Penutupan Program Almakkiyat 2009-2010

31 August 2010 at 12:15 pm | Posted in Gen 9, KEGIATAN, Uncategorized | 1 Comment
Tags: , , ,

By: Lina Rizqi Utami

Bismillahirrahmanirrahim.

Seiring berjalannya waktu, berputarnya bumi pada poros dengan ketentuan-Nya, mengalirnya riak air tak henti henti, dan alam tetap pada kepasrahannya menjalankan titah Sang Pencipta, maka Qadarullah pun menetapkan berakhirnya periode masa bakti kepengurusan Al Makkiyat 2009/2010 dengan koordinator ustazah Reni Rahmawati.
Sabtu, 28/8/2010 menjadi saksi berakhirnya kegiatan Almakkiyat periode 2009/2010 sekaligus silaturrahmi akbar anggota Al makkiyat dengan suguhan acara yang menarik. Acara dilaksanakan di rumah salah satu grand senior Al makkiyat yaitu ustazah Dwi Sukmanila Sayska bertempat di Saqor Quraisy. Acara ini dimulai pada jam 16.15 WK, yang di bawakan oleh Lina Rizqi Utami. Kemudian setelah beberapa kata sambutan dari sohibul bait sekaligus penjamu kami pada malam itu dan koordinator Almakkiyat, acara di meriahkan dengan adanya doorprize dari pengurus.

Terbukti para hadirin sangat antusias menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut dengan menipisnya hadiah yang telah disiapkan. Pertanyaan itu seputar pembahasan kajian Tafsir Hadis Almakkiyat, ke KMM_an, hafalan Al-qur’an dan pertanyaan2 umum. Acara selanjutnya cerdas cermat tuhfatul atfal yang sebenarnya diikuti oleh 3 peserta, tetapi yang siap diujikan adalah 2 peserta. Sesi ini dimenangkan oleh ustazah Elvi Rahmi.
Acara di pending beberapa jam karena azan telah berkumandang. Hidangan yang telah tersedia menjadi penyegar kerongkongan, dan penghilang rasa lapar setelah menahan diri dari lapar dan haus selama sehari penuh. Es bandung buah, Pargedel jagung, dan kue dorayaki chocolatah menjadi menu buka puasa yang disiapkan oleh pengurus sekaligus sohibul bait. Setelah bersantap ria, maka Salat maghrib berjamaah pun segera ditunaikan dan sesudahnya makanan berat siap untuk disantap dengan menu nasi sup daging special dan sambalado mantap.
Setelah berehat sejenak, acara disambung dengan doorprize dadakan karena hadiah tinggal satu buah. Pertanyaan dari pembawa acara dijawab oleh ustazah Kemala Dewi sebagai penunjuk pertama. Kemudian acara terakhir sekaligus penutup, yaitu pembagian sertifikat kepada para pemakalah kajian tafsir hadits Al makkiyat, sekaligus pembagian sertifikat kepada peserta terbaik khat riq’ah yaitu ustazah Desri Ningsih, dan ustazah Regita Asy Syifa. Acara ditutup dengan foto bareng dan pembacaan do’a kafaratul majlis

Insan Super: Baik dan Bermanfaat

9 May 2010 at 11:58 am | Posted in AKHLAK, Gen 9, MOTIVASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Oleh: Lina Rizqi Utami

Pendahuluan

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خير الناس أنفعهم لناس

Beranjak dari hadits tersebut dapat kita ceritakan kandungan yang terkait dengan sesuatu yang super, baik dan bermanfaat. Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Keanekaragaman yang membuat manusia saling bergantung. Melengkapi kekurangan dengan kelebihan, menghapus kejelekan dengan kebaikan. Keterkaitan yang dimiliki manusia menjadikan kita tak dapat hidup sendiri. Garis horizontal yang menghubungkan satu dengan yang lainnya diikat oleh rumpun dialek masing masing ras serta budaya dan latar belakang akhlak yang berwarna warni. Ikatan ini difilter oleh Islam dalam aturan-aturannya yang tersusun raai baik itu terkait individu maupun sosial. Dengan adanya aturan tersebut tidak membuat perbedaan menjadi penghalang. Manusia dapat saling tolong menolong  dan pastinya setiap dorongan untuk berbuat kebaikan akan dibalasi pahala oleh Allah swt.

Manusia Baik, Manusia Manfaat

Cerminan dari realita yang terjadi pada saat sekarang menggambarkan bayangan hidup yang serba individulis, saling tidak peduli, krisis kebaikan, minim tata karma, terutama para remaja yang saat ini huru hara mereka sangat meresahkan ummat, begitu juga masyarkat yang terkadang kita dapati mereka saling benci dan mencaci, bahkan terhadap tetangga tak ada lagi rasa peka sosial, padahal baginda Rasulullah saw telah bersabda :

عن ابى هريرة رضى الله عنه قا ل , أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : من كان يؤمن با لله واليوم الأخر فليقل خيرا أو ليصمت , ومن كان يؤمن با لله واليوم الأخر فليكرم جاره , و ومن كان يؤمن با لله واليوم الأخر فليكرم ضيفه

(رواه البخارى و مسلم)

Dari hadits diatas menjelaskan bagaimana bergaul antara sesama, adab terhadap diri sendiri yang tidak boleh berbicara sembarangan, maka kita dituntut lebih baik diam, adab terhadap tetangga untuk saling menghormati dan menghargai, dan adab terhadap tamu untuk memuliakannya. Hal ini telah diatur semua oleh islam dalam seluruh tatanan kehidupan supaya hidup lebih teratur terutama dalam segi hubungan sosial. Setiap personal dituntut untuk melakukan kebaikan dan pastinya Allah pun akan memberi doorprize terhadap kebaikan yang telah kita lakukan. Allah swt berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 110 :

….وما تقدموا لأنفسكم من خير تجدوه عند الله, إن الله بما تعملون بصير

“…dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan  mendapatkan pahala disisi Allah. Sungguh Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Setiap kesalahan manusia akan dihapus dengan tobat, dan tobat itu merupakan pertanda baik yang datangnya dari Allah, karena Allah telah membungkus satu paket kebaikan beserta imbalannya yang dituntut dari hal yang paling kecil sampai hal hal yang menyangkut masalah ummat. Allah swt berfirman dalam surah Ali Imran

ayat 104:

ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير و يأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر, وأولئك هم المفلحون.

Motivasi yang diberi oleh Allah sangat banyak untuk melakukan kebaikan, dan semua perintah untuk berbuat baik itu telah lengkap di dalam Al Qur’an baik terhadap individu maupun social. Diantaranya Allah menyeru untuk bersegera dalam melakukan kebaikan, mendamaikan kepada yang saling berseteru, jujur, berkata baik, istiqomah, memenej hati, saling memaafkan, berkasih sayang antar sesama, bertoleransi, menjaga harga diri, menundukkan pandangan, seimbang dalam setiap urusan, syukur nikmat, sabar, tawadhu, menepati janji, dan menjaga kebersihan. Semua kebaikan inilah yang akan menghapus kelakuan jelek dan kejahatan yang banyak terjadi. Baginda Rasulullah saw bersabda dalam hal ini :

إتق الله حيثما كنت و أتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن

(رواه أحمد و الترمذى)

Jika ada kesalahan yang terjadi, janganlah ditutupi, apalagi kesalahan itu merugikan masyarakat, bahkan jika kita sendiri pelakunya atau keluarga, maka haruslah diberi sanksi, Allah swt berfirman

يأيها الذين امنو كونوا قوامين بالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو الوالدين والأقربين , إن يكن غنيا أو فقيرا فالله أولى بها, فلا تتبعوا الهوى إن تعدلوا و ان تلووا او تعرضوا فإن الله كان بما تعملون خبيرا

Kebaikan itu datangnya dari diri sendiri, maka pastinya setiap kebaikan itu akan mendatangkan manfaat bagi orang lain, Allah swt berfirman dalam surah Taha ayat 72 :

…فاقضما انت قاض, إنما تقض هذه الحيوة الدنيا

… maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan, sesungguhnya engkau yang dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.

Mengutamakan kepentingan orang lain  adalah suatu kebaikan yang dilakukan seseorang, hal ini telah tergambar pada masa nabi yang terdapat dalam surah Al Hasyr ayat 9 :

والذين تبوءوالدار والإيمان من قبلهم يحبون من هاجر إليهم ولايجدون فى صدورهم حاجة مما اوتوا ويؤثرون على أنفسهم ولوكان بهم خصاصة, ومن يوق شح نفسه فألئك هم المفلحون

Bermanfaat dimanapun dan kepada siapa saja, baik jasa maupun tenaga, seperti mengamalkan ilmu  yang telah di dapat, membantu orang yang sedang kesusahan, mengajak pada kebaikan dan memperbaiki kesalahan, seperti sabda baginda rasulullah saw :

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده, فإن لم يستطع فبلسانه, فإن لم يستطع فبقلبه, وذلك أضعف الإيمان

Kesimpulan

Keutamaan akhlak yang baik  sangat banyak, yaitu diantaranya orang menjadi senang, merasakan kenikmatan berakhlak baik yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, kebaikan juga menjadi ciri kemuliaan tabi’at seseorang, terkadang secara tidak sengaja kebaikan bisa merubah musuh pada alur kebenaran, kebaikan juga pertan da kesempurnaan iman serta memberatkan amal timbangan kebaikan di hari kiamat, kemuadian kebaikan juga menjauhkan kita dari siksa api neraka, sebagaimana sabda Rasulullah saw :

عن عبد الله ابن مسعود رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ألا أخبركم بمن يحرم على النار أو بمن تحرم عليه النار : على كل قريب هين سهل

(رواه الترمذى والطبرانى)

Bermanfaat dalam segi apapun, dimana pun, dan kepada siapa pun, Insya Allah berkah Allah akan datang, kasih manusia akan mengenang kebaikan. Seperti kata pepatah kebaikan itu akan dikenang walau kita sudah tiada. Maka jadilah manusia yang baik, bermanfaat dan KEEP YOUR SELFJ WAllahu’alam

Mahasiswa Muslim Ideal

17 December 2009 at 10:00 am | Posted in AKHLAK, Gen 9, MOTIVASI | Leave a comment
Tags: ,

Oleh : Lina Rizqi Utami

Pendahuluan

Dalam sebuah tahapan hidup telah ada ketentuan dasar terhadap pendidikan. Dimulai dari playgroup, TK, SD, SMP, SMU dan kemudian status paling produktif yaitu mahasiswa. Ketika jenjang ini telah kita lalui tahap demi tahap, maka kesempurnaan akan terasa tatkala ilmu yang didapat segera diamalkan. Oleh karena itu, banyak perguruan tinggi yang menawarkan jurusan-jurusan terbaik sebagai modal hidup untuk mendapatkan skill. Pilihan terbaik ada di tangan kita sebagai generasi muda, karena jika salah pilihan maka kita akan kehilangan orientasi untuk menentukan target hidup. Sebagai mahasiswa dituntut untuk menggali ilmu lebih dalam dunia maupun akhirat. Karena orang berilmu adalah pewaris para ulama dan orang yang paling takut kepada Allah. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Fatir:28

انما يخشى الله من عباده العلماء

Realita Mahasiswa Zaman Modern

Waktu telah unjuk gigi, dimana manusia bisa mengikuti arus globalnya yang terbentang luas. Mahasiswa jadi santapan lahap oleh sang zaman, ketika mahasiswa tidak mampu membendung arus yang semakin kencang. Contoh dari arus itu adalah pemikiran-pemikiran liberal yang ditawarkan oleh orang orientalis untuk mencuci otak mahasiswa muslim. Kewajiban yang seharusnya di kerjakan oleh seorang mahasiswa jadi terabaikan. Pemikiran yang rasional kini tidak lagi bertumpu pada akal sehat. Kenapa ini bisa terjadi? Jawabannya ada pada diri sendiri. Mungkin sebagian mereka tidak lagi menyadari hakikat seorang penuntut ilmu. Keganasan zaman menjadikan generasi muda kita rusak seiring berkurangnya uswah hasanah dalam menuntut ilmu. Norma dalam tatanan masyarakat telah diabaikan karena pengaruh ghazwul fikri yang menimpa kaum muslimin, mulai dari anak-anak, orang tua dan para remaja. Inilah yang menjadi problematika kegagalan seorang mahasiswa dalam urusan diin, bisa jadi sebagian diantara mereka dimudahkan Allah SWT jalan untuk menuju sukses dunia, tapi tidak untuk ummat, hakikatnya mereka yang sukses tanpa agama, hanya tipuan belaka, seperti sabda Rasulullah SAW

الدنيا ملعونة ملعون ما فيها الا ذكر الله تعالى وما والاه و عالما او متعلما (رواه اترمذى و قال (حديث حسن)

Hakikat Sang Mahasiswa Ideal

Mahasiswa yang terampil ilmu dan agama dan dunia tentu mempunyai strategi jitu, bagaimana kesuksesan mereka sebagai mahasiswa dambaan ummat dan negara, yaitu dengan teknik beradab yang ditanamkan dalam diri, terutama bagi kita yang sedang menyandang status mahasiswa :

  1. Menyadari bahwa menuntut ilmu itu adalah ibadah.
  2. Semakin tinggi ilmu yang kita miliki maka, semakin takut kita kepada Allah.
  3. Meneladani kisah para salafus shaleh dalam mencari ilmu, serta keikhlasan mereka dalam menuntut ilmu.
  4. Zuhud dan tawadhu terhadap fatamorgana dunia.
  5. Mengamalkan dan mengajarkan  ilmu yang telah didapat. Karena itu merupakan sebuah amalan yang tidak putus-putus pahalanya, seperti sabda Rasulullah SAW :

اذا ما ت ابن ادم انقطع عمله الا من ثلاث صدقة جارية او علم ينتفع به او ولد صالح يدعو له (رواه مسلم)

  1. Tidak sombong dengan ilmu yang telah dimiliki.

Oleh karena itu, kesadaran yang mulai ditumbuhkan akan mewujudkan hakikat seorang mahasiswa ideal dengan adab dan pengamalan dalam kesehariannya serta melaksanakan kewajiban sebagai mahasiswa.

Mahasiswa adalah dambaan ummat dan negara, karena ditangan mereka akan berlanjut estafet kemajuan Negara. Tapi tidak semua mahasiswa dapat dikatakan penerus bangsa. Yang dikatakan penerus bangsa itu adalah mahasiswa yang ideal, seimbang agama dan dunia. Mereka yang faqih dalam urusan agama, dan eksis dalam urusan dunia, Allah SWT berfirman dalam surat  At-taubah:122

و ما كا ن المؤمنون لينفروا كافة فلولانفرمن كل فرقة منهم طائفة ليتفقهوا فى الدين ولينذروا قومهم اذا رجعوا اليهم لعلهم يحذرون

Mahasiswa yang ideal peduli terhadap kemajuan agama dan ummat. Mereka sangat prihatin terhadap perkembangan zaman yang banyak merusak moral kaum muslimin terutama mahasiswa sebagai calon penerus. Mereka berkhidmat untuk organisasi sebagai latihan menjaga amanah, bertanggung jawab, sosialisasi dengan berbagai karakter, disiplin, bertoleransi, dan tentunya belajar sabar. Karena organisasi adalah salah satu wadah untuk mencerdaskan emosional mahasiswa, sedangkan spiritual harus sudah tertanam dari kecil, dan disempurnakan pada masa-masa produktif ini sebagai mahasiswa yaitu dengan ikut kajian islam, talaqqi bagi mahasiswa yang menuntut ilmu di Mesir, tahfizul qur’an, dan intinya pembinaan diri sendiri untuk dekat dengan Sang Khaliq.

Intelektual akan sempurna ketika pembinaan emosional dan spiritual telah terjalani. Karena sebagai mahasiswa tidak dituntut untuk mengejar gelar dan naik tingkat, tetapi  kedalaman ilmu lah yang mesti diraih. Allah SWT berfirman dalam surat Taha:114

و قل رب زدنى علما

Dengan adanya ilmu maka akhirat dapat kita kejar dan dunia dapat kita raih. Keistimewaan orang berilmu sangat banyak, karena ilmu bagai permata di dasar lautan, tak lekang oleh waktu dan tak hapus di makan zaman. Rasulullah SAW bersabda:

عن ابى الدرداء رضى الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول من سلك طريقا يبتغى فيه علما سهل الله طريقا الى الجنة و ان     الملائكة لتضع اجنحتها لطلب العلم رضا بما يصنع و ان العلم ليستغفر له من فى السماوات ومن فى الا رض حتى الحيتان فى الماء و فضل العلم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب و ان العلماء ورثة الانبياء و ان الانبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما و انما ورثوا العلم فمن اخذه يحظ وافر( رواه ابو درداء و الترمذى )

Dari hadits diatas jelaslah bahwa orang yang memiliki ilmu mendapat keutamaan, semua yang berada dilangit dan dibumi memintakan ampun kepada Allah SWT untuk sohibul ‘ilmi. Karena ilmu itu bagai mutiara dan alam pun bertasbih memuji hamba Allah yang berilmu. Oleh karena itu, sebagai mahasiswa tanamkanlah azzam untuk cinta kepada ilmu, karena betapa gembiranya ummat dan negara memiliki penerus yang berilmu dan berwawasan luas.

Kesimpulan

Apa yang ditanam itulah yang dituai, seperti itulah hakikat kita sebagai seorang mahasiswa. Apa yang kita usahakan sekarang maka, akan muncul hasilnya dikemudian hari. Sadarilah, apa yang akan kita wariskan oleh anak cucu kalau bukan ilmu yang bermanfaat. Ilmu agama dan dunia. Karena tanpa agama manusia binasa, tanpa ilmu manusia buta, dan tanpa iman manusia sengsara. Tak ada yang patut disombongkan dengan apa yang telah diusahakan. Mumtaz, jayyid jiddan, jayyid bukanlah sebuah kata “final” bagi penuntut ilmu sejati, tetapi mardhotillah lah sebagai tujuan dari penghambaan kita kepada Rabbul Jalal. Asalallahu ta’ala ayyaj’alani wa iyyakum man haa ulaai allazina faqqahu fidinillahi wa ‘amiluu wa ‘allamu wa nafa’u wa intafa’u bih.

*MAhasiswi tk 1 Al-Azhar Mesir – Gen 7 MAKN Putri

SWEET FRIENDSHIP

25 November 2009 at 12:21 pm | Posted in Gen 9, UKHUWAH | 5 Comments
Tags: , ,

BY: LiNA kIyOeT*

Object : SGC-9 Gank,, (SMART GIRLS CLASS_9)

Teman-teman miss you….miss you…miss you…..miss you all. Kata-kata itulah  yang sering terlontar diantara kami angkatan 9 MAKN Putri atau nama kerennya SMART GIRLS- 9 ketika chatting n talking via net. Persahabatan yang indah di kala pertemuan, terlerai oleh sebuah perpisahan. Setiap generasi MAKN pasti merasakan pula. Tiga tahun ukhuwah terjalin di kampus MAN/MAKN Kotobaru Padang-Panjang. Sebuah ikatan yang tak mudah merajutnya dan otomatis terlalu sulit untuk mengurainya kembali, karena persahabatan itu telah terjalin erat dengan ikatan kasih sayang karena Allah.

Sebagaimana firman-Nya dalam surat al-Anfal ayat 63, artinya:

Dan Dia yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.

Kenapa anugrah persahabatan ini bisa kita raih? Karena kita satu tujuan, satu rasa, satu cita-cita ketika kita masih cupu, imut dan culun abis. Segala program kita jalani selama di asrama, yang menuntut kedisiplinan dan pengendalian emosional. Kekompakan dan persaudaraan, terkadang ditingkahi oleh percikan-percikan kecil perselisihan dan prasangka. Semuanya menambah warna-warni persahabatan kita. Tak ada yang dapat mengganti sgala keterikatan itu, yang telah melekat kuat di memori terdalam diantara  kita. Suka, duka, tawa dan air mata telah kita satukan dalam satu filter perjuangan; mempertebal iman, memperdalam ilmu pengetahuan.

Hmmm…sungguh perjuangan yang begitu indah, tak terlukiskan dengan kata-kata. Marapi dan Singgalang menjadi saksi, betapa kuat jalinan rasa dan emosi kita. Tak ada yang tau apa yang kan terjadi ketika rasa rindu kita memuncak di hiruk pikuk aktivitas kampus ketika peran kita telah berubah menjadi mahasiswa. Kita sudah terpisah oleh jarak dan waktu, pemikiran pun akan mulai berbeda.


Tapi saya yakin dari relung hati terdalam, yang namanya SMART GIRLS- 9 tetap harum namanya di hati masing-masing anggota, Karena tak mudah untuk mengukirnya. Banyak kenangan yang terjadi di dalamnya, disaksikan dinginnya udara Kotobaru, indahnya talago dan kokohnya Marapi dan Singgalang yang menjulang tinggi. Agenda mingguan, bulanan, tahunan yang nyaris menyentuh habis jiwa dan raga ini, merubah hal yang tak biasa menjadi biasa, merubah yang biasa menjadi luar biasa. Kegersangan rohani  disegarkan oleh lantunan Al-Qur’an kala pagi dan petang. Setoran yang disepakati dalam tahfizul Al-Qur’an dan serba-serbi hukuman yang membuat kenangan itu semakin manis. Ah… KotoBaru itu memang kampus seribu satu kenangan.

Gejolak remaja pun terkontrol dengan peraturan yang mengikat namun indah, yang membuat rasa akan terjaga, lebih mementingkan redha-Nya. Keakraban dan kedamaian yang membuat kita nyaman, diselingi candaan yang menjadi banyolan ketika disiplin ditegakkan, penghilang ketegangan atas pelanggaran yang terjadi karena khilaf masa remaja, ‘iqob “menyeramkan” tapi tetap dijalankan.

Ketegangan ujian dihanyutkan dengan panorama Ilahi yang menakjubkan dan suasana dingin yang menyentuh relung jiwa. Menyusupkan kedamaian dalam balutan selimut ketika istirahat malam setelah seharian penuh beraktivitas; sekolah, tutorial sore hingga program-program asrama.

Semangat menggebu dalam agenda Ramadhan,  kerjasama antara anggota persatuan daerah, menyatu dalam arena panggung perpisahan kelas 3, yang dilengkapi dengan kelas 2 sebagai panitia pelaksana, dan kelas 1 yang mengisi acara. Muaffat dan Firqoh Mubarah jadi agenda pelepas penat. Tarbiyatul Ula sebagai perkenalan bagi anak-anak baru menjadi momentum  pendewasaan diri bagi kelas 3 untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya.

Bagi MAKN Putri generasi awal hingga kini, Aspi III adalah tempat ukhuwah terindah yang pernah ada. Ustad dan ustadzah yang sabar membimbing dan mendidik kami supaya menjadi manusia berguna bagi agama dan bangsa. Warna-warni kebersamaan dengan teman-teman, kakak-kakak dan adik-adik kelas mendewasakan diri dalam menapaki perjalanan selanjutnya. Ah…sebuah kenangan hidup yang tak akan terlupa….

ASPI III, ASPA, KNPI, KNPA, Mesjid Noer_El Hikmah, Menara, Tembok Berlin (xixixixi,,,istilah kita2 aja tu), dan seluruh kampus MAN/MAKN, serta sawah, talago, pasar Kotobaru, gunung Marapi dan Singgalang…telah mengukir pengalaman hidup terindah. Dan sekarang, sebuah persatuan almamater telah mengikatnya di negeri para nabi, ardul anbiya’ -meski telah berubah status sebagai mahasiswa Al-Azhar University, Cairo- yaitu Almakki / Almakkiyat…

*one of members SG-9, mahasiswi tk 1 Syariah Islamiyah Al-Azhar Kairo

Foto-foto sekolah diambil dari FB MAKN Koto Baru Padang Panjang

DISKUSI ILMIAH I: KAJIAN HADIS ANTARA ULAMA DAN FEMINIS

9 November 2009 at 3:39 pm | Posted in Gen 9, hadis, KAJIAN | 2 Comments
Tags: , , ,

oleh: Lina Rizki Utami*

Kalo bicara soal kajian, biasanya tak terlepas dari sorotan membosankan dan bikin ngantuk, tapi tidak untuk kajian yang satu ini. Diskusi Ilmiah Tafsir-Hadis Almakkiyat, yang membuat wawasan bertambah dan ilmu meluas. Alhamdulillah, 5 November 2009 kemaren, Almakkiyat telah menyelenggarakan salah satu agenda istimrornya, yaitu kajian ilmiah tafsir hadis yang rencananya diadakan rutin setiap kamis di mingu pertama dan ketiga tiap bulannya. Kajian berdurasi 3,5 jam di rumah Ummu Abdullah ini, diisi oleh Uni Dwi Sukmanila Sayska sebagai pemakalah perdana. Dikemas dengan bahasa lugas dan sederhana dalam sebuah makalah ilmiah, dan dipresentasikan dengan enjoy oleh pemakalah. Tapi kajian yang dihadiri 15 anggota ini, tetap memegang norma-normanya yang bersifat ilmiah, akurat dan terdepan. Informasi yang kita terima adalah hotnews yang ter-update, so…ga bakal ketinggalan isu-isu kontemporer deh.

Tema yang diusung adalah “Metode Kritik Dan Pemahaman Hadis Antara Ulama Dan Feminis”. Tema ini sangat menarik bagi Almakkiyat, karena selain menyuguhkan metode kritik sanad dan matan hadis menurut para ulama klasik dan kontemporer, juga membuka wawasan kita tentang kajian feminis dalam memahami hadis, terutama hadis tentang kewanitaan. Contohnya, hadis tentang wanita penduduk neraka paling banyak serta kurang akal dan agamanya, hadis tentang istri sujud pada suami, hadis tentang wali nikah yang mesti seorang lelaki, bahkan wali berhak memaksanya sehingga menghalangi wanita menikah dengan calon pilihannya, hadis tentang konsep mahram bagi wanita dalam perjalanan sehingga membatasi ruang gerak kaum wanita, hadis yang menyatakan laknat malaikat atas istri, jika enggan memenuhi panggilan suami ke tempat tidur, sehingga istri bagaikan sekedar objek pemuas nafsu lelaki dan sebagainya.

Dalam menseleksi sebuah hadis, ulama telah menerapkan kritik sanad yang sangat ketat sejak abad pertama Hijrah. Seorang rawi tidak saja dinilai kecerdasan dan kekuatan hafalannya (dhabt), tapi juga kewaraan dan keshalehan pribadinya (‘adalah). Ibnu Sirin (w.110 H) mengisahkan kejadian di masa shahabat: “Pada mulanya kaum muslimin jika mendengar sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdirilah bulu roma mereka. Namun, setelah terjadinya fitnah, jika mendengar hadis mereka selalu menanyakan: “Sebutkanlah rawi-rawi hadis kalian itu”. Jika rawinya adalah orang-orang yang berpegang pada sunnah (ahl al-sunnah) maka hadis mereka terima, tetapi jika rawi-rawinya pelaku bid’ah (ahli al-bidah) maka hadisnya ditolak.

Memang hadis baru dibukukan secara resmi pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz (w.101 H), tetapi bukan berarti tidak ada shahabat yang menulis hadis. Bahkan untuk menentukan otentisitas sebuah hadis, selain meneliti kredibilitas rawi, para ulama shabat juga saling membandingkan riwayat-riwayat yang mereka dengar dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam. Pemakalah memberikan contoh riwayat tentang kritik matan yang terjadi di kalangan shahabat, yaitu Aisyah mengkritik riwayat Abu Hurairah, dan kisah Khulafaurrasyidin menguji keotentikan hadis dengan meminta rawi mendatangkan saksi atau bersumpah. Inilah cikal bakal kritik matan yang kemudian semakin berkembang dan melahirkan berbagai cabang ilmu hadis seperti ilmu mukhtalaf hadis, nasikh mansukh, dan lain-lain. sekaligus mematahkan tudingan kalangan feminis bahwa ulama hadis mengabaikan kritik matan sehingga meloloskan hadis-hadis misoginis.

Tongkat eftafet penelitian hadis dan penjagaannya dari pemalsuan terus berlanjut dalam majlis ilmu dan pena para ulama dari generasi ke generasi. Hingga di abad ke 3 Hijrah menjadi masa keemasan dalam pembukuan hadis dimana lahirlah kitab-kitab hadis monumental yang kita nikmati hari ini.

Sedangkan dalam memahami sebuah hadis, para ulama juga telah menetapkan berbagai kaidah, yaitu: memahami hadis sesuai petunjuk Al-Quran, menggabung hadis-hadis yang bertema sama dan menyelesaikan jika seolang-olah saling bertentangan, meneliti asbabul wurud dan kondisi ketika disabdakan, menganalisa redaksi bahasa (majaz/kiasan atau fakta, muthlaq atau muqayyad dll). Semua ini dilakukan para ulama demi menyebarkan pemahaman yang lurus terhadap hadis-hadis Rasulullah yang merupakan pilar kedua agama ini setelah Al-Quranul karim. Bukan seperti kecurigaan segelintir feminis muslim bahwa ulama memahami hadis dan meletakkan pondasi fiqh demi mengukuhkan dominasi laki-laki dan budaya patariarki. Sedangkan kaum feminis sendiri dalam menilai sebuah hadis cendrung memakai logika akal semata berdasarkan ide kesetaraan gender yang diusungnya.

Setelah dikupas tuntas dengan diskusi aktif dengan para anggota, terbukti bahwa para feminis mengkaji hadis tidaklah mendalam, hanya mengekori pendapat  orang-orang sebelum mereka dari kalangan orientalis dan pemikir Islam yang berpegang pada ideologi feminis. Mereka lebih mengedepankan logika akal semata dan berpegang pada ilmu humaniora barat, sehingga mendapat kesimpulan yang jauh berbeda dari apa yang telah disepakati oleh ulama klasik maupun kontemporer.

Klaim mereka yang mengatakan dalam hadis terdapat unsur misoginis yang tak sesuai dengan kesetaraan gender tidaklah terbukti. Sebab, dalam Islam keadilan antara lelaki dan perempuan bukanlah semata-mata sama segala sesuatunya, tapi menempatkan posisi mereka secara adil, setara hak dan kewajiban sesuai fitrah masing-masing. Semestinya, para feminis muslim, dalam memperjuangkan hak-hak wanita, tetap membangun kerangka berfikir dengan menggunakan cara hidup (worldview) Islam. Bukan malah menarik masalah sosial ke akar ideologis yang membuat mereka selalu menyalahkan teks-teks agama –al-Quran dan hadis– serta penafsiran ulama sebagai pemicu terjadinya ketidakadilan dan penindasan terhadap wanita dalam masyarakat muslim.

So…jelaslah sudah, dengan kajian ini bertambahlah wawasan tentang perbandingan cara mengkritik dan memahami hadis antara ulama dan feminis yang menentang sebagian hadis sahih demi mengusung ide kesetaraan gender yang mereka anut.

Bagi yang belum ikutan diskusi perdana, gak usah kecil hati…tuk kajian berikutnya Almakkiyat punya Uni Arina Amir yang akan membahas kajian tafsir. Insya Allah akan digelar hari Kamis, 19 November 2009 jam 2 siang waktu Kairo di rumah Ummu Utsman. Bagi anggota tetap (yang juga akan dapat giliran presentasi), makalah akan disebar satu atau dua hari sebelum acara. Tapi tidak menutup peluang bagi akhwat lain untuk tetap hadir diskusi, meskipun harus copy makalah sendiri…^_^

Come on ukhti fillah….Lets kita hadiri, kita simak, n kita amalkan. Wallahua’lam bishawab.

*Mahasiswi Syariah Islamiyah Univ Al-Azhar – Gen 9 MAKN Putri

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.