MUSLIMAH DAN FASHION

10 July 2010 at 4:24 pm | Posted in AKHLAK, AL-QURAN, Gen 5, MOTIVASI | 2 Comments
Tags: , , , ,

Oleh: Reni Rahmawati

lslam  tidak  melarang  wanita menghias  diri,  berdandan  rapi  dan berpenampilan  anggun,  tetapi  semuanya itu juga  harus  disertai  dengan  niat  untuk beribadah  dan  jangan  sampai menimbulkan  fitnah. Wanita muslimah mestinya  merasa  sedang  melakukan ibadah manakala  ia mengenakan  busana muslimah.

Dalam  beribadah,  kita sebenarnya  berhadapan  dengan  Tuhan, bukan  dengan  yang  lainnya,  maka keikhlasan,  ketabahan  dan  kesabaran dengan  niat  yang  teguh  untuk melaksanakan  perintah Tuhan  itulah yang menjadi pokok utama. Bisa  saja  di  suatu  ketika, pemakai  busana  muslimah  mendapat tantangan,  fitnah  atau  bahkan  sindiran dari  lingkungan sendiri, tapi haruskah  kita lemah  dengan meninggalkan busana khas kita?

Kita  harus  bisa  menghibur  diri bahwa  tantangan  itu  ada  di  mana-mana. Setiap manusia yang  hidup harus  berani menghadapi  tantangan. Untuk  sukses seseorang  harus  akrab  dengan  tantangan, karena  memang  tantangan  itu  lahir  tidak untuk hanya  ditakuti atau dihindari, tetapi juga  untuk diatasi. Kebiasaan orang  yang lari  dari  tantangan  adalah  perbuatan keliru,  karena  kita  bisa  menghindar  dari suatu  tantangan  namun  itu  hanya  untuk menemui  tantangan  baru  yang  belum tentu  lebih  ringan  Jadi  yang  penting adalah,  bagaimana mengatasi tantangan dan  memperkecil  resiko,  bukan menghindarinya.

Prinsip  berbusana negara  kita  menganggap pakaian  wanita  lslam  dengan  sebutan “Busana  Muslimah’ . Mode  pakaian  yang muncul  dewasa  ini  berbeda-beda tergantung  selera  masing-masing  Mode pakaian  pakaian  bisa berubah  dari waktu ke  waktu,  kemudian  menjadi  trend  yang terus  berkembang. Beragam mode,  corak dan warna  busana muslimah begitu  indah dipandang  mata.  Berbagai  pasar  dan pusat perbelanjaan yang merupakan mata rantai  dari  busana  ini  juga jenis menyediakan  keleluasaan  memilih  bagi para  muslimah,  dengan  begitu  banyak mode yang mereka lawarkan.

Dari  sekian  mode  itu,  tidak semua yang masuk ‘kriteria’.  Karena ada sebagian  busana  muslimah  lebih memfokuskan pada mode dan gaya tanpa memperhatikan  cara  berbusana sebagaimana  yang  telah  diajarkan  dalam lslam. Permasalahan yang timbul, apakah kita  mau  ditakluKkan  dengan  mode  yang berkembang  saat  ini  tanpa  memikirkan apa  esensi  pakaian  yang  bernafaskan takwa bagi muslimah? Aneka  pilihan  busana  muslimah saat  ini  membuka  para ialan  bagi muslimah  untuk  tampil  lebih  gaya  dan modis. Tentunya kita memilih bukan gaya yang berlebihan dan  berkonolasi negatif . Namun, langkah  seorang  muslim  dan muslimah  harus seiring dan  sejalan dengan  tuntunan al-Qur’an Hadis yang mulia. Jadi  tidak sekedar  tampil  gaya, kitapun  harus memperhatikan  busana dan  cara  berbusana seperti  yang diajarkan dalam  lslam-  Allah berfirman dalam surat al-A’raf  ayat26:

Wahai anak  cucu Adam!, sesungguhnya  Kami telah  menyediakan pakaian untuk menutupi  auratmu  dan untuk  perhiasan bagimu. Tetapi  pakaian takwa,  itulah  yang  lebih baik. Demikianlah sebagian  tanda-tanda kekuasaan  Allah,  mudah-mudahan  mereka  ingat“.

lbnu  Katsir  dalam  tafsirnya memaparkan  bahwa  dari  ayat  tersebut ada  kata  اللباس  dan  الريش,  dua  kata  ini mempunyai arti yang sama yaitu pakaian. Namun  keduanya  berbeda  dari  segi fungsi. Berdasarkan  ayat  di  atas  اللباس  berfungsi  untuk menutup  aurat. Ini adalah fungsi  utama  pakaian,  sedangkan  الريش berfungsi  sebagai  perhiasan,  pelengkap atau tambahan. Jadi pakaian memiliki  dua fungsi: pertama,  untuk  menutupi  aurat,  dan fungsi  kedua  sebagai  penghias  atau pelengkap dan tambahan. Dalam  hal  ini  fungsi  pertama dalam  pakaian  merupakan  sesuatu  yang bersifat  esensial,  sedangkan  fungsi kedua,  bisa  dikatakan  sah,  telah jika memenuhi kriteria  fungsi utama. Untuk  itu,  yang  perlu diperhatikan dalam  berbusana muslimah adalah:

1. Menutupi  seluruh  tubuh selain  yang  dikecualikan. Pendapat  ulama yang paling kuat  tentang bagian  tubuh  yang dikecualikan  dan boleh terlihat  adalah  muka dan telapak tangan.

2. Memakai  kerudung sampai dada.

Ketentuan ini merujuk pada  al-Qur’an surat  an-Nur  ayat  31  :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya,mdan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya,

Juga pada surat al-Ahzab ayat 59:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Dengan  demikian  kriteria  kerudung yang sesuai  dengan  ayat-ayat  di atas adalah  menutup  rambut,  leher  sampai ke dada.  Bukan  hanya  menutup  rambut sampai leher saja!

3. Tidak  tipis  sehingga  terlihat  kulit  dan lekukan  tubuhnya. Dalam  sebuah hadis yang  diriwayatkan imam  Ahmad,  Rasulullah  pernah memberi  Usamah  bin  Zaid  qubthiya (pakaian  dari  katun  tipis)  yang  kasar, tetapi Usamah  tidak  memakai  dan  ia memberikan  pada  istrinya,  Nabi  Saw bersabda:  “Suruhlah  ia  memakai rangkapan  (puring)  di  dalamnya,  agar tidak lerlihat lekuk-lekuk  tulangnya“.

4. Tidak  ketat sehingga tidak  tergambar jelas bentuk  tubuhnya. Busana  ketat  walau  lidak  tipis  akan memperlihatkan tubuh wanila meskipun berpakaian  dan  menutup  rambut. Busana  model  ini  akan  lebih membangkitkan  syahwat  sehingga menimbulkan  semangat  erotis  bagi yang  memandangnya  dan juga mengundang fitnah. Dalam  hadis  yang  diriwayatkan  imam Muslim  disebutkan  bahwa wanita  yang mengenakan  busana  seperti  ini  kelak tidak  akan  masuk  surga  bahkan mencium bau surga pun tak bisa.

5. Tidak dimaksudkan untuk pamer atas menarik perhatian  laki-laki. Wangi  parfum  yang  berlebihan  dan gaya  berjalan  yang  dibuat-buat  dapat menarik  perhatian  laki-laki  dan  bisa menimbulkan  fantasi  yang  seronok. Karenanya  harus  dihindari agar  tujuan memakai busana muslimah yaitu untuk melindungi  muslimah  itu  sendiri tercapai. Prinsip  kesederhanaan tercakup  di  sini,  maksudnya  harus dihindari  gaya busana dan hiasan yang berlebihan  supaya  tidak  menarik perhatian yang tidak semestinya.

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki dan pakaian wanita-wanita kafir.


Dan  perlu  diketahui  lagi  bahwa pakaian  takwa  bagi  muslimah mengandung unsur sebagai berikut:

  1. Menjauhkan wanita dari gangguan  laki-laki  jahil atau nakal
  2. Membedakan antara wanita yang berakhlak  terpuji  dengan  wanita  yang berkepribadian  tercela
  3. Menghindari  timbulnya  fitnah  seksual bagi kaum pria
  4. Memelihara  kesucian  agama  wanita yang mengenakanannya

Dan  juga  wanita  berbusana muslimah  yang  sepantasnya  secara psikologis  mampu  menanamkan  pada dirinya sikap taat  adil, jujur,  terus  terang dan  kokoh  memegang  prinsip  sehingga akan menimbulkan rasa segan bagi siapa saja  yang  berinteraksi  dan  bergaul dengannya. Sehingga  dengan pakaian mengenakan  muslimah  bisa membangun  citra  dirinya  sebagai wanita muslimah.

Wahai  saudariku!,  tahukah  kita bahwa  pada  waktu  Rasulullah  Saw melaksanakan  lsra Mi’raj, sewaktu Beliau melewati  neraka,  kebanyakan  di dalamnya adalah wanita yang berpakaian api telanjang, na’uzubillah min dzalik. Marilah  kita  memperbaiki enampilan  diri  kita  dan  menjadi  wanita muslimah  yang  selalu  diridhai  Allah karena ‘pakaian takwa’  adalah  pakaian sempurna. Semoga  Allah  selalu melindungi kita dan wanita yang memakai pakaian takwa  tidak akan  dijilat tubuhnya oleh  api  neraka  yang  sangat  panasnya. Amin  Ya Rabb

*Pernah diterbitkan Buletin Almakki edisi VII

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Astaghfirullohaladzim….
    aduh…malunya ak….
    semoga bs menjadi lbh baik…

  2. thx infonya sangat membantu
    GAMIS MURAH


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: