Penutupan Program Almakkiyat 2009-2010

31 August 2010 at 12:15 pm | Posted in Gen 9, KEGIATAN, Uncategorized | 1 Comment
Tags: , , ,

By: Lina Rizqi Utami

Bismillahirrahmanirrahim.

Seiring berjalannya waktu, berputarnya bumi pada poros dengan ketentuan-Nya, mengalirnya riak air tak henti henti, dan alam tetap pada kepasrahannya menjalankan titah Sang Pencipta, maka Qadarullah pun menetapkan berakhirnya periode masa bakti kepengurusan Al Makkiyat 2009/2010 dengan koordinator ustazah Reni Rahmawati.
Sabtu, 28/8/2010 menjadi saksi berakhirnya kegiatan Almakkiyat periode 2009/2010 sekaligus silaturrahmi akbar anggota Al makkiyat dengan suguhan acara yang menarik. Acara dilaksanakan di rumah salah satu grand senior Al makkiyat yaitu ustazah Dwi Sukmanila Sayska bertempat di Saqor Quraisy. Acara ini dimulai pada jam 16.15 WK, yang di bawakan oleh Lina Rizqi Utami. Kemudian setelah beberapa kata sambutan dari sohibul bait sekaligus penjamu kami pada malam itu dan koordinator Almakkiyat, acara di meriahkan dengan adanya doorprize dari pengurus.

Terbukti para hadirin sangat antusias menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut dengan menipisnya hadiah yang telah disiapkan. Pertanyaan itu seputar pembahasan kajian Tafsir Hadis Almakkiyat, ke KMM_an, hafalan Al-qur’an dan pertanyaan2 umum. Acara selanjutnya cerdas cermat tuhfatul atfal yang sebenarnya diikuti oleh 3 peserta, tetapi yang siap diujikan adalah 2 peserta. Sesi ini dimenangkan oleh ustazah Elvi Rahmi.
Acara di pending beberapa jam karena azan telah berkumandang. Hidangan yang telah tersedia menjadi penyegar kerongkongan, dan penghilang rasa lapar setelah menahan diri dari lapar dan haus selama sehari penuh. Es bandung buah, Pargedel jagung, dan kue dorayaki chocolatah menjadi menu buka puasa yang disiapkan oleh pengurus sekaligus sohibul bait. Setelah bersantap ria, maka Salat maghrib berjamaah pun segera ditunaikan dan sesudahnya makanan berat siap untuk disantap dengan menu nasi sup daging special dan sambalado mantap.
Setelah berehat sejenak, acara disambung dengan doorprize dadakan karena hadiah tinggal satu buah. Pertanyaan dari pembawa acara dijawab oleh ustazah Kemala Dewi sebagai penunjuk pertama. Kemudian acara terakhir sekaligus penutup, yaitu pembagian sertifikat kepada para pemakalah kajian tafsir hadits Al makkiyat, sekaligus pembagian sertifikat kepada peserta terbaik khat riq’ah yaitu ustazah Desri Ningsih, dan ustazah Regita Asy Syifa. Acara ditutup dengan foto bareng dan pembacaan do’a kafaratul majlis

Perjalanan menuju Port Said (Rihlah II Almakki & Almakkiyat)

21 August 2010 at 9:25 am | Posted in Gen 5, KEGIATAN, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

oleh: Reni Rahmawati

Uni2, kawan2…masih ingat g’ kenangan rihlah kita ke Portsaid…??
Kira-kira dah bikin report lom buat si diary? Bagi yang udah, bolehlah baca lagi tulisan sederhana ini untuk mengingat-ingat kembali perjalanan kita. hmmm…bagi yang belum, ahlan kopi pes aja tulisan ini tuk melengkapi diary mu.

Rabu, 4 agustus 2009 adalah hari bersejarah bagi Almakki dan Almakkiyat. Satu-satunya kenangan indah bagi kita semua dengan adanya rihlah perdana ke luar kota, yaitu Port Said. Ini adalah rihlah Almakki kedua (periode 2009-2010).Rihlah awal Almakki adalah ke hadiqah yang merupakan rihlah langganan meregenenasi bagi Almakki dari tahun ke tahun. Tidak bisa dipungkuri, kita tinggal ditengah gurun pasir dan jarang sekali melihat tumbuhan hijau dan asri. Makanya rihlah ke hadiqah sangat urgen bagi kita semua.

Peserta rihlah kali ini bukan hanya anggota Almakki aja, ternyata anggota lainpun ikut bergabung demi memeriahkan suasana rihlah.

Kira-kira pukul 2 pagi, kita berangkat menuju Port Said. Kota ini berada tepat diperbatasan benua Asia dan Afrika. Ceritanya, porsaid ini merupakan kawan kamp kerja dibangun tahun 1859 oleh Said Pasha untuk menampung para pekerja di terusan Suez. Nah, dari nama Said Pasha inilah kota ini dinamakan “Port Said” (pelabuhan Said) sampai abad 19. Selain itu, Port Said sebagai pelabuhan terpenting dimana angkatan laut mesir berpusat. Dan juga daerah persengketaan Mesir dengan Israel sejak tahun 1956, namun dapat dipertahankan Mesir hingga meraih kemenangan dalam perang oktober 1973. wah, hebat ya Mesir….!! Sehingga sampai saat ini, kota ini banyak mengalami pembangunan di segala bidang. Dan yang pastinya, menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat Mesir di musim panas, terkhusus kita nih sebagai turis, mahasiswa asing yang tinggal di lingkungan masyarakat Mesir.

Kira-kira pukul 5, alhamdulillah kita sampai ke Port Said, kemudian menyebrangi terusan Suez, yang dikenal dengan penyebrangan Ma’diyah. Udara segar mengisi suasana pagi itu. Semua mata tertegun dan terpesona dikala mamandang dan menikmati indahnya pemandangan dikala pagi yang cerah. Setelah kapal berhenti, kemudian kita menuju mesjid yang berdiri kokoh dan megah, tidak jauh dari tempat pemberhentian kapal, namanya mesjid Mujamma’ Kabir. Masih ingat kan..?? Mesjid ini ada keunikan tersendiri,lho. Temen-teman bisa temukan bangunan ini persis sama dan mirip dengan mesjid Nur di Abbasiyah dan juga mesjid yang di Ismailiyah. Katanya pembangunan mesjid ini dibangun dengan arsitek yang sama dan masa yang juga sama. Kalo ga’ percaya telurusuri aja sebagai bahan penelitian…. Nah, disitulah mesjid tempat kita shalat shubuh.

Ternyata, kita mengadakan perjalanan tidak hanya sekedar rihlah, tapi kita juga bisa ketemu uni leli yang domisili di sana…,,

Setelah itu langsung ke pantai, pembukaan di handel langsung dengan kata-kata sambutan dari ketua Almakki dan beberapa senior Almakki. Kemudian, kita Almakkiyat bikin acara yang spesial tuk kita buat kita-kita aja. Canda tawa mulai berhamburan, ketika ni dwi dan dila sebagai PeJe acara memulai simulasi dan games yang fun dan edukatif di depan pantai. Ami, sebagai ketua panitia akhwat, juga ikut berpartisipasi sebagai peserta simulasi. Di akhir pemainan, dilanjutkan dengan tabadul hadaya alias tukar kado dengan hadiah yang unik dan menarik.

Kemudian siangnya, kita menuju Museum Militer (Mathaf Harbi). Museum ini adalah tempat bersejarah, kenapa? Karena menyimpan persenjataan yang pernah dipakai dalam peperanagn masa Fir’aun dan Islam. Bayangkan, peralatan yang kita amati saat itu adalah peralatan masa perang tahun 1967 dan 1973. Wow,, kuno abizzz…

Sorenya, acara bebas sampai menjelang magrib. Ada yang istirahat di mesjid Syathi’ yang posisinya tepat di belakang museum tadi. Mesjid yang megah, nyaman dan bersih posisinya dekat dengan pantai Kornesy sehingga ada sebagian yang melepaskan penat seharian disana. Dan di depan museum ini, jalan lurus ke depannya ada pusat perbelanjaan yang luas, namanya suq Libiya. Inilah pasar bebas (suq hurrah), yang dimiliki kota ini yang sesuai dengan letaknya di jalur ekspor impor. Semua ada disini, mau baju, sepatu dan berbagai peralatan dapur pun ada. Made in Indonesia pun juga ada lho, seperti baju batik. Jadi ga’ heran, selain tempat wisata sekaligus berbelanja, apalagi untuk persiapan musim dingin. Masih ada lagi pasar yang belum kita kunjungi, seperti pasar Tujari dan Hamidi. Pasar ini juga luas, dengan menampilkan harga standar dan kualitas yang ok.

Acara penutupan di pantai Kornesy, letaknya dibelakang museum Militer tadi, sambil menikmati udara sore dan indahnya sunset. Disinilah pembagain hadiah bagi para pemenang simulasi dan games.

Saatnya pulang menuju Kairo…..
Setelah sholat Maqrib, kita beranjak menuju Kairo. Suasana hening dan diam di mobil. Ternyata semua pada terlelap pulas. Kita sampai pukul 1.30 pagi di Madrasah.

Perjalanan seharian penuh yang panjang dan mengesankan, akan jadi kenangan yang tidak terlupakan nantinya….
Loving you Almakkiyat…
إذا لـم تـجـمـعـنـا الأيـام جـمـعـتـنـا الذكـريـات
وإذا العـيـن لـم تـراك فـالقـلـب لـن يـنـسـاك

Silaturrahim relawan KISPA dengan mahasiwa Minang di Mesir

11 August 2010 at 4:06 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, UKHUWAH, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Sambil mengisi waktu keluarnya izin masuk Gaza oleh state security dari pemerintah Mesir, pada hari Senin, 9 Agustus 2010, tepatnya ba’da Maghrib waktu Kairo, Relawan KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) berkunjung dan bersilaturrahim dengan mahasiswa Minangkabau di kantor KMM (Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau), Block 502 Complex Emarat 1st Settlement New Cairo Helwan, Mesir.

Ust. Ferry Nur menjelaskan pengalamannya di Mavi Marmara

Dalam kunjungan silaturrahim tersebut, Relawan KISPA yang terdiri dari Ust. Ferry Nur, Ust. Muhendri Muchtar, Andi Syaifuddin, Agus Daroesman yang didampingi Muhammad Syarif, Mahasiswa Indonesia di Mesir, disambut oleh Alnofiandri Dinar, Lc, yang merupakan putra X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumbar dan Afdhalul Syukri, Direktur Badan Pengelola Rumah Gadang KMM Mesir.

Setelah Shalat Maghrib berjama’ah, acara silaturrahim dibuka oleh ketua KMM Mesir periode 2010 – 2011, Alnofiandri Dinar, Lc,  kemudian dilanjutkan dengan serita dan penjelasan oleh ustadz. Ferry Nur perihal alasan mengapa mengikuti misi kemanusiaan armada Freedom Flotilla serta persiapan dan kegiatan yang dilakukan oleh KISPA selama berada di Turki dan juga dalam perjalanan menuju Gaza diatas kapal Mavi Marmara.

Perjalanan relawan KISPA dimulai dari pelabuhan di Istanbul kemudian Antalya menuju Gaza. Ustadz. Ferry Nur juga menjelaskan kejadian demi kejadian yang dialami selama berada diatas kapal Mavi Marmara, serta adanya sebuah ikatan ukhwah yang kuat diantara para relawan yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, negara dan agama. Namun di dalam kapal Mavi Marmara hanya ada satu komando, yaitu dari IHH sebagai penyelanggara Vivapalestina ke 4.

Ustadz. Ferry Nur juga menggambarkan betapa kejinya tentara Israel yang telah menjarah kapal Mavi Marmara, semua peralatan elektronik yang dibawa hilang diambil oleh Zionis Israel, namun Allah masih memberikan perlindungan serta menunjukkan betapa kuasanya Allah Swt, karena pada saat di dalam seorang sipir penjara memaggilnya dan menyerahkan kembali dana amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

Ust. Muhendri saat menjelaskan pengalamannya

Pada pembicaraan kedua ustadz. Muhendri Muchtar yang juga merupakan salah seorang relawan KISPA menjelaskan pengalaman yang dialaminya atas kekejian Zionis Israel selama berada di kapal Mavi Marmara dan juga pada saat mengalami interogasi yang dilakukan oleh tentara zionis Israel.

Ustadz. Muhendri juga menyampaikan beberapa pengalaman relawan KISPA lainnya yang juga mengalami pelecehan, ini sudah menunjukkan betapa sombongnya Zionis Israel, namun disisi lain mereka juga pengecut kalau melihat orang yang diinterogasi memiliki kepercayaan diri yang tinggi seperti yang dialami oleh Hardjito tambah Muhendri.

Sebelum acara berakhir, diadakan sesi tanya jawab, diantara peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi, terlihat begitu antusias mendengar penjelasan pengalaman relawan Freedom Flotilla.

Para mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus GazaPara mahasiswa sedang meminta tanda tangan Ust. Ferry Nur pada buku Mavi Marmara Menembus Gaza

Foto bersama KMM Mesir
Foto bersama KMM Mesir

Acara ditutup oleh ketua KMM Mesir dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta pada kesempatan tersebut juga penulis buku Mavi Marmara Menembus Gaza, Ustadz. Ferry Nur membubuhkan tanda tangan pada buku yang diperoleh oleh para mahasiswa dan mahasiswi serta melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. (KISPA/aa/fn)

21 ORANG SISWA MAN/MAKN KOTO BARU PADANGPANJANG DITERIMA PADA UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO MESIR

17 June 2010 at 1:14 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, siswa MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang mendapat kesempatan untuk melanjutkan studinya pada sejumlah universitas terkemuka di Timur Tengah seperti Universitas Al-Azhar di Kairo Mesir. Khusus siswa yang tamat tahun pelajaran 2009/2010 ini, dari 24 orang siswa/ i MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang mengikuti seleksi, sebanyak 21 orang berhasil lulus seleksi dan diterima sebagai mahasiswa pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir tersebut.

Keberhasilan siswa-siswi tersebut, setelah mengikuti serangkaian tes yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada bulan Mei 2010 yang lalu di Medan Sumatera Utara. Ketika di konfirmasikan kepada pihak MAN/MAKN Koto baru, melalui wakil kepala bidang humas Dra. Eri Arifin menyebutkan bahwa siswa-siswi yang lulus seleksi tersebut akan diterima sebagai mahasiswa di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Adapun biaya akan ditanggung oleh masing-masing siswa, karena pihak Kementerian Agama Republik Indonesia hanya memfasilitasi pada penjaringan saja. Lebih lanjut Erni Arifin menyebutkan, bahwa setelah mengikuti kuliah selama semester awal, barulah anak-anak kita bisa mengikuti serangkaian tahapan untuk mendapatkan beasiswa dari pihak Universitas Al-Azhar Mesir.

Untuk diketahui bahwa para alumni MAN/MAKN Koto Baru Padang Panjang yang sudah menyelesaikan kuliahnya pada Universitas Al-Azhar Kairo Mesir sudah mencapai 200 orang. Saat ini tercatat kurang lebih 150 orang yang sedang mengikuti perkuliahan.

Siswa-siswi yang lulus seleksi dan diterima di Universitas Al-Azhar tersebut adalah Rafiqul Huda Siregar, Irham Amir, Alfendri, Muhammad Afdhal, Gusti Rahma Yeni, Ikhwal Syaifullah, Ahmad Dzaki, Dailami Ismail, Ramiz Rahma Wita, Muhammad Rafdi, Deded Bakti Anggara, Amal Khairat, Ahmad Suryadi, Insanul Maruf, Yanuarta Wijaya, Hamdani Irawan, Ahmad Zaki, Nenen Adrita, Asfar Hamdi, Iqbal. Setelah dinyatakan lulus dan diterima, saat ini sedang mempersiapkan persyaratan administrasi untuk keperluan keberangkatannya dan pada bulan September 2010 mereka akan berangkat ke Kairo Mesir. (http://sumbar.kemenag.go.id/)

Ujian Termin II Tahun Akademik 2009/2010

10 May 2010 at 10:04 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Rektor Universitas Al-Azhar, Dr. Abdullah Hoseyni Hilal, (24/4) mengumumkan bahwa ujian termin II di Universitas Al-Azhar akan dimulai pada 29 Mei mendatang. Ujian diadakan serentak di seluruh fakultas Universitas Al-Azhar, baik yang di Cairo maupun cabang-cabang di daerah. Menurut Hilal, Universitas Al-Azhar saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar para mahasiswa dapat mengikuti ujian dengan tenang dan teratur.

Selain itu, Hoseyni juga menegaskan kembali larangan memakai cadar saat ujian, terutama di fakultas-fakultas khusus puteri. Cadar, lanjut Hoseyni, tidak diperlukan karena seluruh peserta ujian wanita dan para pengawas ujian pun seluruhnya wanita. Bahkan, para penjaga pintu masuk pun juga wanita. Hoseyni berharap ujian kali ini berlangsung tertib dan aman. Hoseyni mengemukakan hal tersebut saat meninjau fakultas-fakultas khusus puteri di Nasr city, seperti Fakultas Studi Islam dan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Humaniora, dan Fakultas Kedokteran.

Maka, sehubungan dengan semakin dekatnya Ujian Termin II tahun akademik 2009/2010, Atase Pendidikan Nasional KBRI Cairo menghimbau seluruh mahasiswa Indonesia di Mesir agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan:

* Memancangkan Ulang Tujuan Awal ke Mesir

* Menekadkan diri bahwa tahun ini “Saya Harus bisa Menaklukkan Muqarrar!

* Meninggalkan Aktivitas apapun selain Muqarrar

* Mengoptimalkan Usaha dan memperkuat Do’a

* Segera Back to Campus dan Back to Muqarrar

Sumber: dikbudcairo.org

Try Out & Talk Show PPMI

30 April 2010 at 4:23 pm | Posted in MASISIR NEWS, ORGANISASI, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Dalam rangka penutupan kegiatan mahasiswa dan persiapan jelang ujian term II al Azhar yang akan dihelat bulan juni mendatang, PPMI bersama Wihdah, Asy-Syatibi Center dan Senat Mahasiswa serta dukungan dari KBRI Cairo mengadakan Try Out dan Talk Show Motivasi pada hari Senen, 26 April 2010. Acara yang dihelat di Auditorium Shalah Kamil Universitas Al Azhar tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta.

Dubes RI, AM. Fachir dalam sambutannya menegaskan bahwa KBRI Cairo sebagai perwakilan pemerintah Indonesia dan penyambung lidah rakyat memberikan dukungan penuh terhadap upaya-upaya peningkatan prestasi mahasiswa Indonesia di Mesir. Beliau berharap, mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan dan akomodasi yang telah KBRI sediakan, diantaranya Fushul Taqwiyah dan kampus Al-Qur’an.

Acara yang dimulai pada 10.00 Clt. dan berakhir pada 20.00 Clt. tersebut dibagi menjadi 4 agenda. Agenda pertama yaitu Try Out ujian yang untuk mahasiswa dan mahasiswi tingkat I pada pelajaran tertentu  di setiap fakultas. Adapun agenda kedua yang dilaksanakan setelah shalat Dhuhur diisi dengan Talk Show motivasi belajar dengan tema “Mahasiswa Berprestasi Bukan Hanya Mimpi” yang disampaikan oleh Jamaludin A. Khaliq, MA., Mulyadi dan Nikmah Mawaddati.

Menginjak agenda ketiga, yaitu Kuliah Umum Bilingual bersama Prof. Dr. M. Zaki Usman dengan tema “Jalan Menuju Kesuksesan”. Dalam pemarannya, mantan Dekan Fakultas Da’wah wa Tsaqafah Universitas Al Azhar tersebut dalam menyampaikan bahwa seorang pencari ilmu akan sesat jika tidak didampingi oleh seorang guru, bahkan Nabi Muhammad pun membutuhkan tuntunan Jibril dalam memahami firman-firman Allah SWT. masih dalam kesempatan yang sama, Ia berpesan kepada mahasiswa generasi Islam untuk agar mampu mengatur waktu sebaik-baiknya yang ia tuturkan dalam kalimat “invest your time, before invest your money”.

Adapun Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) menjadi agenda penutup rangkaian acara yang dikemas dalam tema “Menggelorakan Semangat Rabbani dalam Pribadi Islami” tersebut. Dr. Fadlolan Musyafa, MA., koordinator I-4 Timur Tengah yang menjadi pemeran utama sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa dengan berdirinya I-4 yang beranggotakan para ilmuwan Indonesia dari universitas-unversitas terkemuka di dunia mampu memperbaiki dan memberikan solusi kongkrit terhadap pelbagai permasalahan yang ada di tanah air.

Selain keempat agenda tersebut, juga dilaksanakan penguman berikut penganugrahan terhadap peserta terbaik Kampus Al Quran, Try Out dan Preparation For IELTS.

Juga untuk memeriahkan kegiatan multi agenda tersebut ditampilkan hiburan oleh Grup Nasyid Dai Nada dan Grup Marawis Keluaga Pelajar Jakarta.

dikbudcairo.org

Diskusi Ilmiah 4: Ayat Al-Quran yang Pertama dan Terakhir Kali Turun

18 March 2010 at 4:29 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 5, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , , ,

Oleh: Arina, Lc (Gen 5 MAKN Putri)

 

Alhamdulillah, diskusi dwi mingguan Almakkiyat yang ke-4, Kamis 4 Maret 2010 yang diadakan di rumah Ummah Mujahid, berlangsung dengan lancar. Meskipun agak molor setegah jam, karena sebagian besar para peserta sudah mulai aktif kuliah, tetapi tidak mempengaruhi semangat para Almakkiyat untuk mengikuti kajian yang dimoderatori oleh Ismarni ini. Makalah yang berjudul Ayat Al-Quran yang Pertama dan Terakhir Kali Turun dipresentasikan oleh duo Ainul Zikra, Lc dan Fitri Shabrina, Lc yang tengah menempuh program pasca sarjana bidang Tafsir di Univ Al-Azhar.

Makalah ini, sesuai dengan judulnya, membahas tentang ayat Al-Quran yang pertama dan yang terakhir diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. Pemakalah menyampaikan bahwa diantara faedah mempelajari hal ini adalah untuk mengetahui ayat naskh dan mansukh (yang menghapus hukum ayat yang telah diturunkan terlebih dahulu) dan untuk mengetahui sejarah penetapan hukum Islam yang berangsur-angsur. Juga sebagai bukti keotentikan Al-Quran sebagai wahyu dari Allah, dengan tidak adanya kontradiktif apapun antara ayat-ayat Al-Quran meskipun diturunkan bertahap dalam waktu 23 tahun.

Pemakalah membagi permasalahan ini menjadi dua bagian: pertama, ayat yang pertama dan terakhir turun secara tematik dan kedua, ayat yang pertama dan terakhir turun secara mutlak serta perbedaan pendapat para ulama mengenai hal ini. Kemudian didapatlah kesimpulan bahwa pendapat yang paling benar mengenai ayat yang pertama turun adalah surat Al-‘Alaq ayat 1-5 sebagai wahyu pertama yang disampaikan oleh Jibril as ketika Rasulullah saw bertahanus di gua Hira. Sedangkan ayat yang terakhir turun adalah surat Al-Baqarah ayat 281 yang turun 9 hari sebelum Rasulullah saw wafat.

Makalah yang berjumlah tujuh belas halaman ini selesai dipresentasikan dalam waktu lebih kurang 45 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi setelah menunaikan shalat Ashar. Selain berbagai pertayaan berbobot, saran-saran yang dilontarkan kali ini diantaranya agar setiap pemakalah mentakhrij hadis-hadis yang terdapat di dalam makalahnya sesuai dengan metode takhrij hadis. Juga untuk memperbanyak rujukan kitab untuk memperkaya kandungan makalah.

Tanya jawab berlangsung seru sambil mencicipi jeruk dan strawbery sampai menjelang azan maghrib berkumandang. Selesailah sudah kajian dwi mingguan Almakkiyat kali ini. Sampai jumpa di kajian mendatang…Insya Allah kajian hadis dengan tema Kontradiksi Hadis (Mukhtalif Hadis) oleh Desri Ningsih dan Fadhilah Is di ‘Ala Gambe House…

Diskusi Ilmiah 3: Imam Bukhari Dan Penulisan Kitab Shahihnya

18 March 2010 at 4:05 pm | Posted in Gen 7, hadis, KAJIAN, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , , ,

Oleh: Desri Ningsih (Gen 7 MAKN Putri)

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, dua minggu masa liburan ujian termen satu telah berakhir, masa liburan yang dilalui dengan berbagai kegiatan, tak terkecuali dengan anggota Almakkiyat, Diskusi Tafsir Hadis yang sempat tawaquf sebulan lebih karna ujian kembali hidup dan aktif. Kamis 18 Februari 2009 merupakan diskusi yang ketiga kalinya, bertempat di rumah uni Retno dengan pemakalah Ummah Mujahid (Kemala Dewi Lc), mahasiswi pasca sarjana Al-Azhar jurusan hadis. Makalah yang disampaikan mengupas tuntas profil Imam Bukhari dan penulisan kitab shahihnya serta  membahas tentang kritikan-kritikan atau syubhat dari orientalis bahkan dari orang Islam sendiri terhadap beliau.

Sunnah merupakan sumber kedua syariat Islam setelah Al-Qur’an, yang merupakan wahyu ghoiru ma’thlu yang membedakannya denagan Alqur’an, karena itu maka hadis yang shahih merupakan hal paling utama dan urgen sekali dalam khazanah hukum Islam. Dengan demikian maka Al-Qur’an dan Sunnah merupakan dwi tunggal yang tak bisa dipisahkan, namun tidak berarti kedudukan keduanya itu sejajar.

Untuk menshahihkan atau mencari dan mendapatkan sebuah hadis bukanlah hal yang mudah, butuh waktu dan perjalanan yang panjang, seperti yang dilakukan oleh Imam Bukhari Rahimahullah. Dalam mencari  dan menentukan keshahihan sebuah hadis beliau melakukan rihlah atau perjalanan dari daerah ke daerah lain hanya dengan menunggang unta atau kuda dengan bekal hanya sepotong pinu (sejenis roti), bukan seperti sekarang ini dengan perkembangan teknologi yang serba canggih dan moderen. Adapun tujuan rihlah ini beliau lakukan agar ia langsung mendengar hadis tersebut dari sumbernya, walaupun itu hanya satu hadis beliau rela mengunjungi kota demi kota demi mendapatkan atau mencari keshahihan sanad hadis tersebut sampai benar –benar bersambung keRasulullah SAW tanpa adanya munqoti’.

Imam Bukhari merupakan salah satu dari pembesar ahli hadis yang sangat masyhur, sejak umur sepuluh tahun beliau telah hapal ribuan hadis, dan ketika berumur enam belas tahun beliau juga telah hafal kitab Ibnu Almubarok dan Waki’, kemudian pada umur delapan belas tahun beliau mulai menulis kitab tarikh yang ditulisnya disamping kuburan nabi SAW. Dalam pengembaraannya menuntut ilmu telah menemukannya dengan guru-guru yang berbobot, dia mempunyai guru yang tak terhitung, ini dapat kita bayangkan betapa banyak hadis yang beliau susun dalam kitabnya, sedangkan untuk satu hadis saja beliau harus sabar mendatangi dan mengunjungi beberapa guru sampai ia mendapatkannya benar-benar utuh sanad dan matannya. Dan begitu juga dengan murid-muridnya, sangat banyak sekali yang berguru kepadanya.

Dia mempunyai kecerdasan dan kemahiran yang luar biasa sekali yang mungkin tak ada lagi seperti dia pada zaman sekarang ini. Hal ini terbukti ketika dia datang ke  Bagdad, dan ulama-ulama disana berkumpul untuk menguji kekuatan hafalannya dengan mengambil seratus hadis dan mengacak sanad dan matan hadis- hadis tersebut. Imam Bukhari dengan kecerdasannya yg luar biasa mampu mengembalikan dan membetulkan sanad dan matan hadis-hadis tersebut dengan benar tanpa ada salah sedikit pun, sehingga membuat orang-orang yang ada disana kagum terhadapnya. Dan begitu juga  ketika beliau belajar kepada beberapa orang syaikh di Bashroh, pada waktu itu dia masih anak-anak, dan dia tidak pernah menulis sesuatu pun yang telah didengarnya dan dipelajarinya, hingga sampailah pada suatu hari berkatalah sahabat-sahabatnya” engkau sangat berbeda sekali dari kami, tidak pernah menulis sesuatu pun yang telah kamu pelajari, sunnguh engkau telah menyia-nyiakan waktumu disini dan apa yang telah engkau perbuat? Lalu dia berkata” datangkanlah atau lihatkanlah  kepadaku apa yang telah engkau tulis!”lalu dia menambahnya sekitar lima belas ribu hadis yang dibacanya dari zohri qolbihi (dalam hafalan hatinya), lalu berkata kpd sahabatnya” apakah engkau melihatku  menyia-nyiakan waktu dan hari-hariku?????.

Sebagai seorang pembesar ahli hadis, dia mempunyai karya-karya yang begitu banyak, diantara buku atau karyanya yang paling terkenal adalah al-Jami’us Shahih yang merupakan sebuah kitab hadis yang mencakupberbagai macam pembahasan agama, dan dia mempunyai alasan tersendiri kenapa dia menulis buku ini seperti dalam riwayat disebutkan karna mimpinya pada suatu malam melihat nabi SAW dan ketika Ishaq Bin Rahawaih berkata kepadanya. Dia menyusun kitab ini selama enam belas tahun yang mencakup sebanyak 7275 hadis yang berulang-ulang, adapun yg tidak berulang mencakup sekitar 4000 hadis dengan berbagai manhaj, baik manhajnya dalam penulisan maupun manhajnya dalam menghukum seorang rawi dan otentisitas hadis. Dalam merumuskan manhajnya ini, ia tidak hanya terbatas pada hasil usahanya sendiri tetapi selalu meminta kepada Allah SWT petunjuk pada setiap hadis yang ingin ia tuliskan dalam kitabnya. Imam Bukhari sendiri” saya tidak menuliskan satu hadispun dalam kitab shahih kecuali saya mandi sebelumnya dan shalat dua rakaat“. Dan seluruh hadis yang tercakup dalam kitabya  ini merupakan hadis-hadis shahih dari Rasulullah SAW. Bahkan semua muallaqat yang ada didalamnya dinyatakan shahih oleh para ahli hadis, karena hadis muallaqat tersebut telah beliau tuliskan sanadnya secara lengkap di bagian lain kitab Shahihnya. Sehingga Imam Ibnu Kastir mengomentari dalam kitabnya” Albidayah wan Nihayah“: para ulama telah sepakat menerimanya dan apa-apa yang ada didalamnya, demikian pula seluruh umat Islam”

Waktupun terus berlalu, tiga abad setelah kitab shahih ini disusun, muncul segelintir ulama yang mengkritik hadis-hadis dalam kitab Shahih ini, diantaranya adalah Daruqutni. Kritikan tersebut berdasarkan pada konsep ilmu hadis juga, namun para ulama memandang bahwa pendapat-pendapat yang mengkritik, hanyalah pendapat yang lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah. Bahkan, dua abad setelah kritikan-kritikan itu muncul, para ulama menetapkan Shahih Bukhari sebagai kitab paling otentik kedua setelah Al-Quran. Sehingga tak heran, begitu banyak dari ulama-ulama yang mensyarah (menuliskan penjelasan) kitab ini dan mentakhrijnya.

Namun di zaman kontemporer ini, para tokoh orientalis masih saja mencari dan mencari kekemahan kitab ini. Seperti kritikan mereka terhadap beberapa rijal isnad yang ada didalamnya dan beberapa hadis yang mereka anggap kontradiksi. Namun para ahli hadis tidak lengah dan menyerah begitu saja, seluruh kritikan-kritikan yang mereka lemparkan berhasil dibantah dan dijawab dengan jawaban yang rasional sekali. Sebenarnya tujuan mereka itu adalah untuk menjatuhkan dan menghancurkan Islam, namun mereka tak pernah berhasil melakukannya, karena Allah SWT telah menjamin dan menjaganya sebagai mana Ia menjaga kesucian Al-Qur’an.

Tapi sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri  lagi atau sangat disayangkan sekali pada saat sekarang ini banyak dari  orang Islam sendiri yang cendrung dan mempercayai kritikan-kritikan orientalis tersebu. Bahkan para dosen atau mahasiswa perguruan-perguruan tinggi Islam di dunia telah banyak terpedaya dan terpengaruh oleh pemahaman mereka. Inilah yang menjadi tantangan besar sekaligus tanggung jawab bagi kita sebagai tholibul ilmi sejati untuk terus mendifa’ (membela) dan berusaha meluruskan mereka ke hakikat yang sebenarnya….

Demikianlah sekilas profil Imam Al-Hafiz Al-Fadhil Al-Muhaddis Al-Bukhari. Begitu besar perjuangan, pengorbanan dan kesabarannya dalam menjaga Sunnah Rasulullah SAW. Dan kini kitalah para penuntut ilmu agama yang akan melanjutkan perjuangan, harapan serta cita-cita beliau. Begitu juga untuk menyebarluaskan karya-karyanya yang begitu banyak serta untuk terus menjaganya dari masa kemasa.

Setelah break shalat Ashar, dibukalah sesi diskusi. Semangat dan kecerian yang terpancar di wajah peserta menjadikan diskusi lebih terasa dan bersahaja. Diskusi berjalan hangat, tanpa terasa lima jam telah berlalu. Tempat-tempat jeruk dan strawbery kelihatan “bersih” ludes, piring tahu isi pun tak mau kalah. Azan magrib pun berkumandang syahdu di telinga yang menegur setiap orang yang beriman untuk memenuhi panggilannya. Diskusipun segera ditutup oleh moderator yang begitu semangat sekali membawa acara dari awal sampai akhir…..Almakkiyat tetap semangat!!!!!!!!! See u all next month dalam kajian tafsir Insyaallah di rumah Uni Kem, Saqor Qurays dengan pemateri Ainul Zikra Lc. dan Sabrina Lc. Don’t forget it!:)

Coffe Morning Bahas Mahasiswa Baru Al-Azhar

24 February 2010 at 4:36 pm | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags: , ,

Dalam membahas permasalahan Maba (Mahasiswa Baru) Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir, PPMI mengadakan acara Coffee Morning, (Kamis, 18 Februari 2010). Acara yang berlangsung di Wisma Nusantara, Rab’ah El Adawea itu mendatangkan Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, Atdiknas KBRI Kairo, Drs. M. Abdullah, MA,  Protokol dan Konsuler KBRI Kairo serta Iwan Wijaya Wiyatno, Pensosbud (Penerangan Sosial Budaya) KBRI Kairo. Acara ini juga dihadiri oleh puluhan mahasiswa Indonesia dan beberapa staf KBRI Kairo.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Maba yang kuliah di Universitas Al Azhar selalu terlambat sampai di Mesir. Ini tidak lain disebabkan sulitnya mendapatkan visa dari Kedutaan Mesir di Jakarta. Karena itu, sebanyak 204 mahasiswa dari keseluruhan Maba yang berjumlah 211, tahun ini belum terdaftar sebagai mahasiswa Al Azhar.

Terkait dengan permasalah itu, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum. selaku Atase Pendidikan KBRI Kairo mengatakan, selama MoU yang berisi pemilahan fungsi setiap instansi yang berkaitan dengan urusan mahasiswa baru belum ditandatangani, maka nasib Maba akan seperti tahun-tahun sebelumnya. Lebih lanjut, Prof. Sangidu menjelaskan, bahwa selama ini KBRI sudah berusaha untuk mengirimkan surat MoU pada instansi terkait seperti Kedutaan Mesir dan Depag untuk menjalankan fungsinya masing-masing. Depag sebagai instansi yang memfasilitasi tes dan Kedutaan sebagai pemberi visa. Tapi MoU itu sampai sekarang belum disepakati dari dua belah pihak.

Sementara itu M. Abdullah dalam kesempatan yang sama, menghimbau pada segenap Maba untuk selalu menaati peraturan negara Mesir, seperti tidak terkait dengan jaringan Islam Kiri dan memperpanjang visa pada waktunya . Hal ini terkait dengan keamanan mahasiswa selama belajar di Mesir. Beliau juga menjelaskan, KBRI Kairo di samping akan selalu memberikan pelayanan pada seluruh warga Indonesia yang ada di Mesir, juga akan memberikan pembinaan khusus terhadap mahasiswa.dikburcairo.org

Guru Besar UNAND ke Cairo University

8 November 2009 at 10:52 am | Posted in MASISIR NEWS, Uncategorized | Leave a comment
Tags:

dikbudcairo.org – Acting Atase Pendidikan KBRI Cairo, Bapak Muhammad Abdullah (Kepala Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI), pada 08/11 lalu mendampingi dua guru besar Universitas Andalas Padang (Prof. Dr. Ir. Yetty Marlida, M.S dan Dr. Ir. Mardiati Zain, M.S) untuk berkunjung ke Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan Cairo University. Pada kesempatan tersebut, delegasi RI disambut hangat oleh Prof. Dr. Abdel Raouf M. Ghallab (Pudek Fakultas Peternakan Cairo University).

Dua guru besar UNAND menyampaikan keinginan pihaknya untuk menjajaki berbagai peluang kerjasama di bidang riset dan studi, baik bagi mahasiswa maupun para dosen dua perguruan tinggi tersebut. Pada kesempatan ini, pembantu dekan menyambut baik tawaran pihak UNAND dan menunggu realisasi kerjasama. Ia juga berharap agar MOU dapat segera ditandatangani. “Minggu depan kami akan mengadakan rapat gabungan para dekan, dan akan membawa tawaran kerjasama ini dalam rapat tersebut. Kami berharap agar pihak UNAND segera melayangkan surat dan draft MOU kepada kami,” ujar Prof. Rauf. Pihak UNAND pun sangat tertarik dengan peluang kerjasama ini, karena Fakultas Peternakan Cairo University memiliki berbagai laboratorium yang sangat memadai dan memiliki beberapa jurusan yang sama dengan Fak. Peternakan UNAND.
kunjungan_unv_cairo
Pada kesempatan tersebut, delegasi RI diajak untuk meninjau berbagai pusat riset serta laboratorium milik Fakultas Peternakan, yang di antaranya: laboratorium Bio-Teknologi, Mikro-Biologi dan Virologi.

Ikatan Dokter Mesir (IDM) Sumbang Korban Gempa Sumbar

27 October 2009 at 1:36 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

ikatandoktermesirHidayatullah.com–Tim Peduli Gempa Sumbar, Selasa (27/10) bertemu dengan Ikatan Dokter Mesir untuk menyerahkan nama-nama mahasiswa Indonesia yang keluarganya menjadi korban gempa Sumbar, 30 September lalu.

Pada pertemuan itu, Tim langsung disambut oleh Dr. Musthafa Zoughby, Kepala Bidang Pengelola Bantuan Kemanusiaan, Ikatan Dokter Mesir.
“Ikatan Dokter Mesir (IDM) telah mengeluarkan keputusan untuk membantu mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di Mesir, sementara keluarganya menjadi korban gempa Sumbar. Kami juga telah lama menunggu rincian nama para mahasiswa tersebut,” terang Dr. Musthafa di kantornya di bilangan 42 Qasr `Aini St. Kairo.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim, Sdr. Alnofiandri Dinar, Lc. juga sempat menanyakan mengenai bantuan langsung ke Sumbar.

Dalam penjelasannya DR. Musthafa mengatakan, bahwa Ikatan Dokter Mesir sejak awal sudah berinisiatif untuk mengirim bantuan ke Sumbar, seperti obat-obatan, tenda penampungan, dll. IDM juga telah membangun komunikasi dengan KBRI Kairo dan Kedubes Mesir di Jakarta, guna mencari tahu apa yang dapat IDM bantu? Namun, sampai saat ini Ikatan Dokter Mesir belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari mereka.

“Kami tidak tahu harus mengirim apa ke Indonesia? Sehingga kami tidak bisa berbuat banyak. Oleh karena itu, kami memfokuskan pemberian bantuan kepada mahasiswa Indonesia yang berada di Mesir dan keluarga mereka menjadi korban gempa Sumbar. Bagaimanapun mereka adalah saudara kita dan sudah menjadi kewajiban ikut memperhatikan mereka,” ujar Dr. Musthafa di sela-sela pembicaraan hangat pagi itu.

Sejak pertama kali dibentuk 2 Oktober lalu, Tim Peduli Gempa Sumbar-Mesir sudah mendata mahasiswa Indonesia yang keluarganya menjadi korban gempa Sumbar. Awalnya, Tim hanya mendapatkan 10 nama, namun seiring berjalannya waktu, jumlah mereka semakin banyak. Hal itu disebabkan oleh, adanya gangguan jaringan komunikasi dengan keluarga di Indonesia sehingga sukar untuk mengadakan komunikasi langsung.

Selain itu, kebanyakan keluarga korban di awal kejadian lebih memilih untuk menyimpan realita akibat gempa, agar anak-anak mereka di rantau tidak khawatir dengan keluarganya.

Sampai saat ini, Tim telah mengantongi 20 yang telah melegalisasi dari KBRI-Kairo dan diserahkan ke Ikatan Dokter Mesir. Demi kelengkapan administrasi Dr. Musthafa mengharapkan semua nama dilengkapi foto copy paspor dan kartu mahasiswa. Setelah semuanya beres, baru bantuan akan dikucurkan langsung kepada Ketua Tim.

Sesaat setelah pertemuan, Tim langsung meluncur ke kantor Pensosbud KBRI, Iwan Wijaya di Garden City guna membicarakan flow up dari niat baik IDM itu.

Pada prinsipnya KBRI-Kairo sangat mendukung upaya yang telah dilakukan oleh Tim dan siap memfasilitasi segala hal yang bisa dilakukan KBRI. KBRI juga telah berupaya menggalang dana di internal KBRI yang nantinya dana itu akan disalurkan kepada kawan-kawan mahasiswa yang menjadi korban gempa Sumbar.

Setelah ada kejelasan mekanisme dari Tim, dana yang terkumpul akan diserahkan kepada Tim. Sampai saat ini, sudah terkumpul dana sebanyak: 1803 USD dan 1776 LE. Menanggapi tawaran dari pihak KBRI, Tim menyampaikan bahwa Tim Peduli Gempa Sumbar akan menyalurkan bantuan pada awal November kepada mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir.

Terkait pernyataan Dr. Musthafa, Tim sempat meminta klarifikasi kepada pihak Pensosbud, selaku jendela KBRI yang lebih fokus menangani permalasahan sosial, termasuk bencana gempa bumi.

Iwan Wijawa selaku Kepala Pensosbud KBRI menyatakan, bahwa kita dari KBRI sudah berkoordinasi dengan Satkorlak di Indonesia, tentang perkembangan penanggulangan gempa. Persosbud sebenarnya telah menjelaskan situasi terkini di Sumbar kepada Ikatan Dokter Mesir mengenai fase-fase yang sedang dilakukan pasca gempa. Ketika IDM dihubungi Pensosbud juga telah menjelaskan bahwa Sumbar telah memasuki fase pemulihan, dilanjutkan dengan recovery, rehabilitasi, dan shock therapy hingga kehidupan masyarakat kembali normal. [kiriman Tim Peduli Gempa Sumbar di Mesir/www.hidayatullah.com]

Wisuda Mahasiswa dan Malam Anugerah Prestasi

25 October 2009 at 1:20 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,

Dalam rangka memberikan motivasi dan dorongan bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai perguruan tinggi Mesir, KBRI Cairo tanggal 10 Oktober 2009 bekerjasama dengan PPMI dan Wihdah, menyelenggarakan Wisuda mahasiswa Indonesia yang telah lulus S1 di perguruan tinggi Mesir, dan memberikan penghargaan kepada organisasi dan kelompok-kelompok studi yang meraih prestasi akademik terbaik.

Kegiatan wisuda diikuti oleh 200 mahasiswa Indonesia dari berbagai fakultas di Universitas Al-Azhar dan perguruan tinggi lain di Mesir. Atase Pendidikan KBRI Cairo, Prof. Dr. Sangidu, M.Hum, pada kesempatan menyampaikan sambutan antara lain mengatakan bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, maka dia akan mampu menyederhanakan berbagai masalah yang bagi orang lain dianggap rumit dan pelik. Atase Pendidikan juga berharap agar lulusan Al-Azhar dan perguruan tinggi lain di Mesir dapat mengabdikan ilmunya untuk kemajuan Negara dan bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Dalam penetapan Anugerah Prestasi, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa pada kesempatan tersebut memutuskan Organisasi Fakultas (Senat Fakultas Mahasiswa) Terbaik tahun 2008/2009 adalah Fakultas Dakwah. Sementara itu Organisasi Kekeluargaan terbaik diraih oleh Keluarga Mahasiswa Jakarta (KPJ) Mesir, dan Organisasi PPMI Daerah terbaik adalah DPD-PPMI Tafahna.

Acara wisuda dan anugerah prestasi dihadiri oleh para wisudawan, utusan dari Jamiyah Syariyah, Ketua Organisasi Pelajar Philipine, beberapa mahasiswa Afganistan dan mahasiswa-mahasiswi Indonesia di Mesir.

Sumber: dikbudcairo.org

Tim Peduli Gempa Sumbar di Mesir Adakan Malam Penggalangan Dana

25 October 2009 at 1:18 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: , ,
klik untuk melihat foto
Tim peduli gempa Sumbar di Mesir.
(foto: ist)

Malam peduli gempa Sumatera Barat yang diadakan oleh tim peduli gempa Sumbar di Mesir berhasil mengumpulkan dana 3.111, 20 pound atau setara dengan sekitar Rp6 juta.

Kegiatan bertajuk ‘Kado Duka Masisir untuk Sumbar’ itu diadakan di auditorium perkumpulan mahasiswa Jawa Barat, bilangan Bawabah H-10, Nasr City, Mesir, Rabu (13/10) sore. Malam peduli tersebut dihadiri oleh beberapa orang perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia, Ketua Kesepakatan Mahasiswa Minang-Mesir (KMM), Lingga Fachri, Presiden Mahasiswa Indonesia-Mesir, M. Taufik dan Ketua WIHDAH, Hani
Fauziyah.

Pencapaian angka penggalangan dana tersebut terbilang cukup luar biasa. Karena, dari 250-an yang hadir didominasi oleh para mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di Mesir (Masisir). Berangkat dari rasa peduli dan solidaritas yang tinggi, mereka tetap menyisihkan sebagian dana bagi korban gempa Sumbar. Simpati itu menjadi cerminan bahwa duka rakyat Sumbar merupakan duka semua anak bangsa di seantaro dunia.

Selain menggalang dana, kegiatan malam peduli itu juga diisi dengan pemutaran film dokumenter gempa yang diproduksi oleh Rangkiang Production (sebuah komunitas kreartif mahasiswa Minang di Mesir), pamaparan kondisi, informasi terkini dan dampak gempa di Ranah Minang oleh Ade Syafei yang kebetulan beberapa hari pasca gempa
tengah berada di Padang. Selain itu, diadakan juga muhasabah dipimpin Ustadz Aep Saepulloh Darusmanwiati, SAg Dipl.

Acara itu merupakan agenda puncak dari tim peduli gempa Sumbar. Sebelumnya, mereka juga telah menggalangan dana di berbagai pusat keramaian WNI di Mesir. Rencananya, tim masih akan terus mengoptimalkan penghimpunan dana sampai akhir Oktober 2009.

“Dipastikan jumlah dana yang telah masuk ke kas tim peduli akan terus bertambah. Karena, beberapa pihak yang ditargetklan oleh tim sebagai donatur masih dalam tahapan komunikasi,” kata Ketua Tim Peduli, Alnofiandri Dinar, Lc seperti dikutip dari pers relis yang diterima padangmedia.com, Kamis (15/10).

Hingga Kamis (14/10), tim telah berhasil menghimpun dana sejumlah 13.574. 20 LE + 9 SR + Rp 5500. Nominal itu, jika dirupiahkan bernilai sekitar Rp27 juta. Dana yang terkumpul diprioritaskan bagi para mahasiswa Minang di Mesir yang sanak keluargannya menjadi korban gempa di Sumbar.

sumber: padangmedia.com

Peresmian Rumah Gadang KMM Mesir

25 October 2009 at 1:13 pm | Posted in MASISIR NEWS | Leave a comment
Tags: ,
Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau (KMM) Mesir, pada hari Sabtu, 11 Juli 2009 kemaren melaksanakan acara Silaturahmi warga Minang yang berada di Mesir dan sekaligus peresmian Rumah Daerah Sumatra Barat. Acara yang dilaksanakan di tepian kota Kairo di bilangan Tagamu` tersebut menyuguhkan tarian Gelombang untuk menyambut para tamu undangan dan rombongan yang hadir.Sebagai Informasi bahwa gedung yang diberi nama “MANAIAK RUMAH GADANG” ini selain berfungsi sebagai asrama mahasiswa juga sebagai pusat kegiatan warga KMM Mesir khususnya dan Mahasiswa Indonesia di Mesir pada umumnya. Karena kapasitasnya terbatas, maka asrama tersebut hanya diperuntukan bagi Mahasiswa Baru asal minang yang baru datang dan mahasiswa yang mempunyai masalah perekonomian.

 

Dalam acara yang dikemas dengan tema “Membina Generasi Rabbani, Menuju Masyarakat Madani” tersebut dihadiri oleh rombongan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat yaitu; Bpk. Leonardy Harmany, SIP. (Ketua DPRD Prov. Sumbar), Bpk. Muslim M. Yatim, Lc. (anggota DPRD Sumbar), Bpk. Dr. Bambang Istijono, ME. (Kepala Bappeda Sumbar), Bpk. Zul Evi Star, SH. (Kepala DPKD Sumbar), Bpk. Ir. Dudi Ruswandi, Ms.CE. (kepala Dinas Prasja Tarkim Sumbar) dan Bpk. Prof. Dr. Salmanadis , MA . (Ketua BAZ kota Padang).Dalam sambutannya, ketua DPRD Sumbar yang sekaligus meresmikan Rumah Gadang di Mesir tersebut berpesan kepada pelajar dan mahasiswa asal Minang agar memanfaatkan fasilitas berupa gedung asrama mahasiswa ini sebaik-baiknya. Beliau juga berpesan agar mahasiswa minang yang sedang belajar di al-Azhar untuk tidak salah arah dalam mempelajari dan memahami ilmu agama Islam. Karena dalam kurun terakhir ini, banyak sekali pelajar dan mahasiswa Islam di Sumatera Barat yang beraliran kurang benar, sehingga membingungkan masyarakat Minang di tanah air. Karena itulah, sedini mungkin mereka harus memahami budaya masyarakat Minang, karena masyarakat Minanglah yang akan menjadi medan dakwahnya kelak.

 

KBRI Kairo yang diwakili oleh Atase Pendidikan Bapak Dr. Sangidu, M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya RUMAH GADANG sebagai gedung kegiatan dan juga asrama bagi warga KMM di Mesir diharapkan bisa menjadi motivasi dalam meningkatkan prestasi akedemisnya. Karena seharusnyalah warga KMM mengimbangi Proposal rumah daerah yang telah terealisasi saat ini dengan suatu pemberian yang layak, belajar, berprestasi, lulus, kemudian membangun daerahnya. Hal ini dapat dipandang sebagai balasan atas jasa baik dari para pejabat di Sumatra Barat.

Sementara itu, saudara Okta Rizal Fiardi, Lc. selaku ketua KMM Mesir berharap dengan cairnya bantuan berupa pengadaan rumah daerah ini bukanlah akhir dari perhatian Pihak Pemprov. Sumatera Barat kepada mahasiswa Minang yang ada di Mesir, tetapi menjadi awal dari perhatian kepada warga KMM khususnya dan dunia pendidikan Islam pada umumnya.

Sumber: Dikbudcairo.org

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.