tahun 1956, namun dapat dipertahankan Mesir hingga meraih kemenangan dalam perang oktober 1973. wah, hebat ya Mesir….!! Sehingga sampai saat ini, kota ini banyak mengalami pembangunan di segala bidang. Dan yang pastinya, menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Mesir di musim panas, terkhusus kita nih sebagai turis, mahasiswa asing yang tinggal di lingkungan masyarakat Mesir.

Kira-kira pukul 5, alhamdulillah kita sampai ke Port Said, kemudian menyebrangi terusan Suez, yang dikenal dengan penyebrangan Ma’diyah. Udara segar mengisi suasana pagi itu. Semua mata tertegun dan terpesona dikala mamandang dan menikmati indahnya pemandangan dikala pagi yang cerah. Setelah kapal berhenti, kemudian kita menuju mesjid yang berdiri kokoh dan megah, tidak jauh dari tempat pemberhentian kapal, namanya mesjid Mujamma’ Kabir. Masih ingat kan..?? Mesjid ini ada keunikan tersendiri,lho. Temen-teman bisa temukan bangunan ini persis sama dan mirip dengan mesjid Nur di Abbasiyah dan juga mesjid yang di Ismailiyah. Katanya pembangunan mesjid ini dibangun dengan arsitek yang sama dan masa yang juga sama. Kalo ga’ percaya telurusuri aja sebagai bahan penelitian…. Nah, disitulah mesjid tempat kita shalat shubuh.

Ternyata, kita mengadakan perjalanan tidak hanya sekedar rihlah, tapi kita juga bisa ketemu uni leli yang domisili di sana…,,

Setelah itu langsung ke pantai, pembukaan di handel langsung dengan kata-kata sambutan dari ketua Almakki dan beberapa senior Almakki. Kemudian, kita Almakkiyat bikin acara yang spesial tuk kita buat kita-kita aja. Canda tawa mulai berhamburan, ketika ni dwi dan dila sebagai PeJe acara memulai simulasi dan games yang fun dan edukatif di depan pantai. Ami, sebagai ketua panitia akhwat, juga ikut berpartisipasi sebagai peserta simulasi. Di akhir pemainan, dilanjutkan dengan tabadul hadaya alias tukar kado dengan hadiah yang unik dan menarik.

Kemudian siangnya, kita menuju Museum Militer (Mathaf Harbi). Museum ini adalah tempat bersejarah, kenapa? Karena menyimpan persenjataan yang pernah dipakai dalam peperanagn masa Fir’aun dan Islam. Bayangkan, peralatan yang kita amati saat itu adalah peralatan masa perang tahun 1967 dan 1973. Wow,, kuno abizzz…

Sorenya, acara bebas sampai menjelang magrib. Ada yang istirahat di mesjid Syathi’ yang posisinya tepat di belakang museum tadi. Mesjid yang megah, nyaman dan bersih posisinya dekat dengan pantai Kornesy sehingga ada sebagian yang melepaskan penat seharian disana. Dan di depan museum ini, jalan lurus ke depannya ada pusat perbelanjaan yang luas, namanya suq Libiya. Inilah pasar bebas (suq hurrah), yang dimiliki kota ini yang sesuai dengan letaknya di jalur ekspor impor. Semua ada disini, mau baju, sepatu dan berbagai peralatan dapur pun ada. Made in Indonesia pun juga ada lho, seperti baju batik. Jadi ga’ heran, selain tempat wisata sekaligus berbelanja, apalagi untuk persiapan musim dingin. Masih ada lagi pasar yang belum kita kunjungi, seperti pasar Tujari dan Hamidi. Pasar ini juga luas, dengan menampilkan harga standar dan kualitas yang ok.

Acara penutupan di pantai Kornesy, letaknya dibelakang museum Militer tadi, sambil menikmati udara sore dan indahnya sunset. Disinilah pembagain hadiah bagi para pemenang simulasi dan games.

Saatnya pulang menuju Kairo…..
Setelah sholat Maqrib, kita beranjak menuju Kairo. Suasana hening dan diam di mobil. Ternyata semua pada terlelap pulas. Kita sampai pukul 1.30 pagi di Madrasah.

Perjalanan seharian penuh yang panjang dan mengesankan, akan jadi kenangan yang tidak terlupakan nantinya….
Loving you Almakkiyat…
إذا لـم تـجـمـعـنـا الأيـام جـمـعـتـنـا الذكـريـات
وإذا العـيـن لـم تـراك فـالقـلـب لـن يـنـسـاك

Silaturrahim relawan KISPA dengan mahasiwa Minang di Mesir

11 August 2010 at 4:06 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Sambil mengisi waktu keluarnya izin masuk Gaza oleh state security dari pemerintah Mesir, pada hari Senin, 9 Agustus 2010, tepatnya ba’da Maghrib waktu Kairo, Relawan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) berkunjung dan bersilaturrahim dengan mahasiswa Minangkabau di kantor KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau), Block 502 Complex Emarat 1st Settlement New Cairo Helwan, Mesir.

Ust. Ferry Nur menjelaskan pengalamannya di Mavi Marmara

Dalam kunjungan silaturrahim tersebut, Relawan KISPA yang terdiri dari Ust. Ferry Nur, Ust. Muhendri Muchtar, Andi Syaifuddin, Agus Daroesman yang didampingi Muhammad Syarif, Mahasiswa Indonesia di Mesir, disambut oleh Alnofiandri Dinar, Lc, yang merupakan putra X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumbar dan Afdhalul Syukri, Direktur Badan Pengelola Rumah Gadang KMM Mesir.

Setelah Shalat Maghrib berjama’ah, acara silaturrahim dibuka oleh ketua KMM Mesir periode 2010 – 2011, Alnofiandri Dinar, Lc,  kemudian dilanjutkan dengan serita dan penjelasan oleh ustadz. Ferry Nur perihal alasan mengapa mengikuti misi kemanusiaan armada Freedom Flotilla serta persiapan dan kegiatan yang dilakukan oleh KISPA selama berada di Turki dan juga dalam perjalanan menuju Gaza diatas kapal Mavi Marmara.

Perjalanan relawan KISPA dimulai dari pelabuhan di Istanbul kemudian Antalya menuju Gaza. Ustadz. Ferry Nur juga menjelaskan kejadian demi kejadian yang dialami selama berada diatas kapal Mavi Marmara, serta adanya sebuah ikatan ukhwah yang kuat diantara para relawan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, negara dan agama. Namun di dalam kapal Mavi Marmara hanya ada satu komando, yaitu dari IHH sebagai penyelanggara Vivapalestina ke 4.

Ustadz. Ferry Nur juga menggambarkan betapa kejinya tentara Israel yang telah menjarah kapal Mavi Marmara, semua peralatan elektronik yang dibawa hilang diambil oleh Zionis Israel, namun Allah masih memberikan perlindungan serta menunjukkan betapa kuasanya Allah Swt, karena pada saat di dalam seorang sipir penjara memaggilnya dan menyerahkan kembali dana amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Ust. Muhendri saat menjelaskan pengalamannya

Pada pembicaraan kedua ustadz. Muhendri Muchtar yang juga merupakan salah seorang relawan KISPA menjelaskan pengalaman yang dialaminya atas kekejian Zionis Israel selama berada di kapal Mavi Marmara dan juga pada saat mengalami interogasi yang dilakukan oleh tentara zionis Israel.

Ustadz. Muhendri juga menyampaikan beberapa pengalaman relawan KISPA lainnya yang juga mengalami pelecehan, ini sudah menunjukkan betapa sombongnya Zionis Israel, namun disisi lain mereka juga pengecut kalau melihat orang yang diinterogasi memiliki kepercayaan diri yang tinggi seperti yang dialami oleh Hardjito tambah Muhendri.

Sebelum acara berakhir, diadakan sesi tanya jawab, diantara peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi, terlihat begitu antusias mendengar penjelasan pengalaman relawan Freedom Flotilla.

Para mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus GazaPara mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus Gaza

Foto bersama KMM Mesir
Foto bersama KMM Mesir

Acara ditutup oleh ketua KMM Mesir dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pada kesempatan tersebut juga penulis buku Mavi Marmara Menembus Gaza, Ustadz. Ferry Nur membubuhkan tanda tangan pada buku yang diperoleh oleh para mahasiswa dan mahasiswi serta melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. (KISPA/aa/fn)

Successful Career Through IELTS Qualifications

1 August 2010 at 11:47 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, KEGIATAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

PPMI is an association which combines most activities concerning intellectual and organizational needs of Indonesian students in Egypt. PPMI also facilitates a couple of programs which concerns development capabilities and student qualifications. Nowadays, it has introduced “IELTS Preparation Course” supported by Language Community (PII), WIHDAH-PPMI, PMIK, SIC and also KBRI. The participants of the course insist of 23 students that has been implemented during 8 sessions, as for beginning at PMIK and the next occasions at SIC (Sekolah Indonesia Cairo) in Dokki. The class starts from 4 pm until 8 pm. We have attended it 3 times a week for almost about three weeks since March until the last week of April taught by the keynote speaker from Argentina, Mrs. Regina Calcagno.

What is IELTS?

IELTS is an abbreviation of International English Language Testing System; this course has become a source to improve the capability for English learners. It is quite well-known that IELTS are managed in co-operation with the University of Cambridge ESOL Examinations (Cambridge ESOL), British Council and IDP: IELTS Australia.

Therefore IELTS has become world recognized compatible towards the high international standards of language assessment. Furthermore, it is designed to access the language ability of candidates who wish to study or work as professional career, immigration authorities and other government agencies where English is preferred as the language of communication or may also be a means for those who wish to know their level for career purposes.

Certainly, IELTS mandatory for non-native students for studying in nations where English as a language communication. In generally, IELTS is more recognized by British and Commonwealth institution, but the TOEFL is more recognized by universities in the USA and a couple of European countries right now.  However, nowadays both of them recognized everywhere. Anyway, there are some universities still require the TOEFL, but the IELTS is growing rapidly. Its means that many Universities in UK, Australia, New Zealand and Canada uses, the IELTS as the main barometer for English users. Without IELTS qualifications, may not be granted there and will be unheard of.

The examination conducted by the British Council and also some institutes runs short courses which are to prepare for IELTS. There is no fixed pass mark in IELTS. The score, below Band 6 is too low and above 6.5 is accepted as a good score. And the examination is just held thrice, once a month. And the IELTS is not recommended for candidates under the age of 16.

IELTS test is designed by in two formats -Academic and General Training. Academic is suitable for students who wish to enter an undergraduate or postgraduate study programme. Mean while General Training is suitable for candidates planning to undertake non-academic training, work experience, or for immigration purposes.

All candidates take the same modules which consist of Listening & Speaking, while Reading & Writing are separate for Academic and General Training. So it comprises the four language skills: listening, reading, writing and speaking which are relevant to the real world.

IELTS and TOEFL are very similar, the main difference is that IELTS uses a face to face interview to know speaking ability, while the TOEFL is entirely computer based.

As participants of “IELTS Preparation Course” we have obtained more tips and tricks from Mrs. Regina Calcagno directly. For instance, she has taught us effective exam techniques in listening, reading, writing and speaking.

In the listening module, we hear the conversation for about two minutes and we will hear it only once. She suggested us to imagine the situation and common sense in language by our selves. When listening was on, the answers on the recording always appear in the same order as the question. uhh.., it was a big trouble to understand hard as I felt before.

In the reading module, will take 60 minutes, so we have to be able to skim and scan quickly because it will help to save our time.

And then in the writing module, she taught us methods and strategies for successfully completing the integrated words and how to be independent writing skills.

And the last one, in the speaking module, she advised to talk confidently because when we are nervous, we may lose our place and it is the most significant how to imagine the topics when interview and always keep speaking.  Certainly, we have to evaluate on fluency and coherence, range of vocabulary, grammatical range and accuracy and also pronunciation.

And some interest techniques I got at that time about; using words or expressions like actually, well, it depends, Mmm…, or but, it will make more natural when speaking, and then using words like anyway, so, and well to change direction when talking to a new topic. That’s sound very interested me, when Mrs. Regina explained all of these things. In addition, she tough us not every question answered by Yes or No. In fact, for answering “yes, I do”, the best way we may try to “explain” it more. Otherwise, when answer of the question by using word “no, I do not”, it is will be better by using expression like: “actually, no”. If answered by saying “no” directly, so that was sound rather rude and did not make a sense.

Surely, IELTS preparation is suitable for:

1.  Students who wish to enter university in a native English speaking country.

2. Students who need an internationally recognized English qualification for their profession.

3.  Students who want better opportunities for future employment.

4. Students who are serious about improving all areas of their English and gaining a highly respected English qualification.

By taking an IELTS qualification will give us opportunities thought international education and employment. Accompanying an IELTS test will be guaranteed to show our ability to communicate in English. And furthermore, it supports us to be success in the future. Pass the IELTS and get education and success in career can provide us the security, independence and financial rewards.  And also get the satisfaction of quality education and have team-works with other professionals. May be one of us be a lecturer, scholar (ustadz), or property big company who has qualification in English. That’s wonderful..!!

That’s way, I think PPMI and other supporting hold “IELTS Preparation Course” to increase our capabilities and qualifications as an overseas student of al-Azhar University in Egypt. In order to develop ability in compete with another students in this world. Not only capabilities in Arabic or Ammeyah but also in English. As an object which has standard of qualities to communicate in speaking one comment language and I am sure PPMI also gives us all of awareness how important IELTS preparation before measure.

Of course, all of us know that English is the first rank and the most fluently spoken language around the world. By way of English language it will indeed open the doors of opportunities by opening the rest of the world to us. We can across the world without the fear of being scared and worried; in a sense the world becomes closer and small town. Of course, by using English will make a profit for our future such as tool in giving dakwah or giving better understanding about Islam in western world, on top of that will help our career. That’s very lucky, we are here as a student at al-Azhar University has ability in Arabic, Ammeyah (Egyptian) language, and it is indeed necessary for us to improve our skill in English language more and more. Consequently, we should learn to do everything by knowledge, as the world will be opened for us.

Written by:  Reni Rahmawati

Participants of “IELTS Preparation Course”

Published in buletin “SUARA PPMI”

Edisi V Jumadil Tsani 1431 H/Mei 2010

GAGASAN MERUNUTKAN AL-QUR`AN SECARA KRONOLOGIS

18 July 2010 at 3:53 pm | Posted in Gen 6, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Oleh: Ainul Zikra Lc

Jum`at yang cerah, permulaan musim semi 2 april 2010,  akhirnya kajian dwi mingguan terlaksana,  walaupun  kajiannya sempat mundur satu hari dari hari yang ditetapkan, tapi alhamdulillah kajian tetap berlangsung dengan khidmat. Kajian kali ini  dipresentasikan oleh Alfi Rahmi yang sedang menempuh program s1 tingkat 3 tafsir, dan Faizah Jamili lc.  Kajian yang di moderatori oleh Widya ini bertempat di rumah ummu Wafiyah di madrasah.  Kajian ini berlangsung dari pukul 11 sampai pukul 2 siang,  panasnya hari itu tidak menyurutkan semangat Al-makkiyat ikut serta dalam kajian ini,  walaupun bertempat di sutuah.

Pada kesempatan kali ini,  pemakalah memaparkan tentang jawaban dari gagasan merunutkan Al quran secara kronologis,  yang artinya mengurutkan surat-surat Al quran berdasarkan waktu turunnya dan bukan seperti susunan yang kita lihat pada saat ini. Gagasan ini di di serukan oleh seorang penulis yang bekerja di Kementerian Hukum di Mesir yang bernama Yusuf Rasyid. Dan tulisan ini di tentang dan dijawab oleh Muhammad Abdullah Darraz dalam bukunya Hashadul Qalam.

Pemakalah membagi makalah ini menjadi dua bagian pembahasan,  yang pertama : menjawab dan mendiskusikan gagasan yang di lemparkan oleh Yusuf Rasyid tersebut. Beliau melontarkan beberapa syubhat,  diantaranya beliau mengatakan bahwa susunan Al quran seperti yang ada pada saat ini sangat membingungkan dan mengganggu sistematika pemikiran dan menghilangkan manfaat dari hikmah penurunan Al quran secara berangsur angsur, oleh karena itu hendaknya menyusun Al quran berdasarkan turunnya yaitu surat makkiyah di letakkan berdampingan dengan surat makkiyah, begitu juga surat madaniyyah hendaknya diletakkan berdampingan surat madaniyyah.  Syubhat ini di jawab oleh pemakalah yang di ambil dari berbagai referensi yaitu susunan surat-surat Al quran pada saat ini adalah bersifat tawqifi yaitu datangnya dari Allah dan bukan melalui ijtihad dari sahabat,  maka susunan tersebut tidak boleh di ganggu gugat. Dan penulis itu menerima bahwa dalam satu surat saja boleh jadi mengandung ayat-ayat makkiyah sekaligus madaniyah, kenapa ia tidak bisa menerima bergandengnya dua surat yang berbeda sifatnya, padahal secara logika bergandengannya dua tubuh yang saling berbeda jauh lebih ringan daripada  terdapatnya parsial-parsial yang asing dan sangat berbeda dalam satu tubuh.

Kemudian syubhat selanjutnya yang beliau lontarkan adalah susunan sekarang ini tidak sejalan dengan hikmah tasyri`,benarkah?.

Syubhat ini juga dijawab oleh pemakalah bahwa kritikan ini hanya bersifat teoritis yang tidak memiliki dasar praktis,  dan ini juga menunjukkan bahwa pelontar syubhat lengah terhadap dua sisi pandang yang sangat berbeda. pertama: maqam tanzil dan ta`lim,  dan kedua : maqam tadwin dan tartil.  Maqam tanzil dan ta`li artinya sisi pandang yang lebih menitik beratkan pada kondisi yang mengharuskan diturunkannya wahyu guna mengajarkan manusia kepada yang benar dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.  Sementara maqam tadwin dan tartil artinya sisi pandang yang lebih menfokuskan pada masalah kodifikasi Al quran untuk di baca dan menjadi kitab yang kekal sepanjang zaman serta pegangan bagi umat  manusia sampai hari kiamat nanti.

Pembahasan yang kedua adalah apakah al quran itu besifat tawqifi atau tawfiqi?  Yang dimaksud dengan tawqifi disini adalah susunan  yang telah di tetapkan oleh Allah atau berdasarkan wahyu,  sedangkan yang dimaksud dengan tawfiqi adalah sesuatu yang di tetapkan berdasarkan ijtihad sahabat.  Disini para ulama juga berbeda pendapat dengan memegang berbagai dalil,  yang akhirnya dua pendapat ini ditarjih lagi yaitu al quran itu bersifat tawqifi.

Pemakalah mempresentasikan makalahnya yang berjudul gagasan merunutkan Al quran secara kronologis dan berjumlah 14 halaman ini selama lebih kurang dari 1 jam. Setelah itu di buka sesi tanya jawab,  yang mana peserta kajian sangat antusias dalam sesi ini sehingga hampir seluruh peserta mengajukan pertanyaan dan masukan masukan. Diantaranya ni Dwi memberi usulan untuk menambah kata: “menjawab” di judul makalah agar dipahami bahwa makalah ini bukan mendukung gagasan merunutkan Al quran secara kronologis. Dan juga makalah ini sebaiknya di bagi menjadi 3 bab yaitu,  pendahuluan,  isi, dan penutup serta beberapa masukan lainnya.

Setelah sesi tanya jawab selesai akhirnya selesai juga kajian yang ke-6 itu. Diskusi kali ini memakan waktu lebih kurang 3 jam. Di akhir acara ummu wafiyah menghidangkan kue bolu coklat special..:Subhanallah..acok acok se lah mode ko yo ummu wafi 🙂

Untuk sementara kajian Al makkiyat dicukupkan sampai disini berhubung ujian telah dekat,  selamat menempuh ujian teman-teman semua, mudah-mudahan Allah memberikan nilai yang terbaik.amin…insya Allah kajian akan dilanjutkan kembali setelah dunsanak sadonyo selesai menghadapi ujian termen 2 ini. Don`t miss it..Semangaik  taruih !!!!! 🙂

Try Out & Talk Show PPMI

30 April 2010 at 4:23 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Dalam rangka penutupan kegiatan mahasiswa dan persiapan jelang ujian term II al Azhar yang akan dihelat bulan juni mendatang, PPMI bersama Wihdah, Asy-Syatibi Center dan Senat Mahasiswa serta dukungan dari KBRI Cairo mengadakan Try Out dan Talk Show Motivasi pada hari Senen, 26 April 2010. Acara yang dihelat di Auditorium Shalah Kamil Universitas Al Azhar tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta.

Dubes RI, AM. Fachir dalam sambutannya menegaskan bahwa KBRI Cairo sebagai perwakilan pemerintah Indonesia dan penyambung lidah rakyat memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Beliau berharap, mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan akomodasi yang telah KBRI sediakan, diantaranya Fushul Taqwiyah dan kampus Al-Qur’an.

Acara yang dimulai pada 10.00 Clt. dan berakhir pada 20.00 Clt. tersebut dibagi menjadi 4 agenda. Agenda pertama yaitu Try Out ujian yang untuk mahasiswa dan mahasiswi tingkat I pada pelajaran tertentu  di setiap fakultas. Adapun agenda kedua yang dilaksanakan setelah shalat Dhuhur diisi dengan Talk Show motivasi belajar dengan tema “Mahasiswa Berprestasi Bukan Hanya Mimpi” yang disampaikan oleh Jamaludin A. Khaliq, MA., Mulyadi dan Nikmah Mawaddati.

Menginjak agenda ketiga, yaitu Kuliah Umum Bilingual bersama Prof. Dr. M. Zaki Usman dengan tema “Jalan Menuju Kesuksesan”. Dalam pemarannya, mantan Dekan Fakultas Da’wah wa Tsaqafah Universitas Al Azhar tersebut dalam menyampaikan bahwa seorang pencari ilmu akan sesat jika tidak didampingi oleh seorang guru, bahkan Nabi Muhammad pun membutuhkan tuntunan Jibril dalam memahami firman-firman Allah SWT. masih dalam kesempatan yang sama, Ia berpesan kepada mahasiswa generasi Islam untuk agar mampu mengatur waktu sebaik-baiknya yang ia tuturkan dalam kalimat “invest your time, before invest your money”.

Adapun Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) menjadi agenda penutup rangkaian acara yang dikemas dalam tema “Menggelorakan Semangat Rabbani dalam Pribadi Islami” tersebut. Dr. Fadlolan Musyafa, MA., koordinator I-4 Timur Tengah yang menjadi pemeran utama sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa dengan berdirinya I-4 yang beranggotakan para ilmuwan Indonesia dari universitas-unversitas terkemuka di dunia mampu memperbaiki dan memberikan solusi kongkrit terhadap pelbagai permasalahan yang ada di tanah air.

Selain keempat agenda tersebut, juga dilaksanakan penguman berikut penganugrahan terhadap peserta terbaik Kampus Al Quran, Try Out dan Preparation For IELTS.

Juga untuk memeriahkan kegiatan multi agenda tersebut ditampilkan hiburan oleh Grup Nasyid Dai Nada dan Grup Marawis Keluaga Pelajar Jakarta.

dikbudcairo.org

Come and Talk Together at AEC

16 April 2010 at 9:21 pm | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, KEGIATAN | 6 Comments
Tags: , ,

Talking and talking much without shyness and embarrassment can be necessary to improve our ability in speaking especially in English. Do you know why? Because, language is like a river it flows into the sea fluently. If you found much rubbish on the river, the stream’s flow will be clogged, which of course can be the cause of flood-stricken. Which can be said the same for languages, if you stop speaking by clogging your mouth and keeping silence the words will be difficult to come out from your mouth. Believe it!

How important is English? English is the most fluently spoken language around the world. If we have the ability to speak English it will indeed open the doors of opportunities by opening the rest of the world to you. In a sense the world becomes much closer and access able by traveling and understanding the culture and language of others around the world and the only way to communicate is by speaking one comment language which most likely will be ENGLISH. So in a way the world becomes a small town. We can go around the world without the fear of being scared or worried. With that said we can also use the English language as a tool in giving dakwah and giving better understanding about Islam to the western world. The ability to communicate in English has many advantages so as well as being able to speak Arabic Fushah (Standard Modern Arabic Language) and Amiyah (Egyptian) language, it is indeed necessary for us to improve our skills in the English language more and more.

Almakki English Club (AEC) is designed to solve our problem in the English language. This club is operated by Mr. Fitrian Kadir (the chief of Almakki) directly. Alhamdulillah, thanks due to Allah AEC is been running for almost 2 years now and it’s still going strong until right now. AEC is here and help who want to make a change and learn a new language. Also make you realize your abilities and skills and in return AEC offers great deal of help and supports to each one of us. With AEC can encourage, study and talk together confidently, because all of us are on the same path. It is a fun way of learning and making friends and if one has the motivation and energy to learn insha Allah you will be successful. Just remember to never despair and always be optimistic because if Allah intends good for a person, He grants him a great understanding and indeed Glory is not granted except to those who always dreamed of it.

As you know that our motto is: ”You are nothing without speaking”. So make a change in your life and start speaking from today by speaking loud and with confidence without any shyness!!!!…  but do start  with a cup of  syai first … ( tea)

AEC is one of Almakki’s most successful program to help communicate in English. About how the system runs it depends on us and what works best for us. But right now we have changed to another system. Here is an example of one of our members who recently presented his/her simple article and then discuss it further in a debate fashion. We notice that when debating is on the language comes out more spontaneously and instantly. We will post their article soon, insha Allah.

It is a great honor for us because not just Almakki’s members join in AEC, even thought Mr. Irfan Prima Putra (the chief of language community in Cairo), and also Mr. Akhrie Ramadayanto (the chief of IKATH), and some of IKATH’s member also come and join with us. Let’s come and talk together, it is your big opportunity right now because alfurshah la ta’ti marratan ukhra….

Good luck Almakki…..^_^

Written by: Reni Rahmawati  (the chief of Almakkiyat)

Kajian Fiqh: METODOLOGI PEMAHAMAN FIQIH KONTEMPORER

10 April 2010 at 4:38 pm | Posted in FIQH KONTEMPORER, Gen 8, KEGIATAN, Uncategorized | 3 Comments
Tags: , , ,

Oleh: Mukrima*

Setelah beberapa kali Almakkiyat menghadirkan kajian yang berhubungan dengan Ushuluddin, sekarang Almakkiyat hadir dalam kajian khusus tentang masalah Fiqh dengan tema Metodologi Pemahaman Fiqih Kontemporer. Kajian yang diselenggarakan Maret 2010 silam ini disampaikan Ust. Al Fakhri, Lc. Dipl dan dimoderatori oleh Fadhilah Is. Bertempat di sekretariat FS Almakki, Madrasah-Distrik 10, Nasr City, Kairo. Selain menyertakan makalah, pemateri juga menampilkan slide power point untuk mendukung pemaparan.

Tema Fiqh Kontemporer ini sengaja diangkat Almakkiyat mengingat semakin hari kemajuan teknologi dunia berkembang semakin pesat. Apakah itu di dunia informasi, tranportasi, medis, dan lain-lain.

Yang pasti akan banyak tanda tanya besar bagi masing-masing kita, saat dihadapkan dengan berbagai kemajuan di era modernisasi ini dan tinjauannya dalam kaca mata syari`at. Meskipun teknologi memudahkan manusia dalam beraktivitas dan memberikan solusi dalam menghadapi perkembangan zaman, tetapi di sisi lain banyak hal-hal baru yang bahkan sama sekali tidak pernah ditemukan pada masa Rasulullah saw. So, seiring berkembangnya teknologi di era modern ini, kita sebagai penuntut ilmu tidak akan pernah terlepas dari berbagai tanda tanya bagaimanakah persepsi syari`at Islam tentang masalah-masalah kontemporer. Karena sampai kapanpun syari`at selalu mencakup seluruh sisi kehidupan manusia dan satupun perbuatan manusia tidak bisa terlepas dari syari`at.

Makalah yang disampaikan mengupas bagaimana metodologi dalam memahami masalah fiqih kontemporer dan menentukan hukum dari satu permasalahan. Untuk mendatangkan hukum dalam suatu permasalahan kontemporer, kita tidak bisa langsung memtuskan dengan mudah bahwa ini halal dan itu haram. Terutama di era modernisasi ini. Tentunya ada beberapa metodologi  yang harus kita ketahui.

Disini disebutkan bahwa kemajuan dan perkembangan zaman terbagi menjadi dua hal yaitu kemajuan yang berhubungan langsung dengan hukum Islam dan yang tidak berhubungan langsung. Dan fiqih itu sendiri ada yang dikenal dengan al-fiqh an-nazilah yang mana permasalahan fiqih disini mempunyai domain yang lebih luas dari yang ada pada masa Rasulullah saw. Adapun alfiqh al-mu`ashirah yang kita kenal memilki cakupan yang lebih sempit dimana permasalahan yang dikaji sama sekali tidak pernah ditemukan pada masa Rasulullah saw.

Untuk mengetahui hukum dari sebuah permasalahan ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

Pertama, diagnosis masalah (tahrir mahal an-niza’) dan visualisasi masalah (tashawwur).

Sebuah kaedah yang sangat akrab sering kita dengar “alhukmu ala syain far’un an tashawwurihi“. Jika kita ingin mengetahui hukum sebuah masalah maka kita harus mem-visual-kan masalah itu secara utuh. Agar hasil yang diharapkan juga tepat.

Adapun yang perlu divisualkan (tashawwur) adalah masalahnya dan kondisi yang berada di sekitar masalah. Seperti jika seseorang ingin mengetahui hukum aborsi. Pertama ia harus mengetahui proses aborsi itu dan kondisi yang menyebabkan seseorang melakukan aborsi. Jika ada yang kurang pada visualisasinya maka akan menimbulkan kesimpulan yang tidak tepat.

Hal-hal yang bisa membantu dalam proses visualisasi biasanya dengan bertanya kepada ahli, survey lapangan, menggunakan form tertulis dan lainnya.

Kedua, membingkai masalah dengan fiqih (takyif al-fiqh)

Tahapan-tahapannya adalah:

  1. meruju’ nash dan ijma’ yang ada tentang masalah tersebut, Ini dapat dilakukan dengan melihat nash baik itu umum, khusus, manthuq, mafhum dan yang lainnya. Seperti larangan memakan hewan yang mati terkena sentrum, karena bangkai tidak boleh dimakan terdapat dalam Al Quran QS Almaidah 4.
  2. jika tidak ditemukan maka lanjut pada tahapan berikutnya yaitu takhrij dimana permasalahan yang ada diqiyaskan kepada masalah yang serupa yang pernah ada atau penqiyasan pada pendapat ulama terdahulu. Seperti mengqiyaskan penyalinan mushaf dalam CD/DVD, program komputer dan HP dengan upaya para sahabat mengumpulkan atau mangkompilasikan al Quran.
  3. Dan jika ditemukan masalah yang serupa untuk diqiyaskan, maka hukum permasalah harus dikaji dan disimpulkan dengan kaedah ushul fiqih ataupun kaedah fiqhiyah yang lebih dikenal dengan istinbath al-ahkam. Seperti masalah mencangkok anggota tubuh dan lain-lain.

Ketiga: Memberikan Hukum Masalah

Setelah kedua langkah di atas dipenuhi maka barulah kita masuk kepada tahap menghukumi masalah. Diantara pertimbangan paling fundamen yang perlu diperhatikan adalah hukum masalah tidak menyebabkan raibnya mashlahat tertinggi. Yang lebih dikenal dengan maqashid syari’ah al’ulya.

Setidaknya ada beberapa poin yang harus menjadi pertimbangan ketika hendak menghukumi masalah.

  1. Menimbang antara maslahat dan madharat yang ada pada masalah.
  2. Menimbang kondisi darurat dan kondisi masyarakat luas (‘umum al balwa)
  3. Melihat realita adat, kebiasaan, tempat dan waktu.

Selanjutnya pemateri mencontohkan pemberian hukum yang diterapkan dalam beberapa permasalahan terkini seputar wanita seperti bagaimana hukum wanita haid membaca al-Quran dari HP atau laptop, hukum twitter dan facebook bagi muslimah dan lain-lain.

Sesi tanya jawab berlangsung cukup hangat dengan pertanyaan-pertanyaan yang begitu wah. Diskusi pastinya belum memuaskan karena masih banyak tanda tanya dalam permasalahan fiqh kontemporer ini. Berhubung waktu yang membatasi, Insyaallah kajian fiqih ini akan hadir kembali pada kesempatan berikutnya.

Semoga diskusi perdana fiqih kontemporer ini bisa membukakan inpirasi kita untuk lebih semangat dalam menggali hukum dari berbagai permasalahan kontemporer kah atau yang sudah diketahui semenjak masa Rasulullah saw. Karena sebagai thalibul ‘ilm kita dituntut untuk mengetahui bahkan menguasai hal tersebut untuk disampaikan pada masyarakat nantinya.

Keep fighting!!!!!!!!!!

* Mahasiswi tk.3 Univ.Al-Azhar Kairo, Jur.Syariah Islamiyah

Diskusi Ilmiah 4: Ayat Al-Quran yang Pertama dan Terakhir Kali Turun

18 March 2010 at 4:29 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 5, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Oleh: Arina, Lc (Gen 5 MAKN Putri)

 

Alhamdulillah, diskusi dwi mingguan Almakkiyat yang ke-4, Kamis 4 Maret 2010 yang diadakan di rumah Ummah Mujahid, berlangsung dengan lancar. Meskipun agak molor setegah jam, karena sebagian besar para peserta sudah mulai aktif kuliah, tetapi tidak mempengaruhi semangat para Almakkiyat untuk mengikuti kajian yang dimoderatori oleh Ismarni ini. Makalah yang berjudul Ayat Al-Quran yang Pertama dan Terakhir Kali Turun dipresentasikan oleh duo Ainul Zikra, Lc dan Fitri Shabrina, Lc yang tengah menempuh program pasca sarjana bidang Tafsir di Univ Al-Azhar.

Makalah ini, sesuai dengan judulnya, membahas tentang ayat Al-Quran yang pertama dan yang terakhir diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. Pemakalah menyampaikan bahwa diantara faedah mempelajari hal ini adalah untuk mengetahui ayat naskh dan mansukh (yang menghapus hukum ayat yang telah diturunkan terlebih dahulu) dan untuk mengetahui sejarah penetapan hukum Islam yang berangsur-angsur. Juga sebagai bukti keotentikan Al-Quran sebagai wahyu dari Allah, dengan tidak adanya kontradiktif apapun antara ayat-ayat Al-Quran meskipun diturunkan bertahap dalam waktu 23 tahun.

Pemakalah membagi permasalahan ini menjadi dua bagian: pertama, ayat yang pertama dan terakhir turun secara tematik dan kedua, ayat yang pertama dan terakhir turun secara mutlak serta perbedaan pendapat para ulama mengenai hal ini. Kemudian didapatlah kesimpulan bahwa pendapat yang paling benar mengenai ayat yang pertama turun adalah surat Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang disampaikan oleh Jibril as ketika Rasulullah saw bertahanus di gua Hira. Sedangkan ayat yang terakhir turun adalah surat Al-Baqarah ayat 281 yang turun 9 hari sebelum Rasulullah saw wafat.

Makalah yang berjumlah tujuh belas halaman ini selesai dipresentasikan dalam waktu lebih kurang 45 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi setelah menunaikan shalat Ashar. Selain berbagai pertayaan berbobot, saran-saran yang dilontarkan kali ini diantaranya agar setiap pemakalah mentakhrij hadis-hadis yang terdapat di dalam makalahnya sesuai dengan metode takhrij hadis. Juga untuk memperbanyak rujukan kitab untuk memperkaya kandungan makalah.

Tanya jawab berlangsung seru sambil mencicipi jeruk dan strawbery sampai menjelang azan maghrib berkumandang. Selesailah sudah kajian dwi mingguan Almakkiyat kali ini. Sampai jumpa di kajian mendatang…Insya Allah kajian hadis dengan tema Kontradiksi Hadis (Mukhtalif Hadis) oleh Desri Ningsih dan Fadhilah Is di ‘Ala Gambe House…

Diskusi Ilmiah 3: Imam Bukhari Dan Penulisan Kitab Shahihnya

18 March 2010 at 4:05 pm | Posted in Gen 7, hadis, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Oleh: Desri Ningsih (Gen 7 MAKN Putri)

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, dua minggu masa liburan ujian termen satu telah berakhir, masa liburan yang dilalui dengan berbagai kegiatan, tak terkecuali dengan anggota Almakkiyat, Diskusi Tafsir Hadis yang sempat tawaquf sebulan lebih karna ujian kembali hidup dan aktif. Kamis 18 Februari 2009 merupakan diskusi yang ketiga kalinya, bertempat di rumah uni Retno dengan pemakalah Ummah Mujahid (Kemala Dewi Lc), mahasiswi pasca sarjana Al-Azhar jurusan hadis. Makalah yang disampaikan mengupas tuntas profil Imam Bukhari dan penulisan kitab shahihnya serta  membahas tentang kritikan-kritikan atau syubhat dari orientalis bahkan dari orang Islam sendiri terhadap beliau.

Sunnah merupakan sumber kedua syariat Islam setelah Al-Qur’an, yang merupakan wahyu ghoiru ma’thlu yang membedakannya denagan Alqur’an, karena itu maka hadis yang shahih merupakan hal paling utama dan urgen sekali dalam khazanah hukum Islam. Dengan demikian maka Al-Qur’an dan Sunnah merupakan dwi tunggal yang tak bisa dipisahkan, namun tidak berarti kedudukan keduanya itu sejajar.

Untuk menshahihkan atau mencari dan mendapatkan sebuah hadis bukanlah hal yang mudah, butuh waktu dan perjalanan yang panjang, seperti yang dilakukan oleh Imam Bukhari Rahimahullah. Dalam mencari  dan menentukan keshahihan sebuah hadis beliau melakukan rihlah atau perjalanan dari daerah ke daerah lain hanya dengan menunggang unta atau kuda dengan bekal hanya sepotong pinu (sejenis roti), bukan seperti sekarang ini dengan perkembangan teknologi yang serba canggih dan moderen. Adapun tujuan rihlah ini beliau lakukan agar ia langsung mendengar hadis tersebut dari sumbernya, walaupun itu hanya satu hadis beliau rela mengunjungi kota demi kota demi mendapatkan atau mencari keshahihan sanad hadis tersebut sampai benar –benar bersambung keRasulullah SAW tanpa adanya munqoti’.

Imam Bukhari merupakan salah satu dari pembesar ahli hadis yang sangat masyhur, sejak umur sepuluh tahun beliau telah hapal ribuan hadis, dan ketika berumur enam belas tahun beliau juga telah hafal kitab Ibnu Almubarok dan Waki’, kemudian pada umur delapan belas tahun beliau mulai menulis kitab tarikh yang ditulisnya disamping kuburan nabi SAW. Dalam pengembaraannya menuntut ilmu telah menemukannya dengan guru-guru yang berbobot, dia mempunyai guru yang tak terhitung, ini dapat kita bayangkan betapa banyak hadis yang beliau susun dalam kitabnya, sedangkan untuk satu hadis saja beliau harus sabar mendatangi dan mengunjungi beberapa guru sampai ia mendapatkannya benar-benar utuh sanad dan matannya. Dan begitu juga dengan murid-muridnya, sangat banyak sekali yang berguru kepadanya.

Dia mempunyai kecerdasan dan kemahiran yang luar biasa sekali yang mungkin tak ada lagi seperti dia pada zaman sekarang ini. Hal ini terbukti ketika dia datang ke  Bagdad, dan ulama-ulama disana berkumpul untuk menguji kekuatan hafalannya dengan mengambil seratus hadis dan mengacak sanad dan matan hadis- hadis tersebut. Imam Bukhari dengan kecerdasannya yg luar biasa mampu mengembalikan dan membetulkan sanad dan matan hadis-hadis tersebut dengan benar tanpa ada salah sedikit pun, sehingga membuat orang-orang yang ada disana kagum terhadapnya. Dan begitu juga  ketika beliau belajar kepada beberapa orang syaikh di Bashroh, pada waktu itu dia masih anak-anak, dan dia tidak pernah menulis sesuatu pun yang telah didengarnya dan dipelajarinya, hingga sampailah pada suatu hari berkatalah sahabat-sahabatnya” engkau sangat berbeda sekali dari kami, tidak pernah menulis sesuatu pun yang telah kamu pelajari, sunnguh engkau telah menyia-nyiakan waktumu disini dan apa yang telah engkau perbuat? Lalu dia berkata” datangkanlah atau lihatkanlah  kepadaku apa yang telah engkau tulis!”lalu dia menambahnya sekitar lima belas ribu hadis yang dibacanya dari zohri qolbihi (dalam hafalan hatinya), lalu berkata kpd sahabatnya” apakah engkau melihatku  menyia-nyiakan waktu dan hari-hariku?????.

Sebagai seorang pembesar ahli hadis, dia mempunyai karya-karya yang begitu banyak, diantara buku atau karyanya yang paling terkenal adalah al-Jami’us Shahih yang merupakan sebuah kitab hadis yang mencakupberbagai macam pembahasan agama, dan dia mempunyai alasan tersendiri kenapa dia menulis buku ini seperti dalam riwayat disebutkan karna mimpinya pada suatu malam melihat nabi SAW dan ketika Ishaq Bin Rahawaih berkata kepadanya. Dia menyusun kitab ini selama enam belas tahun yang mencakup sebanyak 7275 hadis yang berulang-ulang, adapun yg tidak berulang mencakup sekitar 4000 hadis dengan berbagai manhaj, baik manhajnya dalam penulisan maupun manhajnya dalam menghukum seorang rawi dan otentisitas hadis. Dalam merumuskan manhajnya ini, ia tidak hanya terbatas pada hasil usahanya sendiri tetapi selalu meminta kepada Allah SWT petunjuk pada setiap hadis yang ingin ia tuliskan dalam kitabnya. Imam Bukhari sendiri” saya tidak menuliskan satu hadispun dalam kitab shahih kecuali saya mandi sebelumnya dan shalat dua rakaat“. Dan seluruh hadis yang tercakup dalam kitabya  ini merupakan hadis-hadis shahih dari Rasulullah SAW. Bahkan semua muallaqat yang ada didalamnya dinyatakan shahih oleh para ahli hadis, karena hadis muallaqat tersebut telah beliau tuliskan sanadnya secara lengkap di bagian lain kitab Shahihnya. Sehingga Imam Ibnu Kastir mengomentari dalam kitabnya” Albidayah wan Nihayah“: para ulama telah sepakat menerimanya dan apa-apa yang ada didalamnya, demikian pula seluruh umat Islam”

Waktupun terus berlalu, tiga abad setelah kitab shahih ini disusun, muncul segelintir ulama yang mengkritik hadis-hadis dalam kitab Shahih ini, diantaranya adalah Daruqutni. Kritikan tersebut berdasarkan pada konsep ilmu hadis juga, namun para ulama memandang bahwa pendapat-pendapat yang mengkritik, hanyalah pendapat yang lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah. Bahkan, dua abad setelah kritikan-kritikan itu muncul, para ulama menetapkan Shahih Bukhari sebagai kitab paling otentik kedua setelah Al-Quran. Sehingga tak heran, begitu banyak dari ulama-ulama yang mensyarah (menuliskan penjelasan) kitab ini dan mentakhrijnya.

Namun di zaman kontemporer ini, para tokoh orientalis masih saja mencari dan mencari kekemahan kitab ini. Seperti kritikan mereka terhadap beberapa rijal isnad yang ada didalamnya dan beberapa hadis yang mereka anggap kontradiksi. Namun para ahli hadis tidak lengah dan menyerah begitu saja, seluruh kritikan-kritikan yang mereka lemparkan berhasil dibantah dan dijawab dengan jawaban yang rasional sekali. Sebenarnya tujuan mereka itu adalah untuk menjatuhkan dan menghancurkan Islam, namun mereka tak pernah berhasil melakukannya, karena Allah SWT telah menjamin dan menjaganya sebagai mana Ia menjaga kesucian Al-Qur’an.

Tapi sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri  lagi atau sangat disayangkan sekali pada saat sekarang ini banyak dari  orang Islam sendiri yang cendrung dan mempercayai kritikan-kritikan orientalis tersebu. Bahkan para dosen atau mahasiswa perguruan-perguruan tinggi Islam di dunia telah banyak terpedaya dan terpengaruh oleh pemahaman mereka. Inilah yang menjadi tantangan besar sekaligus tanggung jawab bagi kita sebagai tholibul ilmi sejati untuk terus mendifa’ (membela) dan berusaha meluruskan mereka ke hakikat yang sebenarnya….

Demikianlah sekilas profil Imam Al-Hafiz Al-Fadhil Al-Muhaddis Al-Bukhari. Begitu besar perjuangan, pengorbanan dan kesabarannya dalam menjaga Sunnah Rasulullah SAW. Dan kini kitalah para penuntut ilmu agama yang akan melanjutkan perjuangan, harapan serta cita-cita beliau. Begitu juga untuk menyebarluaskan karya-karyanya yang begitu banyak serta untuk terus menjaganya dari masa kemasa.

Setelah break shalat Ashar, dibukalah sesi diskusi. Semangat dan kecerian yang terpancar di wajah peserta menjadikan diskusi lebih terasa dan bersahaja. Diskusi berjalan hangat, tanpa terasa lima jam telah berlalu. Tempat-tempat jeruk dan strawbery kelihatan “bersih” ludes, piring tahu isi pun tak mau kalah. Azan magrib pun berkumandang syahdu di telinga yang menegur setiap orang yang beriman untuk memenuhi panggilannya. Diskusipun segera ditutup oleh moderator yang begitu semangat sekali membawa acara dari awal sampai akhir…..Almakkiyat tetap semangat!!!!!!!!! See u all next month dalam kajian tafsir Insyaallah di rumah Uni Kem, Saqor Qurays dengan pemateri Ainul Zikra Lc. dan Sabrina Lc. Don’t forget it!:)

تقرير حول: افتتاح البـرنـامـج فـى الفـصـل الدراسـى الثـانـى

20 February 2010 at 3:59 pm | Posted in Gen 5, MOTIVASI, ORGANISASI, UKHUWAH | 2 Comments
Tags: , ,

بعد أن انتهينا من الامتحان ….

بعد أن اشترينا كتبا كثيرة من معرض الكتاب الدولي….

وانتهينا من الإجازة …

جاء “منتدى خريجي المدرسة الدينية النموذجية كوتو بارو بادنج بانجانج”

ليقدم لكم افتتاح البرنامج فى الفصل الدراسى الثانى   في يوم الإثنين، 15 فبراير 2010 م.

جرت عادتنا في مثل هذه البرامج أن تعدَّ باللغة الاندونيسية، لكننا ارتأينا هذه المرة
أن يكون برنامجنا مميزاً مختلفاً تُحليه اللغة العربية- لغة القرآن الكريم :”وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)”. [الشعراء/192-195]

من مبدئه إلى منتهاه.

وقد تفضل “شكرى حمدى” بتقديم فقرات البرنامج. ثم بدأ “محمد فطريان قادر” (رئيس المكّى)  بإلقاء كلمة قال فيها : “هذا البيت ليس بيتي وحدي وإنما هو بيتنا جميعاً”.

نستطيع أن نفهم من هذا الكلام أن هذا المكان يستخدم للأنشطة العلمية للطلبة.

وألقى أخونا “مروان إلهامى” (مستشار المكىّ/FS. ALMAKKI) كلمة لتشجيع الطلاب / الطالبات الجدد، موجهاً النصيحة لهم:”لا تظنون أنكم تأخرتم في قدومكم إلى مصر- رغم كل الظروف والصعوبات- فما زال الطريق- طريق العلم أمامكم،فاغتنموا الفرصة واستثمروا وجودكم في مصرلتنهلوا من العلم ما استطعتم، لتكونوا خير ذخر لبلدكم وقت أن تعودوا إليها علماء معلمين”.

وتلتها محاضرة الأستاذ “علي فاضل”- رئيس اتحاد الطلاب والطالبات الإفريقي- حول :” الترغيب فى طلب العلم وتقوية اللغة “.

استهل كلامه بحديث رسول الله – صلى الله عليه وسلم-، متحدثاً عن فضل الخروج فى طلب العلم: عن أنس – رضى الله عنه – قال: قال رسول الله -صلى الله عليه و سلم- : “من خرج فى طلب العلم فهو فى سبيل الله حتى يرجع”.

وعن صفوان بن عسال – رضى الله عنه – قال: قلت: “يا رسول الله ! جئت أطلب العلم، قال: “مرحباً بطالب العلم، إن طالب العلم لتحفّ به الملائكة، و تظّله بأجنحتها، فيركب بعضها على بعض حتى تبلغ السماء الدنيا من حبهم لما يطلب “.

وعن صفوان بن عسال – رضى الله عنه – قال: قلت: “يا رسول الله ! جئت أطلب العلم، قال: “مرحباً بطالب العلم، إن طالب العلم لتحفّ به الملائكة، و تظّله بأجنحتها، فيركب بعضها على بعض حتى تبلغ السماء الدنيا من حبهم لما يطلب “.

أقول: العلم هو عبادة القلب، كان لزاماً على طالبه أن يسعى جاهداً فى اكتسابه.

كما وبيَّن الأستاذ ضرورة تعلم اللغة العربية لأنها مفتاح وأساس كل شيء. ليتمكن الطلبة من التحصيل العلمي المثمر،ويواجهوا الضعف اللغوي الحاصل بينهم،ويكفي قول النبي -عليه الصلاة والسلام-: “إنما العربية اللسان”.

وفي ختام البرنامج، تم تعارف الطلاب والطالبات الجدد على إخوانهم وأخواتهم القدامى، بإشراف “محمد شكرا” (مدير بيت الطلبة المينانج كابويين).

وأعقب ذلك مقترحات من عضوات “المكّيات

وهي:/ALMAKKIYAT”

  • الاهتمام بمدرستنا.
  • تقوية الصلات الأخوّية بيننا.
  • التركيز على القدوة الحسنة والمثل الأعلى بين الطلبة.
  • الاهتمام بالتحصيل الدراسي والتفوق فيه.
  • استمرار الأنشطة العلمية للطلبة.
  • السعي الحثيث للحصول على المرتبة الأولى في: Academy Award PPMI

الحمد الله رب العالمين، أسأل الله أن ينفعنا بهذا البرنامج، ويكتب لنا القبول، وأن يثيبنا جميعاً، ويزيدنا خيراً و بركة – آمين-.

وصلى الله على سيدنا محمد النبى الأكرم، و على آله وصحبه وسلم.

بقلم:  رينى رحماواتى محمد ناصر

المرحلة الخامسة من خريجى المدرسة الدينية النموذجية كوتو بارو بادنج بانجانج

Diskusi Ilmiah II: KOMPILASI AL-QURAN

10 December 2009 at 2:36 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 8, KAJIAN | 4 Comments
Tags: , , , ,

*oleh Fadilah Is

Orientalis selalu gencar menyelinap dan mencari celah menyudutkan Islam, tak mengenal waktu dan medan. Walaupun badai menghadang tidak menghambat teriakkan kosong mereka. Segala upaya pun dikerahkan, sebutlah nama Gerd R. Joseph Puin, Bothmer, Rippin, R. Stephen Humphreys, Gunter Lulling, Yehuda D. Nevo, Patricia Crone, Michael Cook, James Bellamy, William Muir, Lambton, Tolstove, Morozov dan Wansbroughla dan ribuan yang berjejer dibelakang mereka. Tak ketinggalan mereka pun telah berhasil meniup angin kelabu dan menanamkan akar  tunggang di hati umat islam yang tak memiliki rantai kuat keimanan, Nasr Hamid Abu Zaid, Taha Husain, ‘All Dushti, Ahmad Amin, Fazlur Rahman, dan akhirnya Muhammad Arkoun menjadi pengekor mereka yang sangat aktikf dan kreaktif,

Salah satu serangan yang sangat mereka gentolkan adalah kontroversi dalam kompilasi Al-Quran. Mereka tak ingin kitab suci ini tetap menjadi pegangan hidup kaum muslimin. Mereka mensejajarkan Al-Quran dengan kitab Injil dan Taurat –yang memang telah banyak mengalami perubahan- untuk dikritisi dan dihujat. Mereka menganggap umat Islam adalah bodoh, tertipu oleh distorsi sejarah dimana teks-teks Al-Quran telah tercemar kemurniannya dan sumbernya tidak jelas. Bagi mereka kompilasi Al-Quran hanya berpegang pada khayalan dan rekaan para sahabat belaka, sehingga ilmu hermeunetika wajib diaplikasikan dalam penafsirannya.

Sebagaimana pernyataan Tobi Lester dalam majalah The Athlantic Montly, “kendati umat Islam percaya Al-Qur’an sebagai kitab suci yang tak pernah ternodai oleh pemalsuan tapi mereka {umat Islam} tak mampu memgemukakannya secara ilmiah”.

Inilah yang melatarbelakangi para ahli hadis dan tafsir Almakkiyat tuk mengkaji dan mengeksplorasi segala permasalahan yang mencuat dalam proses kompilasi Al-Quran. Pemakalah yang tampil sudah tak asing lagi di kalangan masisir, andalan Almakkiyat, yang lagi s2 di Universitas Al-Azhar jurusan Tafsir, siapa lagi kalau bukan uni Arina Amir Lc.

Kajian yang dilaksanakan di rumah uni Wirza ini benar-benar seru dan menegangkan serta menampilkan banyak pengetahuan baru dalam arena diskusi. Pembahasan dimulai dari pengertian kompilasi kemudian dikelompokkan atas 3 periode: masa Rasulullah saw, masa Abu Bakar dan Usman bin Affan.

Mulai bagaimana wahyu diturunkan dan dibacakan didiktekan oleh Rasullullah kepada para sahabat untuk kemudian dihafal dan dituliskan di pelapah korma dan kulit onta, sehingga Al-Quran pun tetap terjaga dalam dada (dalam hafalan) dan naskah (dalam tulisan).

Cukup banyak riwayat bahwa lebih kurang enam puluh lima sahabat penulis wahyu yang telah ditugaskan oleh Nabi Muhammad. Mereka diantaranya: Abban bin Sa’id, Abu Umama, Abu Ayyub Ansari, Abu Bakr Siddiq, Ubay bin Ka’b, Ja` far bin Abi Talib, Huzaifa, Khalid bin Walid, Zubair bin `Awwam, Zaid bin Tsabit `Abdullah bin Arqam, `Abdullah bin Rawaha, ` ‘Usman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Talib, ‘Umar bin Khattab, ‘Amr bin al-‘As, Mu’az bin Jabal, dan lain-lain.

Waktu terus berputar, manusia terbaik sepanjang masa, Rasulullah saw berpulang ke rahmatullah. Puncuk pimpinan Islam selanjutnya dipegang oleh sahabat Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah pertama. Setelah terjadinya perang Yamamah yang menyebabkan banyaknya syuhada dari para huffaz, Umar bin Khatab mengusulkan agar sang khalifah melakukan kompilasi Al-Quran. Abu Bakar pun menunjuk Zaid bin Tsabit dan timnya untuk mengemban tugas berat ini. Penulisan kembali naskah Al-Quran pada masa itu, didasarkan kepada hafalan dan catatan para sahabat. Panitia menetapkan syarat 2 orang saksi, bahwa hafalan dan tulisan dilakukan di depan Rasulullah saw. Maka terkumpullah Al-Quran dengan ahruf sab’ah dalam bentuk suhuf (naskah-naskah kertas) meskipun belum tersusun dalam kitab seperti sekarang. Tapi dengan proses seleksi dan metode yang super ketat, Al-Quran teruji keotentikannya, tidak seperti yang digembor-digemborkan oleh orientalis

Tahun berganti, kekhalifahan pun sampai pada khalifah ketiga, Usman bin Affan. Dengan adanya berbagai ekspansi, wilayah kekuasaan Islam semakin luas. Para mujahid berangkat dari suku, kabilah dan provinsi yang beragam, sehingga mereka membaca Al-Quran dengan dialek yang berlainan. Ini karena Rasulullah memang telah mengajar mereka membaca Al-Qur’an dalam dialek masing-masing, karena dirasa sulit untuk meninggalkan dialeknya secara spontan. Hal ini memicu terjadinya kerancuan dan perselisihan dalam masyarakat pada masa itu. Maka khalifah Usman pada tahun 25 H, memerintahkan kembali Zaid bin Tsabit untuk mengkompilasikan Al-Qur’an berdasarkan mushaf yang telah ada, dengan satu luhgah saja yakni lughah Qurasy. Zaid sekali lagi menggunakan seleksi yang sangat ketat sekali dalam melakukan tugas ini dan tetap memperhatikan kemutawatirannya. Mushaf inilah yang disebarkan ke berbagai penjuru Islam dan disepakati ulama hingga saat ini.

Pada masa-masa selanjutnya terjadi penyempurnaan mushaf Usmani mulai dari titik, baris, rubu, juz, pemisah antara ayat dan surah sehingga kitapun dapat membacanya dengan mudah.

Sebenarnya, pembahasan ini telah sering kita kaji dan telaah namun kita  tidak sadar ternyata musuh-musuh Islam berpadu tangan tuk mengacaukan dan mengotak-atik keotentikkan Al-Qur’an. Mereka membuat pertanyaan-pertanyaan yang apabila kita tidak kuat, kita akan mudah terhipnotis, dan tergelincir meragukan Al-Quran yang ada di tangan kita hari ini. Seperti; kenapa Umar bin Khatab khawatir dengan meninggalnya para huffaz, jika memang Al-Qur’an sudah ditulis masa Rasulullah? Mengapa lembaran-lembaran yang ditulis itu tersebar di kalangan sahabat dan tidak disimpan langsung oleh Rasulullah? Kenapa Al-Qur’an tidak langsung dibukukan pada masa Rasulullah tampa harus menunggu periode Usman 15 tahun kemudian? Kenapa terjadi perbedaan dalam bacaan Al-Qur’an padahal Al-Qur’an adalah mutawatir? Mengapa ketua tim harus Zaid yang notabene masih sangat muda, sedangkan masih banyak sahabat senior lainnya? Mengapa dalam proses kompilasinya tidak mengajak Abdullah bin Mas’ud dan menggunakan shuhuf pribadinya yang disinyalir punya perbedaan? Kenapa 2 ayat terakhir surat at-Taubah tetap dimasukkan padahal hanya Abu Khuzaima al-Ansari saja yang mencatatnya? Dan berbagai pertanyaan lain yang seolah-olah ilmiah dan kritis, tapi ternyata dapat dipatahkan dengan bukti sejarah dan dengan adanya manuskrip-manuskrip Al-Quran sejak abad pertama Hijrah yang masih eksis hingga kini di berbagai museum.

Inilah tantangan kita sebagai mahasiswa al-Azhar khususnya dan penuntut ilmu agama umumnya, untuk menyebarluaskan hujjah-hujjah yang kuat bahwa Al-Quran memang terhindar dari pemalsuan dan perubahan, dan itu dapat dibuktikan secara ilmiah. Salah satu buku yang juga dikupas dalam kajian Almakkiyat kali ini adalah The History of The Qur’anic Text from Revelation to Compilation (Sejarah Teks Al-Quran Dari Wahyu Sampai Kompilasinya) karya Prof. Dr. M.M al A’zami -guru besar Universitas King Saud- yang membeberkan fakta-fakta ilmiah keotentikan Al-Quran dalam proses kompilasi.

Dalam semua tataran, Al-Qur’an akan selalu mendapat hujatan dari kalangan yang memusuhi tegaknya agama Allah di muka bumi. Jika belum mampu berbuat banyak menangkis semua serangan, sekurang-kurangnya kita harus terus berusaha mendalami dan memahami prinsip-prinsip agama kita yang tidak mungkin dapat diubah oleh peredaran zaman. Di atas segalanya, kita harus menjadikan Al-Qur’an sebagai referensi kita. Bagian teks mana pun yang mungkin berlainan dengan mushaf yang ada -terserah apa yang hendak mereka sebutkan- adalah bukan dan tidak akan menjadi bagian dari Al-Qur’an. Demikian halnya, segala upaya dari pihak non­ muslim yang ingin mencekoki pikiran tentang dasar-dasar ajaran agama kita, mesti kita tolak tanpa harus berpikir panjang. Bagaimana pun keadaan suhu politik, pandangan kaum muslimin terhadap kitab suci ini mesti tetap tak akan tergoyahkan: ia adalah kalam Allah, yang konstan, ter­pelihara dari kesalahan, tak mungkin dapat diubah, dan mukjizat yang tak mungkin direkayasa.

Tamim ad-Dari meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

agama ini akan sampai pada apa yang dapat dicapai oleh siang dan malam, dan Allah tidak akan meninggalkan sebuah rumah apa pun, baik itu terbuat dari tanah atau bulu hewan [yaitu di kota atau di desa) sehingga Allah memasukkan agama ini ke dalamnya, baik melalui kebesaran orang-orang yang mulia ataupun melalui kerendahan orang yang di­pandang rendah. Begitulah, Allah akan memberi karunia terhadap Islam, dan Allah akan merendahkannya disebabkan kekufuran.”

Firman Allah telah terang-terang mengatakan :

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyem­purnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk Al-Qur’an dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Ini baru secercah pembahasan tentang kitab suci kita. Masih banyak pe-er yang telah menunggu di hadapan kita, ayo Almakkiyat tunjukkan jati dirimu, chayo-cahyo…

Diskusi ditutup shalat magrib dan hidangan mie goreng panas yang semakin menghangatkan sore ceria di awal musin dingin ini. Hmm… perut lapar nih…, otak dah berisi perutpun bernyanyi….saatnya makan…..syukran ya Ummu Usman dan Etek Ira…

Yuk kita ikuti terus episode kajian Almakkiyat selanjutnya, dijamin akan tambah seru dan hangat……..

Tapi sabar yah, ba’da imtihan kita sambung………dengan pemakalah pertama uni Kemala Dewi Lc dengan kajian hadis kontemporer di rumah Ummu Fatimah. Jangan sampai ketinggalan ya……………. Salam ^_^

*Mahasiswi tk 3 Hadis Univ Al-Azhar – gen 7 MAKN Putri

Almakki di GRAND FINAL ENGLISH DEBATE CONTEST for International Students

20 November 2009 at 8:56 am | Posted in KEGIATAN, MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

Assalamualaikum, (Informasi dari DPP-PPMI)

Jangan lewatkan…Dukung jagoan kita di GRAND FINAL ENGLISH DEBATE CONTEST for International Students. Menghadirkan FINALIST Para Debator Ulung:

1. Singapore Team
2. Tiger Team
3. Ikmal Team
4. Almakki Team


Catat waktu dan tempatnya!
Sabtu, tanggal 21 November 2009, pukul: 14.00 Clt di Aula Wisma Nusantara
Dimeriahkan oleh hiburan-hiburan menarik musik indonesia dan macam2 bazar…!!
Acara Ini Terselenggara atas kerjasama DPP-PPMI, Pwk-PII, ICMI-Orsat Kairo

(CP: Sholihin. 0112339849. Faris .0107942238) (Disediakan makan ringan dan minuman)

DISKUSI ILMIAH I: KAJIAN HADIS ANTARA ULAMA DAN FEMINIS

9 November 2009 at 3:39 pm | Posted in Gen 9, hadis, KAJIAN | 2 Comments
Tags: , , ,

oleh: Lina Rizki Utami*

Kalo bicara soal kajian, biasanya tak terlepas dari sorotan membosankan dan bikin ngantuk, tapi tidak untuk kajian yang satu ini. Diskusi Ilmiah Tafsir-Hadis Almakkiyat, yang membuat wawasan bertambah dan ilmu meluas. Alhamdulillah, 5 November 2009 kemaren, Almakkiyat telah menyelenggarakan salah satu agenda istimrornya, yaitu kajian ilmiah tafsir hadis yang rencananya diadakan rutin setiap kamis di mingu pertama dan ketiga tiap bulannya. Kajian berdurasi 3,5 jam di rumah Ummu Abdullah ini, diisi oleh Uni Dwi Sukmanila Sayska sebagai pemakalah perdana. Dikemas dengan bahasa lugas dan sederhana dalam sebuah makalah ilmiah, dan dipresentasikan dengan enjoy oleh pemakalah. Tapi kajian yang dihadiri 15 anggota ini, tetap memegang norma-normanya yang bersifat ilmiah, akurat dan terdepan. Informasi yang kita terima adalah hotnews yang ter-update, so…ga bakal ketinggalan isu-isu kontemporer deh.

Tema yang diusung adalah “Metode Kritik Dan Pemahaman Hadis Antara Ulama Dan Feminis”. Tema ini sangat menarik bagi Almakkiyat, karena selain menyuguhkan metode kritik sanad dan matan hadis menurut para ulama klasik dan kontemporer, juga membuka wawasan kita tentang kajian feminis dalam memahami hadis, terutama hadis tentang kewanitaan. Contohnya, hadis tentang wanita penduduk neraka paling banyak serta kurang akal dan agamanya, hadis tentang istri sujud pada suami, hadis tentang wali nikah yang mesti seorang lelaki, bahkan wali berhak memaksanya sehingga menghalangi wanita menikah dengan calon pilihannya, hadis tentang konsep mahram bagi wanita dalam perjalanan sehingga membatasi ruang gerak kaum wanita, hadis yang menyatakan laknat malaikat atas istri, jika enggan memenuhi panggilan suami ke tempat tidur, sehingga istri bagaikan sekedar objek pemuas nafsu lelaki dan sebagainya.

Dalam menseleksi sebuah hadis, ulama telah menerapkan kritik sanad yang sangat ketat sejak abad pertama Hijrah. Seorang rawi tidak saja dinilai kecerdasan dan kekuatan hafalannya (dhabt), tapi juga kewaraan dan keshalehan pribadinya (‘adalah). Ibnu Sirin (w.110 H) mengisahkan kejadian di masa shahabat: “Pada mulanya kaum muslimin jika mendengar sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdirilah bulu roma mereka. Namun, setelah terjadinya fitnah, jika mendengar hadis mereka selalu menanyakan: “Sebutkanlah rawi-rawi hadis kalian itu”. Jika rawinya adalah orang-orang yang berpegang pada sunnah (ahl al-sunnah) maka hadis mereka terima, tetapi jika rawi-rawinya pelaku bid’ah (ahli al-bidah) maka hadisnya ditolak.

Memang hadis baru dibukukan secara resmi pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (w.101 H), tetapi bukan berarti tidak ada shahabat yang menulis hadis. Bahkan untuk menentukan otentisitas sebuah hadis, selain meneliti kredibilitas rawi, para ulama shabat juga saling membandingkan riwayat-riwayat yang mereka dengar dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Pemakalah memberikan contoh riwayat tentang kritik matan yang terjadi di kalangan shahabat, yaitu Aisyah mengkritik riwayat Abu Hurairah, dan kisah Khulafaurrasyidin menguji keotentikan hadis dengan meminta rawi mendatangkan saksi atau bersumpah. Inilah cikal bakal kritik matan yang kemudian semakin berkembang dan melahirkan berbagai cabang ilmu hadis seperti ilmu mukhtalaf hadis, nasikh mansukh, dan lain-lain. sekaligus mematahkan tudingan kalangan feminis bahwa ulama hadis mengabaikan kritik matan sehingga meloloskan hadis-hadis misoginis.

Tongkat eftafet penelitian hadis dan penjagaannya dari pemalsuan terus berlanjut dalam majlis ilmu dan pena para ulama dari generasi ke generasi. Hingga di abad ke 3 Hijrah menjadi masa keemasan dalam pembukuan hadis dimana lahirlah kitab-kitab hadis monumental yang kita nikmati hari ini.

Sedangkan dalam memahami sebuah hadis, para ulama juga telah menetapkan berbagai kaidah, yaitu: memahami hadis sesuai petunjuk Al-Quran, menggabung hadis-hadis yang bertema sama dan menyelesaikan jika seolang-olah saling bertentangan, meneliti asbabul wurud dan kondisi ketika disabdakan, menganalisa redaksi bahasa (majaz/kiasan atau fakta, muthlaq atau muqayyad dll). Semua ini dilakukan para ulama demi menyebarkan pemahaman yang lurus terhadap hadis-hadis Rasulullah yang merupakan pilar kedua agama ini setelah Al-Quranul karim. Bukan seperti kecurigaan segelintir feminis muslim bahwa ulama memahami hadis dan meletakkan pondasi fiqh demi mengukuhkan dominasi laki-laki dan budaya patariarki. Sedangkan kaum feminis sendiri dalam menilai sebuah hadis cendrung memakai logika akal semata berdasarkan ide kesetaraan gender yang diusungnya.

Setelah dikupas tuntas dengan diskusi aktif dengan para anggota, terbukti bahwa para feminis mengkaji hadis tidaklah mendalam, hanya mengekori pendapat  orang-orang sebelum mereka dari kalangan orientalis dan pemikir Islam yang berpegang pada ideologi feminis. Mereka lebih mengedepankan logika akal semata dan berpegang pada ilmu humaniora barat, sehingga mendapat kesimpulan yang jauh berbeda dari apa yang telah disepakati oleh ulama klasik maupun kontemporer.

Klaim mereka yang mengatakan dalam hadis terdapat unsur misoginis yang tak sesuai dengan kesetaraan gender tidaklah terbukti. Sebab, dalam Islam keadilan antara lelaki dan perempuan bukanlah semata-mata sama segala sesuatunya, tapi menempatkan posisi mereka secara adil, setara hak dan kewajiban sesuai fitrah masing-masing. Semestinya, para feminis muslim, dalam memperjuangkan hak-hak wanita, tetap membangun kerangka berfikir dengan menggunakan cara hidup (worldview) Islam. Bukan malah menarik masalah sosial ke akar ideologis yang membuat mereka selalu menyalahkan teks-teks agama –al-Quran dan hadis– serta penafsiran ulama sebagai pemicu terjadinya ketidakadilan dan penindasan terhadap wanita dalam masyarakat muslim.

So…jelaslah sudah, dengan kajian ini bertambahlah wawasan tentang perbandingan cara mengkritik dan memahami hadis antara ulama dan feminis yang menentang sebagian hadis sahih demi mengusung ide kesetaraan gender yang mereka anut.

Bagi yang belum ikutan diskusi perdana, gak usah kecil hati…tuk kajian berikutnya Almakkiyat punya Uni Arina Amir yang akan membahas kajian tafsir. Insya Allah akan digelar hari Kamis, 19 November 2009 jam 2 siang waktu Kairo di rumah Ummu Utsman. Bagi anggota tetap (yang juga akan dapat giliran presentasi), makalah akan disebar satu atau dua hari sebelum acara. Tapi tidak menutup peluang bagi akhwat lain untuk tetap hadir diskusi, meskipun harus copy makalah sendiri…^_^

Come on ukhti fillah….Lets kita hadiri, kita simak, n kita amalkan. Wallahua’lam bishawab.

*Mahasiswi Syariah Islamiyah Univ Al-Azhar – Gen 9 MAKN Putri

RIHLAH SA’IDAH KE HADIQOH

26 October 2009 at 12:16 am | Posted in Gen 6, KEGIATAN | 4 Comments
Tags:

oleh:  Fitri Sabrina*

Di hari yang cerah, tanggal 17/10 kemarin, FS Almakki kembali mengadakan rihlah untuk memperkuat ukhuwah anggota ke Hadiqoh Athfal, Maqrom ‘Abid, Nasr City. Rihlah ini sekaligus menjadi acara tasyakuran atas prestasi FS Almakki meraih Academic Award dari PPMI dan KBRI Kairo, yang menempatkan Almakki sebagai almamater terbaik bidang akademis dari seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir. Waah… Alfu mabruk ya bagi semua anggota Almakki… Semoga penghargaan yang telah diraih dua tahun berturut-turut ini dapat terus dipertahankan…amin..

Kenapa Almakki lagi-lagi menjatuhkan pilihan ke Hadiqoh Athfal untuk rihlah tahun ini? Memang pada rapat sebelumnya Almakki mempunyai 2 tawaran lokasi yaitu Qonatir dan Ismailiyah. Namun, karna berbagai pertimbangan, akhirnya pengurus Almakki menetapkan ke Hadiqoh Athfal yang memang pada beberapa tahun terakhir sudah menjadi langganan tempat rekreasi anggota Almakki. Masalah tempat ini juga sempat jadi pro-kontra bagi Almakkiyat. IMG_4476Sempat terlontar komen “Kok Almakki rihlahnyo ka hadiqoh se taruih?” tapi pas hari H rame juga Almakkiyat yang dengan penuh semangat dan keceriaan melangkahkan kaki ke taman kanak-kanak ini.

Sebenarnya acara dijadwalkan jam 9 pagi WK. Tapi gara-gara kelalaian anggota dan panitia yang masih melestarikan budaya ngaret, akhirnya acara baru dimulai ba’da Zuhur. hehehe..

IMG_4479 Acara pertama dimulai dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan cerdas-cermat. Seluruh anggota Almakki dibagi menjadi 4 kelompok, 3 kelompok ikhwah dan 1 kelompok akhwat yang menamakan diri kelompok “Ain Syam”. CC berlangsung seru abis, meskipun dari sekian pertanyaan hanya 5 yang bisa dijawab “Ain Syam” dengan benar. Maklum..masih pemanasan hihihi

Tapi pada babak rebutan, ternyata “Ain Syam” malah lebih banyak mengheningkan cipta dan diam beribu bahasa. Entah karna “Ain Syams” emang pada kalem-kalem ato karna bener-bener gak tau jawabannya.. heheheh.. bahkan seringkali anggota “Ain Syams” rapat dulu untuk meyakinkan jawaban, lupa kalo kali ini adalah babak rebutan, sehingga selalu keduluan sama kelompok lain. Hingga CC berakhir, kelompok Ain Syams tetap istiqamah dengan nilai 500-nya. ‘Ala kulli hal, Bravo “Ain syam”! tetep salute atas semangat dan keberaniannya.

IMG_4500Setelah CC, Almakki memulai acara inti yang paling dinanti: permainan kayak masa kecil dulu! Bukan karna masa kecil kurang bahagia nih, tapi karna saking bahagianya, jadi pengen mengulang kembali kenangan-kenangan manis itu di bumi kinanah ini…ceilee… Yang ikhwah mulai “mengkapling” tempat untuk acara mereka sedangkan Almakkiyat dipandu oleh kak Ikhlas (gen 14) memposisikan diri  di lapangan yang berbeda. Jenis permainan kali ini adalah cari petunjuk dari kertas yang disembunyikan di lapangan secara berurutan. Setiap kelompok diberi hadiah 3 “ekor calon bayi ayam” yang direbus. Tragis…IMG_4556

Setelah puas dengan serangkaian permainan seru, acara dilanjutkan dengan makan siang bareng dengan menu spesial ikan goreng balado ala Almakki. Anggota Almakkiyat menyantap dengan lahap… begitu nikmat, yang gak datang, asli rugi banget deh

Azan Ashar berkumandang, para anggota menunaikan sholat di mesjid dekat pintu masuk hadiqoh. Selanjutnya Almakkiyat menggelar permainan balon dan tebak orang. Heboh banget lho! Dalam permainan ini, perhatian terhadap ciri-ciri fisik anggota lain diuji agar bisa menebak walaupun tanpa melihat.IMG_4521

Di penghujung sore, seluruh anggota Almakki kembali berkumpul untuk penutupan acara plus pembagian hadiah. Almakkiyat diberi hadiah spesial buat rame-rame, karna Almakkiyat nggak mendata pemenang lomba dan nggak membagi kelompok dalam permainan. Tapi semuanya tetap have fun aja.

Senja terus merangkak, hingga akhirnya Maghrib pun tiba. Setelah shalat maghrib, seluruh anggota Almakki bersayonara dengan tempat legendaris ini. Kebersamaan yang begitu indah telah menyejukkan kembali jiwa-jiwa yang gersang dan membakar semangat untuk menghadapi perkuliahan term I yang sebentar lagi menjelang. Sebagian anggota Almakki ziarah dulu ke rumah ustadz Akmal Syafar (Gen 4) yang mengalami musibah kecelakaan, sedangkan Almakkiyat segera pulang ke kediaman masing-masing dengan hati riang. Meski masih menyimpan sebuah harapan, semoga gak ke Hadiqoh lagi rihlah tahun depan…:)

* lulusan S1 Tafsir al-Azhar – Gen 6 MAKN Putri

Pertemuan Perdana Pelatihan Khat Riq’ah Almakkiyat

25 October 2009 at 2:39 pm | Posted in Gen 5, KEGIATAN | 1 Comment
Tags:

Oleh: Reni Rahmawati*

Pada hari Senin, 12 oktober 2009 dimulai pertemuan perdana pelatihan khat riq’ah bersama 8 orang anggota Almakkiyat. Saya sebagai penanggungjawab khat salut atas semangat mereka, ada yang baru balik dari ma’had langsung menuju kediaman ALA GAMBEE dan ada juga yang dari Asrama Jam’iyyah  Syar’iyyah (Js). Alhamdulillah, acara bisa langsung dimulai setelah sholat ashar berjamaah pada jam 3.30 sore WK sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

Pada pertemuan perdana ini saya menceritakan sedikit tentang khat, jenis- jenis khat dan bagaimana kehidupan para khattath dalam dunia khat. Fokus utama tentu saja tentang bagaimana menulis sesuai dengan kaidah khat riq’ah sehingga tidak adanya campur baur antara khat riq’ah dengan khat naskhi seperti yang seringkali terjadi.

Saya membahas kaidah-kaidah khusus khat riq’ah (foto 1) dan memberikan copyian kepada anggota khat Almakkiyat silabus pelajaran khat riq’ah.

1.kaidah khat riq'ah

Pelajaran pertama dimulai dengan bagaimana menulis nama masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan pelajaran menulis huruf alif dan ba (foto 2 & 3).

2.huruf alif3.huruf ba'

Setelah itu menulis kalimat yang mayoritas disitu huruf alif dan ba nya yaitu: “rabab tuhibbu albaidha wa azzabib(foto 4).

4.huruf alif dan ba' dalam kalimat

Tentunya dicontohkan terlebih dahulu kemudian peserta menuliskan kembali, kemudian dikoreksi. Setelah pengoreksian, para anggota ditugaskan menulis kembali kira-kira 4 atau 5 baris  tulisan yang sama sebagai tugas dirumah. Dengan tambahan tugas menulis huruf ba’ dengan huruf hijaiyyah yang lainnya seperti huruf ba dengan alif, ba’ dengan ba, ba’ dengan jim dan sebagianya (foto 5). Dan juga penugasan menulis ayat dalam surat  al-Masad dengan tulisan riq’ah (foto 6).

5. huruf ba' dengan huruf hijaiyyah6.surat al masad

Terlihat para peserta sangat antusias dalam belajar khat kali ini, sehingga pertemuan perdana berlangsung lumayan lama sampai-sampai lepas magrib dilanjutkan kembali. Insya Allah pelatihan ini ditargetkan sekitar 10 kali pertemuan. Ayo buruan, siapa cepat dia dapat..!! Alqithar tamsyi fala tantazhir ahad…;)

*Mahasiswi tk 4 Jur.Tafsir Al-Azhar – Gen 5 MAKN Putri

Program Almakkiyat tahun ini

9 October 2009 at 6:43 pm | Posted in ORGANISASI | 5 Comments
Tags: , , ,

PROGRAM KERJA ALMAKKIYAT

PERIODE 2009-2010

Program kerja almakkiyat terdiri dari:

  1. Program Pilihan.
  2. Program Khusus.

1. PROGRAM PILIHAN :

Program Almakkiyat tahun ini berupaya mengutamakan kualitas bukan sekedar kuantitas, sehingga ditampilkan sedikit agak berbeda.  Setiap anggota Almakkiyat memiliki kebebasan memilih program-program yang ditawarkan sesuai dengan kecendrungan masing-masing dengan mempertimbangkan kesibukan dan aktifitas anggota di luar kegiatan Almakki. Tentunya pengurus terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap anggota Almakkiyat, program-program apa saja yang akan diikuti atau tidak diikuti sama sekali. Diharapkan kontribusi dan kedisiplinan anggota dalam mengikuti program yang telah dipilih sesuai dengan aturan yang ada.

1. Menghafal Matan Tuhfatul Athfal

Tujuan :

Rata-rata anggota Almakkiyat telah belajar tahsin dengan masyayikh yang berbeda-beda bahkan ada yang telah diamanahkan ijazah yang bersanad sampai ke Rasulullah SAW. Oleh karena itu, demi peningkatan kualitas alangkah bagusnya menyempatkan waktu menghafal matan tuhfatul athafal. Dengan catatan, kegiatan dikontrol oleh koordinator Almakiyyat langsung. Dimanapun berada dan bertemu akan ditanya perkembangan hafalan anggota yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan :

Almakkiyat yang memilih program ini, masing-masing memiliki teman setoran dan catatan setoran. Waktu dan tempat setoran tergantung kesepakatan masing-masing. Pada term II nantinya, akan diadakan lomba hafalan sekaligus syarah. Sistem penilaian bukanlah juara 1, 2, 3 tetapi disesuaikan dengan predikat yang mereka raih seperti mumtaz, jayyid jiddan ataupun jayyid. Sehingga tidak menutup kemungkinan semua peserta meraih mumtaz. Insya Allah peserta akan mendapat piagam dari Almakki sebagai penghargaan dari kesungguhan dan kesetiaan mereka mengemban amanah sebagai penuntut ilmu.

2. Pelatihan Penulisan Khat Riq’ah Bi Qalam Al ‘Adi

Tujuan :

Khat riq’ah merupakan khat yang paling mudah dan membantu meningkatkan kemampuan menulis lebih cepat dibanding khat yang lain. Sengaja disini diadakan pelatihan khat riq’ah bi qalam al ‘adi karena dirasa lebih efisien karena peserta hanya perlu menyediakan buku tulis dan pensil. Sedangkan jika diadakan pelatihan khat bi qalam alkhat ditakutkan akan memakan waktu yang cukup lama. Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta akan:

  1. memiliki tulisan sesuai dengan kaidah khat riq’ah. Banyak terjadi kasus, ketika menulis arab bercampur-baur antara khat riq’ah dan naskhi,
  2. tulisan bisa dibaca jelas ketika menulis catatan,  ujian ataupun mengajar nantinya,
  3. mampu mencatat  dengan lebih cepat ketika mendengar ceramah bahasa arab ataupun muhadharah di kuliah.

Kegiatan :

Program ini diamanahkan langsung kepada koordinator Almakkiyat. Bagi anggota Almakkiyat yang memilih program ini, masing-masing menyediakan buku tulis dan pensil. Nanti akan diadakan pertemuan perdana khusus dengan anggota khat sebagai muqaddimah sekaligus penugasan PR yang dikerjakan di rumah. Untuk pelajaran selanjutnya akan dilaksanakan kapan saja dan dimana saja ketika bertemu dengan penanggung jawab khat, tentunya disesuaikan dengan kondisi dan keadaan. Pelajaran selanjutnya hanya boleh dilanjutkan setelah pengoreksian PR yang telah dikerjakan sebelumnya, dengan catatan satu kali pertemuan untuk satu pelajaran. Akan dipilih 5 orang peserta terbaik yang lebih cepat menamatkan pelajarannya sampai huruf terakhir. Peserta terbaik juga akan mendapatkan piagam penghargaan dari Almakki atas apresiasinya berlomba-lomba dalam kebaikan.

3. Kajian Ilmiah

Tujuan :

Kajian ini berguna untuk melatih peserta membuat makalah ilmiah dan mempresentasikannya di depan forum, serta memotivasi untuk aktif berdiskusi dan kritis terhadap kajian Islam kontemporer.

Kegiatan :

Kajian ilmiah terdiri dari 2 kelompok kajian: kajian kontemporer dan kajian tafsir hadis. Anggota Almakkiyat yang memilih kajian ini dapat memilih salah satu dari 2 kajian yang disodorkan atau dapat juga mengikuti keduanya sekaligus. Diasumsikan satu kelompok kajian berjumlah 5 sampai 8 orang. Setiap kelompok kajian dapat menunjuk seorang  penanggung jawab untuk menghandel anggotanya. Anggota kajian akan mendapatkan tugas sebagai pemakalah sesuai dengan silabus yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam setiap pertemuan, pemakalah diharapkan membagi makalahnya kepada setiap anggota kelompok. Masalah waktu dan tempat disesuikan dengan kesepakatan masing-masing kelompok kajian. Jika diantara anggota kajian tidak bisa hadir, diharapkan menginformasikan kepada penanggung jawabnya dengan alasan yang konkrit. Anggota Almakkiyat lain yang bukan anggota kelompok kajian tetap diperbolehkan menghadiri dan berdiskusi dalam kajian ini. Menjelang kepengurusan Almakkiyat berakhir, makalah-makalah terbaik akan dibundel menjadi sebuah buku.

4. Pelatihan komputer (Microsoft Word, Excel dan Power point)

Tujuan :

Anggota mampu menulis dengan menggunakan Microsoft word, excel dan power point.

Kegiatan:

Pelatihan komputer akan dilaksanakan beberapa kali pertemuan, dengan materi teori dan praktek. Kegiatan ini disesuaikan menurut kesepakatan anggota Almakkiyat yang memilih program ini. Jika keadaan memungkinkan akan diadakan pelatihan editor sebagai kegiatan tambahan.

2. PROGRAM KHUSUS

1. Mengaktifkan Blog Almakkiyat

Aktifasi blog bertujuan untuk melatih dan mengembangkan potensi menulis Almakkiyat serta menjadi ajang diskusi di dunia maya. Pengurus akan membagikan undangan menulis kepada para anggota sesuai dengan kapabilitas dan bidang masing-masing. Pengurus menargetkan mampu meng-update tulisan minimal sekali seminggu serta memuat tulisan-tulisan Almakki putri di luar Mesir. Semua kegiatan Almakkiyat juga akan diposting di blog, agar dapat diakses oleh seluruh anggota.

2. Mengadakan Silaturrahmi Akbar Di Akhir Pengurusan

Rencananya, silaturrahmi ini akan digelar di lokasi yang indah dan nyaman untuk semakin mempererat persaudaraan dan kekompakan Almakkiyat sekaligus untuk tadabbur alam dan refreshing.

Acara yang akan dilaksanakan diantaranya:

– pengumuman pemenang lomba Tuhfatul Athafal,

– pengumuman peserta terbaik khat riq’ah bi qalam al ‘adi,

– presentasi pemakalah terbaik,

– foto bareng dan penganugrahan sertifikat.

Catatan:

Dengan program-program ini, ditargetkan akan semakin mendongkrak prestasi Almakkiyat serta meningkatkan keahlian di bidang masing-masing.

Pengurus:

1. Reni Rahmawati (koord.)

2. Mukrima

3. Lina Rizqi Utami

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.