Mendayagunakan liburan musim panas agar ia tak terbuang percuma

2 August 2010 at 5:34 pm | Posted in AKHLAK, MOTIVASI | Leave a comment
Tags: , ,

oleh: Feni Elfienti

Sangatlah tepat membiacakan musim panas yang kita laluii saat ini. Panasnya terasa begitu menyengat ke tulang belulang kita. Sebagai mahasiswa yang mempunyai segudang acara dan seabrek kegiatan pasti kita jadi serba salah karna panas. Bahkan tak jarang udara yang begitu menyengat menjadi alasan dan justifikasi untuk membatalkan agenda yang telah direncanakan.


Sebenarnya, kita patut bersyukur dengan adanya  musim panas sebagai anugrah dari Alalh. Toh di akhirat nanti, di Padang Mahsyar kita akan merasakan panas yang lebih dahsyat hingga ke ubun-ubun. Sedikitpun tak ada bandingannya dengan musim panas di dunia ini.

Musim panas tahun ini dan pasca imtihan yang baru saja berlalu,hendaknya tidak dihabiskan dengan hal-hal tak bermanfaat. Selayaknya kita membuat planning yang efisien agar liburan ini tidak sia-sia, namun menjadi ajang pesta menuntut ilmu bagi kita di bumi para Nabi ini. Saking pentingnya pemanfaatan waktu, Allah telah bersumpah tentang waktu, salah satunya: “Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-oragng yang beriman dan meralam shaleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati dalam kesabaran. (Surah Al-Ashr: 1-3).

Natijah yang baru saja turun, bagaimanapun harus disyukuri, jika hasilnya bagus, jangan dulu terlena dan merasa puas. Tetapi harus berusaha meningkatkanya di masa datang, begitu juga kalau hasilnya masih mengecewakan, don’t be sad…banyak-banyaklah introspeksi diri dan berbaik sangkalah kepada Allah. Mungkin usaha kita masih kurangd an butuh kerja keras yang lebih giat lagi. Yang pasti janga berputus asa. Allah berfirman: “boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (Surah Al-Baqarah: 216).

Jadi, walaubagaimanapun natijah yang didapat, liburan musim panas tetap harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Banyak hal positif yang bisa kita lalukan untuk peningkatan kualitas diri kita. Seperti:

1. Menghafal Al-Quran

Sebagai penuntut ilmu syar’I di Universitas Al-Azhar, tentunya kita senantiasa bergelut dengan dalil-dalil Al-Quran. Apalagi tiap tahun kuliah membebankan hafalan 2 juz Al-Quran. Ini tentu saja harus memacu semangat kita untuk lebih meningkatkan hafalan Al-Quran. Bukan hanya sesuai beban mata kuliah saja tapi hendaknya bisa sampai hafal 30 Juz Al-Quran lengkap dengan sanad resmi dari Syekh Hafiz.

2. Membaca Muqarrar (diktat kuliah)

Selesai imtihan bukan berarti muqarrar dicampakkan atau ditumpuk dalam lemari saja. Sebaiknya dibaca kembali dan dimuthala’ah lagi bagian-bagian yang belum dipahami. Atau bisa jadi membaca muqarrar kakak kelas, setidaknya untuk mendapat gambaran umum tetang pelajaran yang dibahas tahun depan, meskipun nanti buku muqarrarnya akan berbeda.

3. Membaca buku-buku bermanfaat.

Mesir sebagai gudang ilmu Islam memproduksi banyak sekali buku-buku berwawasan kesilaman. Sangat rugi jika kita tidak memanfaatkannya. Rata-rata masisir punya perpustakaan pribadi, dan kita bisa mulai membaca buku-buku kita yang belum disentuh lagi sejak pertama kali beli, atau bisa meminjam buku dari perpustakaan pribadi kawan. Perpustakaan kampus dan perpustakaan PMIK di Wisma Nusantara juga pilihan terbaik untuk menambah pengetahuan.

4. Mengikuti halaqah-halaqah ilmiah.

Sudah jadi kebiasan mesjid-mesjid di Mesir mengadakan halaqah ilmiah, Jika kita ke mesjid Al-Azhar, tertampang jadwal talaqqi dengan para Syekh yang bisa diikuti. Baik materi umum atau khusus yang berkaiatan dengan bidang ilmu tertentu seperti tafsir, hadis, fiqh, nahwu dan lain-lain.

5. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Masisir

Liburan musim panas bagaikan pesta kegiatan bagi organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di Mesir. Mulai dari PPMI dan Wihdah, organisasi kekeluargaan, almamater dan bahkan acara-acara yang diadakan KBRI Mesir. Tentunya kita harus bijak memilih acara yang sesuai.

Sedangkan hal-hal negatif yang seharusnya dihindari adalah:

1. Kebiasaan begadang dan tidur pagi

Gara-gara udara panas, jadi banyak orang –juga sebagian masyarakat mesir – begadang hingga subuh, lalu tidur setelah shalat subuh sampai zuhur. Hal ini seharusnya tidak dijadikan kebiasaan.

2. Terlalu banyak rihlah

Mesir merupakan negeri eksotis yang menyimpan sejarah peradaban, mulai dari zaman kuno hingga zaman Islam. Sangat banyak tempat wisata pelepas lelah pasca imtihan. Namun, tidak baik jika terlalu bayak jalan-jalan dalam jangka waktu yang berdekatan.

3. Sibuk Tak Menentu (STM)

Ini terjadi jika kita tak punya agenda jelas untuk mengisi liburan, sehingga bingung akan melakukan apa. Lalu larut dalam kegiatan-kegiatan tidak penting dan tidak bermanfaat dalam peningkatan kualitas diri.

Terakhir, penulis berharap kita mampu bijaksana memberdayakan liburan musim panas ini. Alangkah menyedihkan rasanya, ketika malam menjelang tak sedikitpun ilmu dan manfaat yang bisa kita petik pada hari itu. Wallahu A’lam.

Advertisements

GAGASAN MERUNUTKAN AL-QUR`AN SECARA KRONOLOGIS

18 July 2010 at 3:53 pm | Posted in Gen 6, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Oleh: Ainul Zikra Lc

Jum`at yang cerah, permulaan musim semi 2 april 2010,  akhirnya kajian dwi mingguan terlaksana,  walaupun  kajiannya sempat mundur satu hari dari hari yang ditetapkan, tapi alhamdulillah kajian tetap berlangsung dengan khidmat. Kajian kali ini  dipresentasikan oleh Alfi Rahmi yang sedang menempuh program s1 tingkat 3 tafsir, dan Faizah Jamili lc.  Kajian yang di moderatori oleh Widya ini bertempat di rumah ummu Wafiyah di madrasah.  Kajian ini berlangsung dari pukul 11 sampai pukul 2 siang,  panasnya hari itu tidak menyurutkan semangat Al-makkiyat ikut serta dalam kajian ini,  walaupun bertempat di sutuah.

Pada kesempatan kali ini,  pemakalah memaparkan tentang jawaban dari gagasan merunutkan Al quran secara kronologis,  yang artinya mengurutkan surat-surat Al quran berdasarkan waktu turunnya dan bukan seperti susunan yang kita lihat pada saat ini. Gagasan ini di di serukan oleh seorang penulis yang bekerja di Kementerian Hukum di Mesir yang bernama Yusuf Rasyid. Dan tulisan ini di tentang dan dijawab oleh Muhammad Abdullah Darraz dalam bukunya Hashadul Qalam.

Pemakalah membagi makalah ini menjadi dua bagian pembahasan,  yang pertama : menjawab dan mendiskusikan gagasan yang di lemparkan oleh Yusuf Rasyid tersebut. Beliau melontarkan beberapa syubhat,  diantaranya beliau mengatakan bahwa susunan Al quran seperti yang ada pada saat ini sangat membingungkan dan mengganggu sistematika pemikiran dan menghilangkan manfaat dari hikmah penurunan Al quran secara berangsur angsur, oleh karena itu hendaknya menyusun Al quran berdasarkan turunnya yaitu surat makkiyah di letakkan berdampingan dengan surat makkiyah, begitu juga surat madaniyyah hendaknya diletakkan berdampingan surat madaniyyah.  Syubhat ini di jawab oleh pemakalah yang di ambil dari berbagai referensi yaitu susunan surat-surat Al quran pada saat ini adalah bersifat tawqifi yaitu datangnya dari Allah dan bukan melalui ijtihad dari sahabat,  maka susunan tersebut tidak boleh di ganggu gugat. Dan penulis itu menerima bahwa dalam satu surat saja boleh jadi mengandung ayat-ayat makkiyah sekaligus madaniyah, kenapa ia tidak bisa menerima bergandengnya dua surat yang berbeda sifatnya, padahal secara logika bergandengannya dua tubuh yang saling berbeda jauh lebih ringan daripada  terdapatnya parsial-parsial yang asing dan sangat berbeda dalam satu tubuh.

Kemudian syubhat selanjutnya yang beliau lontarkan adalah susunan sekarang ini tidak sejalan dengan hikmah tasyri`,benarkah?.

Syubhat ini juga dijawab oleh pemakalah bahwa kritikan ini hanya bersifat teoritis yang tidak memiliki dasar praktis,  dan ini juga menunjukkan bahwa pelontar syubhat lengah terhadap dua sisi pandang yang sangat berbeda. pertama: maqam tanzil dan ta`lim,  dan kedua : maqam tadwin dan tartil.  Maqam tanzil dan ta`li artinya sisi pandang yang lebih menitik beratkan pada kondisi yang mengharuskan diturunkannya wahyu guna mengajarkan manusia kepada yang benar dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.  Sementara maqam tadwin dan tartil artinya sisi pandang yang lebih menfokuskan pada masalah kodifikasi Al quran untuk di baca dan menjadi kitab yang kekal sepanjang zaman serta pegangan bagi umat  manusia sampai hari kiamat nanti.

Pembahasan yang kedua adalah apakah al quran itu besifat tawqifi atau tawfiqi?  Yang dimaksud dengan tawqifi disini adalah susunan  yang telah di tetapkan oleh Allah atau berdasarkan wahyu,  sedangkan yang dimaksud dengan tawfiqi adalah sesuatu yang di tetapkan berdasarkan ijtihad sahabat.  Disini para ulama juga berbeda pendapat dengan memegang berbagai dalil,  yang akhirnya dua pendapat ini ditarjih lagi yaitu al quran itu bersifat tawqifi.

Pemakalah mempresentasikan makalahnya yang berjudul gagasan merunutkan Al quran secara kronologis dan berjumlah 14 halaman ini selama lebih kurang dari 1 jam. Setelah itu di buka sesi tanya jawab,  yang mana peserta kajian sangat antusias dalam sesi ini sehingga hampir seluruh peserta mengajukan pertanyaan dan masukan masukan. Diantaranya ni Dwi memberi usulan untuk menambah kata: “menjawab” di judul makalah agar dipahami bahwa makalah ini bukan mendukung gagasan merunutkan Al quran secara kronologis. Dan juga makalah ini sebaiknya di bagi menjadi 3 bab yaitu,  pendahuluan,  isi, dan penutup serta beberapa masukan lainnya.

Setelah sesi tanya jawab selesai akhirnya selesai juga kajian yang ke-6 itu. Diskusi kali ini memakan waktu lebih kurang 3 jam. Di akhir acara ummu wafiyah menghidangkan kue bolu coklat special..:Subhanallah..acok acok se lah mode ko yo ummu wafi 🙂

Untuk sementara kajian Al makkiyat dicukupkan sampai disini berhubung ujian telah dekat,  selamat menempuh ujian teman-teman semua, mudah-mudahan Allah memberikan nilai yang terbaik.amin…insya Allah kajian akan dilanjutkan kembali setelah dunsanak sadonyo selesai menghadapi ujian termen 2 ini. Don`t miss it..Semangaik  taruih !!!!! 🙂

21 ORANG SISWA MAN/MAKN KOTO BARU PADANGPANJANG DITERIMA PADA UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO MESIR

17 June 2010 at 1:14 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, siswa MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang mendapat kesempatan untuk melanjutkan studinya pada sejumlah universitas terkemuka di Timur Tengah seperti Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir. Khusus siswa yang tamat tahun pelajaran 2009/2010 ini, dari 24 orang siswa/ i MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang mengikuti seleksi, sebanyak 21 orang berhasil lulus seleksi dan diterima sebagai mahasiswa pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir tersebut.

Keberhasilan siswa-siswi tersebut, setelah mengikuti serangkaian tes yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada bulan Mei 2010 yang lalu di Medan Sumatera Utara. Ketika di konfirmasikan kepada pihak MAN/MAKN Koto baru, melalui wakil kepala bidang humas Dra. Eri Arifin menyebutkan bahwa siswa-siswi yang lulus seleksi tersebut akan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Adapun biaya akan ditanggung oleh masing-masing siswa, karena pihak Kementerian Agama Republik Indonesia hanya memfasilitasi pada penjaringan saja. Lebih lanjut Erni Arifin menyebutkan, bahwa setelah mengikuti kuliah selama semester awal, barulah anak-anak kita bisa mengikuti serangkaian tahapan untuk mendapatkan beasiswa dari pihak Universitas Al-Azhar Mesir.

Untuk diketahui bahwa para alumni MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang sudah menyelesaikan kuliahnya pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir sudah mencapai 200 orang. Saat ini tercatat kurang lebih 150 orang yang sedang mengikuti perkuliahan.

Siswa-siswi yang lulus seleksi dan diterima di Universitas Al-Azhar tersebut adalah Rafiqul Huda Siregar, Irham Amir, Alfendri, Muhammad Afdhal, Gusti Rahma Yeni, Ikhwal Syaifullah, Ahmad Dzaki, Dailami Ismail, Ramiz Rahma Wita, Muhammad Rafdi, Deded Bakti Anggara, Amal Khairat, Ahmad Suryadi, Insanul Maruf, Yanuarta Wijaya, Hamdani Irawan, Ahmad Zaki, Nenen Adrita, Asfar Hamdi, Iqbal. Setelah dinyatakan lulus dan diterima, saat ini sedang mempersiapkan persyaratan administrasi untuk keperluan keberangkatannya dan pada bulan September 2010 mereka akan berangkat ke Kairo Mesir. (http://sumbar.kemenag.go.id/)

Al-Azhar Entrance Exam, Agree or Disagree?

20 May 2010 at 11:45 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 8, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Written by: Ismarni Ismail

Entrance exam..it is regarded as one of the most important event for the participant and can change their lives in their fiercely competitive society. The exam..is not only the fight for the candidates, but also affect their families and society.

For making a stressing point in our topic, we are going to talk about entrance exam for entering Al-Azhar University.

Al-Azhar is the most famous Islamic University in the world, Al-Azhar before this academic year very welcome to foreign student who wants to study Islamic knowledge without any entrance exam. But in Indonesia since 2006 the Indonesia Department of Religious Affairs has made a new decision that the student who wants to study at Al-Azhar must pass the entrance exam in Indonesia first. Of course this decision has been a controversial topic, many opinions agree with this and another perspective disagrees.

Who agrees with this says that we need entrance exam in every educational system because without it a person can not check his ability and talent in a particular field, with Arabic exam, the student can know his capability in Arabic because all of  the lessons at Al-Azhar is taught in Arabic, also a good score in exam indicate the intelligence of student, problem solving ability and the drive to do the necessary work, this is a good new system to classify the student’s abilities before entering Al-Azhar.

In the other hand..by seeing the reality, this decision has caused a big problem between Indonesia Department of Religious Affairs and the Embassy of Egypt in Indonesia. The Department said that they have full authority to organize this exam because all of Islamic senior high school under their authority.

On the contrary, the Embassy of Egypt said that they have full authority to handle it, because they know Al-Azhar’s curriculum well and of course they will issue the visa. Who are the victims of this fighting? Surely not both of them, but the students! After passing the exam, they will wait for the visa until unknown time. Exactly that’s a waste of time and so much stressful.

So that’s, there many opinions force this decision, because it has caused many problems and it can be a field of money politic, that’s first reason. The second reason is the standardization of this exam still make confusing, can it check the student’s abilities completely or not?

And the important one is this exam has limited the quantity of Indonesian students to study Islamic knowledge at Al-Azhar University. Of course it’s not good toward Islamic society and dakwah of Islam.

Presented on Wednesday 10 March 2010 at AEC

Ujian Termin II Tahun Akademik 2009/2010

10 May 2010 at 10:04 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Abdullah Hoseyni Hilal, (24/4) mengumumkan bahwa ujian termin II di Universitas Al-Azhar akan dimulai pada 29 Mei mendatang. Ujian diadakan serentak di seluruh fakultas Universitas Al-Azhar, baik yang di Cairo maupun cabang-cabang di daerah. Menurut Hilal, Universitas Al-Azhar saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar para mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan teratur.

Selain itu, Hoseyni juga menegaskan kembali larangan memakai cadar saat ujian, terutama di fakultas-fakultas khusus puteri. Cadar, lanjut Hoseyni, tidak diperlukan karena seluruh peserta ujian wanita dan para pengawas ujian pun seluruhnya wanita. Bahkan, para penjaga pintu masuk pun juga wanita. Hoseyni berharap ujian kali ini berlangsung tertib dan aman. Hoseyni mengemukakan hal tersebut saat meninjau fakultas-fakultas khusus puteri di Nasr city, seperti Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Humaniora, dan Fakultas Kedokteran.

Maka, sehubungan dengan semakin dekatnya Ujian Termin II tahun akademik 2009/2010, Atase Pendidikan Nasional KBRI Cairo menghimbau seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan:

* Memancangkan Ulang Tujuan Awal ke Mesir

* Menekadkan diri bahwa tahun ini “Saya Harus bisa Menaklukkan Muqarrar!

* Meninggalkan Aktivitas apapun selain Muqarrar

* Mengoptimalkan Usaha dan memperkuat Do’a

* Segera Back to Campus dan Back to Muqarrar

Sumber: dikbudcairo.org

Try Out & Talk Show PPMI

30 April 2010 at 4:23 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Dalam rangka penutupan kegiatan mahasiswa dan persiapan jelang ujian term II al Azhar yang akan dihelat bulan juni mendatang, PPMI bersama Wihdah, Asy-Syatibi Center dan Senat Mahasiswa serta dukungan dari KBRI Cairo mengadakan Try Out dan Talk Show Motivasi pada hari Senen, 26 April 2010. Acara yang dihelat di Auditorium Shalah Kamil Universitas Al Azhar tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta.

Dubes RI, AM. Fachir dalam sambutannya menegaskan bahwa KBRI Cairo sebagai perwakilan pemerintah Indonesia dan penyambung lidah rakyat memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Beliau berharap, mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan akomodasi yang telah KBRI sediakan, diantaranya Fushul Taqwiyah dan kampus Al-Qur’an.

Acara yang dimulai pada 10.00 Clt. dan berakhir pada 20.00 Clt. tersebut dibagi menjadi 4 agenda. Agenda pertama yaitu Try Out ujian yang untuk mahasiswa dan mahasiswi tingkat I pada pelajaran tertentu  di setiap fakultas. Adapun agenda kedua yang dilaksanakan setelah shalat Dhuhur diisi dengan Talk Show motivasi belajar dengan tema “Mahasiswa Berprestasi Bukan Hanya Mimpi” yang disampaikan oleh Jamaludin A. Khaliq, MA., Mulyadi dan Nikmah Mawaddati.

Menginjak agenda ketiga, yaitu Kuliah Umum Bilingual bersama Prof. Dr. M. Zaki Usman dengan tema “Jalan Menuju Kesuksesan”. Dalam pemarannya, mantan Dekan Fakultas Da’wah wa Tsaqafah Universitas Al Azhar tersebut dalam menyampaikan bahwa seorang pencari ilmu akan sesat jika tidak didampingi oleh seorang guru, bahkan Nabi Muhammad pun membutuhkan tuntunan Jibril dalam memahami firman-firman Allah SWT. masih dalam kesempatan yang sama, Ia berpesan kepada mahasiswa generasi Islam untuk agar mampu mengatur waktu sebaik-baiknya yang ia tuturkan dalam kalimat “invest your time, before invest your money”.

Adapun Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) menjadi agenda penutup rangkaian acara yang dikemas dalam tema “Menggelorakan Semangat Rabbani dalam Pribadi Islami” tersebut. Dr. Fadlolan Musyafa, MA., koordinator I-4 Timur Tengah yang menjadi pemeran utama sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa dengan berdirinya I-4 yang beranggotakan para ilmuwan Indonesia dari universitas-unversitas terkemuka di dunia mampu memperbaiki dan memberikan solusi kongkrit terhadap pelbagai permasalahan yang ada di tanah air.

Selain keempat agenda tersebut, juga dilaksanakan penguman berikut penganugrahan terhadap peserta terbaik Kampus Al Quran, Try Out dan Preparation For IELTS.

Juga untuk memeriahkan kegiatan multi agenda tersebut ditampilkan hiburan oleh Grup Nasyid Dai Nada dan Grup Marawis Keluaga Pelajar Jakarta.

dikbudcairo.org

Diskusi Ilmiah 4: Ayat Al-Quran yang Pertama dan Terakhir Kali Turun

18 March 2010 at 4:29 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 5, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Oleh: Arina, Lc (Gen 5 MAKN Putri)

 

Alhamdulillah, diskusi dwi mingguan Almakkiyat yang ke-4, Kamis 4 Maret 2010 yang diadakan di rumah Ummah Mujahid, berlangsung dengan lancar. Meskipun agak molor setegah jam, karena sebagian besar para peserta sudah mulai aktif kuliah, tetapi tidak mempengaruhi semangat para Almakkiyat untuk mengikuti kajian yang dimoderatori oleh Ismarni ini. Makalah yang berjudul Ayat Al-Quran yang Pertama dan Terakhir Kali Turun dipresentasikan oleh duo Ainul Zikra, Lc dan Fitri Shabrina, Lc yang tengah menempuh program pasca sarjana bidang Tafsir di Univ Al-Azhar.

Makalah ini, sesuai dengan judulnya, membahas tentang ayat Al-Quran yang pertama dan yang terakhir diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. Pemakalah menyampaikan bahwa diantara faedah mempelajari hal ini adalah untuk mengetahui ayat naskh dan mansukh (yang menghapus hukum ayat yang telah diturunkan terlebih dahulu) dan untuk mengetahui sejarah penetapan hukum Islam yang berangsur-angsur. Juga sebagai bukti keotentikan Al-Quran sebagai wahyu dari Allah, dengan tidak adanya kontradiktif apapun antara ayat-ayat Al-Quran meskipun diturunkan bertahap dalam waktu 23 tahun.

Pemakalah membagi permasalahan ini menjadi dua bagian: pertama, ayat yang pertama dan terakhir turun secara tematik dan kedua, ayat yang pertama dan terakhir turun secara mutlak serta perbedaan pendapat para ulama mengenai hal ini. Kemudian didapatlah kesimpulan bahwa pendapat yang paling benar mengenai ayat yang pertama turun adalah surat Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang disampaikan oleh Jibril as ketika Rasulullah saw bertahanus di gua Hira. Sedangkan ayat yang terakhir turun adalah surat Al-Baqarah ayat 281 yang turun 9 hari sebelum Rasulullah saw wafat.

Makalah yang berjumlah tujuh belas halaman ini selesai dipresentasikan dalam waktu lebih kurang 45 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi setelah menunaikan shalat Ashar. Selain berbagai pertayaan berbobot, saran-saran yang dilontarkan kali ini diantaranya agar setiap pemakalah mentakhrij hadis-hadis yang terdapat di dalam makalahnya sesuai dengan metode takhrij hadis. Juga untuk memperbanyak rujukan kitab untuk memperkaya kandungan makalah.

Tanya jawab berlangsung seru sambil mencicipi jeruk dan strawbery sampai menjelang azan maghrib berkumandang. Selesailah sudah kajian dwi mingguan Almakkiyat kali ini. Sampai jumpa di kajian mendatang…Insya Allah kajian hadis dengan tema Kontradiksi Hadis (Mukhtalif Hadis) oleh Desri Ningsih dan Fadhilah Is di ‘Ala Gambe House…

Diskusi Ilmiah 3: Imam Bukhari Dan Penulisan Kitab Shahihnya

18 March 2010 at 4:05 pm | Posted in Gen 7, hadis, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Oleh: Desri Ningsih (Gen 7 MAKN Putri)

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, dua minggu masa liburan ujian termen satu telah berakhir, masa liburan yang dilalui dengan berbagai kegiatan, tak terkecuali dengan anggota Almakkiyat, Diskusi Tafsir Hadis yang sempat tawaquf sebulan lebih karna ujian kembali hidup dan aktif. Kamis 18 Februari 2009 merupakan diskusi yang ketiga kalinya, bertempat di rumah uni Retno dengan pemakalah Ummah Mujahid (Kemala Dewi Lc), mahasiswi pasca sarjana Al-Azhar jurusan hadis. Makalah yang disampaikan mengupas tuntas profil Imam Bukhari dan penulisan kitab shahihnya serta  membahas tentang kritikan-kritikan atau syubhat dari orientalis bahkan dari orang Islam sendiri terhadap beliau.

Sunnah merupakan sumber kedua syariat Islam setelah Al-Qur’an, yang merupakan wahyu ghoiru ma’thlu yang membedakannya denagan Alqur’an, karena itu maka hadis yang shahih merupakan hal paling utama dan urgen sekali dalam khazanah hukum Islam. Dengan demikian maka Al-Qur’an dan Sunnah merupakan dwi tunggal yang tak bisa dipisahkan, namun tidak berarti kedudukan keduanya itu sejajar.

Untuk menshahihkan atau mencari dan mendapatkan sebuah hadis bukanlah hal yang mudah, butuh waktu dan perjalanan yang panjang, seperti yang dilakukan oleh Imam Bukhari Rahimahullah. Dalam mencari  dan menentukan keshahihan sebuah hadis beliau melakukan rihlah atau perjalanan dari daerah ke daerah lain hanya dengan menunggang unta atau kuda dengan bekal hanya sepotong pinu (sejenis roti), bukan seperti sekarang ini dengan perkembangan teknologi yang serba canggih dan moderen. Adapun tujuan rihlah ini beliau lakukan agar ia langsung mendengar hadis tersebut dari sumbernya, walaupun itu hanya satu hadis beliau rela mengunjungi kota demi kota demi mendapatkan atau mencari keshahihan sanad hadis tersebut sampai benar –benar bersambung keRasulullah SAW tanpa adanya munqoti’.

Imam Bukhari merupakan salah satu dari pembesar ahli hadis yang sangat masyhur, sejak umur sepuluh tahun beliau telah hapal ribuan hadis, dan ketika berumur enam belas tahun beliau juga telah hafal kitab Ibnu Almubarok dan Waki’, kemudian pada umur delapan belas tahun beliau mulai menulis kitab tarikh yang ditulisnya disamping kuburan nabi SAW. Dalam pengembaraannya menuntut ilmu telah menemukannya dengan guru-guru yang berbobot, dia mempunyai guru yang tak terhitung, ini dapat kita bayangkan betapa banyak hadis yang beliau susun dalam kitabnya, sedangkan untuk satu hadis saja beliau harus sabar mendatangi dan mengunjungi beberapa guru sampai ia mendapatkannya benar-benar utuh sanad dan matannya. Dan begitu juga dengan murid-muridnya, sangat banyak sekali yang berguru kepadanya.

Dia mempunyai kecerdasan dan kemahiran yang luar biasa sekali yang mungkin tak ada lagi seperti dia pada zaman sekarang ini. Hal ini terbukti ketika dia datang ke  Bagdad, dan ulama-ulama disana berkumpul untuk menguji kekuatan hafalannya dengan mengambil seratus hadis dan mengacak sanad dan matan hadis- hadis tersebut. Imam Bukhari dengan kecerdasannya yg luar biasa mampu mengembalikan dan membetulkan sanad dan matan hadis-hadis tersebut dengan benar tanpa ada salah sedikit pun, sehingga membuat orang-orang yang ada disana kagum terhadapnya. Dan begitu juga  ketika beliau belajar kepada beberapa orang syaikh di Bashroh, pada waktu itu dia masih anak-anak, dan dia tidak pernah menulis sesuatu pun yang telah didengarnya dan dipelajarinya, hingga sampailah pada suatu hari berkatalah sahabat-sahabatnya” engkau sangat berbeda sekali dari kami, tidak pernah menulis sesuatu pun yang telah kamu pelajari, sunnguh engkau telah menyia-nyiakan waktumu disini dan apa yang telah engkau perbuat? Lalu dia berkata” datangkanlah atau lihatkanlah  kepadaku apa yang telah engkau tulis!”lalu dia menambahnya sekitar lima belas ribu hadis yang dibacanya dari zohri qolbihi (dalam hafalan hatinya), lalu berkata kpd sahabatnya” apakah engkau melihatku  menyia-nyiakan waktu dan hari-hariku?????.

Sebagai seorang pembesar ahli hadis, dia mempunyai karya-karya yang begitu banyak, diantara buku atau karyanya yang paling terkenal adalah al-Jami’us Shahih yang merupakan sebuah kitab hadis yang mencakupberbagai macam pembahasan agama, dan dia mempunyai alasan tersendiri kenapa dia menulis buku ini seperti dalam riwayat disebutkan karna mimpinya pada suatu malam melihat nabi SAW dan ketika Ishaq Bin Rahawaih berkata kepadanya. Dia menyusun kitab ini selama enam belas tahun yang mencakup sebanyak 7275 hadis yang berulang-ulang, adapun yg tidak berulang mencakup sekitar 4000 hadis dengan berbagai manhaj, baik manhajnya dalam penulisan maupun manhajnya dalam menghukum seorang rawi dan otentisitas hadis. Dalam merumuskan manhajnya ini, ia tidak hanya terbatas pada hasil usahanya sendiri tetapi selalu meminta kepada Allah SWT petunjuk pada setiap hadis yang ingin ia tuliskan dalam kitabnya. Imam Bukhari sendiri” saya tidak menuliskan satu hadispun dalam kitab shahih kecuali saya mandi sebelumnya dan shalat dua rakaat“. Dan seluruh hadis yang tercakup dalam kitabya  ini merupakan hadis-hadis shahih dari Rasulullah SAW. Bahkan semua muallaqat yang ada didalamnya dinyatakan shahih oleh para ahli hadis, karena hadis muallaqat tersebut telah beliau tuliskan sanadnya secara lengkap di bagian lain kitab Shahihnya. Sehingga Imam Ibnu Kastir mengomentari dalam kitabnya” Albidayah wan Nihayah“: para ulama telah sepakat menerimanya dan apa-apa yang ada didalamnya, demikian pula seluruh umat Islam”

Waktupun terus berlalu, tiga abad setelah kitab shahih ini disusun, muncul segelintir ulama yang mengkritik hadis-hadis dalam kitab Shahih ini, diantaranya adalah Daruqutni. Kritikan tersebut berdasarkan pada konsep ilmu hadis juga, namun para ulama memandang bahwa pendapat-pendapat yang mengkritik, hanyalah pendapat yang lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah. Bahkan, dua abad setelah kritikan-kritikan itu muncul, para ulama menetapkan Shahih Bukhari sebagai kitab paling otentik kedua setelah Al-Quran. Sehingga tak heran, begitu banyak dari ulama-ulama yang mensyarah (menuliskan penjelasan) kitab ini dan mentakhrijnya.

Namun di zaman kontemporer ini, para tokoh orientalis masih saja mencari dan mencari kekemahan kitab ini. Seperti kritikan mereka terhadap beberapa rijal isnad yang ada didalamnya dan beberapa hadis yang mereka anggap kontradiksi. Namun para ahli hadis tidak lengah dan menyerah begitu saja, seluruh kritikan-kritikan yang mereka lemparkan berhasil dibantah dan dijawab dengan jawaban yang rasional sekali. Sebenarnya tujuan mereka itu adalah untuk menjatuhkan dan menghancurkan Islam, namun mereka tak pernah berhasil melakukannya, karena Allah SWT telah menjamin dan menjaganya sebagai mana Ia menjaga kesucian Al-Qur’an.

Tapi sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri  lagi atau sangat disayangkan sekali pada saat sekarang ini banyak dari  orang Islam sendiri yang cendrung dan mempercayai kritikan-kritikan orientalis tersebu. Bahkan para dosen atau mahasiswa perguruan-perguruan tinggi Islam di dunia telah banyak terpedaya dan terpengaruh oleh pemahaman mereka. Inilah yang menjadi tantangan besar sekaligus tanggung jawab bagi kita sebagai tholibul ilmi sejati untuk terus mendifa’ (membela) dan berusaha meluruskan mereka ke hakikat yang sebenarnya….

Demikianlah sekilas profil Imam Al-Hafiz Al-Fadhil Al-Muhaddis Al-Bukhari. Begitu besar perjuangan, pengorbanan dan kesabarannya dalam menjaga Sunnah Rasulullah SAW. Dan kini kitalah para penuntut ilmu agama yang akan melanjutkan perjuangan, harapan serta cita-cita beliau. Begitu juga untuk menyebarluaskan karya-karyanya yang begitu banyak serta untuk terus menjaganya dari masa kemasa.

Setelah break shalat Ashar, dibukalah sesi diskusi. Semangat dan kecerian yang terpancar di wajah peserta menjadikan diskusi lebih terasa dan bersahaja. Diskusi berjalan hangat, tanpa terasa lima jam telah berlalu. Tempat-tempat jeruk dan strawbery kelihatan “bersih” ludes, piring tahu isi pun tak mau kalah. Azan magrib pun berkumandang syahdu di telinga yang menegur setiap orang yang beriman untuk memenuhi panggilannya. Diskusipun segera ditutup oleh moderator yang begitu semangat sekali membawa acara dari awal sampai akhir…..Almakkiyat tetap semangat!!!!!!!!! See u all next month dalam kajian tafsir Insyaallah di rumah Uni Kem, Saqor Qurays dengan pemateri Ainul Zikra Lc. dan Sabrina Lc. Don’t forget it!:)

Coffe Morning Bahas Mahasiswa Baru Al-Azhar

24 February 2010 at 4:36 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Dalam membahas permasalahan Maba (Mahasiswa Baru) Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir, PPMI mengadakan acara Coffee Morning, (Kamis, 18 Februari 2010). Acara yang berlangsung di Wisma Nusantara, Rab’ah El Adawea itu mendatangkan Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, Atdiknas KBRI Kairo, Drs. M. Abdullah, MA,  Protokol dan Konsuler KBRI Kairo serta Iwan Wijaya Wiyatno, Pensosbud (Penerangan Sosial Budaya) KBRI Kairo. Acara ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa Indonesia dan beberapa staf KBRI Kairo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Maba yang kuliah di Universitas Al Azhar selalu terlambat sampai di Mesir. Ini tidak lain disebabkan sulitnya mendapatkan visa dari Kedutaan Mesir di Jakarta. Karena itu, sebanyak 204 mahasiswa dari keseluruhan Maba yang berjumlah 211, tahun ini belum terdaftar sebagai mahasiswa Al Azhar.

Terkait dengan permasalah itu, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. selaku Atase Pendidikan KBRI Kairo mengatakan, selama MoU yang berisi pemilahan fungsi setiap instansi yang berkaitan dengan urusan mahasiswa baru belum ditandatangani, maka nasib Maba akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Lebih lanjut, Prof. Sangidu menjelaskan, bahwa selama ini KBRI sudah berusaha untuk mengirimkan surat MoU pada instansi terkait seperti Kedutaan Mesir dan Depag untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Depag sebagai instansi yang memfasilitasi tes dan Kedutaan sebagai pemberi visa. Tapi MoU itu sampai sekarang belum disepakati dari dua belah pihak.

Sementara itu M. Abdullah dalam kesempatan yang sama, menghimbau pada segenap Maba untuk selalu menaati peraturan negara Mesir, seperti tidak terkait dengan jaringan Islam Kiri dan memperpanjang visa pada waktunya . Hal ini terkait dengan keamanan mahasiswa selama belajar di Mesir. Beliau juga menjelaskan, KBRI Kairo di samping akan selalu memberikan pelayanan pada seluruh warga Indonesia yang ada di Mesir, juga akan memberikan pembinaan khusus terhadap mahasiswa.dikburcairo.org

تقرير حول: افتتاح البـرنـامـج فـى الفـصـل الدراسـى الثـانـى

20 February 2010 at 3:59 pm | Posted in Gen 5, MOTIVASI, ORGANISASI, UKHUWAH | 2 Comments
Tags: , ,

بعد أن انتهينا من الامتحان ….

بعد أن اشترينا كتبا كثيرة من معرض الكتاب الدولي….

وانتهينا من الإجازة …

جاء “منتدى خريجي المدرسة الدينية النموذجية كوتو بارو بادنج بانجانج”

ليقدم لكم افتتاح البرنامج فى الفصل الدراسى الثانى   في يوم الإثنين، 15 فبراير 2010 م.

جرت عادتنا في مثل هذه البرامج أن تعدَّ باللغة الاندونيسية، لكننا ارتأينا هذه المرة
أن يكون برنامجنا مميزاً مختلفاً تُحليه اللغة العربية- لغة القرآن الكريم :”وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)”. [الشعراء/192-195]

من مبدئه إلى منتهاه.

وقد تفضل “شكرى حمدى” بتقديم فقرات البرنامج. ثم بدأ “محمد فطريان قادر” (رئيس المكّى)  بإلقاء كلمة قال فيها : “هذا البيت ليس بيتي وحدي وإنما هو بيتنا جميعاً”.

نستطيع أن نفهم من هذا الكلام أن هذا المكان يستخدم للأنشطة العلمية للطلبة.

وألقى أخونا “مروان إلهامى” (مستشار المكىّ/FS. ALMAKKI) كلمة لتشجيع الطلاب / الطالبات الجدد، موجهاً النصيحة لهم:”لا تظنون أنكم تأخرتم في قدومكم إلى مصر- رغم كل الظروف والصعوبات- فما زال الطريق- طريق العلم أمامكم،فاغتنموا الفرصة واستثمروا وجودكم في مصرلتنهلوا من العلم ما استطعتم، لتكونوا خير ذخر لبلدكم وقت أن تعودوا إليها علماء معلمين”.

وتلتها محاضرة الأستاذ “علي فاضل”- رئيس اتحاد الطلاب والطالبات الإفريقي- حول :” الترغيب فى طلب العلم وتقوية اللغة “.

استهل كلامه بحديث رسول الله – صلى الله عليه وسلم-، متحدثاً عن فضل الخروج فى طلب العلم: عن أنس – رضى الله عنه – قال: قال رسول الله -صلى الله عليه و سلم- : “من خرج فى طلب العلم فهو فى سبيل الله حتى يرجع”.

وعن صفوان بن عسال – رضى الله عنه – قال: قلت: “يا رسول الله ! جئت أطلب العلم، قال: “مرحباً بطالب العلم، إن طالب العلم لتحفّ به الملائكة، و تظّله بأجنحتها، فيركب بعضها على بعض حتى تبلغ السماء الدنيا من حبهم لما يطلب “.

وعن صفوان بن عسال – رضى الله عنه – قال: قلت: “يا رسول الله ! جئت أطلب العلم، قال: “مرحباً بطالب العلم، إن طالب العلم لتحفّ به الملائكة، و تظّله بأجنحتها، فيركب بعضها على بعض حتى تبلغ السماء الدنيا من حبهم لما يطلب “.

أقول: العلم هو عبادة القلب، كان لزاماً على طالبه أن يسعى جاهداً فى اكتسابه.

كما وبيَّن الأستاذ ضرورة تعلم اللغة العربية لأنها مفتاح وأساس كل شيء. ليتمكن الطلبة من التحصيل العلمي المثمر،ويواجهوا الضعف اللغوي الحاصل بينهم،ويكفي قول النبي -عليه الصلاة والسلام-: “إنما العربية اللسان”.

وفي ختام البرنامج، تم تعارف الطلاب والطالبات الجدد على إخوانهم وأخواتهم القدامى، بإشراف “محمد شكرا” (مدير بيت الطلبة المينانج كابويين).

وأعقب ذلك مقترحات من عضوات “المكّيات

وهي:/ALMAKKIYAT”

  • الاهتمام بمدرستنا.
  • تقوية الصلات الأخوّية بيننا.
  • التركيز على القدوة الحسنة والمثل الأعلى بين الطلبة.
  • الاهتمام بالتحصيل الدراسي والتفوق فيه.
  • استمرار الأنشطة العلمية للطلبة.
  • السعي الحثيث للحصول على المرتبة الأولى في: Academy Award PPMI

الحمد الله رب العالمين، أسأل الله أن ينفعنا بهذا البرنامج، ويكتب لنا القبول، وأن يثيبنا جميعاً، ويزيدنا خيراً و بركة – آمين-.

وصلى الله على سيدنا محمد النبى الأكرم، و على آله وصحبه وسلم.

بقلم:  رينى رحماواتى محمد ناصر

المرحلة الخامسة من خريجى المدرسة الدينية النموذجية كوتو بارو بادنج بانجانج

Sekilas Renungan tentang “Pahlawan Devisa”

17 December 2009 at 11:56 am | Posted in Gen 8, KELUARGA | 1 Comment
Tags: , , ,

Oleh: Ismarni Ismail*

Bandara Internasional Dubai, 04 Desember 2007

Pagi itu rombongan calon mahasiswa Al-Azhar sampai dengan selamat di bandara Internasional Dubai. Menunggu waktu transit menjelang penerbangan ke Kairo, Mesir. Beragam aktifitas mereka kerjakan untuk mengisi waktu, ada yang memanfaatkannya untuk istirahat, membaca, dan berjalan-jalan keliling bandara nan mewah mencengangkan dengan orang-orang yang juga tak kalah mencengangkan. Ragam rupa, gaya, dan bahasa menjadi tontonan yang tak biasa bagi kami yang mungkin jarang bertemu orang asing kecuali pada beberapa kesempatan saja, terasa sekali qudrah dan tanda-tanda kekuasaan Allah dalam penciptaan manusia yang berbeda-beda.

`Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang Mengetahui. (Q.S Ar-Rum:22)

Tak jauh dari samping kiri kami, terlihat serombongan perempuan Indonesia, sedang santai beristirahat. Sekilas tak diragukan lagi mereka adalah muslimah, dengan pakaian seragam hitam putih dan jilbab hitam nan rapi. Berniat hendak berta’aruf dengan saudara-saudara sebangsa, kami mendekati mereka, mengucapkan salam dan duduk diantara mereka untuk berta’aruf dan berbagi cerita. Singkat cerita terjadi dialog di antara kami dengan seorang saudari sebut saja namanya Lilis, dari Jawa (25 tahun), yang akan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kuwait untuk kontrak kerja selama 2 tahun.

“Mbak kenapa kok mau kerja ke luar negeri, kan jauh dari kampung sendiri?”

“Kerja di luar negeri enak Dek…gajinya besar, bisa untuk biaya bikin rumah di kampung, ya…walaupun nyicil, gaji kerja di Indo gak cukup buat menghidupi keluarga”

“Maaf… memangnya Mbak sudah berkeluarga?”

“Udah…baru 2 bulan kemarin melahirkan”

“Melahirkan..?!?jadi bayi Mbak sama siapa?”

“Ditinggal sama suami dan keluarga di kampung, ntar dikirimin duit dari tempat kerja, kalo cuma mengandalkan gaji suami, mungkin kami sekeluarga gak akan bisa makan 3 kali sehari”

“Maaf nih Mbak…klo Mbak kerja, apa masih pake jilbab?”

“Tergantung majikannya sih…klo majikannya pake jilbab, ya…saya ikut pake, tapi klo majikannya gak pake jilbab, saya juga gak pake. 6 bulan lalu saya baru selesai kontrak sama majikan di Dubai ini, dia gak pake jilbab tapi Islam, dia bilang ke saya…klo kamu mau pake jilbab, silakan…, tapi klo mau lepas juga boleh…, ya udah saya lepas aja, lagian juga repot pake jilbab sambil kerja…majikan saya itu baiiik sekali, dia sering membelikan saya baju mode terbaru dan bagus-bagus, kayak baju-baju artis itu lho…”

Dari dialog singkat ini, menyisakan banyak renungan bagi kita sebagai saudara sebangsa umumnya, dan sebagai saudara sesama muslim khususnya:

  • Seorang muslimah meninggalkan anak dan suaminya untuk mencari nafkah keluarga, padahal suaminya masih hidup dan mampu bekerja. Dimanakah letak izzah seorang laki-laki sebagai suami yang seharusnya bisa menjadi qawwam bagi istri dan keluarganya?
  • Doktrin materialis dan hedonis yang telah mendarah daging, bahwa harta telah menjadi tujuan hidup bukan lagi sebagai wasilah dalam ketaatan kepada Allah.
  • Seorang muslimah tidak melaksanakan kewajibannya lagi, untuk mengasuh dan mentarbiyah anak kandungnya dan rela meninggalkan tugas utamanya untuk mengejar kontrak kerja yang menjanjikan kekayaan.
  • Tidak memahami agama Islam dengan kaffah, menganggap syariat sebagai benda yang mudah dipakai dan mudah juga ditinggalkan.

Mungkin ini hanyalah sedikit bahan renungan dari dialog singkat tadi. Miris sekali hati ini, seorang perempuan dengan identitas muslimah, bangga meninggalkan keluarga untuk jangka waktu yang lama, hanya untuk mencari materi duniawi. Ia pun diagung-agungkan sebagai pahlawan devisa negeri ini. Padahal sejatinya, ia menelantarkan anak, suami dan keluarga, serta mengabaikan tanggung jawab utamanya dalam rumah tangga.

Ia tak pikirkan apa yang akan terjadi dengan dirinya sebagai pekerja perempuan di negeri orang yang banyak kita temukan fakta, bahwa mereka banyak mendapatkan perlakuan kasar dan pelecehan. Ia juga tak fikirkan bagaimana anak dan suami yang ia tinggalkan, Ia tak fikirkan kalau seandainya ia bekerja pada majikan yang beragama Yahudi atau Nashrani. Ia tak peduli akan semua kemungkinan yang akan terjadi ini, yang ada di fikirannya sederhana saja, bagaimana bisa memperoleh gaji besar, lalu pulang kampung membangun rumah baru…, membeli alat rumah tangga nan mewah dan memiliki sepeda motor, dan membuat tetangga terkagum-kagum karena ia bisa menafkahi keluarganya.

Mungkin saudari kita ini tak sempat sampai kesitu, atau malah mungkin ia belum pernah tahu bahwa Allah telah menetapkan Syariat Islam yang mengatur sistem interaksi kehidupan di masyarakat. Bahkan ia juga telah menikah dengan seorang laki-laki yang semestinya punya izzah sebagai seorang qawwam yang bisa menafkahi, menjaga, melindungi, dan mendidik istri dan keluarga dengan baik.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah Telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[1] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[2]. (Q.S. An-nisa : 34)

[1]  Maksudnya: tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. [2]  Maksudnya: Allah Telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik.

Saudari kita ini adalah cermin perwakilan dari kondisi masyarakat kita yang tak memahami Islam dengan kaffah…Maka disinilah dituntut peran kita sebagai seorang penuntut ilmu dan pendakwah. Inilah ladang dakwah, yang telah menunggu kepulangan kita ke tanah air tercinta, dan untuk pembekalan dakwah inilah kita datang ke negeri Para Nabi ini.

Paling penting untuk diingat adalah bahwa amanah ini pasti akan dihisab oleh Allah Rabbul ‘Alamin. Terserah bagaimana cara/metode tepat, yang kita pilih dalam menjalankan tugas utama ini, selama kita bisa bermanfaat di tengah masyarakat dengan dakwah Islam.

Bahkan kita juga berkewajiban menjadi seorang fasilitator agar masyarakat Islam bisa mengenal dan memahami Syariat agamanya sendiri dengan ilmu dan akal mereka sendiri, dengan cara memotivasi mereka untuk berproses dalam kegiatan ta’allum, untuk kemudian beramal shalih berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah yang shahih. Ini agar masyarakat Islam terjaga dari taqlid buta terhadap ulama atau mazhab tertentu yang membawa kepada pengkultusan individu yang dianggap baik dan sempurna tanpa mempunyai neraca pemahaman yang kuat. Tak bisa dipungkiri bahwa taqlid mazhab telah membingungkan masyarakat kita, bahkan sampai menyalahkan satu sama lain karena berbeda mazhab.

Sekarang saatnya memahami Islam dengan menggunakan ilmu dalam mengkaji dan mentela’ah Al-Quran dan Sunnah Rasulullah, dengan menjadikan mazhab sebagai wasilah menuju pemahaman Syar’i, sampai kita menemukan titik kebenaran yang haq dalam mengamalkan Syariat Islam. Allah telah menciptakan akal bagi manusia tidak lain untuk mengenal Allah dan syariat-Nya dengan fasilitas akal yang telah Allah amanahkan kepada kita.

*Mahasiswi tk 3 Jur. Hadis, Univ. al-Azhar Mesir – Gen 7 MAKN Putri

Ranah Minang Mananti Kito

10 December 2009 at 5:15 pm | Posted in MOTIVASI | Leave a comment
Tags: , , ,

By: ‘Ala Gambe Property

Bismillahirrohmanirrohim,,,

Jo bismillah ambo mulai supayo barakaik langkah salanjuiknyo, bak kato junjuangan kito Muhammad SAW kullu amrin dzu balin la yubda-u bibasmalah fahuwa abtar“. Puji syukur untuak Tuhan kito nan satu dan ndak ado duonyo, panagak alam rayoko sahinggo kito bisa banauang di dalamnyo. Shalawaik sarato salam  untuak junjuangan kito anak ameh dari Abdullah bin Muthalib pamato hati Siti Aminah panyajuak qolbu dek Khadijah, palipua lara Sayyidah Aisyah (Radhiallahu ‘anhum), banyak basalawaik untuak baliau kambalinyo kapado kito juo, Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Sabalun malangkah jauah, nan ambo minta maaf lah dulu kapado dunsanak sadonyo, disusun jari nan sapuluah, batakuakkan kapalo nan ciek, kok ado nan ndak pado tampeknyo beko maaf tuluih dari ambo, ambo nan bukan cadiak pandai, alim bukan ulama tidak, pangalaman bintang-bintangan sakadar tau dek manyimak, sakalaik ambiak kasalendang pambaok anak turun mandi kain baturap batarawang, jo adaik ambo mangapalang, jo syara’ jauah sakali, ilimu bakurang-kurang, mako dek sabab karano itu, kok singkek arok kadiuleh, panjang bakarek lamah bataua salah basapo, innama ana basyarun mislukum.

Alah ampia sabulan kito salasai ujian term 1, lah lapeh pulo panek dek bagadang, tunggang tunggik dek maapa malawan kantuak dek udaro nan dingin sangaik(bara “dek” sa ons;-). Mudah-mudahan rancak hasilnyo, bisa jadikaba baiak ntuak rang gaek, batu loncatan wak kamuko, jo do’a wak saratokan.

Dunsanak, o…dunsanak dima wak kini ko?  Manga wak disiko? Apo nan bacari? Tolong tanyo diri awak baliak, katuak hati ketek tu baliak! Sakileh wak mancaliak kalakang, tapi ingek bukan untuak manangisi nasib malang nan manimpo namun untuak maambiak sapatiak ibrahnyo nak taratik langkah wak kamuko. Katiko wak barancana kamari sado jalan wak tampuah, kian kamari mancari biaya, masuakan proposal ka sado paluang nan nampak, ado juo kamungkinan masuak lai baphoto copy juo naskah tu, tahajuik tiok malam basaratoan jo do’a nan ndak hanti-hantinyo, lai takana? (a, alah se tu lu, beko tabik lo tangih dek e). Nah, kini wak baliak kamari liak, ciek lai tanyo ambo, lai babuek target tahun bara wak pulang? Iko pantiang ko, jan cek maniru falsafah aie se, falsafah urang falsafah wak nan difalsafahan urang awak, tadanga urang mangecek, “coba perhatikan air”, nan dimakasuik urang tu ndak cek mangaliaenyo se do, tapi lain pulo dunsanak, panjang lo kajie tu, wak tinggan se lah lu dih, nah baliak wak ka kaji tadi. Ingek ndak slogan di Rumah Gadang waktu manyaambuik MABA patangko, disinan tatulih “ANDA DATANG UNTUK KEMBALI”, a… ikonyo dunsanak. Wak ndak slamonyo disiko do, banyak nan mananti, manunggu panuah harok, disinan Ayah nan indak kamanuntuik balasan payah manggadangkan, yang ndak tau siang jo malam, hujan badai untuak mahiduik-i awak, Mandeh nan indak kamanagiah hutang mangasuah awak sajak ketek sajak dirahim, sampai satitiak aia susu, batanggang mato malalokkan. Anak nan kadipangku isuak, kaponakan nan kadibimbiang nantik.

Ndak itu sajo do, masyarakaik nan mananti awak, maharok awak nan kamambimbiang mereka mamanuahi sarugo firdaus-Nyo.

Banyak nan ka wak benahi di kampuang du, dunsanak  nan di Pasaman lai rela  hati tu manarimo fakta kalo gereja nan paliang banyak di Sumbar tu adolah di Pasaman. Nan di Padangpanjang barasihan baliak namo serambi mekah yang dulu identik dengan anak gadihnyo kama pai mamakai baju kuruang, dan kini dinodai dek urang-urang nan basirancak mamakai baju nan serba ketat. Baitu juo nan di Padang, Payokumbuah, Agam dan sekitarnyo, ranah minang menanti kita…

Nah dunsanak, ndak pai manyilau fir’aun wak kamari do, ndak pai mancari namo wak kamari do, barek baban nan kadipikua sajak langkah bamulo ka Bandara Tabiang/BIM  kapatangko. Rang mudo yang isuak kajadi biduak tampek panompangan, atau rantiang katampek inggok gagak, (tampuak tangkai pucuak pimpinan pamacik taraju rumah tanggo, payuang panji kabakeh balinduang) dan bundo kanduang nan kajadi caminan anak cucu, palito di rumah tanggo. Nah itu sadonyo paralu baka. Dan juo niaik mandidik kamanakan atau mauruih anak mambantu sanak famili bukan dek ingin baleh budi do, sarato arok baleh jaso, bukan, bukan itu tujuan wak, bakarajo karano suruah baranti karano tagah amanah dipaliharo, itulah amalan banamokan, mako naknyo dapek nilai ibadah batua-batua niaik dipangka hanyo karano Allah sajo, bukan karano sabab lain. Dek sabab karano itu, ikhlas-ikhlas kalo manolong, suko-suko kalo mambari, usah kuniang karano kunik, lamaknyo karano santan, maharok buliah mako bajariah.

Akhir carito, mangiriang do’a jo tawakal nan ujuangnyo di tangan Tuhan, bak pituah cadiak pandai “usah dipandang laweh sawah, tapi madok sajo manakua tanah nan dipangkua baransuik juo dari satapak kasatapak indak taraso disadari lah tibo ditapi pamatang, salasai satupak bunta baraliah kapiriang panjang, sawah lah luluak tingga manuga mananami hari patang awak baranti. Tidak pernah keterpaksaan menghasilkan  yang terbaik, tapi lakukan dengan ikhlas karano Tuhan dan tangguang jawab sajo”.

Wallahu’alam bisshowab.,.

SWEET FRIENDSHIP

25 November 2009 at 12:21 pm | Posted in Gen 9, UKHUWAH | 5 Comments
Tags: , ,

BY: LiNA kIyOeT*

Object : SGC-9 Gank,, (SMART GIRLS CLASS_9)

Teman-teman miss you….miss you…miss you…..miss you all. Kata-kata itulah  yang sering terlontar diantara kami angkatan 9 MAKN Putri atau nama kerennya SMART GIRLS- 9 ketika chatting n talking via net. Persahabatan yang indah di kala pertemuan, terlerai oleh sebuah perpisahan. Setiap generasi MAKN pasti merasakan pula. Tiga tahun ukhuwah terjalin di kampus MAN/MAKN Kotobaru Padang-Panjang. Sebuah ikatan yang tak mudah merajutnya dan otomatis terlalu sulit untuk mengurainya kembali, karena persahabatan itu telah terjalin erat dengan ikatan kasih sayang karena Allah.

Sebagaimana firman-Nya dalam surat al-Anfal ayat 63, artinya:

Dan Dia yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.

Kenapa anugrah persahabatan ini bisa kita raih? Karena kita satu tujuan, satu rasa, satu cita-cita ketika kita masih cupu, imut dan culun abis. Segala program kita jalani selama di asrama, yang menuntut kedisiplinan dan pengendalian emosional. Kekompakan dan persaudaraan, terkadang ditingkahi oleh percikan-percikan kecil perselisihan dan prasangka. Semuanya menambah warna-warni persahabatan kita. Tak ada yang dapat mengganti sgala keterikatan itu, yang telah melekat kuat di memori terdalam diantara  kita. Suka, duka, tawa dan air mata telah kita satukan dalam satu filter perjuangan; mempertebal iman, memperdalam ilmu pengetahuan.

Hmmm…sungguh perjuangan yang begitu indah, tak terlukiskan dengan kata-kata. Marapi dan Singgalang menjadi saksi, betapa kuat jalinan rasa dan emosi kita. Tak ada yang tau apa yang kan terjadi ketika rasa rindu kita memuncak di hiruk pikuk aktivitas kampus ketika peran kita telah berubah menjadi mahasiswa. Kita sudah terpisah oleh jarak dan waktu, pemikiran pun akan mulai berbeda.


Tapi saya yakin dari relung hati terdalam, yang namanya SMART GIRLS- 9 tetap harum namanya di hati masing-masing anggota, Karena tak mudah untuk mengukirnya. Banyak kenangan yang terjadi di dalamnya, disaksikan dinginnya udara Kotobaru, indahnya talago dan kokohnya Marapi dan Singgalang yang menjulang tinggi. Agenda mingguan, bulanan, tahunan yang nyaris menyentuh habis jiwa dan raga ini, merubah hal yang tak biasa menjadi biasa, merubah yang biasa menjadi luar biasa. Kegersangan rohani  disegarkan oleh lantunan Al-Qur’an kala pagi dan petang. Setoran yang disepakati dalam tahfizul Al-Qur’an dan serba-serbi hukuman yang membuat kenangan itu semakin manis. Ah… KotoBaru itu memang kampus seribu satu kenangan.

Gejolak remaja pun terkontrol dengan peraturan yang mengikat namun indah, yang membuat rasa akan terjaga, lebih mementingkan redha-Nya. Keakraban dan kedamaian yang membuat kita nyaman, diselingi candaan yang menjadi banyolan ketika disiplin ditegakkan, penghilang ketegangan atas pelanggaran yang terjadi karena khilaf masa remaja, ‘iqob “menyeramkan” tapi tetap dijalankan.

Ketegangan ujian dihanyutkan dengan panorama Ilahi yang menakjubkan dan suasana dingin yang menyentuh relung jiwa. Menyusupkan kedamaian dalam balutan selimut ketika istirahat malam setelah seharian penuh beraktivitas; sekolah, tutorial sore hingga program-program asrama.

Semangat menggebu dalam agenda Ramadhan,  kerjasama antara anggota persatuan daerah, menyatu dalam arena panggung perpisahan kelas 3, yang dilengkapi dengan kelas 2 sebagai panitia pelaksana, dan kelas 1 yang mengisi acara. Muaffat dan Firqoh Mubarah jadi agenda pelepas penat. Tarbiyatul Ula sebagai perkenalan bagi anak-anak baru menjadi momentum  pendewasaan diri bagi kelas 3 untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya.

Bagi MAKN Putri generasi awal hingga kini, Aspi III adalah tempat ukhuwah terindah yang pernah ada. Ustad dan ustadzah yang sabar membimbing dan mendidik kami supaya menjadi manusia berguna bagi agama dan bangsa. Warna-warni kebersamaan dengan teman-teman, kakak-kakak dan adik-adik kelas mendewasakan diri dalam menapaki perjalanan selanjutnya. Ah…sebuah kenangan hidup yang tak akan terlupa….

ASPI III, ASPA, KNPI, KNPA, Mesjid Noer_El Hikmah, Menara, Tembok Berlin (xixixixi,,,istilah kita2 aja tu), dan seluruh kampus MAN/MAKN, serta sawah, talago, pasar Kotobaru, gunung Marapi dan Singgalang…telah mengukir pengalaman hidup terindah. Dan sekarang, sebuah persatuan almamater telah mengikatnya di negeri para nabi, ardul anbiya’ -meski telah berubah status sebagai mahasiswa Al-Azhar University, Cairo- yaitu Almakki / Almakkiyat…

*one of members SG-9, mahasiswi tk 1 Syariah Islamiyah Al-Azhar Kairo

Foto-foto sekolah diambil dari FB MAKN Koto Baru Padang Panjang

ANTARA DUA PILIHAN…

31 October 2009 at 11:25 pm | Posted in Gen 2, KELUARGA | 1 Comment
Tags: , , , , ,

oleh: Retno Suzanne Handayani*

1123129614620_Al_Azhar_University_Cairo_PicturePerjalanan hidup kadang susah ditebak, kita berencana lain yang terjadi pun berbeda. Inilah yang kerap terjadi dalam kehidupan kita. Walaupun sudah kita rencanakan matang-matang namun akhirnya bertolak belakang dengan apa yang kita inginkan.

Berangkat ke Kairo berniat untuk menguasai ilmu-ilmu agama namun ditengah jalan dicegat pemuda sholeh untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Tawaranpun diterima. get marriedAkad dilafadhkan. Status berubah menjadi nyonya…beberapa bulan menikah si mungil hadir. Kondisi naik turun. Masalahpun timbul…

onion-dp38

Antara studi dan rumah tangga, mana yang harus diprioritaskan?..pusiiiiiiing…

Diambil dua-duanya kerepotan, capek dan mumet..harus ada yang dikorbankan. Tapi aku gak mau… kondisi jadi labil…hu..hu..cinta suami,anak, tapi studi juga…waa..gedubrak.. pusing..

Akhirnya, suatu pertemuan dengan kakak senior di masjid Al-azhar mengubah kehidupan saya yang lesu menjadi lebih bersemangat. Pribadi yang sangat kuat dan lincah serta gesit ini memberi inspirasi buat saya untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. She is the inspirator for me..

Menjalani kehidupan dengan tiga status tidak lah mudah. Itu membutuhkan manajemen dan kekuatan ekstra. Ketika harus berhadapan dengan masalah-masalah yang bakal membuat kita lesu dan stress. Ketika itu kita membutuhkan energi tambahan yang bernama tausiah dan ruhiyah.

2801407387_e0602caa70_o

Status sebagai seorang istri dan ibu adalah sangat urgen dan hal yang muhim tidak bisa ditinggalkan tapi di sisi lain status sebagai pelajar mendesak untuk dikerjakan. Dalam masalah ini dituntut kejelian untuk memilah hal-hal yang lebih utama dikerjakan antara hal–hal utama. Tidak semua orang memiliki kejelian dan kepandaian dalam masalah ini.

2935422518_2e26e22b5b_o

Bagi ibu yang memiliki peranan ganda seperti ini, kadang emosinya mudah tersulut, cepat membludak. doaku harapankuJadi kekuatan ruhiyah, serta manajemen diri sangatlah penting. Pertolongan Allah swt adalah solusi dalam masalah ini, banyak berdoa semoga diberi kemudahan dalam segala kegiatan dan diberi kesabaran dalam menjalaninya. Inilah bait-bait nasehat yang dapat saya petik. Nasehat yang sangat berharga pembangun jiwa..

*Mahasiswi tk 3 Jur Hadis Univ Al-Azhar, Gen 2 MAKN Putri

Sumber tulisan: tufahah.multiply.com/

REAKTUALISASI BACK TO CAMPUS

27 October 2009 at 10:19 pm | Posted in Gen 8, MOTIVASI | 3 Comments
Tags: ,

Oleh: Mukrima Azzahra*

Kita berangan-angan…merangkai masa depan

Di bawah kerindangan dahan

Semua bahagia semua bahagia

Kita berlari-lari…bersama mengejar mimpi

Tak ada kata tuk berhenti

Semua bahagia semua bahagia

(Ku Bahagia, Sherina)

Liburan sudah berakhir, saatnya mahathah-mahathah kembali dipadati mahasiswa yang disertai semangat baru untuk menuntut ilmu. Mereka tidak peduli dengan segala tantangan. Meski harus berdesak-desakan di atas bus tidak menyurutkan langkah mereka untuk datang ke kuliah.

Back to Campus…

5175Mungkin begitu mereka menyebutnya. Sebuah slogan yang membangkitkan semangat untuk menghadiri bangku perkuliahan. Jika diartikan secara tekstual, back to campus berarti kembali ke kampus. Namun dalam memaknainya secara istilah, terdapat multi interpretasi. Hal ini disebabkan beragamnya sudut pandang, begitupun kondisi lingkungan sangat mempengaruhi pemahaman mereka.

278438671EPyayr_ph

Pada prinsipnya, yang dimaksud oleh mahasiswa dari back to campus adalah mengaktifkan diri kembali dalam kegiatan belajar guna mendapatkan ilmu dan prestasi yang dicita-citakan. Bukan hanya datang ke kampus sekedar setor muka, ngerumpi dan lain sebagainya dari kegiatan yang tidak bermanfaat. Atau sekedar ijra`at, beli muqarrar, ngambil minhah dan kemudian menghilang.

Jadi, datang ke kuliah merupakan salah satu cara dari sekian cara mewujudkan makna back to campus. Memang susah untuk menaklukkan Al-Azhar University. Selain harus datang ke kuliah, kita juga harus bisa membagi waktu di rumah untuk menguasai, memahami dan menghafal muqarrar. Inipun tak terlepas dari deretan tangtangan yang harus dilalui.

Banyak hal yang menjadi tantangan bagi kita untuk bisa datang ke kuliah, baik bersifat ekternal ataupun internal. Di antaranya adalah, kuliah di al-Azhar tidak memiliki sistem absensi yang tetap. Hal ini membuat kebanyakan kita merasa tidak terikat dengan kuliah. Datang atau tidak datang tidak ada masalah yang terpenting muqarrar ada di tangan, ijra`at selesai dan terakhir bisa menghadapi ujian.

336883551lCTVci_phSelain itu jumlah mahasiswa yang telalu banyak, sedangkan ruangan tidak mencukupi. Biasanya jumlah mahasiswa yang hadir sudah melebihi dari ruangan yang ada. Tentunya jumlah yang banyak ini akan menciptakan suasana yang tidak efektif dalam belajar. Oleh sebab itu kebanyakan mahasiswa melamun, tidur, ngerumpi dan lain sebagainya ketika dosen menyajikan materi. Sebagian mereka ada yang berpendapat dari pada tidur di kuliah lebih baik baca muqarrar di rumah.

Tantangan yang akan kita temui juga adalah kebanyakan dosen di kuliah tidak menggunakan bahasa Fushah melainkan bahasa ‘Ammiyah. Belum lagi jika dosen-dosen tidak hadir.

Jika kondisi belajar demikian dan tantangan belajar sedemikian berat, kira-kira apa sich langkah yang bisa kita lakukan?

Di sini penulis merincikannya menjadi beberapa poin.

allah-in-heart-1Pertama, Perbaharui niat. Sebab salah satu bentuk kesungguhan itu adalah kelurusan niat, visi dan orientasi. Jika kita memiliki azam yang kuat, segala tantangan akan menjadi sebuah warna kehidupan yang mesti dijalani dengan senang hati.

Kedua, hadirilah muhadharah. Meski muhadharah tidak ada absen akan tetapi kehadiran dalam kegiatan belajar dan mengajar bagian dari perjuangan dalam menuntut ilmu.  Success is a journey, not a destination (Ben Sweetland). Kesuksesan itu merupakan sebuah proses yang dilakukan secara istimrar dengan kesungguhan, ketekunan dan juga kesabaran yang sangat dalam menjalaninya.

Ketiga, kenalilah dosen (duktur atau dukturah). Sebab salah satu cara dalam mendapatkan ilmu adalah bergaul dengan guru (shuhbatu’l ustadz). Dengan mengenal dan memahami karakter guru kita akan banyak terbantu dalam memahami pelajaran yang beliau sampaikan begitupun dalam menjawab soal ujian nantinya.

Keempat, coba beranikan diri dan aktif dalam setiap muhadharah. Jangan pernah minder dan tidak percaya diri dengan kemampuan. Ajukanlah pertanyaan ataupun itu hanya sekedar tanggapan. Sebab dengan demikian akan melatih mental dan kemampuan kita untuk berani dan percaya diri.

Kelima, membaca materi yang akan dipelajari di rumah terlebih dahulu sehingga ketika dosen menerangkan, kita bisa lebih fokus dan mengetahui tambahan-tambahan yang ada.

Keenam, aktifkan otak dan fokuskan fikiran ketika dosen menjelaskan materi kuliah serta hindari penyakit melamun.writing-2

Ketujuh, tulis ungkapan-ungkapan penting dan penjelasan tambahan dari dosen.

Kedelapan, manfaatkan waktu kosong di rumah dengan banyak belajar, menyusun catatan-catatan kecil yang berbentuk talkhisan ataupun tulisan ringan yang mambantu kita untuk belajar. Sebab ini akan memudahkan kita untuk mengingat apa yang telah kita baca.

Kesembilan, hilangkan prinsip baca muqarrar di rumah lebih baik daripada hadir kuliah. Jika kita menghadiri kuliah, usahakan semaksimal mungkin mendapatkan manfaat yang banyak. Ini bisa disiasati dengan datang pagi-pagi dan mengambil bangku urutan pertama yang akan membuat konsentrasi kita tertuju penuh pada penjelasan dosen. Jika sebaliknya, datang ke kuliah hanya untuk ngerumpi ataupun hanya untuk sekedar bertemu dengan teman, maka belajar di rumah itu lebih baik. Sebab manfaat yang kita dapatkan lebih terasa ketimbang kuliah hanya untuk melepaskan keinginan untuk berjumpa dengan teman dan lain sebagainya dari kegiatan yang tidak bermanfaat.

postermujahadah_akhwtKesebelas, perbanyaklah mengadakan kelompok belajar. Bergerak sendiri akan lebih mudah kalah ketimbang bergerak secara berjamaah. Dalam kelompok belajar kita bisa saling membantu, saling memberi dan saling menerima. Gunakan kesempatan luang untuk saling berdiskusi tentang muqarrar dan lain sebagainya.

Kedua belas, maksimalkan usaha. Setelah semua usaha telah kita lakukan, mulai dari hadir kuliah, membuat kelompok belajar hingga belajar sendiri di rumah, maka optimalkanlah semua itu. Bacalah muqarrar berulang-ulang hingga kita benar-benar paham hingga kita bisa menghafalnya.

Ikhwati fillah… Semua tujuan kita di negeri seribu menara ini adalah sama-sama menuntut ilmu dan mayoritas kita belajar di Universitas Al Azhar meskipun tidak sedikit di antara kita yang menutut ilmu di tempat-tempat lain seperti talaqqi ‘ulum syar’iyyah. Namun yang menjadi prioritas utama tentunya menuntut ilmu di Al-Azhar dan tentunya dengan selalu menghadiri kuliah dan mendengarkan keterangan-keterangan dari para dosen. Bagi mahasiswa yang benar-benar mengikuti muhadarah tersebut tentu akan mendapatkan nilai plus baik dari penjelasan yang didapatkan dan juga peningkatan dalam pemahaman bahasa. Jadi, meskipun kita memiliki segudang kesibukan di luar kuliah jadikanlah kuliah sebagai kebutuhan yang paling utama dari yang lainnya.

Jika kebanyakan waktu kita berada di bangku perkulihaan, akan timbul pertanyaan, bagaimanakah harmonisasi antara kuliah dengan aktivitas non kuliah? Sebab tidak sedikit orang yang sukses secara akademis juga sukses aktivitas luarnya seperti organisasi dan lain-lain. Selain itu kita di sini tidak hanya dituntut untuk menuntut ilmu di kuliah. Karena ilmu yang didapatkan di kuliah belumlah cukup bagi kita para thalabatul ilmi. Kita benar-benar dituntut extra aktif dalam menikmati khazanah ilmu Islam di Mesir yang merupakan qiblatu’l ilmi baik secara formal yaitu di kampus ataupun nonformal di luar kampus. Dan seorang pelajar sejati tidak akan pernah puas dengan ilmu yang didapati dari kuliah saja. Karena sukses akademis saja tidak bisa menjadi barometer mutlak bagi pelajar sejati. Untuk mewujudkan semua ini, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

time-cut-2570Pertama, optimalisasi waktu. Mungkin kita sering berapologi dengan kesibukan untuk menghindari beban, mencari alasan untuk pembenaran kesalahan dan bermalas-malasan untuk sebuah perubahan karena sulitnya keaadaan dan minimnya kemampuan, sehingga apapun yang kita lakukan tidak ada yang membuahkan hasil maksimal. Janganlah sampai kita termasuk golongan the quitters, yaitu orang yang tergesa-gesa, ingin mendapatkan hasil terbaik namun tidak berani mengambil resiko. Atau orang yang hanya mendapatkan hasil setengah-setengah yang disebut sebagai the campers, yaitu orang yang hanya puas dengan apa yang sudah ia dapatkan, padahal ia baru menghadapi sebagian tantangan dalam hidupnya. Maka berusahalah untuk menjadi the climbers, yaitu pendaki abadi yang mampu mengambil resiko dan tantangan apapun dengan kemampuannnya dalam menyeimbangkan antara yang muhim dan aham, sehingga ia benar-benar sampai di puncak kemenangan.

neraca1Kedua, adanya keseimbangan (balance) di antara pentingnya kuliah dan aktivitas luar kuliah yang juga sudah menanti. Keseimbangan hanya bisa dilakukan oleh orang yang bisa memanajemen waktu.

So…kembali kepada masing-masing kita apakah bisa menjalaninya dengan baik atau sebaliknya.

semangatDO IT NOW!!! “Kalau kita memulai langkah dengan rasa takut, maka sebenarnya kita tidak akan pernah melangkah…”(AH Nayyar, Ph.D. Presiden Peace Coalition)

The time passes quickly, jadi tunggu apalagi? Skala prioritas adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi dan pasti sebagai thalabatul ilmi prioritas kita adalah belajar dan belajar untuk mewujudkan cita-cita menjadi penerang umat nantinya.

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan duni,  Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya…(Laskar Pelangi, Nidji)

Mahasiswi tk 3 Jur.Syari’ah Islamiyah Al-Azhar, Gen 8 MAKN Putri*

Tulisan ini pernah diterbitkan Buletin Menara Edisi I Desember 2008

Wisuda Mahasiswa dan Malam Anugerah Prestasi

25 October 2009 at 1:20 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

Dalam rangka memberikan motivasi dan dorongan bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai perguruan tinggi Mesir, KBRI Cairo tanggal 10 Oktober 2009 bekerjasama dengan PPMI dan Wihdah, menyelenggarakan Wisuda mahasiswa Indonesia yang telah lulus S1 di perguruan tinggi Mesir, dan memberikan penghargaan kepada organisasi dan kelompok-kelompok studi yang meraih prestasi akademik terbaik.

Kegiatan wisuda diikuti oleh 200 mahasiswa Indonesia dari berbagai fakultas di Universitas Al-Azhar dan perguruan tinggi lain di Mesir. Atase Pendidikan KBRI Cairo, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, pada kesempatan menyampaikan sambutan antara lain mengatakan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, maka dia akan mampu menyederhanakan berbagai masalah yang bagi orang lain dianggap rumit dan pelik. Atase Pendidikan juga berharap agar lulusan Al-Azhar dan perguruan tinggi lain di Mesir dapat mengabdikan ilmunya untuk kemajuan Negara dan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Dalam penetapan Anugerah Prestasi, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa pada kesempatan tersebut memutuskan Organisasi Fakultas (Senat Fakultas Mahasiswa) Terbaik tahun 2008/2009 adalah Fakultas Dakwah. Sementara itu Organisasi Kekeluargaan terbaik diraih oleh Keluarga Mahasiswa Jakarta (KPJ) Mesir, dan Organisasi PPMI Daerah terbaik adalah DPD-PPMI Tafahna.

Acara wisuda dan anugerah prestasi dihadiri oleh para wisudawan, utusan dari Jamiyah Syariyah, Ketua Organisasi Pelajar Philipine, beberapa mahasiswa Afganistan dan mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Mesir.

Sumber: dikbudcairo.org

Program Almakkiyat tahun ini

9 October 2009 at 6:43 pm | Posted in ORGANISASI | 5 Comments
Tags: , , ,

PROGRAM KERJA ALMAKKIYAT

PERIODE 2009-2010

Program kerja almakkiyat terdiri dari:

  1. Program Pilihan.
  2. Program Khusus.

1. PROGRAM PILIHAN :

Program Almakkiyat tahun ini berupaya mengutamakan kualitas bukan sekedar kuantitas, sehingga ditampilkan sedikit agak berbeda.  Setiap anggota Almakkiyat memiliki kebebasan memilih program-program yang ditawarkan sesuai dengan kecendrungan masing-masing dengan mempertimbangkan kesibukan dan aktifitas anggota di luar kegiatan Almakki. Tentunya pengurus terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap anggota Almakkiyat, program-program apa saja yang akan diikuti atau tidak diikuti sama sekali. Diharapkan kontribusi dan kedisiplinan anggota dalam mengikuti program yang telah dipilih sesuai dengan aturan yang ada.

1. Menghafal Matan Tuhfatul Athfal

Tujuan :

Rata-rata anggota Almakkiyat telah belajar tahsin dengan masyayikh yang berbeda-beda bahkan ada yang telah diamanahkan ijazah yang bersanad sampai ke Rasulullah SAW. Oleh karena itu, demi peningkatan kualitas alangkah bagusnya menyempatkan waktu menghafal matan tuhfatul athafal. Dengan catatan, kegiatan dikontrol oleh koordinator Almakiyyat langsung. Dimanapun berada dan bertemu akan ditanya perkembangan hafalan anggota yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan :

Almakkiyat yang memilih program ini, masing-masing memiliki teman setoran dan catatan setoran. Waktu dan tempat setoran tergantung kesepakatan masing-masing. Pada term II nantinya, akan diadakan lomba hafalan sekaligus syarah. Sistem penilaian bukanlah juara 1, 2, 3 tetapi disesuaikan dengan predikat yang mereka raih seperti mumtaz, jayyid jiddan ataupun jayyid. Sehingga tidak menutup kemungkinan semua peserta meraih mumtaz. Insya Allah peserta akan mendapat piagam dari Almakki sebagai penghargaan dari kesungguhan dan kesetiaan mereka mengemban amanah sebagai penuntut ilmu.

2. Pelatihan Penulisan Khat Riq’ah Bi Qalam Al ‘Adi

Tujuan :

Khat riq’ah merupakan khat yang paling mudah dan membantu meningkatkan kemampuan menulis lebih cepat dibanding khat yang lain. Sengaja disini diadakan pelatihan khat riq’ah bi qalam al ‘adi karena dirasa lebih efisien karena peserta hanya perlu menyediakan buku tulis dan pensil. Sedangkan jika diadakan pelatihan khat bi qalam alkhat ditakutkan akan memakan waktu yang cukup lama. Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta akan:

  1. memiliki tulisan sesuai dengan kaidah khat riq’ah. Banyak terjadi kasus, ketika menulis arab bercampur-baur antara khat riq’ah dan naskhi,
  2. tulisan bisa dibaca jelas ketika menulis catatan,  ujian ataupun mengajar nantinya,
  3. mampu mencatat  dengan lebih cepat ketika mendengar ceramah bahasa arab ataupun muhadharah di kuliah.

Kegiatan :

Program ini diamanahkan langsung kepada koordinator Almakkiyat. Bagi anggota Almakkiyat yang memilih program ini, masing-masing menyediakan buku tulis dan pensil. Nanti akan diadakan pertemuan perdana khusus dengan anggota khat sebagai muqaddimah sekaligus penugasan PR yang dikerjakan di rumah. Untuk pelajaran selanjutnya akan dilaksanakan kapan saja dan dimana saja ketika bertemu dengan penanggung jawab khat, tentunya disesuaikan dengan kondisi dan keadaan. Pelajaran selanjutnya hanya boleh dilanjutkan setelah pengoreksian PR yang telah dikerjakan sebelumnya, dengan catatan satu kali pertemuan untuk satu pelajaran. Akan dipilih 5 orang peserta terbaik yang lebih cepat menamatkan pelajarannya sampai huruf terakhir. Peserta terbaik juga akan mendapatkan piagam penghargaan dari Almakki atas apresiasinya berlomba-lomba dalam kebaikan.

3. Kajian Ilmiah

Tujuan :

Kajian ini berguna untuk melatih peserta membuat makalah ilmiah dan mempresentasikannya di depan forum, serta memotivasi untuk aktif berdiskusi dan kritis terhadap kajian Islam kontemporer.

Kegiatan :

Kajian ilmiah terdiri dari 2 kelompok kajian: kajian kontemporer dan kajian tafsir hadis. Anggota Almakkiyat yang memilih kajian ini dapat memilih salah satu dari 2 kajian yang disodorkan atau dapat juga mengikuti keduanya sekaligus. Diasumsikan satu kelompok kajian berjumlah 5 sampai 8 orang. Setiap kelompok kajian dapat menunjuk seorang  penanggung jawab untuk menghandel anggotanya. Anggota kajian akan mendapatkan tugas sebagai pemakalah sesuai dengan silabus yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam setiap pertemuan, pemakalah diharapkan membagi makalahnya kepada setiap anggota kelompok. Masalah waktu dan tempat disesuikan dengan kesepakatan masing-masing kelompok kajian. Jika diantara anggota kajian tidak bisa hadir, diharapkan menginformasikan kepada penanggung jawabnya dengan alasan yang konkrit. Anggota Almakkiyat lain yang bukan anggota kelompok kajian tetap diperbolehkan menghadiri dan berdiskusi dalam kajian ini. Menjelang kepengurusan Almakkiyat berakhir, makalah-makalah terbaik akan dibundel menjadi sebuah buku.

4. Pelatihan komputer (Microsoft Word, Excel dan Power point)

Tujuan :

Anggota mampu menulis dengan menggunakan Microsoft word, excel dan power point.

Kegiatan:

Pelatihan komputer akan dilaksanakan beberapa kali pertemuan, dengan materi teori dan praktek. Kegiatan ini disesuaikan menurut kesepakatan anggota Almakkiyat yang memilih program ini. Jika keadaan memungkinkan akan diadakan pelatihan editor sebagai kegiatan tambahan.

2. PROGRAM KHUSUS

1. Mengaktifkan Blog Almakkiyat

Aktifasi blog bertujuan untuk melatih dan mengembangkan potensi menulis Almakkiyat serta menjadi ajang diskusi di dunia maya. Pengurus akan membagikan undangan menulis kepada para anggota sesuai dengan kapabilitas dan bidang masing-masing. Pengurus menargetkan mampu meng-update tulisan minimal sekali seminggu serta memuat tulisan-tulisan Almakki putri di luar Mesir. Semua kegiatan Almakkiyat juga akan diposting di blog, agar dapat diakses oleh seluruh anggota.

2. Mengadakan Silaturrahmi Akbar Di Akhir Pengurusan

Rencananya, silaturrahmi ini akan digelar di lokasi yang indah dan nyaman untuk semakin mempererat persaudaraan dan kekompakan Almakkiyat sekaligus untuk tadabbur alam dan refreshing.

Acara yang akan dilaksanakan diantaranya:

– pengumuman pemenang lomba Tuhfatul Athafal,

– pengumuman peserta terbaik khat riq’ah bi qalam al ‘adi,

– presentasi pemakalah terbaik,

– foto bareng dan penganugrahan sertifikat.

Catatan:

Dengan program-program ini, ditargetkan akan semakin mendongkrak prestasi Almakkiyat serta meningkatkan keahlian di bidang masing-masing.

Pengurus:

1. Reni Rahmawati (koord.)

2. Mukrima

3. Lina Rizqi Utami

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.