Mendayagunakan liburan musim panas agar ia tak terbuang percuma

2 August 2010 at 5:34 pm | Posted in AKHLAK, MOTIVASI | Leave a comment
Tags: , ,

oleh: Feni Elfienti

Sangatlah tepat membiacakan musim panas yang kita laluii saat ini. Panasnya terasa begitu menyengat ke tulang belulang kita. Sebagai mahasiswa yang mempunyai segudang acara dan seabrek kegiatan pasti kita jadi serba salah karna panas. Bahkan tak jarang udara yang begitu menyengat menjadi alasan dan justifikasi untuk membatalkan agenda yang telah direncanakan.


Sebenarnya, kita patut bersyukur dengan adanya  musim panas sebagai anugrah dari Alalh. Toh di akhirat nanti, di Padang Mahsyar kita akan merasakan panas yang lebih dahsyat hingga ke ubun-ubun. Sedikitpun tak ada bandingannya dengan musim panas di dunia ini.

Musim panas tahun ini dan pasca imtihan yang baru saja berlalu,hendaknya tidak dihabiskan dengan hal-hal tak bermanfaat. Selayaknya kita membuat planning yang efisien agar liburan ini tidak sia-sia, namun menjadi ajang pesta menuntut ilmu bagi kita di bumi para Nabi ini. Saking pentingnya pemanfaatan waktu, Allah telah bersumpah tentang waktu, salah satunya: “Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-oragng yang beriman dan meralam shaleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati dalam kesabaran. (Surah Al-Ashr: 1-3).

Natijah yang baru saja turun, bagaimanapun harus disyukuri, jika hasilnya bagus, jangan dulu terlena dan merasa puas. Tetapi harus berusaha meningkatkanya di masa datang, begitu juga kalau hasilnya masih mengecewakan, don’t be sad…banyak-banyaklah introspeksi diri dan berbaik sangkalah kepada Allah. Mungkin usaha kita masih kurangd an butuh kerja keras yang lebih giat lagi. Yang pasti janga berputus asa. Allah berfirman: “boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (Surah Al-Baqarah: 216).

Jadi, walaubagaimanapun natijah yang didapat, liburan musim panas tetap harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Banyak hal positif yang bisa kita lalukan untuk peningkatan kualitas diri kita. Seperti:

1. Menghafal Al-Quran

Sebagai penuntut ilmu syar’I di Universitas Al-Azhar, tentunya kita senantiasa bergelut dengan dalil-dalil Al-Quran. Apalagi tiap tahun kuliah membebankan hafalan 2 juz Al-Quran. Ini tentu saja harus memacu semangat kita untuk lebih meningkatkan hafalan Al-Quran. Bukan hanya sesuai beban mata kuliah saja tapi hendaknya bisa sampai hafal 30 Juz Al-Quran lengkap dengan sanad resmi dari Syekh Hafiz.

2. Membaca Muqarrar (diktat kuliah)

Selesai imtihan bukan berarti muqarrar dicampakkan atau ditumpuk dalam lemari saja. Sebaiknya dibaca kembali dan dimuthala’ah lagi bagian-bagian yang belum dipahami. Atau bisa jadi membaca muqarrar kakak kelas, setidaknya untuk mendapat gambaran umum tetang pelajaran yang dibahas tahun depan, meskipun nanti buku muqarrarnya akan berbeda.

3. Membaca buku-buku bermanfaat.

Mesir sebagai gudang ilmu Islam memproduksi banyak sekali buku-buku berwawasan kesilaman. Sangat rugi jika kita tidak memanfaatkannya. Rata-rata masisir punya perpustakaan pribadi, dan kita bisa mulai membaca buku-buku kita yang belum disentuh lagi sejak pertama kali beli, atau bisa meminjam buku dari perpustakaan pribadi kawan. Perpustakaan kampus dan perpustakaan PMIK di Wisma Nusantara juga pilihan terbaik untuk menambah pengetahuan.

4. Mengikuti halaqah-halaqah ilmiah.

Sudah jadi kebiasan mesjid-mesjid di Mesir mengadakan halaqah ilmiah, Jika kita ke mesjid Al-Azhar, tertampang jadwal talaqqi dengan para Syekh yang bisa diikuti. Baik materi umum atau khusus yang berkaiatan dengan bidang ilmu tertentu seperti tafsir, hadis, fiqh, nahwu dan lain-lain.

5. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Masisir

Liburan musim panas bagaikan pesta kegiatan bagi organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di Mesir. Mulai dari PPMI dan Wihdah, organisasi kekeluargaan, almamater dan bahkan acara-acara yang diadakan KBRI Mesir. Tentunya kita harus bijak memilih acara yang sesuai.

Sedangkan hal-hal negatif yang seharusnya dihindari adalah:

1. Kebiasaan begadang dan tidur pagi

Gara-gara udara panas, jadi banyak orang –juga sebagian masyarakat mesir – begadang hingga subuh, lalu tidur setelah shalat subuh sampai zuhur. Hal ini seharusnya tidak dijadikan kebiasaan.

2. Terlalu banyak rihlah

Mesir merupakan negeri eksotis yang menyimpan sejarah peradaban, mulai dari zaman kuno hingga zaman Islam. Sangat banyak tempat wisata pelepas lelah pasca imtihan. Namun, tidak baik jika terlalu bayak jalan-jalan dalam jangka waktu yang berdekatan.

3. Sibuk Tak Menentu (STM)

Ini terjadi jika kita tak punya agenda jelas untuk mengisi liburan, sehingga bingung akan melakukan apa. Lalu larut dalam kegiatan-kegiatan tidak penting dan tidak bermanfaat dalam peningkatan kualitas diri.

Terakhir, penulis berharap kita mampu bijaksana memberdayakan liburan musim panas ini. Alangkah menyedihkan rasanya, ketika malam menjelang tak sedikitpun ilmu dan manfaat yang bisa kita petik pada hari itu. Wallahu A’lam.

Advertisements

Successful Career Through IELTS Qualifications

1 August 2010 at 11:47 am | Posted in ENGLISH CLUB, Gen 5, KEGIATAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

PPMI is an association which combines most activities concerning intellectual and organizational needs of Indonesian students in Egypt. PPMI also facilitates a couple of programs which concerns development capabilities and student qualifications. Nowadays, it has introduced “IELTS Preparation Course” supported by Language Community (PII), WIHDAH-PPMI, PMIK, SIC and also KBRI. The participants of the course insist of 23 students that has been implemented during 8 sessions, as for beginning at PMIK and the next occasions at SIC (Sekolah Indonesia Cairo) in Dokki. The class starts from 4 pm until 8 pm. We have attended it 3 times a week for almost about three weeks since March until the last week of April taught by the keynote speaker from Argentina, Mrs. Regina Calcagno.

What is IELTS?

IELTS is an abbreviation of International English Language Testing System; this course has become a source to improve the capability for English learners. It is quite well-known that IELTS are managed in co-operation with the University of Cambridge ESOL Examinations (Cambridge ESOL), British Council and IDP: IELTS Australia.

Therefore IELTS has become world recognized compatible towards the high international standards of language assessment. Furthermore, it is designed to access the language ability of candidates who wish to study or work as professional career, immigration authorities and other government agencies where English is preferred as the language of communication or may also be a means for those who wish to know their level for career purposes.

Certainly, IELTS mandatory for non-native students for studying in nations where English as a language communication. In generally, IELTS is more recognized by British and Commonwealth institution, but the TOEFL is more recognized by universities in the USA and a couple of European countries right now.  However, nowadays both of them recognized everywhere. Anyway, there are some universities still require the TOEFL, but the IELTS is growing rapidly. Its means that many Universities in UK, Australia, New Zealand and Canada uses, the IELTS as the main barometer for English users. Without IELTS qualifications, may not be granted there and will be unheard of.

The examination conducted by the British Council and also some institutes runs short courses which are to prepare for IELTS. There is no fixed pass mark in IELTS. The score, below Band 6 is too low and above 6.5 is accepted as a good score. And the examination is just held thrice, once a month. And the IELTS is not recommended for candidates under the age of 16.

IELTS test is designed by in two formats -Academic and General Training. Academic is suitable for students who wish to enter an undergraduate or postgraduate study programme. Mean while General Training is suitable for candidates planning to undertake non-academic training, work experience, or for immigration purposes.

All candidates take the same modules which consist of Listening & Speaking, while Reading & Writing are separate for Academic and General Training. So it comprises the four language skills: listening, reading, writing and speaking which are relevant to the real world.

IELTS and TOEFL are very similar, the main difference is that IELTS uses a face to face interview to know speaking ability, while the TOEFL is entirely computer based.

As participants of “IELTS Preparation Course” we have obtained more tips and tricks from Mrs. Regina Calcagno directly. For instance, she has taught us effective exam techniques in listening, reading, writing and speaking.

In the listening module, we hear the conversation for about two minutes and we will hear it only once. She suggested us to imagine the situation and common sense in language by our selves. When listening was on, the answers on the recording always appear in the same order as the question. uhh.., it was a big trouble to understand hard as I felt before.

In the reading module, will take 60 minutes, so we have to be able to skim and scan quickly because it will help to save our time.

And then in the writing module, she taught us methods and strategies for successfully completing the integrated words and how to be independent writing skills.

And the last one, in the speaking module, she advised to talk confidently because when we are nervous, we may lose our place and it is the most significant how to imagine the topics when interview and always keep speaking.  Certainly, we have to evaluate on fluency and coherence, range of vocabulary, grammatical range and accuracy and also pronunciation.

And some interest techniques I got at that time about; using words or expressions like actually, well, it depends, Mmm…, or but, it will make more natural when speaking, and then using words like anyway, so, and well to change direction when talking to a new topic. That’s sound very interested me, when Mrs. Regina explained all of these things. In addition, she tough us not every question answered by Yes or No. In fact, for answering “yes, I do”, the best way we may try to “explain” it more. Otherwise, when answer of the question by using word “no, I do not”, it is will be better by using expression like: “actually, no”. If answered by saying “no” directly, so that was sound rather rude and did not make a sense.

Surely, IELTS preparation is suitable for:

1.  Students who wish to enter university in a native English speaking country.

2. Students who need an internationally recognized English qualification for their profession.

3.  Students who want better opportunities for future employment.

4. Students who are serious about improving all areas of their English and gaining a highly respected English qualification.

By taking an IELTS qualification will give us opportunities thought international education and employment. Accompanying an IELTS test will be guaranteed to show our ability to communicate in English. And furthermore, it supports us to be success in the future. Pass the IELTS and get education and success in career can provide us the security, independence and financial rewards.  And also get the satisfaction of quality education and have team-works with other professionals. May be one of us be a lecturer, scholar (ustadz), or property big company who has qualification in English. That’s wonderful..!!

That’s way, I think PPMI and other supporting hold “IELTS Preparation Course” to increase our capabilities and qualifications as an overseas student of al-Azhar University in Egypt. In order to develop ability in compete with another students in this world. Not only capabilities in Arabic or Ammeyah but also in English. As an object which has standard of qualities to communicate in speaking one comment language and I am sure PPMI also gives us all of awareness how important IELTS preparation before measure.

Of course, all of us know that English is the first rank and the most fluently spoken language around the world. By way of English language it will indeed open the doors of opportunities by opening the rest of the world to us. We can across the world without the fear of being scared and worried; in a sense the world becomes closer and small town. Of course, by using English will make a profit for our future such as tool in giving dakwah or giving better understanding about Islam in western world, on top of that will help our career. That’s very lucky, we are here as a student at al-Azhar University has ability in Arabic, Ammeyah (Egyptian) language, and it is indeed necessary for us to improve our skill in English language more and more. Consequently, we should learn to do everything by knowledge, as the world will be opened for us.

Written by:  Reni Rahmawati

Participants of “IELTS Preparation Course”

Published in buletin “SUARA PPMI”

Edisi V Jumadil Tsani 1431 H/Mei 2010

Peran Istri, Berat Tapi Menjanjikan

20 June 2010 at 8:26 pm | Posted in AKHLAK, AL-QURAN, Gen 7, hadis, KELUARGA, MOTIVASI | 2 Comments
Tags: , , , ,

oleh: Rahmayanti

Hari itu, seorang wanita menemui Rasulullah, Tiba di hadapan beliau ia berkata: “Ya Rasulullah, saya ini utusan kaum wanita, saya bermaksud menanyakan perihal jihad fi sabilillah. Allah mewajibkannya kepada kaum pria, kaum pra memperoleh pahala yang besar karenanya, bila syahid, ia tetap hidup di sisi Allah. kami kaum wanita juga ingin mendapatkan keutamaan seperti itu, maksud saya apa bagian wanita dalam jihad?” Rasulullah pun menjawab: “Sampaikanlah pesanku ini kepada semua wanita yang engkau temui, sesungguhnya mentaati dan mengakui hak-hak suami pahalanya sepadan dengan jihad, namun hanya sedikit wanita yang mengamalkan itu“.

Siapa yang tidak kenal sosok wanita luar biasa seperti Khadijah? Siapa tak kagum dengan wanita semulia Aisyah, seagung Fatimah dan sederet sosok teladan yang dikenang sepanjang sejarah. Mereka sukses memainkan peran baik sebagai hamba Allah, anak, istri, ibu dan da’iyah. Begitu mulia, begitu tulus, sedemikian ikhlas. Semua aktifitas dicover dengan sempurna dengan tujuan meraih ridha-Nya. Mereka yang kehadirannya merubah panas menjadi sejuk, dingin menjadi hangat, sumpek menjadi lapang dan sedih menjadi gembira. Keteladanan mereka mencakup ketaatan kepada Allah, kuatya shalat malam, khusyuknya berzikir, kesetiaan yang luar biasa kepada sami, kecintaan dan perhatian kepada anak-anak serta semangat menuntut ilmu dan menyebarluaskannya.

Istri memainkan peranan yang sangat penting dalam mewujudkan kebahagiaan rumah tangga. Kemampuan seorang istri menciptakan atmosfer keluarga yang tentram, damai, aman dan penuh kasih sayang merupakan tugas yang sangat berat sekaligus paling mulia. Sehingga tidak salah jika Rasulullah menyebutnya sepadan dengan jihad di jalan Allah. Sungguh, ini merupakan penghargaan yang sangat besar bagi wanita.


Keluarga merupakan komponen terkecil sebuah negara, dan peran wanita di dalamnya sungguh tak tergantikan. Bahkan mungkin tak berlebihan jika kita mengatakan bahwa masa depan generasi suatu bangsa berada dalam genggaman lembut tangan wanita. Tanggung jawab dalam keluarga tak boleh terabaikan dengan alasan apapun. Sungguh sangat menarik sekali apa yang disampaikan seorang anak yang telah hafal al-Quran kala usianya baru menginjak 7 tahun, ditanya siapa yang membantu, mendorong dan menyemangatinya dengan gigih hingga ia bisa jadi hafiz. Ia menjawab: “Ummi, ibuku yang melakukannya”.

Peran besar seorang wanita tentu bukan hanya itu saja. Sebab, setiap peran besar, memerlukan modal besar pula, berupa ilmu dan kesungguhan. Itulah wasilah yang utama, karena keidahnya: Ma La Yatimmu al-Wajib Illa Bihi Fahuwa Wajib (sesuatu yang tidak sempurna sebuah perkara wajib kecuali dengan menyempurkakannya, maka ia pun wajib). Sehingga, jadilah menuntut ilmu bagi seorang wanita merupakan kewajiban mendasar agar dapat memikul peran mulianya dengan sempurna. Tidak mungkin seseorang mampu memberi jika ia tidak memiliki. Bagaimana mungkin seorang wanita mampu berkhidmah kepada keluarga, masyarakat bahkan bangsanya jika ia tidak mempunyai ilmu apa-apa.

Mari kita lihat lebih dekat pada kehidupan kita sebagai mahasiswi.  Bagi yang sudah berkeluarga, kedua peran ini dijalankan sekaligus, menuntut ilmu dan menjadi istri dan ibu dalam rumah tangga. Sebenarnya keduanya dapat seiring sejalan, karena dengan menyempurnakan “separuh agama” tentu hati menjadi lebih tenang dan lebih konsentrasi menyerap ilmu pengetahuan. Meskipun tugas rumah tangga tetap membutuhkan keikhlasan dan kesungguhan menjalani peran ganda. Namun semua itu semakin membuka lebar jalan menuju syurga.

Betapa tidak, Rasulullah menyatakan bahwa seorang yang menempuh jalan menuntut ilmu akan Allah mudahkan baginya jalan menuju syurga. Dalam kesempatan lain Rasulullah juga bersabda bahwa jika seorang wanita melaksanakan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, menjaga kehormatan dan suaminya redha terhadapnya, maka dia boleh masuk syurga dari pintu mana saja yang ia kehendaki. Subhanallah…!

Mari kita telusuri sejenak, berawal dari niat karena Allah menilai amalan hamba-Nya dari niat mereka melakukannya. Rasulullah bersabda: “sesungguhnya setiap amal tergantung niat dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya.” Jika kita menikah dengan tujuan meggapai ridha Allah dan menjaga diri –meskipun kita belum begitu yakin mampukah menyempurnakan semua kewajiban yang menanti , bisakah bijak membagi waktu dan berbagai kekhawatiran lain– tetapi Allah jualah yang akan melapangkan jalan dan memberi kekuatan dan kebijaksanaan dengan kekuasaan-Nya. Banyak cara bagi Allah untuk membaguskan hamba-Nya dan meninggikan derjatnya karena niatnya. Selanjutnya tergantung semangat dan keistiqamahan kita menjalani itu semua.

Niat dalam istilah Psikologi dikenal dengan motivasi. Inilah sesungguhnya kekuatan dahsyat yang mampu menjadikan seseorang tegar dalam menghadapi setiap episode kehidupannya. Umpama seorang pendaki yang berniat menaklukkan puncak gunung yang terjal. Segala tanjakan dan jalan setapak yang dikelilingi tebih curam dan jurang menganga dijadikannya sebagai tantangan, karena niat sudah terpancang. Ia pantang mundur, kesulitan sebesar apapun akan tetap dihadapi. Semakin berat mdan yang akan dilalui semakin semangat untuk menaklukkannya. Dan jika ia berhasil, kepuasan tiada tara akan diraihnya. Kita juga seperti itu dalam mengarungi kehidupan ini. Dan balasan yang dijanjikan di puncak sana jauh lebih indah yaitu syurga-Nya. Maka, menuntut ilmu dan berkhidmah untuk keluarga denga ikhlas adalah tantangan yang bernilai ibadah di sisi-Nya.

Jadi, sudah saatnyalah kita mengevalusi kembali diri sendiri dan memperkokoh biduk yang ditumpangi untuk mengarungi samudra luas yang penuh rintangan. Waktunya memperbanyak kembali bekal karena perjalanan masih teramat panjang. Disamping terus mengikhlaskan diri melakukan yang terbaik, karena para malaikat tak pernah luput mencatat setiap gerak yang kita lakukan. Wallahu A’lam

*Mahasiswi Jur. Syariah Univ Al-Azhar Kairo

21 ORANG SISWA MAN/MAKN KOTO BARU PADANGPANJANG DITERIMA PADA UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO MESIR

17 June 2010 at 1:14 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, siswa MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang mendapat kesempatan untuk melanjutkan studinya pada sejumlah universitas terkemuka di Timur Tengah seperti Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir. Khusus siswa yang tamat tahun pelajaran 2009/2010 ini, dari 24 orang siswa/ i MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang mengikuti seleksi, sebanyak 21 orang berhasil lulus seleksi dan diterima sebagai mahasiswa pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir tersebut.

Keberhasilan siswa-siswi tersebut, setelah mengikuti serangkaian tes yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada bulan Mei 2010 yang lalu di Medan Sumatera Utara. Ketika di konfirmasikan kepada pihak MAN/MAKN Koto baru, melalui wakil kepala bidang humas Dra. Eri Arifin menyebutkan bahwa siswa-siswi yang lulus seleksi tersebut akan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Adapun biaya akan ditanggung oleh masing-masing siswa, karena pihak Kementerian Agama Republik Indonesia hanya memfasilitasi pada penjaringan saja. Lebih lanjut Erni Arifin menyebutkan, bahwa setelah mengikuti kuliah selama semester awal, barulah anak-anak kita bisa mengikuti serangkaian tahapan untuk mendapatkan beasiswa dari pihak Universitas Al-Azhar Mesir.

Untuk diketahui bahwa para alumni MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang sudah menyelesaikan kuliahnya pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir sudah mencapai 200 orang. Saat ini tercatat kurang lebih 150 orang yang sedang mengikuti perkuliahan.

Siswa-siswi yang lulus seleksi dan diterima di Universitas Al-Azhar tersebut adalah Rafiqul Huda Siregar, Irham Amir, Alfendri, Muhammad Afdhal, Gusti Rahma Yeni, Ikhwal Syaifullah, Ahmad Dzaki, Dailami Ismail, Ramiz Rahma Wita, Muhammad Rafdi, Deded Bakti Anggara, Amal Khairat, Ahmad Suryadi, Insanul Maruf, Yanuarta Wijaya, Hamdani Irawan, Ahmad Zaki, Nenen Adrita, Asfar Hamdi, Iqbal. Setelah dinyatakan lulus dan diterima, saat ini sedang mempersiapkan persyaratan administrasi untuk keperluan keberangkatannya dan pada bulan September 2010 mereka akan berangkat ke Kairo Mesir. (http://sumbar.kemenag.go.id/)

Ujian Termin II Tahun Akademik 2009/2010

10 May 2010 at 10:04 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Abdullah Hoseyni Hilal, (24/4) mengumumkan bahwa ujian termin II di Universitas Al-Azhar akan dimulai pada 29 Mei mendatang. Ujian diadakan serentak di seluruh fakultas Universitas Al-Azhar, baik yang di Cairo maupun cabang-cabang di daerah. Menurut Hilal, Universitas Al-Azhar saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar para mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan teratur.

Selain itu, Hoseyni juga menegaskan kembali larangan memakai cadar saat ujian, terutama di fakultas-fakultas khusus puteri. Cadar, lanjut Hoseyni, tidak diperlukan karena seluruh peserta ujian wanita dan para pengawas ujian pun seluruhnya wanita. Bahkan, para penjaga pintu masuk pun juga wanita. Hoseyni berharap ujian kali ini berlangsung tertib dan aman. Hoseyni mengemukakan hal tersebut saat meninjau fakultas-fakultas khusus puteri di Nasr city, seperti Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Humaniora, dan Fakultas Kedokteran.

Maka, sehubungan dengan semakin dekatnya Ujian Termin II tahun akademik 2009/2010, Atase Pendidikan Nasional KBRI Cairo menghimbau seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan:

* Memancangkan Ulang Tujuan Awal ke Mesir

* Menekadkan diri bahwa tahun ini “Saya Harus bisa Menaklukkan Muqarrar!

* Meninggalkan Aktivitas apapun selain Muqarrar

* Mengoptimalkan Usaha dan memperkuat Do’a

* Segera Back to Campus dan Back to Muqarrar

Sumber: dikbudcairo.org

IDEAL

30 April 2010 at 11:55 pm | Posted in ENGLISH CLUB, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

By M. Fitrian Kadir*

I think it’s been so famous among us all about ideal standard for college student. You know what I mean with college student? Yep! Mahasiswa. As far as I knew, there’s no different between mahasiswa and siswa in English. Both of them are called: student. Perhaps some education system reasons in our country make these two terms difference. But that’s not the point. My point is about who we called with a name: ideal student.

I’m not going to ask you to agree with what I want to say. I’m just so sure that most of us have the same view about ideal student. Based on student activities, we can say that ideal student is the one who can gain succeed in these activities. And what are those activities? The biggest two are: studying and organization. Maybe there are other activities, such as, working, becoming translator, raising the child for those who had married and produced; and so on. And it’s not my place to talk about that. Just focus to these two: get succeed in study and become active in organization. Then, our environment will force us to say: Yeah, he or she is an ideal student.

My neighbor’s neighbor said that there’s no special with somebody who gets success in study after spending his whole time for studying. It’s going to be strange if this fellow don’t gain success after studying that hard. Causality reason has taught us that those who sow will harvest.


On contrary, who can achieve good result in exams and actively join in organization; this is the one who amazing. In simple description: get mumtaz and become top leader are two qualifications to be ideal student. So amazing, isn’t it?

But, my other neighbor’s neighbor said that this way of thinking isn’t right. The term success isn’t always measured by education report or exams result. And again, result itself is not the point Allah’s pointing at it. Yes, becoming valedictorian is good. But, it’s not a qualification for success.

Sometimes, this reason is used by some fellows as a goat escape. They didn’t get good result or even failed, then said that blue report is not everything for students. Just like a knife with two dimensions, it can be used forcooking a chicken or for killing a man.

I don’t really know is my neighbor’s neighbor a chef or an assassin. Anyway, knowledge is like the universe. A space with no end. Seeking the knowledge (thalabul ‘ilmi) is a never ending process. None can achieve its even if they kill themselves for this.

Someone who spends his whole life for seeking the knowledge will not get the end of knowledge. And, what do you think about the one who gives just a half or quarter or maybe some sort of his time for knowledge?

*The Chief of ALMAKKI

Try Out & Talk Show PPMI

30 April 2010 at 4:23 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Dalam rangka penutupan kegiatan mahasiswa dan persiapan jelang ujian term II al Azhar yang akan dihelat bulan juni mendatang, PPMI bersama Wihdah, Asy-Syatibi Center dan Senat Mahasiswa serta dukungan dari KBRI Cairo mengadakan Try Out dan Talk Show Motivasi pada hari Senen, 26 April 2010. Acara yang dihelat di Auditorium Shalah Kamil Universitas Al Azhar tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta.

Dubes RI, AM. Fachir dalam sambutannya menegaskan bahwa KBRI Cairo sebagai perwakilan pemerintah Indonesia dan penyambung lidah rakyat memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Beliau berharap, mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan akomodasi yang telah KBRI sediakan, diantaranya Fushul Taqwiyah dan kampus Al-Qur’an.

Acara yang dimulai pada 10.00 Clt. dan berakhir pada 20.00 Clt. tersebut dibagi menjadi 4 agenda. Agenda pertama yaitu Try Out ujian yang untuk mahasiswa dan mahasiswi tingkat I pada pelajaran tertentu  di setiap fakultas. Adapun agenda kedua yang dilaksanakan setelah shalat Dhuhur diisi dengan Talk Show motivasi belajar dengan tema “Mahasiswa Berprestasi Bukan Hanya Mimpi” yang disampaikan oleh Jamaludin A. Khaliq, MA., Mulyadi dan Nikmah Mawaddati.

Menginjak agenda ketiga, yaitu Kuliah Umum Bilingual bersama Prof. Dr. M. Zaki Usman dengan tema “Jalan Menuju Kesuksesan”. Dalam pemarannya, mantan Dekan Fakultas Da’wah wa Tsaqafah Universitas Al Azhar tersebut dalam menyampaikan bahwa seorang pencari ilmu akan sesat jika tidak didampingi oleh seorang guru, bahkan Nabi Muhammad pun membutuhkan tuntunan Jibril dalam memahami firman-firman Allah SWT. masih dalam kesempatan yang sama, Ia berpesan kepada mahasiswa generasi Islam untuk agar mampu mengatur waktu sebaik-baiknya yang ia tuturkan dalam kalimat “invest your time, before invest your money”.

Adapun Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) menjadi agenda penutup rangkaian acara yang dikemas dalam tema “Menggelorakan Semangat Rabbani dalam Pribadi Islami” tersebut. Dr. Fadlolan Musyafa, MA., koordinator I-4 Timur Tengah yang menjadi pemeran utama sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa dengan berdirinya I-4 yang beranggotakan para ilmuwan Indonesia dari universitas-unversitas terkemuka di dunia mampu memperbaiki dan memberikan solusi kongkrit terhadap pelbagai permasalahan yang ada di tanah air.

Selain keempat agenda tersebut, juga dilaksanakan penguman berikut penganugrahan terhadap peserta terbaik Kampus Al Quran, Try Out dan Preparation For IELTS.

Juga untuk memeriahkan kegiatan multi agenda tersebut ditampilkan hiburan oleh Grup Nasyid Dai Nada dan Grup Marawis Keluaga Pelajar Jakarta.

dikbudcairo.org

Coffe Morning Bahas Mahasiswa Baru Al-Azhar

24 February 2010 at 4:36 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Dalam membahas permasalahan Maba (Mahasiswa Baru) Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir, PPMI mengadakan acara Coffee Morning, (Kamis, 18 Februari 2010). Acara yang berlangsung di Wisma Nusantara, Rab’ah El Adawea itu mendatangkan Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, Atdiknas KBRI Kairo, Drs. M. Abdullah, MA,  Protokol dan Konsuler KBRI Kairo serta Iwan Wijaya Wiyatno, Pensosbud (Penerangan Sosial Budaya) KBRI Kairo. Acara ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa Indonesia dan beberapa staf KBRI Kairo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Maba yang kuliah di Universitas Al Azhar selalu terlambat sampai di Mesir. Ini tidak lain disebabkan sulitnya mendapatkan visa dari Kedutaan Mesir di Jakarta. Karena itu, sebanyak 204 mahasiswa dari keseluruhan Maba yang berjumlah 211, tahun ini belum terdaftar sebagai mahasiswa Al Azhar.

Terkait dengan permasalah itu, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. selaku Atase Pendidikan KBRI Kairo mengatakan, selama MoU yang berisi pemilahan fungsi setiap instansi yang berkaitan dengan urusan mahasiswa baru belum ditandatangani, maka nasib Maba akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Lebih lanjut, Prof. Sangidu menjelaskan, bahwa selama ini KBRI sudah berusaha untuk mengirimkan surat MoU pada instansi terkait seperti Kedutaan Mesir dan Depag untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Depag sebagai instansi yang memfasilitasi tes dan Kedutaan sebagai pemberi visa. Tapi MoU itu sampai sekarang belum disepakati dari dua belah pihak.

Sementara itu M. Abdullah dalam kesempatan yang sama, menghimbau pada segenap Maba untuk selalu menaati peraturan negara Mesir, seperti tidak terkait dengan jaringan Islam Kiri dan memperpanjang visa pada waktunya . Hal ini terkait dengan keamanan mahasiswa selama belajar di Mesir. Beliau juga menjelaskan, KBRI Kairo di samping akan selalu memberikan pelayanan pada seluruh warga Indonesia yang ada di Mesir, juga akan memberikan pembinaan khusus terhadap mahasiswa.dikburcairo.org

Mahasiswa Muslim Ideal

17 December 2009 at 10:00 am | Posted in AKHLAK, Gen 9, MOTIVASI | Leave a comment
Tags: ,

Oleh : Lina Rizqi Utami

Pendahuluan

Dalam sebuah tahapan hidup telah ada ketentuan dasar terhadap pendidikan. Dimulai dari playgroup, TK, SD, SMP, SMU dan kemudian status paling produktif yaitu mahasiswa. Ketika jenjang ini telah kita lalui tahap demi tahap, maka kesempurnaan akan terasa tatkala ilmu yang didapat segera diamalkan. Oleh karena itu, banyak perguruan tinggi yang menawarkan jurusan-jurusan terbaik sebagai modal hidup untuk mendapatkan skill. Pilihan terbaik ada di tangan kita sebagai generasi muda, karena jika salah pilihan maka kita akan kehilangan orientasi untuk menentukan target hidup. Sebagai mahasiswa dituntut untuk menggali ilmu lebih dalam dunia maupun akhirat. Karena orang berilmu adalah pewaris para ulama dan orang yang paling takut kepada Allah. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Fatir:28

انما يخشى الله من عباده العلماء

Realita Mahasiswa Zaman Modern

Waktu telah unjuk gigi, dimana manusia bisa mengikuti arus globalnya yang terbentang luas. Mahasiswa jadi santapan lahap oleh sang zaman, ketika mahasiswa tidak mampu membendung arus yang semakin kencang. Contoh dari arus itu adalah pemikiran-pemikiran liberal yang ditawarkan oleh orang orientalis untuk mencuci otak mahasiswa muslim. Kewajiban yang seharusnya di kerjakan oleh seorang mahasiswa jadi terabaikan. Pemikiran yang rasional kini tidak lagi bertumpu pada akal sehat. Kenapa ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada diri sendiri. Mungkin sebagian mereka tidak lagi menyadari hakikat seorang penuntut ilmu. Keganasan zaman menjadikan generasi muda kita rusak seiring berkurangnya uswah hasanah dalam menuntut ilmu. Norma dalam tatanan masyarakat telah diabaikan karena pengaruh ghazwul fikri yang menimpa kaum muslimin, mulai dari anak-anak, orang tua dan para remaja. Inilah yang menjadi problematika kegagalan seorang mahasiswa dalam urusan diin, bisa jadi sebagian diantara mereka dimudahkan Allah SWT jalan untuk menuju sukses dunia, tapi tidak untuk ummat, hakikatnya mereka yang sukses tanpa agama, hanya tipuan belaka, seperti sabda Rasulullah SAW

الدنيا ملعونة ملعون ما فيها الا ذكر الله تعالى وما والاه و عالما او متعلما (رواه اترمذى و قال (حديث حسن)

Hakikat Sang Mahasiswa Ideal

Mahasiswa yang terampil ilmu dan agama dan dunia tentu mempunyai strategi jitu, bagaimana kesuksesan mereka sebagai mahasiswa dambaan ummat dan negara, yaitu dengan teknik beradab yang ditanamkan dalam diri, terutama bagi kita yang sedang menyandang status mahasiswa :

  1. Menyadari bahwa menuntut ilmu itu adalah ibadah.
  2. Semakin tinggi ilmu yang kita miliki maka, semakin takut kita kepada Allah.
  3. Meneladani kisah para salafus shaleh dalam mencari ilmu, serta keikhlasan mereka dalam menuntut ilmu.
  4. Zuhud dan tawadhu terhadap fatamorgana dunia.
  5. Mengamalkan dan mengajarkan  ilmu yang telah didapat. Karena itu merupakan sebuah amalan yang tidak putus-putus pahalanya, seperti sabda Rasulullah SAW :

اذا ما ت ابن ادم انقطع عمله الا من ثلاث صدقة جارية او علم ينتفع به او ولد صالح يدعو له (رواه مسلم)

  1. Tidak sombong dengan ilmu yang telah dimiliki.

Oleh karena itu, kesadaran yang mulai ditumbuhkan akan mewujudkan hakikat seorang mahasiswa ideal dengan adab dan pengamalan dalam kesehariannya serta melaksanakan kewajiban sebagai mahasiswa.

Mahasiswa adalah dambaan ummat dan negara, karena ditangan mereka akan berlanjut estafet kemajuan Negara. Tapi tidak semua mahasiswa dapat dikatakan penerus bangsa. Yang dikatakan penerus bangsa itu adalah mahasiswa yang ideal, seimbang agama dan dunia. Mereka yang faqih dalam urusan agama, dan eksis dalam urusan dunia, Allah SWT berfirman dalam surat  At-taubah:122

و ما كا ن المؤمنون لينفروا كافة فلولانفرمن كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا فى الدين ولينذروا قومهم اذا رجعوا اليهم لعلهم يحذرون

Mahasiswa yang ideal peduli terhadap kemajuan agama dan ummat. Mereka sangat prihatin terhadap perkembangan zaman yang banyak merusak moral kaum muslimin terutama mahasiswa sebagai calon penerus. Mereka berkhidmat untuk organisasi sebagai latihan menjaga amanah, bertanggung jawab, sosialisasi dengan berbagai karakter, disiplin, bertoleransi, dan tentunya belajar sabar. Karena organisasi adalah salah satu wadah untuk mencerdaskan emosional mahasiswa, sedangkan spiritual harus sudah tertanam dari kecil, dan disempurnakan pada masa-masa produktif ini sebagai mahasiswa yaitu dengan ikut kajian islam, talaqqi bagi mahasiswa yang menuntut ilmu di Mesir, tahfizul qur’an, dan intinya pembinaan diri sendiri untuk dekat dengan Sang Khaliq.

Intelektual akan sempurna ketika pembinaan emosional dan spiritual telah terjalani. Karena sebagai mahasiswa tidak dituntut untuk mengejar gelar dan naik tingkat, tetapi  kedalaman ilmu lah yang mesti diraih. Allah SWT berfirman dalam surat Taha:114

و قل رب زدنى علما

Dengan adanya ilmu maka akhirat dapat kita kejar dan dunia dapat kita raih. Keistimewaan orang berilmu sangat banyak, karena ilmu bagai permata di dasar lautan, tak lekang oleh waktu dan tak hapus di makan zaman. Rasulullah SAW bersabda:

عن ابى الدرداء رضى الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول من سلك طريقا يبتغى فيه علما سهل الله طريقا الى الجنة و ان     الملائكة لتضع اجنحتها لطلب العلم رضا بما يصنع و ان العلم ليستغفر له من فى السماوات ومن فى الا رض حتى الحيتان فى الماء و فضل العلم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب و ان العلماء ورثة الانبياء و ان الانبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما و انما ورثوا العلم فمن اخذه يحظ وافر( رواه ابو درداء و الترمذى )

Dari hadits diatas jelaslah bahwa orang yang memiliki ilmu mendapat keutamaan, semua yang berada dilangit dan dibumi memintakan ampun kepada Allah SWT untuk sohibul ‘ilmi. Karena ilmu itu bagai mutiara dan alam pun bertasbih memuji hamba Allah yang berilmu. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa tanamkanlah azzam untuk cinta kepada ilmu, karena betapa gembiranya ummat dan negara memiliki penerus yang berilmu dan berwawasan luas.

Kesimpulan

Apa yang ditanam itulah yang dituai, seperti itulah hakikat kita sebagai seorang mahasiswa. Apa yang kita usahakan sekarang maka, akan muncul hasilnya dikemudian hari. Sadarilah, apa yang akan kita wariskan oleh anak cucu kalau bukan ilmu yang bermanfaat. Ilmu agama dan dunia. Karena tanpa agama manusia binasa, tanpa ilmu manusia buta, dan tanpa iman manusia sengsara. Tak ada yang patut disombongkan dengan apa yang telah diusahakan. Mumtaz, jayyid jiddan, jayyid bukanlah sebuah kata “final” bagi penuntut ilmu sejati, tetapi mardhotillah lah sebagai tujuan dari penghambaan kita kepada Rabbul Jalal. Asalallahu ta’ala ayyaj’alani wa iyyakum man haa ulaai allazina faqqahu fidinillahi wa ‘amiluu wa ‘allamu wa nafa’u wa intafa’u bih.

*MAhasiswi tk 1 Al-Azhar Mesir – Gen 7 MAKN Putri

Diskusi Ilmiah II: KOMPILASI AL-QURAN

10 December 2009 at 2:36 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 8, KAJIAN | 4 Comments
Tags: , , , ,

*oleh Fadilah Is

Orientalis selalu gencar menyelinap dan mencari celah menyudutkan Islam, tak mengenal waktu dan medan. Walaupun badai menghadang tidak menghambat teriakkan kosong mereka. Segala upaya pun dikerahkan, sebutlah nama Gerd R. Joseph Puin, Bothmer, Rippin, R. Stephen Humphreys, Gunter Lulling, Yehuda D. Nevo, Patricia Crone, Michael Cook, James Bellamy, William Muir, Lambton, Tolstove, Morozov dan Wansbroughla dan ribuan yang berjejer dibelakang mereka. Tak ketinggalan mereka pun telah berhasil meniup angin kelabu dan menanamkan akar  tunggang di hati umat islam yang tak memiliki rantai kuat keimanan, Nasr Hamid Abu Zaid, Taha Husain, ‘All Dushti, Ahmad Amin, Fazlur Rahman, dan akhirnya Muhammad Arkoun menjadi pengekor mereka yang sangat aktikf dan kreaktif,

Salah satu serangan yang sangat mereka gentolkan adalah kontroversi dalam kompilasi Al-Quran. Mereka tak ingin kitab suci ini tetap menjadi pegangan hidup kaum muslimin. Mereka mensejajarkan Al-Quran dengan kitab Injil dan Taurat –yang memang telah banyak mengalami perubahan- untuk dikritisi dan dihujat. Mereka menganggap umat Islam adalah bodoh, tertipu oleh distorsi sejarah dimana teks-teks Al-Quran telah tercemar kemurniannya dan sumbernya tidak jelas. Bagi mereka kompilasi Al-Quran hanya berpegang pada khayalan dan rekaan para sahabat belaka, sehingga ilmu hermeunetika wajib diaplikasikan dalam penafsirannya.

Sebagaimana pernyataan Tobi Lester dalam majalah The Athlantic Montly, “kendati umat Islam percaya Al-Qur’an sebagai kitab suci yang tak pernah ternodai oleh pemalsuan tapi mereka {umat Islam} tak mampu memgemukakannya secara ilmiah”.

Inilah yang melatarbelakangi para ahli hadis dan tafsir Almakkiyat tuk mengkaji dan mengeksplorasi segala permasalahan yang mencuat dalam proses kompilasi Al-Quran. Pemakalah yang tampil sudah tak asing lagi di kalangan masisir, andalan Almakkiyat, yang lagi s2 di Universitas Al-Azhar jurusan Tafsir, siapa lagi kalau bukan uni Arina Amir Lc.

Kajian yang dilaksanakan di rumah uni Wirza ini benar-benar seru dan menegangkan serta menampilkan banyak pengetahuan baru dalam arena diskusi. Pembahasan dimulai dari pengertian kompilasi kemudian dikelompokkan atas 3 periode: masa Rasulullah saw, masa Abu Bakar dan Usman bin Affan.

Mulai bagaimana wahyu diturunkan dan dibacakan didiktekan oleh Rasullullah kepada para sahabat untuk kemudian dihafal dan dituliskan di pelapah korma dan kulit onta, sehingga Al-Quran pun tetap terjaga dalam dada (dalam hafalan) dan naskah (dalam tulisan).

Cukup banyak riwayat bahwa lebih kurang enam puluh lima sahabat penulis wahyu yang telah ditugaskan oleh Nabi Muhammad. Mereka diantaranya: Abban bin Sa’id, Abu Umama, Abu Ayyub Ansari, Abu Bakr Siddiq, Ubay bin Ka’b, Ja` far bin Abi Talib, Huzaifa, Khalid bin Walid, Zubair bin `Awwam, Zaid bin Tsabit `Abdullah bin Arqam, `Abdullah bin Rawaha, ` ‘Usman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Talib, ‘Umar bin Khattab, ‘Amr bin al-‘As, Mu’az bin Jabal, dan lain-lain.

Waktu terus berputar, manusia terbaik sepanjang masa, Rasulullah saw berpulang ke rahmatullah. Puncuk pimpinan Islam selanjutnya dipegang oleh sahabat Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah pertama. Setelah terjadinya perang Yamamah yang menyebabkan banyaknya syuhada dari para huffaz, Umar bin Khatab mengusulkan agar sang khalifah melakukan kompilasi Al-Quran. Abu Bakar pun menunjuk Zaid bin Tsabit dan timnya untuk mengemban tugas berat ini. Penulisan kembali naskah Al-Quran pada masa itu, didasarkan kepada hafalan dan catatan para sahabat. Panitia menetapkan syarat 2 orang saksi, bahwa hafalan dan tulisan dilakukan di depan Rasulullah saw. Maka terkumpullah Al-Quran dengan ahruf sab’ah dalam bentuk suhuf (naskah-naskah kertas) meskipun belum tersusun dalam kitab seperti sekarang. Tapi dengan proses seleksi dan metode yang super ketat, Al-Quran teruji keotentikannya, tidak seperti yang digembor-digemborkan oleh orientalis

Tahun berganti, kekhalifahan pun sampai pada khalifah ketiga, Usman bin Affan. Dengan adanya berbagai ekspansi, wilayah kekuasaan Islam semakin luas. Para mujahid berangkat dari suku, kabilah dan provinsi yang beragam, sehingga mereka membaca Al-Quran dengan dialek yang berlainan. Ini karena Rasulullah memang telah mengajar mereka membaca Al-Qur’an dalam dialek masing-masing, karena dirasa sulit untuk meninggalkan dialeknya secara spontan. Hal ini memicu terjadinya kerancuan dan perselisihan dalam masyarakat pada masa itu. Maka khalifah Usman pada tahun 25 H, memerintahkan kembali Zaid bin Tsabit untuk mengkompilasikan Al-Qur’an berdasarkan mushaf yang telah ada, dengan satu luhgah saja yakni lughah Qurasy. Zaid sekali lagi menggunakan seleksi yang sangat ketat sekali dalam melakukan tugas ini dan tetap memperhatikan kemutawatirannya. Mushaf inilah yang disebarkan ke berbagai penjuru Islam dan disepakati ulama hingga saat ini.

Pada masa-masa selanjutnya terjadi penyempurnaan mushaf Usmani mulai dari titik, baris, rubu, juz, pemisah antara ayat dan surah sehingga kitapun dapat membacanya dengan mudah.

Sebenarnya, pembahasan ini telah sering kita kaji dan telaah namun kita  tidak sadar ternyata musuh-musuh Islam berpadu tangan tuk mengacaukan dan mengotak-atik keotentikkan Al-Qur’an. Mereka membuat pertanyaan-pertanyaan yang apabila kita tidak kuat, kita akan mudah terhipnotis, dan tergelincir meragukan Al-Quran yang ada di tangan kita hari ini. Seperti; kenapa Umar bin Khatab khawatir dengan meninggalnya para huffaz, jika memang Al-Qur’an sudah ditulis masa Rasulullah? Mengapa lembaran-lembaran yang ditulis itu tersebar di kalangan sahabat dan tidak disimpan langsung oleh Rasulullah? Kenapa Al-Qur’an tidak langsung dibukukan pada masa Rasulullah tampa harus menunggu periode Usman 15 tahun kemudian? Kenapa terjadi perbedaan dalam bacaan Al-Qur’an padahal Al-Qur’an adalah mutawatir? Mengapa ketua tim harus Zaid yang notabene masih sangat muda, sedangkan masih banyak sahabat senior lainnya? Mengapa dalam proses kompilasinya tidak mengajak Abdullah bin Mas’ud dan menggunakan shuhuf pribadinya yang disinyalir punya perbedaan? Kenapa 2 ayat terakhir surat at-Taubah tetap dimasukkan padahal hanya Abu Khuzaima al-Ansari saja yang mencatatnya? Dan berbagai pertanyaan lain yang seolah-olah ilmiah dan kritis, tapi ternyata dapat dipatahkan dengan bukti sejarah dan dengan adanya manuskrip-manuskrip Al-Quran sejak abad pertama Hijrah yang masih eksis hingga kini di berbagai museum.

Inilah tantangan kita sebagai mahasiswa al-Azhar khususnya dan penuntut ilmu agama umumnya, untuk menyebarluaskan hujjah-hujjah yang kuat bahwa Al-Quran memang terhindar dari pemalsuan dan perubahan, dan itu dapat dibuktikan secara ilmiah. Salah satu buku yang juga dikupas dalam kajian Almakkiyat kali ini adalah The History of The Qur’anic Text from Revelation to Compilation (Sejarah Teks Al-Quran Dari Wahyu Sampai Kompilasinya) karya Prof. Dr. M.M al A’zami -guru besar Universitas King Saud- yang membeberkan fakta-fakta ilmiah keotentikan Al-Quran dalam proses kompilasi.

Dalam semua tataran, Al-Qur’an akan selalu mendapat hujatan dari kalangan yang memusuhi tegaknya agama Allah di muka bumi. Jika belum mampu berbuat banyak menangkis semua serangan, sekurang-kurangnya kita harus terus berusaha mendalami dan memahami prinsip-prinsip agama kita yang tidak mungkin dapat diubah oleh peredaran zaman. Di atas segalanya, kita harus menjadikan Al-Qur’an sebagai referensi kita. Bagian teks mana pun yang mungkin berlainan dengan mushaf yang ada -terserah apa yang hendak mereka sebutkan- adalah bukan dan tidak akan menjadi bagian dari Al-Qur’an. Demikian halnya, segala upaya dari pihak non­ muslim yang ingin mencekoki pikiran tentang dasar-dasar ajaran agama kita, mesti kita tolak tanpa harus berpikir panjang. Bagaimana pun keadaan suhu politik, pandangan kaum muslimin terhadap kitab suci ini mesti tetap tak akan tergoyahkan: ia adalah kalam Allah, yang konstan, ter­pelihara dari kesalahan, tak mungkin dapat diubah, dan mukjizat yang tak mungkin direkayasa.

Tamim ad-Dari meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

agama ini akan sampai pada apa yang dapat dicapai oleh siang dan malam, dan Allah tidak akan meninggalkan sebuah rumah apa pun, baik itu terbuat dari tanah atau bulu hewan [yaitu di kota atau di desa) sehingga Allah memasukkan agama ini ke dalamnya, baik melalui kebesaran orang-orang yang mulia ataupun melalui kerendahan orang yang di­pandang rendah. Begitulah, Allah akan memberi karunia terhadap Islam, dan Allah akan merendahkannya disebabkan kekufuran.”

Firman Allah telah terang-terang mengatakan :

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyem­purnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk Al-Qur’an dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Ini baru secercah pembahasan tentang kitab suci kita. Masih banyak pe-er yang telah menunggu di hadapan kita, ayo Almakkiyat tunjukkan jati dirimu, chayo-cahyo…

Diskusi ditutup shalat magrib dan hidangan mie goreng panas yang semakin menghangatkan sore ceria di awal musin dingin ini. Hmm… perut lapar nih…, otak dah berisi perutpun bernyanyi….saatnya makan…..syukran ya Ummu Usman dan Etek Ira…

Yuk kita ikuti terus episode kajian Almakkiyat selanjutnya, dijamin akan tambah seru dan hangat……..

Tapi sabar yah, ba’da imtihan kita sambung………dengan pemakalah pertama uni Kemala Dewi Lc dengan kajian hadis kontemporer di rumah Ummu Fatimah. Jangan sampai ketinggalan ya……………. Salam ^_^

*Mahasiswi tk 3 Hadis Univ Al-Azhar – gen 7 MAKN Putri

Almakki di GRAND FINAL ENGLISH DEBATE CONTEST for International Students

20 November 2009 at 8:56 am | Posted in KEGIATAN, MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

Assalamualaikum, (Informasi dari DPP-PPMI)

Jangan lewatkan…Dukung jagoan kita di GRAND FINAL ENGLISH DEBATE CONTEST for International Students. Menghadirkan FINALIST Para Debator Ulung:

1. Singapore Team
2. Tiger Team
3. Ikmal Team
4. Almakki Team


Catat waktu dan tempatnya!
Sabtu, tanggal 21 November 2009, pukul: 14.00 Clt di Aula Wisma Nusantara
Dimeriahkan oleh hiburan-hiburan menarik musik indonesia dan macam2 bazar…!!
Acara Ini Terselenggara atas kerjasama DPP-PPMI, Pwk-PII, ICMI-Orsat Kairo

(CP: Sholihin. 0112339849. Faris .0107942238) (Disediakan makan ringan dan minuman)

DISKUSI ILMIAH I: KAJIAN HADIS ANTARA ULAMA DAN FEMINIS

9 November 2009 at 3:39 pm | Posted in Gen 9, hadis, KAJIAN | 2 Comments
Tags: , , ,

oleh: Lina Rizki Utami*

Kalo bicara soal kajian, biasanya tak terlepas dari sorotan membosankan dan bikin ngantuk, tapi tidak untuk kajian yang satu ini. Diskusi Ilmiah Tafsir-Hadis Almakkiyat, yang membuat wawasan bertambah dan ilmu meluas. Alhamdulillah, 5 November 2009 kemaren, Almakkiyat telah menyelenggarakan salah satu agenda istimrornya, yaitu kajian ilmiah tafsir hadis yang rencananya diadakan rutin setiap kamis di mingu pertama dan ketiga tiap bulannya. Kajian berdurasi 3,5 jam di rumah Ummu Abdullah ini, diisi oleh Uni Dwi Sukmanila Sayska sebagai pemakalah perdana. Dikemas dengan bahasa lugas dan sederhana dalam sebuah makalah ilmiah, dan dipresentasikan dengan enjoy oleh pemakalah. Tapi kajian yang dihadiri 15 anggota ini, tetap memegang norma-normanya yang bersifat ilmiah, akurat dan terdepan. Informasi yang kita terima adalah hotnews yang ter-update, so…ga bakal ketinggalan isu-isu kontemporer deh.

Tema yang diusung adalah “Metode Kritik Dan Pemahaman Hadis Antara Ulama Dan Feminis”. Tema ini sangat menarik bagi Almakkiyat, karena selain menyuguhkan metode kritik sanad dan matan hadis menurut para ulama klasik dan kontemporer, juga membuka wawasan kita tentang kajian feminis dalam memahami hadis, terutama hadis tentang kewanitaan. Contohnya, hadis tentang wanita penduduk neraka paling banyak serta kurang akal dan agamanya, hadis tentang istri sujud pada suami, hadis tentang wali nikah yang mesti seorang lelaki, bahkan wali berhak memaksanya sehingga menghalangi wanita menikah dengan calon pilihannya, hadis tentang konsep mahram bagi wanita dalam perjalanan sehingga membatasi ruang gerak kaum wanita, hadis yang menyatakan laknat malaikat atas istri, jika enggan memenuhi panggilan suami ke tempat tidur, sehingga istri bagaikan sekedar objek pemuas nafsu lelaki dan sebagainya.

Dalam menseleksi sebuah hadis, ulama telah menerapkan kritik sanad yang sangat ketat sejak abad pertama Hijrah. Seorang rawi tidak saja dinilai kecerdasan dan kekuatan hafalannya (dhabt), tapi juga kewaraan dan keshalehan pribadinya (‘adalah). Ibnu Sirin (w.110 H) mengisahkan kejadian di masa shahabat: “Pada mulanya kaum muslimin jika mendengar sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdirilah bulu roma mereka. Namun, setelah terjadinya fitnah, jika mendengar hadis mereka selalu menanyakan: “Sebutkanlah rawi-rawi hadis kalian itu”. Jika rawinya adalah orang-orang yang berpegang pada sunnah (ahl al-sunnah) maka hadis mereka terima, tetapi jika rawi-rawinya pelaku bid’ah (ahli al-bidah) maka hadisnya ditolak.

Memang hadis baru dibukukan secara resmi pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (w.101 H), tetapi bukan berarti tidak ada shahabat yang menulis hadis. Bahkan untuk menentukan otentisitas sebuah hadis, selain meneliti kredibilitas rawi, para ulama shabat juga saling membandingkan riwayat-riwayat yang mereka dengar dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Pemakalah memberikan contoh riwayat tentang kritik matan yang terjadi di kalangan shahabat, yaitu Aisyah mengkritik riwayat Abu Hurairah, dan kisah Khulafaurrasyidin menguji keotentikan hadis dengan meminta rawi mendatangkan saksi atau bersumpah. Inilah cikal bakal kritik matan yang kemudian semakin berkembang dan melahirkan berbagai cabang ilmu hadis seperti ilmu mukhtalaf hadis, nasikh mansukh, dan lain-lain. sekaligus mematahkan tudingan kalangan feminis bahwa ulama hadis mengabaikan kritik matan sehingga meloloskan hadis-hadis misoginis.

Tongkat eftafet penelitian hadis dan penjagaannya dari pemalsuan terus berlanjut dalam majlis ilmu dan pena para ulama dari generasi ke generasi. Hingga di abad ke 3 Hijrah menjadi masa keemasan dalam pembukuan hadis dimana lahirlah kitab-kitab hadis monumental yang kita nikmati hari ini.

Sedangkan dalam memahami sebuah hadis, para ulama juga telah menetapkan berbagai kaidah, yaitu: memahami hadis sesuai petunjuk Al-Quran, menggabung hadis-hadis yang bertema sama dan menyelesaikan jika seolang-olah saling bertentangan, meneliti asbabul wurud dan kondisi ketika disabdakan, menganalisa redaksi bahasa (majaz/kiasan atau fakta, muthlaq atau muqayyad dll). Semua ini dilakukan para ulama demi menyebarkan pemahaman yang lurus terhadap hadis-hadis Rasulullah yang merupakan pilar kedua agama ini setelah Al-Quranul karim. Bukan seperti kecurigaan segelintir feminis muslim bahwa ulama memahami hadis dan meletakkan pondasi fiqh demi mengukuhkan dominasi laki-laki dan budaya patariarki. Sedangkan kaum feminis sendiri dalam menilai sebuah hadis cendrung memakai logika akal semata berdasarkan ide kesetaraan gender yang diusungnya.

Setelah dikupas tuntas dengan diskusi aktif dengan para anggota, terbukti bahwa para feminis mengkaji hadis tidaklah mendalam, hanya mengekori pendapat  orang-orang sebelum mereka dari kalangan orientalis dan pemikir Islam yang berpegang pada ideologi feminis. Mereka lebih mengedepankan logika akal semata dan berpegang pada ilmu humaniora barat, sehingga mendapat kesimpulan yang jauh berbeda dari apa yang telah disepakati oleh ulama klasik maupun kontemporer.

Klaim mereka yang mengatakan dalam hadis terdapat unsur misoginis yang tak sesuai dengan kesetaraan gender tidaklah terbukti. Sebab, dalam Islam keadilan antara lelaki dan perempuan bukanlah semata-mata sama segala sesuatunya, tapi menempatkan posisi mereka secara adil, setara hak dan kewajiban sesuai fitrah masing-masing. Semestinya, para feminis muslim, dalam memperjuangkan hak-hak wanita, tetap membangun kerangka berfikir dengan menggunakan cara hidup (worldview) Islam. Bukan malah menarik masalah sosial ke akar ideologis yang membuat mereka selalu menyalahkan teks-teks agama –al-Quran dan hadis– serta penafsiran ulama sebagai pemicu terjadinya ketidakadilan dan penindasan terhadap wanita dalam masyarakat muslim.

So…jelaslah sudah, dengan kajian ini bertambahlah wawasan tentang perbandingan cara mengkritik dan memahami hadis antara ulama dan feminis yang menentang sebagian hadis sahih demi mengusung ide kesetaraan gender yang mereka anut.

Bagi yang belum ikutan diskusi perdana, gak usah kecil hati…tuk kajian berikutnya Almakkiyat punya Uni Arina Amir yang akan membahas kajian tafsir. Insya Allah akan digelar hari Kamis, 19 November 2009 jam 2 siang waktu Kairo di rumah Ummu Utsman. Bagi anggota tetap (yang juga akan dapat giliran presentasi), makalah akan disebar satu atau dua hari sebelum acara. Tapi tidak menutup peluang bagi akhwat lain untuk tetap hadir diskusi, meskipun harus copy makalah sendiri…^_^

Come on ukhti fillah….Lets kita hadiri, kita simak, n kita amalkan. Wallahua’lam bishawab.

*Mahasiswi Syariah Islamiyah Univ Al-Azhar – Gen 9 MAKN Putri

ANTARA DUA PILIHAN…

31 October 2009 at 11:25 pm | Posted in Gen 2, KELUARGA | 1 Comment
Tags: , , , , ,

oleh: Retno Suzanne Handayani*

1123129614620_Al_Azhar_University_Cairo_PicturePerjalanan hidup kadang susah ditebak, kita berencana lain yang terjadi pun berbeda. Inilah yang kerap terjadi dalam kehidupan kita. Walaupun sudah kita rencanakan matang-matang namun akhirnya bertolak belakang dengan apa yang kita inginkan.

Berangkat ke Kairo berniat untuk menguasai ilmu-ilmu agama namun ditengah jalan dicegat pemuda sholeh untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Tawaranpun diterima. get marriedAkad dilafadhkan. Status berubah menjadi nyonya…beberapa bulan menikah si mungil hadir. Kondisi naik turun. Masalahpun timbul…

onion-dp38

Antara studi dan rumah tangga, mana yang harus diprioritaskan?..pusiiiiiiing…

Diambil dua-duanya kerepotan, capek dan mumet..harus ada yang dikorbankan. Tapi aku gak mau… kondisi jadi labil…hu..hu..cinta suami,anak, tapi studi juga…waa..gedubrak.. pusing..

Akhirnya, suatu pertemuan dengan kakak senior di masjid Al-azhar mengubah kehidupan saya yang lesu menjadi lebih bersemangat. Pribadi yang sangat kuat dan lincah serta gesit ini memberi inspirasi buat saya untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. She is the inspirator for me..

Menjalani kehidupan dengan tiga status tidak lah mudah. Itu membutuhkan manajemen dan kekuatan ekstra. Ketika harus berhadapan dengan masalah-masalah yang bakal membuat kita lesu dan stress. Ketika itu kita membutuhkan energi tambahan yang bernama tausiah dan ruhiyah.

2801407387_e0602caa70_o

Status sebagai seorang istri dan ibu adalah sangat urgen dan hal yang muhim tidak bisa ditinggalkan tapi di sisi lain status sebagai pelajar mendesak untuk dikerjakan. Dalam masalah ini dituntut kejelian untuk memilah hal-hal yang lebih utama dikerjakan antara hal–hal utama. Tidak semua orang memiliki kejelian dan kepandaian dalam masalah ini.

2935422518_2e26e22b5b_o

Bagi ibu yang memiliki peranan ganda seperti ini, kadang emosinya mudah tersulut, cepat membludak. doaku harapankuJadi kekuatan ruhiyah, serta manajemen diri sangatlah penting. Pertolongan Allah swt adalah solusi dalam masalah ini, banyak berdoa semoga diberi kemudahan dalam segala kegiatan dan diberi kesabaran dalam menjalaninya. Inilah bait-bait nasehat yang dapat saya petik. Nasehat yang sangat berharga pembangun jiwa..

*Mahasiswi tk 3 Jur Hadis Univ Al-Azhar, Gen 2 MAKN Putri

Sumber tulisan: tufahah.multiply.com/

SERPIHAN LUKA YANG BERSERAK

31 October 2009 at 10:53 pm | Posted in Gen 3, SASTRA | 2 Comments
Tags: , , ,

Oleh: Mike Putri Rahayu*

Tatkala badai yang mendewasa mengungkung asa, diriku terhempas di terjalnya jurang sukma. Terpuruk ragaku mengenyam empedu. Dalam kebimbangan ini kurasa dunia bukan lagi tempatku bersinggah membangun harap. Bening hatiku pupus dimakan waktu.

uin jakartaAku masih terpaku di antara hiruk pikuk keramaian kampus. Cekikikan beberapa mahasiswi tak membuat kepalaku bergeming untuk menoleh pada mereka. Sapaan ringan teman-teman seangkatan kubalas dengan anggukan sopan. Tentu saja, pikiran dan perasaanku masih hanyut pada bait-bait kalimat di selembar kertas buram yang kini berada dalam genggamanku. Ketika tanpa sengaja aku menemukan sebuah buku tergeletak begitu saja di halaman parkir. Nuraniku menyuruhku untuk memungutnya. Hingga tanpa kusadari, selembar kertas terselip jatuh dari dalamnya.

Hm… siapa gerangan pemilik buku ini? Tanganku sibuk membolak balik sementara mataku awas menelusuri tulisan-tulisan didalamnya sampai akhirnya kubaca sebuah nama di sudut atas sampul bagian dalam buku tersebut:

HARI BUDIMAN, FAKULTAS PSIKOLOGI, TINGKAT TIGA

“Allaaahu akbar… Allaahu akbar!”

Senandung azan magrib menyadarkanku untuk segera mengayun langkah menuju kost-an di seberang jalan. Buru-buru kumasukkan buku tersebut ke ransel miniku. Senja makin merah. Semburat rona pelangi mewarna indah memayungi alam Jakarta.

Nun, jauh di sudut hatiku, masih tersisa sejumput kagum terhadap bait-bait yang tadi kubaca. Ada tanya yang menggantung : apa yang tengah dirasakannya ketika menulis untaian kata itu?

***

Sengatan terik mentari meraja di waktu zuhur usai menjelang. Salat zuhur yang kutunaikan di mesjid kampus, membuka ruang nyaman di bilik hatiku. Segarnya es kelapa cukup menghilangkan senut-senut di kepalaku habis mengikuti kuliah pak Sidarta, si dosen killer itu.

Uff… kuhembuskan nafas lega. Karena siang ini tak ada mata kuliah yang harus kuikuti. Tiba-tiba ingatanku melayang mengenang sesuatu. Buku itu. Ya, semenjak tadi malam telah kupupuk niat untuk mengembalikan buku tersebut kepada si empunya.

fakultas psikologi UIN JakartaKubayar minuman dengan sedikit tergesa. Kakiku pun terayun menuju Fakultas Psikologi. Gesekan langkahku terasa lebih berirama ketika ubin-ubin Fakultas Psikologi ini kutapaki.

“Assalamu’alaikum, Ton…”aku mencegat Toni, calon psikolog sekaligus teman seorganisasiku di LDK (Lembaga Da’wah Kampus).

“Wa’alaikum salam… Arif? Ada angin apa nih?” senyum hangat Toni menyambut sapaku.

“Afwan mengganggu sebentar. Ente kenal yang namanya Hari Budiman nggak? Aku ada perlu sama dia.”

“Tingkat berapa?” Toni balik bertanya.

“Tingkat tiga.” Jawabku cepat.

“Mmm…Hari Budiman?” Toni tampak berpikir keras. “…kayaknya aku nggak kenal deh,Rif. Sebaiknya Ente tanya aja ke teman seangkatannya di lantai empat.”

“Oke deh, kalau begitu. Syukran ya. Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumussalam.” Aku dan Toni pun berpisah.

3229278733_39411b3e89_oTernyata mencari seorang Hari Budiman tak semudah yang kubayangkan. Hampir satu jam berlalu ketika kutemukan sosoknya menyendiri di pojok taman kampus. Sepoi-sepoi angin melambaikan rambut gondrongnya. Wajahnya yang tertunduk seolah tenggelam di balik bahu lebarnya. Aku mendekat.

“Hm…maaf, saudara yang bernama Hari Budiman?” Kepala yang semula tertunduk itu mendongak.

“Ya…saya Hari Budiman. Ada apa ya?!” tanyanya kemudian. Aku sempat tertegun sesaat menyaksikan tatapan sendu yang memancar dari kedua mata elangnya.

“Oh, saya hanya ingin mengembalikan ini.” Tanganku cekatan mengulurkan buku miliknya.

“Terima kasih…” ucapnya dengan senyum tipis.

Siapa sangka, ternyata perkenalan itu membawa kami ke gerbang pertemanan. Tak mudah memang bagiku untuk dekat dengan pribadinya yang pendiam. Tapi kurasa itulah sisi unik yang kusuka dari Hari. Maka sejak saat itu, entah mengapa naluri ingin tahuku menyentak-nyentak beraksi mendorongku untuk lebih banyak tahu tentang kehidupannya.

“Dia seorang yang tertutup, suka menyendiri…” ucap seorang temannya ketika kutanya.

Nyamankah ia menikmati kesendiriannya? Akankah bening hatinya terkikis tatkala kesunyian menjemput? Adakah ia merasa sepi? Tanya dihatiku merebak.

***

Bukanlah angin yang mengirimku untuk menjadi sahabat bagi seorang Hari. Mungkin akulah satu-satunya orang yang dibiarkan masuk ke dalam hidupnya. Satu-satunya orang yang diterimanya sebagai teman. Teringat kembali bait-bait yang pernah ditulisnya di selembar kertas waktu itu, membuatku makin berkeinginan untuk menyibak tabir duka yang disimpannya. Tatapan sendu berkabut, Senyum yang hampir tak pernah hadir, permenungan yang kadang dihiasi titik-titik bening, cukuplah sebagai tanda suatu sisi buram bersemayam utuh di ruang hatinya. Meski ia tak pernah berucap.

badai lukaSeperti di suatu pagi yang basah, kutemukan dirinya diam dalam tangis yang menjalar.

“Assalamu’alaikum Har? Ada apa?”

“Wa… wa’alaikum salam ” gelagapan Hari menjawab salamku. Kami sama-sama terdiam.

“Ada apa ? mungkin aku bisa membantu. Berceritalah!…” tanganku menjangkau punggungnya bersimpati.

Sunyi. Rumput-rumput dan dedaunan bergoyang meningkahi tiupan angin. Seliweran mahasiswa mulai kelihatan di gerbang kampus. Namun Hari masih membisu.

“Rif, menurutmu Tuhan itu Maha Adil apa tidak ?”

Katanya pelan.

“Tentu saja !”ujarku cepat.

Setelah itu benar-benar sunyi. Hari membiarku menunggu. Dari mulutnya tak lagi keluar sepatah katapun.

***

“Rif ada titipan…’ sapaan pertama Ahmad, teman sejurusanku menghentikan langkahku menuruni tangga gedung fakultas. Kuliah hari ini begitu melelahkan. Aku ingin secepatnya sampai di rumah. Istirahat.

“Dari siapa ?” tanyaku pada Ahmad. Yang ditanya angkat bahu.

“Terima kasih ya…” kutampilkan segaris senyum pada Ahmad sebelum berlalu.

Setiba di kost-an, hati-hati kubuka bungkusan yang tadi diberikan Ahmad bersampulkan kertas koran. Hei… ternyata sebuah diary. Milik Hari!

8 november 03

Badai tak berkesudahan menghampir. Aku bukanlah malaikat yang senantiasa mampu memikul beban prahara. Bukan pula nabi yang punya segudang kekuatan dengan sejuta kesabaran. Aku hanya seorang nista yang punya lara di atas serpihan duka. Aku juga punya luka tatkala mendengar sebuah berita : bahwa aku bukanlah anak kandung dari orang yang selama ini kupanggil ayah. Ia bukan ayah kandungku. Ia pamanku! lalu ke mana ayahku? Di mana ibuku? Ke mana harus kukejar kasih itu? Dimana harus kutagih cinta itu?.

Kubiarkan senja berlalu yang tak mampu menjawab tanya.

Desember 03

Perjalanan waktu dari hari ke hari semakin tua. Kukuatkan raga untuk menuliskan kilas gelap rantai hidupku yang kejam. Siapa yang bisa menyangka, kalau aku pun berhak tahu atas semua. Telah kurambahi hitamnya gulita. Kukorek-korek hingga muncul sebuah kepastian.

Ayah dan ibuku meninggal di sebuah kecelakaan. Di usiaku 3 tahun kala itu, aku belumlah mampu melukis sosok ayah dalam memoar ingatanku.

Februari 04

Terjawab sudah rangkaian semu yang melilit perjalanan panjangku. Ayahku seorang saudagar kaya. Dan dia! Pamanku, ia menyeretku paksa ke kehidupannya. Melarikanku ke sebuah lembah yang tak kukenal dan memaksaku memanggilnya “Ayah…”. Sementara ia berpesta pora dengan harta peninggalan ayah tanpa sedikit pun memberitahuku. Serakah!!

Takkan menganga lukaku, jika ia tak menganggapku sampah di rumahnya sendiri. Membedakanku dari anak-anaknya yang lain. Menganaktirikanku. Ternyata memang aku bukanlah darah dagingnya.3436404081_b8a3e4072b_o

Kini, 23 tahun sudah aku bagai burung tanpa sarang. Tak punya tempat kembali. Kepada siapa harus kulabuhkan diri ini sementara pelayaran belum lagi mencapai tepi. Apakah dunia ini masih berhak kusinggahi? Masihkah ada harap uintuk merenda keping hatiku yang berserak?

Kuhembuskan nafas berat setelah membaca diary milik Hari. Ah, sebegitu dalam deritamu, Kawan. Kenapa tak berbagi?! Masih ada Dia, Zat Yang Maha Adil dan Penyayang. Ia takkan meninggalkanmu…

Kairo, 10 oktober 2004.

*Lulusan S1 Jur. Tafsir Univ Al-Azhar, Gen 3 MAKN Putri

Tulisan ini pernah diterbitkan buletin MITRA edisi 51

REAKTUALISASI BACK TO CAMPUS

27 October 2009 at 10:19 pm | Posted in Gen 8, MOTIVASI | 3 Comments
Tags: ,

Oleh: Mukrima Azzahra*

Kita berangan-angan…merangkai masa depan

Di bawah kerindangan dahan

Semua bahagia semua bahagia

Kita berlari-lari…bersama mengejar mimpi

Tak ada kata tuk berhenti

Semua bahagia semua bahagia

(Ku Bahagia, Sherina)

Liburan sudah berakhir, saatnya mahathah-mahathah kembali dipadati mahasiswa yang disertai semangat baru untuk menuntut ilmu. Mereka tidak peduli dengan segala tantangan. Meski harus berdesak-desakan di atas bus tidak menyurutkan langkah mereka untuk datang ke kuliah.

Back to Campus…

5175Mungkin begitu mereka menyebutnya. Sebuah slogan yang membangkitkan semangat untuk menghadiri bangku perkuliahan. Jika diartikan secara tekstual, back to campus berarti kembali ke kampus. Namun dalam memaknainya secara istilah, terdapat multi interpretasi. Hal ini disebabkan beragamnya sudut pandang, begitupun kondisi lingkungan sangat mempengaruhi pemahaman mereka.

278438671EPyayr_ph

Pada prinsipnya, yang dimaksud oleh mahasiswa dari back to campus adalah mengaktifkan diri kembali dalam kegiatan belajar guna mendapatkan ilmu dan prestasi yang dicita-citakan. Bukan hanya datang ke kampus sekedar setor muka, ngerumpi dan lain sebagainya dari kegiatan yang tidak bermanfaat. Atau sekedar ijra`at, beli muqarrar, ngambil minhah dan kemudian menghilang.

Jadi, datang ke kuliah merupakan salah satu cara dari sekian cara mewujudkan makna back to campus. Memang susah untuk menaklukkan Al-Azhar University. Selain harus datang ke kuliah, kita juga harus bisa membagi waktu di rumah untuk menguasai, memahami dan menghafal muqarrar. Inipun tak terlepas dari deretan tangtangan yang harus dilalui.

Banyak hal yang menjadi tantangan bagi kita untuk bisa datang ke kuliah, baik bersifat ekternal ataupun internal. Di antaranya adalah, kuliah di al-Azhar tidak memiliki sistem absensi yang tetap. Hal ini membuat kebanyakan kita merasa tidak terikat dengan kuliah. Datang atau tidak datang tidak ada masalah yang terpenting muqarrar ada di tangan, ijra`at selesai dan terakhir bisa menghadapi ujian.

336883551lCTVci_phSelain itu jumlah mahasiswa yang telalu banyak, sedangkan ruangan tidak mencukupi. Biasanya jumlah mahasiswa yang hadir sudah melebihi dari ruangan yang ada. Tentunya jumlah yang banyak ini akan menciptakan suasana yang tidak efektif dalam belajar. Oleh sebab itu kebanyakan mahasiswa melamun, tidur, ngerumpi dan lain sebagainya ketika dosen menyajikan materi. Sebagian mereka ada yang berpendapat dari pada tidur di kuliah lebih baik baca muqarrar di rumah.

Tantangan yang akan kita temui juga adalah kebanyakan dosen di kuliah tidak menggunakan bahasa Fushah melainkan bahasa ‘Ammiyah. Belum lagi jika dosen-dosen tidak hadir.

Jika kondisi belajar demikian dan tantangan belajar sedemikian berat, kira-kira apa sich langkah yang bisa kita lakukan?

Di sini penulis merincikannya menjadi beberapa poin.

allah-in-heart-1Pertama, Perbaharui niat. Sebab salah satu bentuk kesungguhan itu adalah kelurusan niat, visi dan orientasi. Jika kita memiliki azam yang kuat, segala tantangan akan menjadi sebuah warna kehidupan yang mesti dijalani dengan senang hati.

Kedua, hadirilah muhadharah. Meski muhadharah tidak ada absen akan tetapi kehadiran dalam kegiatan belajar dan mengajar bagian dari perjuangan dalam menuntut ilmu.  Success is a journey, not a destination (Ben Sweetland). Kesuksesan itu merupakan sebuah proses yang dilakukan secara istimrar dengan kesungguhan, ketekunan dan juga kesabaran yang sangat dalam menjalaninya.

Ketiga, kenalilah dosen (duktur atau dukturah). Sebab salah satu cara dalam mendapatkan ilmu adalah bergaul dengan guru (shuhbatu’l ustadz). Dengan mengenal dan memahami karakter guru kita akan banyak terbantu dalam memahami pelajaran yang beliau sampaikan begitupun dalam menjawab soal ujian nantinya.

Keempat, coba beranikan diri dan aktif dalam setiap muhadharah. Jangan pernah minder dan tidak percaya diri dengan kemampuan. Ajukanlah pertanyaan ataupun itu hanya sekedar tanggapan. Sebab dengan demikian akan melatih mental dan kemampuan kita untuk berani dan percaya diri.

Kelima, membaca materi yang akan dipelajari di rumah terlebih dahulu sehingga ketika dosen menerangkan, kita bisa lebih fokus dan mengetahui tambahan-tambahan yang ada.

Keenam, aktifkan otak dan fokuskan fikiran ketika dosen menjelaskan materi kuliah serta hindari penyakit melamun.writing-2

Ketujuh, tulis ungkapan-ungkapan penting dan penjelasan tambahan dari dosen.

Kedelapan, manfaatkan waktu kosong di rumah dengan banyak belajar, menyusun catatan-catatan kecil yang berbentuk talkhisan ataupun tulisan ringan yang mambantu kita untuk belajar. Sebab ini akan memudahkan kita untuk mengingat apa yang telah kita baca.

Kesembilan, hilangkan prinsip baca muqarrar di rumah lebih baik daripada hadir kuliah. Jika kita menghadiri kuliah, usahakan semaksimal mungkin mendapatkan manfaat yang banyak. Ini bisa disiasati dengan datang pagi-pagi dan mengambil bangku urutan pertama yang akan membuat konsentrasi kita tertuju penuh pada penjelasan dosen. Jika sebaliknya, datang ke kuliah hanya untuk ngerumpi ataupun hanya untuk sekedar bertemu dengan teman, maka belajar di rumah itu lebih baik. Sebab manfaat yang kita dapatkan lebih terasa ketimbang kuliah hanya untuk melepaskan keinginan untuk berjumpa dengan teman dan lain sebagainya dari kegiatan yang tidak bermanfaat.

postermujahadah_akhwtKesebelas, perbanyaklah mengadakan kelompok belajar. Bergerak sendiri akan lebih mudah kalah ketimbang bergerak secara berjamaah. Dalam kelompok belajar kita bisa saling membantu, saling memberi dan saling menerima. Gunakan kesempatan luang untuk saling berdiskusi tentang muqarrar dan lain sebagainya.

Kedua belas, maksimalkan usaha. Setelah semua usaha telah kita lakukan, mulai dari hadir kuliah, membuat kelompok belajar hingga belajar sendiri di rumah, maka optimalkanlah semua itu. Bacalah muqarrar berulang-ulang hingga kita benar-benar paham hingga kita bisa menghafalnya.

Ikhwati fillah… Semua tujuan kita di negeri seribu menara ini adalah sama-sama menuntut ilmu dan mayoritas kita belajar di Universitas Al Azhar meskipun tidak sedikit di antara kita yang menutut ilmu di tempat-tempat lain seperti talaqqi ‘ulum syar’iyyah. Namun yang menjadi prioritas utama tentunya menuntut ilmu di Al-Azhar dan tentunya dengan selalu menghadiri kuliah dan mendengarkan keterangan-keterangan dari para dosen. Bagi mahasiswa yang benar-benar mengikuti muhadarah tersebut tentu akan mendapatkan nilai plus baik dari penjelasan yang didapatkan dan juga peningkatan dalam pemahaman bahasa. Jadi, meskipun kita memiliki segudang kesibukan di luar kuliah jadikanlah kuliah sebagai kebutuhan yang paling utama dari yang lainnya.

Jika kebanyakan waktu kita berada di bangku perkulihaan, akan timbul pertanyaan, bagaimanakah harmonisasi antara kuliah dengan aktivitas non kuliah? Sebab tidak sedikit orang yang sukses secara akademis juga sukses aktivitas luarnya seperti organisasi dan lain-lain. Selain itu kita di sini tidak hanya dituntut untuk menuntut ilmu di kuliah. Karena ilmu yang didapatkan di kuliah belumlah cukup bagi kita para thalabatul ilmi. Kita benar-benar dituntut extra aktif dalam menikmati khazanah ilmu Islam di Mesir yang merupakan qiblatu’l ilmi baik secara formal yaitu di kampus ataupun nonformal di luar kampus. Dan seorang pelajar sejati tidak akan pernah puas dengan ilmu yang didapati dari kuliah saja. Karena sukses akademis saja tidak bisa menjadi barometer mutlak bagi pelajar sejati. Untuk mewujudkan semua ini, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

time-cut-2570Pertama, optimalisasi waktu. Mungkin kita sering berapologi dengan kesibukan untuk menghindari beban, mencari alasan untuk pembenaran kesalahan dan bermalas-malasan untuk sebuah perubahan karena sulitnya keaadaan dan minimnya kemampuan, sehingga apapun yang kita lakukan tidak ada yang membuahkan hasil maksimal. Janganlah sampai kita termasuk golongan the quitters, yaitu orang yang tergesa-gesa, ingin mendapatkan hasil terbaik namun tidak berani mengambil resiko. Atau orang yang hanya mendapatkan hasil setengah-setengah yang disebut sebagai the campers, yaitu orang yang hanya puas dengan apa yang sudah ia dapatkan, padahal ia baru menghadapi sebagian tantangan dalam hidupnya. Maka berusahalah untuk menjadi the climbers, yaitu pendaki abadi yang mampu mengambil resiko dan tantangan apapun dengan kemampuannnya dalam menyeimbangkan antara yang muhim dan aham, sehingga ia benar-benar sampai di puncak kemenangan.

neraca1Kedua, adanya keseimbangan (balance) di antara pentingnya kuliah dan aktivitas luar kuliah yang juga sudah menanti. Keseimbangan hanya bisa dilakukan oleh orang yang bisa memanajemen waktu.

So…kembali kepada masing-masing kita apakah bisa menjalaninya dengan baik atau sebaliknya.

semangatDO IT NOW!!! “Kalau kita memulai langkah dengan rasa takut, maka sebenarnya kita tidak akan pernah melangkah…”(AH Nayyar, Ph.D. Presiden Peace Coalition)

The time passes quickly, jadi tunggu apalagi? Skala prioritas adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi dan pasti sebagai thalabatul ilmi prioritas kita adalah belajar dan belajar untuk mewujudkan cita-cita menjadi penerang umat nantinya.

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan duni,  Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya…(Laskar Pelangi, Nidji)

Mahasiswi tk 3 Jur.Syari’ah Islamiyah Al-Azhar, Gen 8 MAKN Putri*

Tulisan ini pernah diterbitkan Buletin Menara Edisi I Desember 2008

Program Almakkiyat tahun ini

9 October 2009 at 6:43 pm | Posted in ORGANISASI | 5 Comments
Tags: , , ,

PROGRAM KERJA ALMAKKIYAT

PERIODE 2009-2010

Program kerja almakkiyat terdiri dari:

  1. Program Pilihan.
  2. Program Khusus.

1. PROGRAM PILIHAN :

Program Almakkiyat tahun ini berupaya mengutamakan kualitas bukan sekedar kuantitas, sehingga ditampilkan sedikit agak berbeda.  Setiap anggota Almakkiyat memiliki kebebasan memilih program-program yang ditawarkan sesuai dengan kecendrungan masing-masing dengan mempertimbangkan kesibukan dan aktifitas anggota di luar kegiatan Almakki. Tentunya pengurus terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap anggota Almakkiyat, program-program apa saja yang akan diikuti atau tidak diikuti sama sekali. Diharapkan kontribusi dan kedisiplinan anggota dalam mengikuti program yang telah dipilih sesuai dengan aturan yang ada.

1. Menghafal Matan Tuhfatul Athfal

Tujuan :

Rata-rata anggota Almakkiyat telah belajar tahsin dengan masyayikh yang berbeda-beda bahkan ada yang telah diamanahkan ijazah yang bersanad sampai ke Rasulullah SAW. Oleh karena itu, demi peningkatan kualitas alangkah bagusnya menyempatkan waktu menghafal matan tuhfatul athafal. Dengan catatan, kegiatan dikontrol oleh koordinator Almakiyyat langsung. Dimanapun berada dan bertemu akan ditanya perkembangan hafalan anggota yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Kegiatan :

Almakkiyat yang memilih program ini, masing-masing memiliki teman setoran dan catatan setoran. Waktu dan tempat setoran tergantung kesepakatan masing-masing. Pada term II nantinya, akan diadakan lomba hafalan sekaligus syarah. Sistem penilaian bukanlah juara 1, 2, 3 tetapi disesuaikan dengan predikat yang mereka raih seperti mumtaz, jayyid jiddan ataupun jayyid. Sehingga tidak menutup kemungkinan semua peserta meraih mumtaz. Insya Allah peserta akan mendapat piagam dari Almakki sebagai penghargaan dari kesungguhan dan kesetiaan mereka mengemban amanah sebagai penuntut ilmu.

2. Pelatihan Penulisan Khat Riq’ah Bi Qalam Al ‘Adi

Tujuan :

Khat riq’ah merupakan khat yang paling mudah dan membantu meningkatkan kemampuan menulis lebih cepat dibanding khat yang lain. Sengaja disini diadakan pelatihan khat riq’ah bi qalam al ‘adi karena dirasa lebih efisien karena peserta hanya perlu menyediakan buku tulis dan pensil. Sedangkan jika diadakan pelatihan khat bi qalam alkhat ditakutkan akan memakan waktu yang cukup lama. Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta akan:

  1. memiliki tulisan sesuai dengan kaidah khat riq’ah. Banyak terjadi kasus, ketika menulis arab bercampur-baur antara khat riq’ah dan naskhi,
  2. tulisan bisa dibaca jelas ketika menulis catatan,  ujian ataupun mengajar nantinya,
  3. mampu mencatat  dengan lebih cepat ketika mendengar ceramah bahasa arab ataupun muhadharah di kuliah.

Kegiatan :

Program ini diamanahkan langsung kepada koordinator Almakkiyat. Bagi anggota Almakkiyat yang memilih program ini, masing-masing menyediakan buku tulis dan pensil. Nanti akan diadakan pertemuan perdana khusus dengan anggota khat sebagai muqaddimah sekaligus penugasan PR yang dikerjakan di rumah. Untuk pelajaran selanjutnya akan dilaksanakan kapan saja dan dimana saja ketika bertemu dengan penanggung jawab khat, tentunya disesuaikan dengan kondisi dan keadaan. Pelajaran selanjutnya hanya boleh dilanjutkan setelah pengoreksian PR yang telah dikerjakan sebelumnya, dengan catatan satu kali pertemuan untuk satu pelajaran. Akan dipilih 5 orang peserta terbaik yang lebih cepat menamatkan pelajarannya sampai huruf terakhir. Peserta terbaik juga akan mendapatkan piagam penghargaan dari Almakki atas apresiasinya berlomba-lomba dalam kebaikan.

3. Kajian Ilmiah

Tujuan :

Kajian ini berguna untuk melatih peserta membuat makalah ilmiah dan mempresentasikannya di depan forum, serta memotivasi untuk aktif berdiskusi dan kritis terhadap kajian Islam kontemporer.

Kegiatan :

Kajian ilmiah terdiri dari 2 kelompok kajian: kajian kontemporer dan kajian tafsir hadis. Anggota Almakkiyat yang memilih kajian ini dapat memilih salah satu dari 2 kajian yang disodorkan atau dapat juga mengikuti keduanya sekaligus. Diasumsikan satu kelompok kajian berjumlah 5 sampai 8 orang. Setiap kelompok kajian dapat menunjuk seorang  penanggung jawab untuk menghandel anggotanya. Anggota kajian akan mendapatkan tugas sebagai pemakalah sesuai dengan silabus yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam setiap pertemuan, pemakalah diharapkan membagi makalahnya kepada setiap anggota kelompok. Masalah waktu dan tempat disesuikan dengan kesepakatan masing-masing kelompok kajian. Jika diantara anggota kajian tidak bisa hadir, diharapkan menginformasikan kepada penanggung jawabnya dengan alasan yang konkrit. Anggota Almakkiyat lain yang bukan anggota kelompok kajian tetap diperbolehkan menghadiri dan berdiskusi dalam kajian ini. Menjelang kepengurusan Almakkiyat berakhir, makalah-makalah terbaik akan dibundel menjadi sebuah buku.

4. Pelatihan komputer (Microsoft Word, Excel dan Power point)

Tujuan :

Anggota mampu menulis dengan menggunakan Microsoft word, excel dan power point.

Kegiatan:

Pelatihan komputer akan dilaksanakan beberapa kali pertemuan, dengan materi teori dan praktek. Kegiatan ini disesuaikan menurut kesepakatan anggota Almakkiyat yang memilih program ini. Jika keadaan memungkinkan akan diadakan pelatihan editor sebagai kegiatan tambahan.

2. PROGRAM KHUSUS

1. Mengaktifkan Blog Almakkiyat

Aktifasi blog bertujuan untuk melatih dan mengembangkan potensi menulis Almakkiyat serta menjadi ajang diskusi di dunia maya. Pengurus akan membagikan undangan menulis kepada para anggota sesuai dengan kapabilitas dan bidang masing-masing. Pengurus menargetkan mampu meng-update tulisan minimal sekali seminggu serta memuat tulisan-tulisan Almakki putri di luar Mesir. Semua kegiatan Almakkiyat juga akan diposting di blog, agar dapat diakses oleh seluruh anggota.

2. Mengadakan Silaturrahmi Akbar Di Akhir Pengurusan

Rencananya, silaturrahmi ini akan digelar di lokasi yang indah dan nyaman untuk semakin mempererat persaudaraan dan kekompakan Almakkiyat sekaligus untuk tadabbur alam dan refreshing.

Acara yang akan dilaksanakan diantaranya:

– pengumuman pemenang lomba Tuhfatul Athafal,

– pengumuman peserta terbaik khat riq’ah bi qalam al ‘adi,

– presentasi pemakalah terbaik,

– foto bareng dan penganugrahan sertifikat.

Catatan:

Dengan program-program ini, ditargetkan akan semakin mendongkrak prestasi Almakkiyat serta meningkatkan keahlian di bidang masing-masing.

Pengurus:

1. Reni Rahmawati (koord.)

2. Mukrima

3. Lina Rizqi Utami

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.