Coffe Morning Bahas Mahasiswa Baru Al-Azhar

24 February 2010 at 4:36 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Dalam membahas permasalahan Maba (Mahasiswa Baru) Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir, PPMI mengadakan acara Coffee Morning, (Kamis, 18 Februari 2010). Acara yang berlangsung di Wisma Nusantara, Rab’ah El Adawea itu mendatangkan Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, Atdiknas KBRI Kairo, Drs. M. Abdullah, MA,  Protokol dan Konsuler KBRI Kairo serta Iwan Wijaya Wiyatno, Pensosbud (Penerangan Sosial Budaya) KBRI Kairo. Acara ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa Indonesia dan beberapa staf KBRI Kairo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Maba yang kuliah di Universitas Al Azhar selalu terlambat sampai di Mesir. Ini tidak lain disebabkan sulitnya mendapatkan visa dari Kedutaan Mesir di Jakarta. Karena itu, sebanyak 204 mahasiswa dari keseluruhan Maba yang berjumlah 211, tahun ini belum terdaftar sebagai mahasiswa Al Azhar.

Terkait dengan permasalah itu, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. selaku Atase Pendidikan KBRI Kairo mengatakan, selama MoU yang berisi pemilahan fungsi setiap instansi yang berkaitan dengan urusan mahasiswa baru belum ditandatangani, maka nasib Maba akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Lebih lanjut, Prof. Sangidu menjelaskan, bahwa selama ini KBRI sudah berusaha untuk mengirimkan surat MoU pada instansi terkait seperti Kedutaan Mesir dan Depag untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Depag sebagai instansi yang memfasilitasi tes dan Kedutaan sebagai pemberi visa. Tapi MoU itu sampai sekarang belum disepakati dari dua belah pihak.

Sementara itu M. Abdullah dalam kesempatan yang sama, menghimbau pada segenap Maba untuk selalu menaati peraturan negara Mesir, seperti tidak terkait dengan jaringan Islam Kiri dan memperpanjang visa pada waktunya . Hal ini terkait dengan keamanan mahasiswa selama belajar di Mesir. Beliau juga menjelaskan, KBRI Kairo di samping akan selalu memberikan pelayanan pada seluruh warga Indonesia yang ada di Mesir, juga akan memberikan pembinaan khusus terhadap mahasiswa.dikburcairo.org

Advertisements

DERAI AIR MATA MEMBASAHI RANAH MINANG

23 February 2010 at 12:30 pm | Posted in Gen 5, MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags:

Negeri indah beriklim tropis dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang asri serta kaya akan sumber daya alam, itulah tempat kelahiran kita. Begitu besar nikmat yang dianugerahkan Allah kepada kita. Namun, dibalik itu semua, juga banyak musibah yang Allah timpakan sebagai bukti kekuasaan-Nya. Bisa jadi ini adalah peringatan atas kelalaian atau bahkan pertanda kasih sayang Allah untuk meningkatkan kualitas keimanan.

Apapun bisa terjadi sebagaimana Allah menciptakan manusia hanya dengan berfirman “kun”, maka dengan seketika jadilah seorang manusia dengan izin-Nya. Begitu pula dengan berbagai fenomena alam yang datang secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu dan suasana malahan hampir tidak dapat diprediksi kapan datangnya, seperti: tsunami, gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan masih banyak lagi. Disadari atau tidak, selalu terjadi berbagai bencana alam silih berganti dalam rentang waktu berdekatan di negeri kita ini, yang merenggut korban jiwa dan harta yang tidak sedikit jumlahnya.

Rabu, 30 september 2009, pukul 17:16, deraian air mata kembali membanjiri ranah Minang. Apa yang tengah terjadi? Kiamatkah?  Goncangan gempa dahsyat dengan kekuatan 7,6 skala richter mengagetkan saudara-saudara kita, meluluhlantakkan gedung-gedung dan perumahan di kota Padang dan sekitarnya. Masyarakat berlarian mencari perlindungan, tua muda panik bahkan menangis sembari tak henti mengagungkan asma-Nya, anak-anak menjerit, semua dicekam ketakutan, jangan-jangan terjadi tsunami. Bahkan, masih ada 247 gempa susulan hingga Kamis sore dengan kekuatan yang mulai melemah, rata-rata hanya 3-4 skala richter.

Cobaan yang didatangkan Allah ini, bukan hanya mengakibatkan kerugian materi, tapi juga sangat mempengaruhi faktor kejiwaan dan psikoligis korban. Gempa telah membuat sebagian besar mereka trauma, hingga memilih untuk tetap berada di luar rumah. Kekalutan perasaan mereka tentu tak terlukiskan dengan kata-kata, melihat semua perubahan yang terjadi tiba-tiba. Kehilangan orang-orang tercinta, musnahnya harta benda, hingga kekurangan makanan dan obat-obatan. Namun mereka hanya bisa pasrah dan bersabar. Apalagi anak-anak yang belum begitu mengerti apa arti semua ini. Mereka hanya bisa menangis dan menangis. Mereka tak lagi bisa sekolah, tak bisa bermain seperti biasa, bahkan ada yang kehilangan teman-temannya. Mereka tidur beratap langit, kedinginan dan kelaparan, sambil memperhatikan reruntuhan rumah yang megah, kini telah menjadi puing-puing yang rata dengan tanah.

Kita tentu turut merasa sedih, gundah dan pilu walaupun tidak merasakan langsung kengerian gempa yang diturunkan Allah. Sungguh Allah Maha Kuasa terhadap apapun. Inilah bukti kita manusia tidak berdaya, makhluk yang lemah.

Semua bencana ini bukanlah tanpa makna dan arti apa-apa karena tidak mungkin Allah menciptakan sesuatu yang sia-sia. Musibah-musibah ini mangajak kita untuk kembali mengintrospeksi diri bahwa kita hanyalah makhluk lemah dalam genggaman kekuasaan Allah. Sebagaimana firman-Nya: “Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisaa’: 28)

Allah juga telah memperingatkan bahwa setiap makhluk hidup pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan berupa kesenangan dan kesusahan, kebaikan dan keburukan. “Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).” (QS.  Al-A’raaf: 168)

Ujian yang baik-baik yang Allah turunkan kepada kita berupa ketaatan, hidayah, kesehatan, kedamaian, kekayaan, rumah tangga yang harmonis, keamanan dan segala yang menyenangkan kita. Sedangkan ujian yang buruk-buruk berupa kemaksiatan, kesesatan, sakit, menderita, kesusahan, kemelaratan, rumah tangga yang tidak harmonis, ketakutan dan segala yang tidak menyenangkan kita.

Satu hal yang tak boleh terlupa, bahwa di setiap musibah, Allah pasti selalu memberikan pertolongan. Kita saksikan betapa cepat dan banyaknya bantuan yang mengalir dari berbagai kota, propinsi, bahkan dari luar negri terhadap para korban gempa di Sumbar. Tim penanggulangan bencara pemerintah, tim penyelamat PBB, tim medis dan para relawan dari berbagai yayasan dan organisasi dengan sigap membantu proses evakuasi dan recovery. Berbagai bantuan berupa makanan, selimut, tenda dan obat-obatan dan sebagainya berdatangan lewat jalur darat, laut dan udara. Sampai-sampai terjadi antiran pesawat untuk mendarat di Minangkabau Internasional Airport  Sumbar.

Namun akibat longsor yang mengisolir beberapa desa di Pariaman hingga tak terjangkau oleh publik, bantuan tidak dapat didistribusikan dengan merata. Diberitakan ada empat orang ibu-ibu rela berjalan sejauh enam kilometer untuk mendatangi posko makanan lantaran kehabisan stok makanan. Katanya di lingkungan sekitar ada toko yang biasa menjual mi instant, namun mereka enggan menjualnya dengan alasan untuk persedianan makanan pribadi mereka.

Kali ini ketakutan dan kelaparan dirasakan oleh semua orang dari berbagai kalangan kehidupan. Biasanya orang miskin yang selalu memikirkan apa yang bisa dimakan besok. Dan orang kaya yang terbiasa hidup mewah, makan enak, lezat, yang selalu memikirkan “besok enaknya makan apa ya?”. Ternyata kini semua sama rata, tidak ada perbedaan. Itu semua adalah pinjaman dan Allah menariknya kembali.

Allah menyamaratakan mereka semua, inilah bukti di dunia tidak ada apa-apa nya kecuali keimanan seseorang. Hanya dengan keimanan yang menguatkan jiwa raga, yang membahagiakan dan keyakinan dengan pertolongan Allah.

Perlu kita sadari bahwa apapun nikmat yang diberikan Allah pasti ada hikmahnya. Dan seyogyalah masing-masing kita mengintropeksi diri, ada apa di balik semua ini?

Ingat dengan hadis Rasulullah: Rasulullah saw bersabda: Tidaklah suatu kaum yang orang-orang taatnya lebih banyak daripada pelaku maksiatnya, tetapi mereka membiarkannya, melainkan Allah akan mengadzabnya secara merata. (HR Ahmad dan Baihaqi)

Apa sebenarnya yang terjadi dengan kota Padang, Pariaman dan daerah sekitarnya? Apakah kemaksiatan sudah sedemikian merajalela? Inilah tugas kita sebagai da’i ataupun ulama yang akan pulang ke kampung halaman tercinta. Kita dibebani tanggungjawab terhadap apapun yang kita lakukan dan juga terhadap lingkungan sekitar. Semestinya dimana pun berada kita mampu mewarnai dengan nilai-nilah agama, mematuhi aturan Allah dan menegakkan sunnah Rasul-Nya sebagai bukti cinta pada Allah dan Rasul. Kita tidak sepatutnya tinggal diam berpangku tangan, karna kita punya misi yang konkrit demi memperjuangkan nilai-nilai Islam.

Rasulullah saw juga bersabda: Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia dan jika Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya niscaya Allah akan mengakhirkan hukuman atas dosa-dosanya sehingga Allah akan menyempurnakan hukuman baginya di akhirat kelak. {HR. Al-Imam At-Tirmidzi dari shahabat Anas ibn Malik ra}.

Hadits tersebut menjelaskan bahwa apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya niscaya Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Maka bergembiralah wahai semua! Alangkah tenangnya hati-hati kita ketika dilanda musibah mengucapkan: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma’jurni fi musibati wakhlufli khoiran minha”

Semoga kota Padang, Pariaman dan kota-kota lain yang hancur akibat gempa, bisa segera dipulihkan dan direhablitasi. Semoga bencana ini juga semakin membuka mata hati korban gempa khususnya dan semua kaum muslimin umumnya akan ke-Maha Kuasa-an Allah dan semakin memotivasi peningkatan nilai-nilai spiritual dan moral di dalam kehidupan. Aamiin

Meskipun tidak langsung terkena bencana, tapi marilah kita tetap intropeksi perjalanan usia yang kita lalui selama ini. Apakah kita telah maksimal berusaha meninggalkan kemaksiatan-kemaksiatan ataukah masih terus larut melakukannya? Apakah kita baru mampu berkata dan masih belum mengamalkannya?

Sebagai penutup, mari renungkan firman Allah Swt berikut sebagai motivasi kebaikan bagi kita semua: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A’raf: 96)

تقرير حول: افتتاح البـرنـامـج فـى الفـصـل الدراسـى الثـانـى

20 February 2010 at 3:59 pm | Posted in Gen 5, MOTIVASI, ORGANISASI, UKHUWAH | 2 Comments
Tags: , ,

بعد أن انتهينا من الامتحان ….

بعد أن اشترينا كتبا كثيرة من معرض الكتاب الدولي….

وانتهينا من الإجازة …

جاء “منتدى خريجي المدرسة الدينية النموذجية كوتو بارو بادنج بانجانج”

ليقدم لكم افتتاح البرنامج فى الفصل الدراسى الثانى   في يوم الإثنين، 15 فبراير 2010 م.

جرت عادتنا في مثل هذه البرامج أن تعدَّ باللغة الاندونيسية، لكننا ارتأينا هذه المرة
أن يكون برنامجنا مميزاً مختلفاً تُحليه اللغة العربية- لغة القرآن الكريم :”وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195)”. [الشعراء/192-195]

من مبدئه إلى منتهاه.

وقد تفضل “شكرى حمدى” بتقديم فقرات البرنامج. ثم بدأ “محمد فطريان قادر” (رئيس المكّى)  بإلقاء كلمة قال فيها : “هذا البيت ليس بيتي وحدي وإنما هو بيتنا جميعاً”.

نستطيع أن نفهم من هذا الكلام أن هذا المكان يستخدم للأنشطة العلمية للطلبة.

وألقى أخونا “مروان إلهامى” (مستشار المكىّ/FS. ALMAKKI) كلمة لتشجيع الطلاب / الطالبات الجدد، موجهاً النصيحة لهم:”لا تظنون أنكم تأخرتم في قدومكم إلى مصر- رغم كل الظروف والصعوبات- فما زال الطريق- طريق العلم أمامكم،فاغتنموا الفرصة واستثمروا وجودكم في مصرلتنهلوا من العلم ما استطعتم، لتكونوا خير ذخر لبلدكم وقت أن تعودوا إليها علماء معلمين”.

وتلتها محاضرة الأستاذ “علي فاضل”- رئيس اتحاد الطلاب والطالبات الإفريقي- حول :” الترغيب فى طلب العلم وتقوية اللغة “.

استهل كلامه بحديث رسول الله – صلى الله عليه وسلم-، متحدثاً عن فضل الخروج فى طلب العلم: عن أنس – رضى الله عنه – قال: قال رسول الله -صلى الله عليه و سلم- : “من خرج فى طلب العلم فهو فى سبيل الله حتى يرجع”.

وعن صفوان بن عسال – رضى الله عنه – قال: قلت: “يا رسول الله ! جئت أطلب العلم، قال: “مرحباً بطالب العلم، إن طالب العلم لتحفّ به الملائكة، و تظّله بأجنحتها، فيركب بعضها على بعض حتى تبلغ السماء الدنيا من حبهم لما يطلب “.

وعن صفوان بن عسال – رضى الله عنه – قال: قلت: “يا رسول الله ! جئت أطلب العلم، قال: “مرحباً بطالب العلم، إن طالب العلم لتحفّ به الملائكة، و تظّله بأجنحتها، فيركب بعضها على بعض حتى تبلغ السماء الدنيا من حبهم لما يطلب “.

أقول: العلم هو عبادة القلب، كان لزاماً على طالبه أن يسعى جاهداً فى اكتسابه.

كما وبيَّن الأستاذ ضرورة تعلم اللغة العربية لأنها مفتاح وأساس كل شيء. ليتمكن الطلبة من التحصيل العلمي المثمر،ويواجهوا الضعف اللغوي الحاصل بينهم،ويكفي قول النبي -عليه الصلاة والسلام-: “إنما العربية اللسان”.

وفي ختام البرنامج، تم تعارف الطلاب والطالبات الجدد على إخوانهم وأخواتهم القدامى، بإشراف “محمد شكرا” (مدير بيت الطلبة المينانج كابويين).

وأعقب ذلك مقترحات من عضوات “المكّيات

وهي:/ALMAKKIYAT”

  • الاهتمام بمدرستنا.
  • تقوية الصلات الأخوّية بيننا.
  • التركيز على القدوة الحسنة والمثل الأعلى بين الطلبة.
  • الاهتمام بالتحصيل الدراسي والتفوق فيه.
  • استمرار الأنشطة العلمية للطلبة.
  • السعي الحثيث للحصول على المرتبة الأولى في: Academy Award PPMI

الحمد الله رب العالمين، أسأل الله أن ينفعنا بهذا البرنامج، ويكتب لنا القبول، وأن يثيبنا جميعاً، ويزيدنا خيراً و بركة – آمين-.

وصلى الله على سيدنا محمد النبى الأكرم، و على آله وصحبه وسلم.

بقلم:  رينى رحماواتى محمد ناصر

المرحلة الخامسة من خريجى المدرسة الدينية النموذجية كوتو بارو بادنج بانجانج

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.