kasih tiada batas

25 October 2010 at 11:22 am | Posted in Gen 6, KELUARGA, SASTRA | Leave a comment


by: Fitri Shabrina

mata nanar itu

bak bendungan yang hendak tumpah

alirkan  deras anak sungai

begitu sayu…

 

garis keras dipipimu

siratkan berjuta makna

dalam menapaki tapak demi tapak hidup

sangat pahit…

 

jemarimu yang mulai gemetaran

dengan buku yang mulai mencuat

kalahkan lapisan kulit yang kian menipis

selalu tadahkan doa-doa

mengharap pada Sang Pencipta

di sudut malam nan gelita

 

saat sang raja siang kian membakar

kau terus ayunkan cangkul tua

menanam benih-benih muda

seraya terus lantunkan do’a

demi lambung anak-anakmu yang menganga

memang,

mengharap pada manusia

selalu berbuah kecewa

 

bunda…

cita kami membuatmu berkalang duka

rentetan pinta kami membuatmu tersiksa

namun, tak ada penolakan walau sepatah kata

hanya seulas senyum yang tersungging di sudut bibirmu yang mulia

 

bunda…

betapa kami tiada berbakti

kami penuhi hidupmu dengan tuntutan tiada henti

sedangkan membalas walau setitik jasamupun tak pernah kami sanggupi

sedang kasihmu tiada berbatas lagi

 

bunda…

begitu egoisnya kami

jutaan pinta mengalir dari lidah ini

padahal,

di pengujung malam hari

kau terus memutar keras memori

siapakah yang dapat dihutangi esok pagi…?

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: