BANGKITKAN POTENSI DAN RANCANGLAH MASA DEPAN

28 March 2010 at 11:29 am | Posted in Gen 4, MOTIVASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Resensi

Judul  buku : Ayqizh Qudratak  wa lshna’ Mustaqbalak

Penulis : Dr. Ibrahirn Faqiy

Penerbit : Dar Ar-Rayah

Junlah  halaman :133

Tahun  terbit :2008

Resentator : Desi Yusdian, Lc.

BANGKITKAN POTENSI  DAN RANCANGLAH  MASA  DEPAN

Anda menbayangkan keseharian  orang yang sukses  dalam hidupnya? Tahukah Anda bagaimana mereka membangkitkan potensi  yang  mereka  miliki?  Pernahkah  Anda  memperhatikan bagaimana mereka merancang masa depan?  Pernahkan  Anda  merenungkan  bahwa  apa  yang mereka  telah  raih  juga  bisa Anda  raih? Manusia diciptakan Allah Swt lengkap dengan segala  potensi yang bisa ia kembangkan.  Memang  tidak  ada  manusia  terlahir  langsung  bisa  mengerti  dan memahani  segala  hal. Namun, Allah  telah menanamkan  bibit-bibit  potensi  yang  dapat mereka  pupuk  dan kembangkan.

Dalam  buku  ini  Dr.  Ibrahim  Faqiy menjelaskan hal  tersebut secara  lugas. Bukankaah  Allah berfirman  “Wafi anfusikum  afala  tubshirun?.”  Oleh sebab itu, orang bijak mengatakar:  “Di dalam  jiwa seorang manusia  terdapat  harta  karun yang  melimpah ruah yang ditanamkan  oleh Allah Swt. pada dirinya.” Di sini tampaklah  bahwa manusia memiliki  potensi dan energi ymg  begitu kuat dan hebat, jika  terus digali  dan diolah maka hasilnya akan lebih optimal. Buku ini  menjelaskm juga  bahwa  ketidaksanggupan  seseorang  mengeksplorasi potensi  tersebut bukanlah  ketetapan  dari  Allah.  Tapi  itu  karena kelemahan mereka sendiri  dalam membaca  dan menggalinya.

Banyak faktor  menyebabkan potensi  itu  membeku  dan  kerap  tidak berpengaruh  dalam kehidupan.  Di antara penghalang tersebut adalah rasa takut yang berlebihan, yang membuat kita  tidak  berani nengambil  resiko. Kekurangan dari segi kesehatan fisik juga sering  dijadikan alasan  untuk tidak berbuat banyak. Selain itu  ia  juga memberikan  beberapa  contoh dari  pribadi-pribadi  sukses sebagai  bentuk  pendekatan  riil  dan  dapat dicerna  oleh  siapapun.

Dr.  Zaki  Ustmao seorang  anak yang dilahirkan dalam keadaan  cacat, namun  ia mampu memperlihatkan pada  dunia  bahwa  cacat bukanlah  penghalang untuk  meraih  masa depan. Ketika berumur  satu  talun  setengah  ia menderita penyakit panas yang  ganas. Penyakit ini mengakibatkan  sebagian anggota  tubulmya  tidak  berfungsi.  Hal  tersebut  tidak menghalanginya untuk  menjadi  pribadi  yang  sukses.  Ia  pun  terus berupaya sesuai dengan kondisi yang ada. Walhasil, kesuksesan  dan  kegemilangan  yang beliau raih jauh mengalahkan mereka  yang normal.

Nyatalah, setiap  individu  yang  diciptakan  Allah  berpotensi untuk  menjadi pribadi yang  sukses.  Untuk bisa  menggapai  cita-cita  tesebut  bangkitkanlah  potensi yang ada. Potensi ibarat  harta karun yang melimpah  ruah. Setelah  itu rancanglah  masa  depan seperti  apa  yang Anda  inginkan.

*Pernah diterbitkan Buletin Mitra edisi LX

Advertisements

EMAK INGIN NAIK HAJI…

3 November 2009 at 12:55 pm | Posted in Gen 1, MOTIVASI | 3 Comments
Tags: , , ,

kaver-emak-final

oleh: Dwi Sukmanila Sayska*

Ini bukannya judul film religi yang akan dirilis 12 November mendatang, yang diadaptasi dari cerpen Asma Nadia? Kok tiba-tiba ngomongin film? Apa shootingnya di Kairo lagi? Hehehe jelas bukan sodara-sodara…

Sebenarnya disini bukan membahas filmnya, tapi pesan moral dari film tersebut, terutama tentang  HAJI-nya itu… hajiapalagi sekarang-sekarang ini kan masisir (mahasiswa Indonesia di Mesir) lagi sibuk-sibuknya ngurus keberangkatan haji, ada yang jadi petugas temus (tenaga musiman) dan ada yang haji pribadi.

Bahkan dari Almakkiyat juga ada lho yg haji…selamat jalan ya ukhty…semoga meraih haji mabrur…jangan lupa doakan kami semuwa…agar diampuni dosa, diberi bahagia di dunia dan di surga, dan dipanggil Allah pula kesana ^_^ Oh ya…oleh-olehnya jangan lupa…

Kembali ke film, berdasarkan info dari berbagai sumber dan kesimpulan sepihak stelah liat trailernya, film Emak Ingin Naik Haji menyentil fenomena sosial ketimpangan umat Islam Indonesia dalam melaksanakan rukun Islam kelima. Emak adalah representasi dari kelompok masyarakat yang sangat merindukan Mekkah tapi karena faktor finansial, pergi haji hanyalah impian yang sangat jauh di awang-awang (kayak Asrul dan Udin di PPT 3 juga). Sementara itu, Juragan Haji bersama keluarganya yang kaya raya, dengan sgala kemudahan bisa pergi haji dan umroh kapan saja mereka suka. Adapula Pak Joko, politisi yang memaksakan diri pergi haji karena ingin memamerkan titel hajinya saat pemilu demi meraup banyak suara. Sedangkan putri juragan yang masih belia pergi umroh hanya karna bareng artis idola.

Hal yang paling menyentuh adalah kegigihan Emak mewujudkan impiannya, menyisihkan rupiah demi rupiah dari hasil jualan kue dan sebagian hasil jual lukisan anaknya, Zein untuk ditabung jadi ONH. Bagaimana dengan kita? Sementara jarak ke Mekkah jauh lebih dekat dibanding dari Indonesia. Memang sih, haji dari Mesir tidaklah mudah, walau ONH cuma ½ dari ONH Indonesia, tapi tetap saja MAHHALL karna belum termasuk akomodasi dan komsumsi di tanah suci. Belum lagi wanita harus punya mahram, jadwal haji yang bentrok sama waktu kuliah atau ujian, si kecil yang tak mungkin ditinggal dll.

panggil kami ya Rabb

Tapi setidaknya, apakah kerinduan itu sudah bersemayam di hati kita, untuk segera menjadi tamu di rumah-NYA? Atau malah kekurangan dana sudah bikin kita putus asa tanpa terus berjuang agar bisa haji tahun depan, depannya lagi atau depan-depannya lagi? Atau karena merasa masih muda, belum terfikir untuk menyambut panggilan suci-Nya? Memang benar, haji hanya wajib bagi merka yang mampu menunaikannya, dan itu bukan sekedar masalah dana…tapi apakah kita sudah berusaha untuk mampu? Akhwati fillah… Sudahkah niat terpancang di jiwa kita agar pergi haji bukan tinggal khayalan semata? Seperti ungkapan Emak: “raga Emak mungkin tidak mampu kesana, tapi Allah tahu, hati Mak udah lama ada disitu…”

masjiid-alharamnabawi

bundaDi sisi lain, film ini (baca: trailernya) juga menyentak kalbu menyaksikan perjuangan Zein untuk menghajikan ibunya.  Mengingatkan kita tentang bakti pada ibunda, atas kasihnya yang tak akan terbalas dengan dunia dan seisinya. Sudahkah kita mampu walaupun sekedar mengukirkan seulas senyum di wajah tulus ibu terkasih? Telahkah kita percikkan sedikit bahagia di bening hati bunda tersayang? hujan

Untuk menambah tabungan haji Emak, Zein bahkan sempat berniat mencuri, hingga akhirnya ikutan undian di koran dan menang. Namun saat akan memberitahu kabar gembira itu pada Emak, dia kecelakaan, koran di tangannya berhamburan dibasahi hujan.

doakuPerjuangan itu menyusupkan rindu, melayang jauh ke sebrang benua sana, mengenang ayah bunda tercinta… betapa ingin membawa mereka ke Mekkah…Ya Allah kabulkanlah…

Mak
ingin kubawa kau pada rumah mimpimu
yang dari dalamnya terpancar keindahan Ilahi
dan berjuta tanda kebesaran-Nya

Tapi Mak
tanganku terlalu lemah dan daya yang kupunya
seperti hembusan angin melintas celah batu karang

Mak
rumah mimpimu
entah kapan kupersembahkan
tapi ia selalu ada dalam doaku

(puisi dikutip dari anadia.multiply)

*Lulusan S2 al-Quran Sunnah Univ Kebangsaan Malaysia – Gen 1 MAKN Putri

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.