ابن عمرو بن العاص وابن القبطى

31 August 2010 at 8:30 am | Posted in Gen 4, MOTIVASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

بسم الله الرحمن الرحيم

ازيكو اخواتى؟ اتمنى تكونو كويسين وفي صحة جبدة. امين

مرة, مسؤولة عن بلوغ بتعنا طلبت منى ان اكتب مقالة باللغة العامية. ففكرت شويا و قلت هجرب. انشاء الله. فقالت لى ماشى. و اخترت موضوع عن قصة مؤثرة لابن عمرو ابن العاص مع ابن القبطى.

في خلافة عمر ابن الخطاب ولى عمرو ابن العاص اميرا فى مصر.وفي يوم من الأيام عملوا سباق للفرسان. فاشترك فيه محمد ابن عمرو ابن العاص. و اشتد السباق بين ابن عمرو و ابن القبطى. فحصل  شيء غير متوقع.وهوان ابن القبطى سبق ابن اميرا مؤمنين. فغضب ابن عمرو,ازاي ابن القبطى بيبقى احسن منى؟. فانا ابن الأمير, ابن الفاتحين الأكرمين المهتدين. اخذ سوطا ليضرب به ابن القبطى. و الدم يسيل من ظهره لسلطان ابيه.

اشتكى المسكين لابيه. حزن ابوه عليه و استشار ابوه  اهل الرأى و المشوره. فقالو له ان الأمير رجل طيب, نشر العدل و حرر المستعبدين. فراح هو و ابنه لأمير المؤمنين فى المدينة المنورة. يشتكوا له فيما حصل على ابنه. اثر فى نفس الأمير ما اثر فى نفسه. كتب الأمير الرسالة الى عمرو ابن العاص عشان يجي هو و ابنه.

لما وصلوالى الخليفة عمر الفاروق.  تجمع الناس عند امير المومنين

اعطى سوطا الى ابن القبطى. قال له اضربه كما ضربك. ابن القبطى ضرب ظهر ابن عمرو ابن العاص امير مصر, لغيت لما حس انه استوفى حقه قال امير المؤمنين الفاروق: ” لو ضربت عمرو ابن العاص ما منعتك, لأن الغلام انما ضربك لسلطان ابيه.” رد عليه ” لا, انا ضربت اللى ضربنى.”  ثم التفت الى عمرو ابن العاص قائلا : ” متى استعبتم الناس وقد ولدتهم امهاتهم احرارا؟. “

شوفو القصة, شوفو ازاى عدل السلطان على شعبه. خلى ابن المسكين الذي ليس له مكانة بين الناس يضرب ابن الأمير؟. فهكذا فى الاسلام عدل السلطان. علشان ان الناس سواء عند رب العالمين.

لما نشوف لوقتي كلنا نقول ان العدل و الاهتمام و الرعاية على الشعب من السلطان ضاع. ما شفنش دى الوقت السلطان اللى بيتمسك بحقوق الشعب اللى بيدى حقوقهم حتى فى الظلم. الناس الغلبانين اللى اهلهم يتقتل, يتضرب او فلوسهم راح يتسرق ما عملوش فيهم حاجة عشان يرجع حقهم. كل دة عشان ما عندهمش المكان, او الشرف. عشان هما ناس عادي.

فنتمنى ربنا يغير السلطان الظالم با لسلطان العادل. خاصة فى بلدنا و بلاد الاسلام كلها. و فى كمم برض ( اتحات الطلبة سومطر الغربية بمصر ) اللى بيعملو تغيير الرئيس و كل المسؤول عن الطلبة

Advertisements

Silaturrahim relawan KISPA dengan mahasiwa Minang di Mesir

11 August 2010 at 4:06 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Sambil mengisi waktu keluarnya izin masuk Gaza oleh state security dari pemerintah Mesir, pada hari Senin, 9 Agustus 2010, tepatnya ba’da Maghrib waktu Kairo, Relawan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) berkunjung dan bersilaturrahim dengan mahasiswa Minangkabau di kantor KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau), Block 502 Complex Emarat 1st Settlement New Cairo Helwan, Mesir.

Ust. Ferry Nur menjelaskan pengalamannya di Mavi Marmara

Dalam kunjungan silaturrahim tersebut, Relawan KISPA yang terdiri dari Ust. Ferry Nur, Ust. Muhendri Muchtar, Andi Syaifuddin, Agus Daroesman yang didampingi Muhammad Syarif, Mahasiswa Indonesia di Mesir, disambut oleh Alnofiandri Dinar, Lc, yang merupakan putra X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumbar dan Afdhalul Syukri, Direktur Badan Pengelola Rumah Gadang KMM Mesir.

Setelah Shalat Maghrib berjama’ah, acara silaturrahim dibuka oleh ketua KMM Mesir periode 2010 – 2011, Alnofiandri Dinar, Lc,  kemudian dilanjutkan dengan serita dan penjelasan oleh ustadz. Ferry Nur perihal alasan mengapa mengikuti misi kemanusiaan armada Freedom Flotilla serta persiapan dan kegiatan yang dilakukan oleh KISPA selama berada di Turki dan juga dalam perjalanan menuju Gaza diatas kapal Mavi Marmara.

Perjalanan relawan KISPA dimulai dari pelabuhan di Istanbul kemudian Antalya menuju Gaza. Ustadz. Ferry Nur juga menjelaskan kejadian demi kejadian yang dialami selama berada diatas kapal Mavi Marmara, serta adanya sebuah ikatan ukhwah yang kuat diantara para relawan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, negara dan agama. Namun di dalam kapal Mavi Marmara hanya ada satu komando, yaitu dari IHH sebagai penyelanggara Vivapalestina ke 4.

Ustadz. Ferry Nur juga menggambarkan betapa kejinya tentara Israel yang telah menjarah kapal Mavi Marmara, semua peralatan elektronik yang dibawa hilang diambil oleh Zionis Israel, namun Allah masih memberikan perlindungan serta menunjukkan betapa kuasanya Allah Swt, karena pada saat di dalam seorang sipir penjara memaggilnya dan menyerahkan kembali dana amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Ust. Muhendri saat menjelaskan pengalamannya

Pada pembicaraan kedua ustadz. Muhendri Muchtar yang juga merupakan salah seorang relawan KISPA menjelaskan pengalaman yang dialaminya atas kekejian Zionis Israel selama berada di kapal Mavi Marmara dan juga pada saat mengalami interogasi yang dilakukan oleh tentara zionis Israel.

Ustadz. Muhendri juga menyampaikan beberapa pengalaman relawan KISPA lainnya yang juga mengalami pelecehan, ini sudah menunjukkan betapa sombongnya Zionis Israel, namun disisi lain mereka juga pengecut kalau melihat orang yang diinterogasi memiliki kepercayaan diri yang tinggi seperti yang dialami oleh Hardjito tambah Muhendri.

Sebelum acara berakhir, diadakan sesi tanya jawab, diantara peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi, terlihat begitu antusias mendengar penjelasan pengalaman relawan Freedom Flotilla.

Para mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus GazaPara mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus Gaza

Foto bersama KMM Mesir
Foto bersama KMM Mesir

Acara ditutup oleh ketua KMM Mesir dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pada kesempatan tersebut juga penulis buku Mavi Marmara Menembus Gaza, Ustadz. Ferry Nur membubuhkan tanda tangan pada buku yang diperoleh oleh para mahasiswa dan mahasiswi serta melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. (KISPA/aa/fn)

Try Out & Talk Show PPMI

30 April 2010 at 4:23 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Dalam rangka penutupan kegiatan mahasiswa dan persiapan jelang ujian term II al Azhar yang akan dihelat bulan juni mendatang, PPMI bersama Wihdah, Asy-Syatibi Center dan Senat Mahasiswa serta dukungan dari KBRI Cairo mengadakan Try Out dan Talk Show Motivasi pada hari Senen, 26 April 2010. Acara yang dihelat di Auditorium Shalah Kamil Universitas Al Azhar tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta.

Dubes RI, AM. Fachir dalam sambutannya menegaskan bahwa KBRI Cairo sebagai perwakilan pemerintah Indonesia dan penyambung lidah rakyat memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Beliau berharap, mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan akomodasi yang telah KBRI sediakan, diantaranya Fushul Taqwiyah dan kampus Al-Qur’an.

Acara yang dimulai pada 10.00 Clt. dan berakhir pada 20.00 Clt. tersebut dibagi menjadi 4 agenda. Agenda pertama yaitu Try Out ujian yang untuk mahasiswa dan mahasiswi tingkat I pada pelajaran tertentu  di setiap fakultas. Adapun agenda kedua yang dilaksanakan setelah shalat Dhuhur diisi dengan Talk Show motivasi belajar dengan tema “Mahasiswa Berprestasi Bukan Hanya Mimpi” yang disampaikan oleh Jamaludin A. Khaliq, MA., Mulyadi dan Nikmah Mawaddati.

Menginjak agenda ketiga, yaitu Kuliah Umum Bilingual bersama Prof. Dr. M. Zaki Usman dengan tema “Jalan Menuju Kesuksesan”. Dalam pemarannya, mantan Dekan Fakultas Da’wah wa Tsaqafah Universitas Al Azhar tersebut dalam menyampaikan bahwa seorang pencari ilmu akan sesat jika tidak didampingi oleh seorang guru, bahkan Nabi Muhammad pun membutuhkan tuntunan Jibril dalam memahami firman-firman Allah SWT. masih dalam kesempatan yang sama, Ia berpesan kepada mahasiswa generasi Islam untuk agar mampu mengatur waktu sebaik-baiknya yang ia tuturkan dalam kalimat “invest your time, before invest your money”.

Adapun Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) menjadi agenda penutup rangkaian acara yang dikemas dalam tema “Menggelorakan Semangat Rabbani dalam Pribadi Islami” tersebut. Dr. Fadlolan Musyafa, MA., koordinator I-4 Timur Tengah yang menjadi pemeran utama sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa dengan berdirinya I-4 yang beranggotakan para ilmuwan Indonesia dari universitas-unversitas terkemuka di dunia mampu memperbaiki dan memberikan solusi kongkrit terhadap pelbagai permasalahan yang ada di tanah air.

Selain keempat agenda tersebut, juga dilaksanakan penguman berikut penganugrahan terhadap peserta terbaik Kampus Al Quran, Try Out dan Preparation For IELTS.

Juga untuk memeriahkan kegiatan multi agenda tersebut ditampilkan hiburan oleh Grup Nasyid Dai Nada dan Grup Marawis Keluaga Pelajar Jakarta.

dikbudcairo.org

Diskusi Ilmiah 3: Imam Bukhari Dan Penulisan Kitab Shahihnya

18 March 2010 at 4:05 pm | Posted in Gen 7, hadis, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Oleh: Desri Ningsih (Gen 7 MAKN Putri)

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, dua minggu masa liburan ujian termen satu telah berakhir, masa liburan yang dilalui dengan berbagai kegiatan, tak terkecuali dengan anggota Almakkiyat, Diskusi Tafsir Hadis yang sempat tawaquf sebulan lebih karna ujian kembali hidup dan aktif. Kamis 18 Februari 2009 merupakan diskusi yang ketiga kalinya, bertempat di rumah uni Retno dengan pemakalah Ummah Mujahid (Kemala Dewi Lc), mahasiswi pasca sarjana Al-Azhar jurusan hadis. Makalah yang disampaikan mengupas tuntas profil Imam Bukhari dan penulisan kitab shahihnya serta  membahas tentang kritikan-kritikan atau syubhat dari orientalis bahkan dari orang Islam sendiri terhadap beliau.

Sunnah merupakan sumber kedua syariat Islam setelah Al-Qur’an, yang merupakan wahyu ghoiru ma’thlu yang membedakannya denagan Alqur’an, karena itu maka hadis yang shahih merupakan hal paling utama dan urgen sekali dalam khazanah hukum Islam. Dengan demikian maka Al-Qur’an dan Sunnah merupakan dwi tunggal yang tak bisa dipisahkan, namun tidak berarti kedudukan keduanya itu sejajar.

Untuk menshahihkan atau mencari dan mendapatkan sebuah hadis bukanlah hal yang mudah, butuh waktu dan perjalanan yang panjang, seperti yang dilakukan oleh Imam Bukhari Rahimahullah. Dalam mencari  dan menentukan keshahihan sebuah hadis beliau melakukan rihlah atau perjalanan dari daerah ke daerah lain hanya dengan menunggang unta atau kuda dengan bekal hanya sepotong pinu (sejenis roti), bukan seperti sekarang ini dengan perkembangan teknologi yang serba canggih dan moderen. Adapun tujuan rihlah ini beliau lakukan agar ia langsung mendengar hadis tersebut dari sumbernya, walaupun itu hanya satu hadis beliau rela mengunjungi kota demi kota demi mendapatkan atau mencari keshahihan sanad hadis tersebut sampai benar –benar bersambung keRasulullah SAW tanpa adanya munqoti’.

Imam Bukhari merupakan salah satu dari pembesar ahli hadis yang sangat masyhur, sejak umur sepuluh tahun beliau telah hapal ribuan hadis, dan ketika berumur enam belas tahun beliau juga telah hafal kitab Ibnu Almubarok dan Waki’, kemudian pada umur delapan belas tahun beliau mulai menulis kitab tarikh yang ditulisnya disamping kuburan nabi SAW. Dalam pengembaraannya menuntut ilmu telah menemukannya dengan guru-guru yang berbobot, dia mempunyai guru yang tak terhitung, ini dapat kita bayangkan betapa banyak hadis yang beliau susun dalam kitabnya, sedangkan untuk satu hadis saja beliau harus sabar mendatangi dan mengunjungi beberapa guru sampai ia mendapatkannya benar-benar utuh sanad dan matannya. Dan begitu juga dengan murid-muridnya, sangat banyak sekali yang berguru kepadanya.

Dia mempunyai kecerdasan dan kemahiran yang luar biasa sekali yang mungkin tak ada lagi seperti dia pada zaman sekarang ini. Hal ini terbukti ketika dia datang ke  Bagdad, dan ulama-ulama disana berkumpul untuk menguji kekuatan hafalannya dengan mengambil seratus hadis dan mengacak sanad dan matan hadis- hadis tersebut. Imam Bukhari dengan kecerdasannya yg luar biasa mampu mengembalikan dan membetulkan sanad dan matan hadis-hadis tersebut dengan benar tanpa ada salah sedikit pun, sehingga membuat orang-orang yang ada disana kagum terhadapnya. Dan begitu juga  ketika beliau belajar kepada beberapa orang syaikh di Bashroh, pada waktu itu dia masih anak-anak, dan dia tidak pernah menulis sesuatu pun yang telah didengarnya dan dipelajarinya, hingga sampailah pada suatu hari berkatalah sahabat-sahabatnya” engkau sangat berbeda sekali dari kami, tidak pernah menulis sesuatu pun yang telah kamu pelajari, sunnguh engkau telah menyia-nyiakan waktumu disini dan apa yang telah engkau perbuat? Lalu dia berkata” datangkanlah atau lihatkanlah  kepadaku apa yang telah engkau tulis!”lalu dia menambahnya sekitar lima belas ribu hadis yang dibacanya dari zohri qolbihi (dalam hafalan hatinya), lalu berkata kpd sahabatnya” apakah engkau melihatku  menyia-nyiakan waktu dan hari-hariku?????.

Sebagai seorang pembesar ahli hadis, dia mempunyai karya-karya yang begitu banyak, diantara buku atau karyanya yang paling terkenal adalah al-Jami’us Shahih yang merupakan sebuah kitab hadis yang mencakupberbagai macam pembahasan agama, dan dia mempunyai alasan tersendiri kenapa dia menulis buku ini seperti dalam riwayat disebutkan karna mimpinya pada suatu malam melihat nabi SAW dan ketika Ishaq Bin Rahawaih berkata kepadanya. Dia menyusun kitab ini selama enam belas tahun yang mencakup sebanyak 7275 hadis yang berulang-ulang, adapun yg tidak berulang mencakup sekitar 4000 hadis dengan berbagai manhaj, baik manhajnya dalam penulisan maupun manhajnya dalam menghukum seorang rawi dan otentisitas hadis. Dalam merumuskan manhajnya ini, ia tidak hanya terbatas pada hasil usahanya sendiri tetapi selalu meminta kepada Allah SWT petunjuk pada setiap hadis yang ingin ia tuliskan dalam kitabnya. Imam Bukhari sendiri” saya tidak menuliskan satu hadispun dalam kitab shahih kecuali saya mandi sebelumnya dan shalat dua rakaat“. Dan seluruh hadis yang tercakup dalam kitabya  ini merupakan hadis-hadis shahih dari Rasulullah SAW. Bahkan semua muallaqat yang ada didalamnya dinyatakan shahih oleh para ahli hadis, karena hadis muallaqat tersebut telah beliau tuliskan sanadnya secara lengkap di bagian lain kitab Shahihnya. Sehingga Imam Ibnu Kastir mengomentari dalam kitabnya” Albidayah wan Nihayah“: para ulama telah sepakat menerimanya dan apa-apa yang ada didalamnya, demikian pula seluruh umat Islam”

Waktupun terus berlalu, tiga abad setelah kitab shahih ini disusun, muncul segelintir ulama yang mengkritik hadis-hadis dalam kitab Shahih ini, diantaranya adalah Daruqutni. Kritikan tersebut berdasarkan pada konsep ilmu hadis juga, namun para ulama memandang bahwa pendapat-pendapat yang mengkritik, hanyalah pendapat yang lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah. Bahkan, dua abad setelah kritikan-kritikan itu muncul, para ulama menetapkan Shahih Bukhari sebagai kitab paling otentik kedua setelah Al-Quran. Sehingga tak heran, begitu banyak dari ulama-ulama yang mensyarah (menuliskan penjelasan) kitab ini dan mentakhrijnya.

Namun di zaman kontemporer ini, para tokoh orientalis masih saja mencari dan mencari kekemahan kitab ini. Seperti kritikan mereka terhadap beberapa rijal isnad yang ada didalamnya dan beberapa hadis yang mereka anggap kontradiksi. Namun para ahli hadis tidak lengah dan menyerah begitu saja, seluruh kritikan-kritikan yang mereka lemparkan berhasil dibantah dan dijawab dengan jawaban yang rasional sekali. Sebenarnya tujuan mereka itu adalah untuk menjatuhkan dan menghancurkan Islam, namun mereka tak pernah berhasil melakukannya, karena Allah SWT telah menjamin dan menjaganya sebagai mana Ia menjaga kesucian Al-Qur’an.

Tapi sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri  lagi atau sangat disayangkan sekali pada saat sekarang ini banyak dari  orang Islam sendiri yang cendrung dan mempercayai kritikan-kritikan orientalis tersebu. Bahkan para dosen atau mahasiswa perguruan-perguruan tinggi Islam di dunia telah banyak terpedaya dan terpengaruh oleh pemahaman mereka. Inilah yang menjadi tantangan besar sekaligus tanggung jawab bagi kita sebagai tholibul ilmi sejati untuk terus mendifa’ (membela) dan berusaha meluruskan mereka ke hakikat yang sebenarnya….

Demikianlah sekilas profil Imam Al-Hafiz Al-Fadhil Al-Muhaddis Al-Bukhari. Begitu besar perjuangan, pengorbanan dan kesabarannya dalam menjaga Sunnah Rasulullah SAW. Dan kini kitalah para penuntut ilmu agama yang akan melanjutkan perjuangan, harapan serta cita-cita beliau. Begitu juga untuk menyebarluaskan karya-karyanya yang begitu banyak serta untuk terus menjaganya dari masa kemasa.

Setelah break shalat Ashar, dibukalah sesi diskusi. Semangat dan kecerian yang terpancar di wajah peserta menjadikan diskusi lebih terasa dan bersahaja. Diskusi berjalan hangat, tanpa terasa lima jam telah berlalu. Tempat-tempat jeruk dan strawbery kelihatan “bersih” ludes, piring tahu isi pun tak mau kalah. Azan magrib pun berkumandang syahdu di telinga yang menegur setiap orang yang beriman untuk memenuhi panggilannya. Diskusipun segera ditutup oleh moderator yang begitu semangat sekali membawa acara dari awal sampai akhir…..Almakkiyat tetap semangat!!!!!!!!! See u all next month dalam kajian tafsir Insyaallah di rumah Uni Kem, Saqor Qurays dengan pemateri Ainul Zikra Lc. dan Sabrina Lc. Don’t forget it!:)

UMMAHATUL MUKMININ DALAM PERIWAYATAN HADIS

7 November 2009 at 11:07 pm | Posted in Gen 1, hadis | Leave a comment
Tags: , , ,

oleh: Dwi Sukmanila Sayska*

muslimahDalam lintas sejarah Islam, Umahatul mukminin mempunyai peranan yang sangat penting dalam penyebaran hadis dan pengajaran agama pada generasi sahabat dan tabi’in terutama kepada kalangan wanita muslimah. Tidak dapat dipungkiri, bahwa mereka adalah wanita-wanita mulia yang mendapat kesempatan merekam secara detail segala perikehidupan Rasulullah saw, yang kemudian disampaikan pada kaum muslimin. Mereka merupakan rujukan pertama bagi para sahabat – setelah wafatnya Rasulullah saw– dalam menanyakan masalah-masalah tertentu, terlebih masalah yang berkaitan dengan keluarga dan wanita. Rumah-rumah mereka dijadikan sebagai madrasah-madrasah ilmu, tempat kaum muslimin bertanya dan meminta fatwa. Sehingga keberadaan Ummahatul mukminin menempati posisi terpenting, baik sebagai sumber pembelajaran ataupun sebagai figur teladan — khususnya bagi kaum muslimah — dalam keimanan. Begitu juga dalam komitmen mereka mempertahankan norma-norma Islam, dimana mereka harus mengemban kewajiban-kewajiban khusus dan berat, sebagai konsekwensi logis atas tingkatan prestise yang mereka dapat melampaui wanita-wanita lain dalam masyarakat , sebagaimana firman Allah swt dalam surat al-Ahzab ayat 32-33, yang artinya :

“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita-wanita lain jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu “tunduk” dalam berbicara, sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah terdahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya,. Sesungguhnya Allah ingi menghilangkan dosa dari kamu hai Ahlu bait dan memberihkanmu sebersih-bersihnya.”

rumah ummahatul mukminin - kini nabawi

Bagaimanapun, Al-quran dan hadis juga menggambarkan mereka sebagai sejumlah gambaran pribadi yang diwarnai berbagai konflik. Bahkan, mereka merupakan pemicu turunnya mayoritas ayat-ayat dan hadis-hadis tentang keluarga dan wanita. Mereka digambarkan sebagai implementasi emosionalisme, irrsionalitas, keserakahan dan sikap pembangakangan perempuan, yang pada dasarnya, mewakili gambaran sikap dan tindak tanduk perempuan secara keseluruhan.

Rasulullah saw wafat dan meninggalkan sembilan Ummahatul mukminin, yang masing-masing mempunyai andil dalam periwayatan hadis. Perbedaan kuantitas hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah saw, dipengaruhi sedikitnya oleh 5 faktor, yaitu :

1.      perbedaan daya tangkap, daya hafal dan kapasitas intelektual.

2.      perbedaan durasi waktu mendampingi atau bersama dengan Rasulullah saw.

3.      perbedaa dalam menahan diri untuk meriwayatkan hadis

4.      perbedaan kesibukan

5.      perbedaan umur atau masa hidup setelah Rasulullah saw wafat.

flower-power

AISYAH BINTI ABU BAKAR

Aisyah merupakan anak perempuan Abu Bakar, sahabat senior yang termasuk orang pertama memeluk Islam. Ia dilahirkan dalam cahaya Islam. Di usia yang sangat muda dan masih suka bermain, ia pindah ke rumah Nabi saw, empat turunnya wahtu dan sumber ilmu. Rasulullah sangat mencintai Aisyah dan memiliki posisi yang istimewa disisi Rasulullah. Banyak hadis dan riwayat yang menunjukan hal tersebut.

Ia terkenal dengan kedalaman ilmu dan kuat hafalannya. Sejak kecil, ia sudah sering mendengarkan ayat-ayat suci Al-Quran, menghafalkan serta mencatat waktu turunnya, mengingat wahyu tidak pernah turun saat Nabi bersama istri-istri beliau kecuali ketika bersama Aisyah. Pemahamannya tentang al-Quran juga ditunjang oleh keilmuannya di bidang bahasa, syair dan sastra. Itulah yang menjadikannya sebagai salah satu tokoh tafsir di kalangan sahabat. Dia memiliki mushaf khusus yang menghimpun Al-Quran dan tafsirnya, dan jika dikumpulkan, besarnya mencapai tiga kali lipat mushaf Ustmani.

Keistimewaannya di bidang intelektual juga terbukti dengan posisinya sebagai seorang muhaddis dan penghafal Sunnah. Peranannya dalam transformasi Sunnah dan penyebarannya pada kaum muslimin sangat penting sekali, terutama menyangkut masalah keluarga dan prilaku Nabi saw dalam rumah tangganya. Hafalan dan pemahamannya yang brilian, menjadikannya sebagai referensi bagi para sahabat dalam memutuskan masalah-masalah yang diperselisihkan.

Kejeniusan Aisyah tidak sampai disitu saja. Dia juga ahli fikih dan menguasai hukum-hukum Islam. Hal ini diakui oleh tokoh-tokoh sahabat, bahkan para sahabat senior pun tak segan-segan menanyakan permasalahan yang tidak mereka fahami kepada Aisyah. Sejak Rasulullah saw wafat, Aisyah aktif memberikan fatwa dan pengajaran pada kaum muslimin, sampai akhir hayatnya.

Diantara semua Ummahatul Mukminin, Aisyah lah yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah saw. Tercatat 2210 hadis yang diriwayatkannya, sehingga menempatkannya di posisi kedua terbanyak setelah Abi hurairah.
Sementara itu tema-tema hadis yang diriwayatkan Aisyah diantaranya :

1.      keimanan, wahyu, ilmu, bacaan Al-Quran dan tafsir.

2.      masalah thaharah : wudlu, tayammum, mandi untuk shalat Jum’at, hadas besar, haid dan istihadlah

3.      masalah shalat : tata cara dan waktu shalat, shalat-shalat Sunnah dan shalat mayyit, hukum-hukum shalat, azan Rasulullah, zikir, doa, imam dan keutamaan berjamaah,  etika dan keutamaan mesjid.

4.      masalah puasa : penetapan hilal dan waktu sahur, hukum puasa bagi orang yang junub di pagi hari, mencium istri saat puasa, puasa Sunnah dan I;tikaf, larangan puasa wishal (tampa berbuka di waktu magrib), qadha puasa dan lailatul qadar.

5.      masalah haji : memakai wangi-wangian sebelum ihram dan tawaf ifadlah, pembayaran hadyu (denda haji), umrah Rasulullah saw, pembangunan Ka’bah dan keutamaannya, hewan semblihan dan kurban

6.      masalah jual beli dan sedekah

7.      masalah pembebasan budak

8.      penyembuhan orang sakit dengan obat dan doa (ruqyah)

9.      masalah Nazar, kesaksian dan hudud (hukuman)

10.  Jihad dan peperangan Rasul

11.  Pernikahan : hubungan suami istri dan thalak.

12.  kejadian-kejadian fitnah, tanda-tanda kiamat, Qadar dan penciptaan.

Mereka yang banyak meriwayatkan hadis dari Aisyah diantaranya :

  • kalangan shahabat : Abu Bakar, Umar bin Khattab, Abdullah bin Umar, Abu Musa al Asy’ary, Abdullah bin Abbas, Amr bin Ash, Syafiyah binti Syaibah.
  • Kalangan keluarganya : Urwah bin Zubair, Al Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, Ummu Kultsum, Hafsah dan Asma, Abdullah bin Zubair dan Aisyah binti Thalhah.
  • Kalangan tabi’in : Masruq bin Ajda, Al Aswad bin Yazid, Sa’id bin Musayyab, Mujahid, Ikrimah, Abu Salamah bin Abdurrahman bin auf, Amrah binti Abdurrahman, Shafiyah binti Abu Ubaid dan Alqamah binti Qais.

Sedangkan rantai periwayatan aisyah yang paling shahih adalah :

§  Hisyam -> Urwah -> Abu Bakar -> Aisyah

§  Yahya bin Sa’id -> Ubaidillah bin Amr bin Hafsh -> al Qasim -> Aisyah

§  Abdurrahman bi al Qasim -> Abu Bakar -> Aisyah

§  Aflah bin Hamid -> Al Qsim -> Aisyah

§  Az zuhri -> Urwah -> Aisyah

UMMU SALAMAH

Dia adalah Hindun binti Umayyah bin al Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makzum. Ayahnya merupakan putra Qurays yang masyhur dan disegani. Sebelum menikah dengan Rasulullah saw, Ummu Salamah telah menikah dengan Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makzum, yang merupakan saudara sesusuan Rasulullah. Ia juga merupakan anak dari bibi Rasulullah saw; Barrah binti Abdul Muthalib dan pernah dua kali hijrah bersama Rasulullah saw.

Abu Salamah dan Ummu Salamah berasal dari keturunan bangsawan yang mempunyai andil besar di awal perjuangan Islam. Mereka ikut hijrah ke Habsyah dan juga ke Medinah. Di Medinah, Ummu Salamah mengurus anak-anak sementara Abu salamah ikut berjihad dengan kaum muslimin. Ia tidak ketinggalan dalam perang Badar dan Uhud yang menyebabkannya meninggal dunia tahun 4 H. Kemudian Rasulullah menggantikan posisi Abu Salamah.

Ummu Salamah adalah wanita yang pandai dan agamis, Rasulullah sangat menghargai pendapatnya. Ia juga dianggap ahli fikih yang termasuk kelompok sahabat mutawassith dalam memberikan fatwa. Ia merupakan ummulmukminin yang paling terakhir meninggal, yaitu pada tahun 62 H, tidak lama setelah pembunuhan Husein bin Ali bin Abi Thalib.

Hadis yang diriwayatkan Ummu Salamah berjumlah 378. Tema riwayat hadis Ummu Salamah –sebagaimana halnya riwayat Aisyah– didominasi oleh hukum dan ibadah. Diantaranya :

1.      masalah thaharah tentang : mandi junub, wanita haid dan istihadhah.

2.      masalah shalat : bacaan Al-Quran Nabi dan cra shalatnya, shalat witir dan sunnah, doa setelah shalat, pakaian perempuan dalam shalat, membaca shalawat Nabi saat tahiyat dan qunut.

3.      masalah zakat : nafkah suami terhadap anak dan istri, keutamaan sedekah dan zakat perhiasan.

4.      masalah puasa : puasa orang yang berhadas ketika shubuh, mencium istri saat puasa dan keutamaan puasa tiga hari setiap bulan dan bulan Zulhijjah.

5.      masalah haji : haji bagi wanita, haji dan umrah di mesjidil aqsha dan Tawaf perpisahan.

6.      masalah jenazah : doa mayit, laragan bercelak bagi wanita yang sedang ihdad (ditinggal mati suaminya)

7.      masalah etika : menutup aurat, miuman dan mengangkat kepala ketika keluar Ka’bah.

8.      masalah pernikahan : ihdad dan menyusui.

9.      masalah peperangan : peperangan di masa Rasulullah saw dan tragedi pasca wafat Rasulullah saw dan Imam mahdi.

Diantara mereka yang meriwayatkan hadis dari Ummu Salamah adalah :

1.      kalangan sahabat : Aisyah, Abu Said al Khudry, Umar bin Abi Salamah, Anas bin Malik, Buraidah bin Hashin, Sulaiman bin Buraidah, Abu Rafi’ dan Ibn Abbas.

2.      kalangan tabi’in, yang paling masyhur adalah : Sa;id bin Musyyab, Sulaiman bin Yasar, Saqiq bin Salamah, Abdullah bin abi Malikah, Atha’ bin abi Ra’bah, Nafi’ bin Jubair dan lain-lain.

3.      kalangan wanita : anaknya Zainab, Hindun binti al Haris, Shafiyah binti syaibah, Shafiyah binti abi Ubaid, Ummu Walad Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf, amrah binti Abdurrrahman dan Ummu Muhammad bin Ibnu Qais.

MAIMUNAH

Dia adalah Maimunah binti al Haris bin Hazn bin Bujair bin al Huzam bin Ruwaibah. Dia merupakan saudari Ummul Fadl, istri al Abbas, dan bibi dari Khalid bin al Walid dan ibn Abbas. Sebelum menikah dengan Nabi saw Mas’ud bin Umar al Tsaqafy kemudian dengan Abu Rahm bin Abdul Uzza. Dia meninggal tahun 51 H sebelum Aisyah.

Maimunah meriwayatkan 76 hadis dari Rasulullah saw, 31 diantaranya terdapat dalam Kutubussittah. Yang meriwayatkan hadis darinya adalah; keponakannya, Ibn abbas, Abdurrahman bin as-Saib dan Yazid bin al-Aslam. Juga Ubaid bin as-Sabaq, Kuraib, dan para hamba sahayanya.

Hadis-hadis yang diriwayatkan Maimunah pada umumya adalah hadis fi’ly atau berkaitan dengan perbuatan Nabi saw. Tentang masalah thaharah, ia meriwayatkan tentang cara mandi untuk menghilangkan hadas besar, wudlu Nabi dengan air sisa mandi beliau dan istrinya, membaca al-Quran di pangkuan wanita yang sedang haid, shalat setelah makan tampa wudlu kembali dan lain-lai yang berhubungan dengan prilaku Rasulullah saw.

Dalam bab shalat ia meriwayatkan hadis tentang keutamaan shalat di Mesjid Nabawi dan mayit yang dishalati sekelompok masyarakat. Tentang puasa ia meriwyatkan hadis yang berkaitan dengan puasa Nabi saw di Arafah. Tema lain adalah tentang rumah-rumah yang tidak dimasuki malaikat dan pengobatan Nabi saw dengan doa.

Walaupun hanya tiga tahun hidup bersama Nabi saw, tetapi Maimunah terbilang banyak meriwayatkan hadis yang menggambarkan secara terperinci kehidupan Rasulullah saw dalam rumah tangga. Apalagi kisah perkawinannya dengan Rasulullah saw termasuk pembahasan penting dalam Fikih Islam, dimana para ulama mengedepankan berbagai pendapat dalam masalah ini.

Diantara faktor yang mendukung banyaknya periwayatan Maimunah adalah, karena dia termasuk istri Nabi saw yang wafat lebih akhir dan yang banyak meriwayatkan darinya yaitu Ibn Abbas, mahramnya yang leluasa menemuninya menanyakan berbagai persoalan.

UMMU HABIBAH

Dia adalah anak perempuan Abu Sufyan bin Harb bin Umayah bin Abd Syams bin abd Manaf bin Qushay. Dialah satu-satunya istri Nabi saw yang mempunyai garis keturunan paling dekat. Sebelum menikah dengan Rasulullah saw, Ummu Habibah pernah menikah dengan Ubaidillah bin Jahsydan ikut hijrah bersamanya ke Habsyah. Namun kemudian Ubaidillah memeluk agama Nasrani, sedangkan Ummu Habibah tetap mempertahankan kalimah tauhid.

Rasulullah meminangnya pada tahun 6 H, dengan mengutus seseorang ke Habsyah, dan memberikan mahar sebanyak 4000 yang dibawa oleh Syarahbil bin Hasanah. Inilah mahar tertinggi diantara semua istri-istri Nabi saw.

Ummu Habibah lahir 17 tahun sebelum kenabian dan meninggal dunia pada tahun 44 H. Sebelum meninggal beliau meminta maaf pada Aisyah dan Ummu Salamah atas apa yang terjadi selama mereka menjadi madu Rasulullah saw.

Orang-orang yang meriwayatkan hadis dari Ummu Habibah diantaranya: saudaranya Mu’awiyyah, Urwah bin az-Zubair, Abu Sufyan bin Sa’id, Abdullah bin atabah, Abu Shalih bin Dzikwan, Shafiyah binti Syaibah dan Zainab binti abu Salamah. Ummu habibah meriwayatkan 65 hadis, 29 diantaranya terdapat dalam Kutubussittah.

Tema hadis riwayatnya yang terkenal berkaitan dengan pengharaman menikahi anak tiri perempuan dan saudara istri, dan tentang iddah dan permasalahannya. Juga tentang shalat sunah rawatib sesudah shalat fardu. Dalam masalah haji, hadisnya menceritakan tentang sunnah meningalkan Mina menuju Muzdalifah bagi mereka yang lemah atau karena kondisi di Mina yang penuh sesak.

Dalam masalah thaharah, dia meriwayatkan tentag wudlu, dan hal yang boleh dilakukan suami terhadap istrinya yang sedang haid. Sedangkan dalam maalah puasa, hadis yang diriwayatkannya berkaitan dengan bolehnya mencium istri saat puasa, doa setelah azan dan sebagainya.

HAFSAH BINTI UMAR

Dia adalah anak perempuan Umar bin Khattab bin Nufail bin ‘Abdul Uzzah bin Rab’ah. Sebelumnya ia pernah menikah dengan Khunnais bin Hadzafah as-Sami’. Ketika suaminya meninggal dalam perang Uhud, Umar menawarkan Hafsah kepada Abu Bakar dan Usman, namun mereka menolak karena Rasulullah pernah menyebut-nyebutnya. Ketika Umar mengadukannya kepada Rasulullah saw., maka Rasulullah saw. mengutarakan bahwa beliau akan menikahinya, sementara Utsman juga akan dinikahkan dengan Ummu Kultsum binti Rasulullah saw.

Hafsah lahir lima tahun sebelum kenabian, dan meninggal tahun 41 H. Rasulullah pernah menceraikannya dan kemudian merujuknya kembali.

Hfsah meriwayatkan enam puluh hadis, dan yang tercatat dalam Kutub as-Sittah hanya 28 Hadis, empat di antaranya disepakati oleh Bukhari dan Muslim., dan enam hadis diriwayatkan oleh Muslim.tema hadi syang diriwayatkannya adalah :

1.      dalam masalah thaharah tentang kewajiban mandi bagi orang yang bermimpi dan mengeluarkan sperma, dan menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum.

2.      dalam masalah shalat tentang shalat Sunnah dua rakaat sebelum subuh.

3.      dalam masalah puasa tentang puasa Rasul tiga hari setiap bulan, mencium isteri saat puasa, puasa senin-kamis, puasa ‘Asyura dan lain-lain.

4.      dalam manasik haji, hadisnya membahas tentang pembunuhan hewan melata, sifat-sifat dalam kamar Nabi saw dan lain-lain.

5.      dalam masalah etika, yang membahas tentang hal yang layak dilakukan sebalem tidur.

6.      dalam masalah pengobatan dengan semut.

7.      dalam kisah-kisah fitnah, membahas tentang kemunculan Dajjal.

8.      dalam masalah tafsir mimpi.

Pada umumnya hadis-hadis yag diriwayatkan oleh Hafsah merupakan hadis-hadis fi’ly atau menggambarkan perbuatan Rasulullah saw. Hafsah termasuk istri Nabi saw yang banyak meriwayatkan hadis, yang diantara tidak diriwayatkan oleh istri-istri Nabi saw yang lain.

ZAINAB BINT JAHSY

Dia adalah Zaenab binti  Jahsy bin Riab bin Ya’mar bin Shabarah bin Marrah, anak dari bibi Rasulullah saw (Umaimah binti abdul Muthalib). Sebelum menikah dengan Rasulullah saw, Zaenab menikah dengan Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah saw. Setelah Zaed menceraikannya, Allah menikahkannya dengan Rasulullah berdasarkan nash al-Quran. Pernikahan tersebut tanpa saksi dan wali, itulah yang menjadikan ia berbangga terhadap isteri-isteri Nabi saw yang lain, karena mendapat dispensasi khusus langsung dari Allah swt.

Nabi menikahinya pada bulan Dzulqa’dah tahun 5 H. Ia wanita shalihah yang rajin beribadah di malam hari, berpuasa di siang hari, dan dia sangat dermawan terhadap orang lain. Ia bekerja menyamak kulit, melubanginya dan hasilnya diberikan pada orang lain. Beliau lah isteri pertama yang wafat setelah Rasulullah saw pada tahun 20 H. Ia hidup bersama Rasulullah selama lima tahun, dan meriwayatkan sebelas hadis dari Rasulullah saw., lima di antaranya terdapat pada Kutub as-Sittah.

Muridnya yang paling masyhur adalah keponakannya, Muhammad bin Abdullah bin Jahsy, Ummu Habibah, dan Zanab binti Ummu Salamah. Meskipun hadis yang diriwayatkannya terbilang sedikit, namun dialah perawi hadis Ya’juj ma’juj yang shahih. Ia juga meriwayatkan hadis tentang istihadah, iddah dan thaharah. Walaupun dia wafat lebih awal dari isteri-isteri Rasulullah yang lain, namun banyak kalangan yang meriwayatkan kisah pernikahannya dengan Rasulullah saw.

SHAFIYAH RA

Dia adalah Shafiyah binti Huyay binti Sa’yah, yang termasuk bani Israil (keturunan Ya’kub bin Ishaq bin Ibrahim as). Sebelum menikah dengan Rasulullah saw. dia telah menikah dengan Salam bin Abu Haqiq dan kemudian dengan Kinanah bin Haqiq, yang terbunuh dalam perang Khaibar. Ini mengakibatkan Shafiyah ditawan dan menjadi budak Dahyah al-Kalabi.

Ia wanita mulia yang pandai, cerdas dan agamis. Rasulullah sangat menghormati dan bersimpati padanya. Terbukti dengan pembelaan terhadapnya tatkala isteri-isteri beliau yang lain menjelek-jelekkannya, karena ia seorang Yahudi. Dia juga wanita yang suka berderma, bahkan pernah memerdekakan budak perempuan yang pernh menghinanya di depan para sahabat. Dia wafat tahun 36 H.

Diantara yang meriwayatkan hadis darinya adalah : Ali bin al-Husein, Ishaq bin Abdullah bin al-Haris, Kinanah (hamba sahayanya). Ada sepuluh hdis yang diriwayatknnya, enam di antaranya terdapat dalam Kutub as-Sittah.Tema periwayatannya mengenai i’tikaf, takaran sha’ Nabi saw, pernikahan Nabi saw dengan Maimunah, kisah pasukan yang dibantai (yang juga diriwayatkan oleh Salamah dan Hafsah).

JUWAIRIYAH BINTI AL HARIS

Dia adalah Juwairiyah binti al Haris bin abu Dharar al Khazaiyyah al Musthalaqiyyah. Sebelum menikah dengan Rasulullah saw, ia menikah dengan Musafi’ bin shafwan yang terbunuh dalam perang Al Marisii’ pada tahun 5 H, sehingga Juwairiyyah menjadi tawanan perang. Lalu ia meminta Rasulullah saw untuk membnatu memerdekakannya. Rasulullah saw memenuhi permintaannya, bahkan menikahinya. Hal ini membuat semua tawanan bani Mushthaliq dimerdekakan.

Juwairiyyah meninggal tahun 50 H, dan menurut sebagian pakar sejarah yang lain tahun 56 H.

Di antara orang yang meriwayatkan hadis darinya: Ibnu Abbas, Ubaid bin As-Sabaq, Mujahid, Abu Ayyub. Ia meriwayatan tujuh hadis, empat diantaranya terdapat dalam Kutub as-sittah. Temanya mencakup masalah puasa, doa-doa, zakat, hewan sembelihan, dan kemerdekaan budak.

SAUDAH BINTI ZAM’AH

Dia adalah Saudah binti Zam’ah bin Qais al-Qursyiyyah al-Amriyyah wanita kedua yang dinikahi Rasulullah saw setelah wafatnya Khadijah ra. Rasulullh saw menikahinya pada bulan Ramadhan tahun 10 H dan satu-satunya istri selama tiga tahun, hingga kemudian Rasulullah saw menikahi Aisyah ra. Sebelum menikah dengan Rasulullah saw ia menikah dengan Sakran bin Amr.

Saudah merupakan wanita mulia yag disebut Rasulullah saw sebagai perempuan yang paling mencintai beliau. Namun saat ia tidak lagi mempunyai keinginan yang besar dalam kehidupan seksual, ia memberikan waktu gilirannya kepada Aisyah ra.

Ia hanya meriwayatkan 5 hadis dari Rasulullah, salah satunya mengenai hewan sembelihan yang dimuat dalam shahih Bukhary. Diantara musrid-muridnya adalah ; Ibnu Abbas, Yahya bin Abdullah Al anshari.

flower-rose-Dari pemaparan singkat tentang cuplikan biografi para Ummahatul mukminin, kita dapat memetik kesimpulan, bahwa mereka juga memegang peranan yang sangat penting dalam meriwayatkan hadis dan menyebarkan sunnah Rasulullah di kalangan kaum muslimin. Juga dalam menyampaikan ilmu dan fatwa-fatwa dalam meyelesaikan permasalahan yang muncul setelah Rasulullah saw berpulang ke hadirat Rabb-Nya.

SILSILAH

Walaupun periwayatan yang mereka punyai –kecuali Aisyah- terbilang sedikit, namun mengandung hal-hal yang tidak dapat terekam oleh orang lain, kecuali oleh mereka yang menyandang gelar ummahatul mukminin. Dan jika tidak ada periwayatan dari mereka, tentu para shahabat tidak akan mengetahui hal-hal tersebut, apalagi kita, generasi akhir zaman yang hidup berabad-abad setelah wafatnya Rasulullah saw. Wallahu A’lam bisshawab.

DAFTAR PUSTAKA

al Qardasi, Amal binti al-Husain, Daur Almar’ah fi Khidmah al hadist fi Alqurun Ats-tsalatsah al ula, Darul Kutub al Qatariyah, 1999

as-Syayuti, Jalaluddin Abdurrahman bin abu Bakr, Tadribur rawi(darul kutub al-ilmiyah, Beirut.

_________, Itqon fi ulumil Qur’an, Al- maktabah Ats-qafiyah.tt

Thohan, Mohammad, Taisir Musthalahul Hadist. Darul fikr,tt

Az Zahaby, Sair A’laam an-Nubala. Darul fikr. tt

az Zarkasyi, Badruddin, Al Ijabah li irad ma istdrakathu aisyah ala ashahabah, al Maktab al Islamy.tt

*Lulusan s2 Univ Kebangsaan Malaysia, Gen 1 MAKN Putri

sumber: sukmanila.multiply

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.