Mendayagunakan liburan musim panas agar ia tak terbuang percuma

2 August 2010 at 5:34 pm | Posted in AKHLAK, MOTIVASI | Leave a comment
Tags: , ,

oleh: Feni Elfienti

Sangatlah tepat membiacakan musim panas yang kita laluii saat ini. Panasnya terasa begitu menyengat ke tulang belulang kita. Sebagai mahasiswa yang mempunyai segudang acara dan seabrek kegiatan pasti kita jadi serba salah karna panas. Bahkan tak jarang udara yang begitu menyengat menjadi alasan dan justifikasi untuk membatalkan agenda yang telah direncanakan.


Sebenarnya, kita patut bersyukur dengan adanya  musim panas sebagai anugrah dari Alalh. Toh di akhirat nanti, di Padang Mahsyar kita akan merasakan panas yang lebih dahsyat hingga ke ubun-ubun. Sedikitpun tak ada bandingannya dengan musim panas di dunia ini.

Musim panas tahun ini dan pasca imtihan yang baru saja berlalu,hendaknya tidak dihabiskan dengan hal-hal tak bermanfaat. Selayaknya kita membuat planning yang efisien agar liburan ini tidak sia-sia, namun menjadi ajang pesta menuntut ilmu bagi kita di bumi para Nabi ini. Saking pentingnya pemanfaatan waktu, Allah telah bersumpah tentang waktu, salah satunya: “Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-oragng yang beriman dan meralam shaleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati dalam kesabaran. (Surah Al-Ashr: 1-3).

Natijah yang baru saja turun, bagaimanapun harus disyukuri, jika hasilnya bagus, jangan dulu terlena dan merasa puas. Tetapi harus berusaha meningkatkanya di masa datang, begitu juga kalau hasilnya masih mengecewakan, don’t be sad…banyak-banyaklah introspeksi diri dan berbaik sangkalah kepada Allah. Mungkin usaha kita masih kurangd an butuh kerja keras yang lebih giat lagi. Yang pasti janga berputus asa. Allah berfirman: “boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui. (Surah Al-Baqarah: 216).

Jadi, walaubagaimanapun natijah yang didapat, liburan musim panas tetap harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Banyak hal positif yang bisa kita lalukan untuk peningkatan kualitas diri kita. Seperti:

1. Menghafal Al-Quran

Sebagai penuntut ilmu syar’I di Universitas Al-Azhar, tentunya kita senantiasa bergelut dengan dalil-dalil Al-Quran. Apalagi tiap tahun kuliah membebankan hafalan 2 juz Al-Quran. Ini tentu saja harus memacu semangat kita untuk lebih meningkatkan hafalan Al-Quran. Bukan hanya sesuai beban mata kuliah saja tapi hendaknya bisa sampai hafal 30 Juz Al-Quran lengkap dengan sanad resmi dari Syekh Hafiz.

2. Membaca Muqarrar (diktat kuliah)

Selesai imtihan bukan berarti muqarrar dicampakkan atau ditumpuk dalam lemari saja. Sebaiknya dibaca kembali dan dimuthala’ah lagi bagian-bagian yang belum dipahami. Atau bisa jadi membaca muqarrar kakak kelas, setidaknya untuk mendapat gambaran umum tetang pelajaran yang dibahas tahun depan, meskipun nanti buku muqarrarnya akan berbeda.

3. Membaca buku-buku bermanfaat.

Mesir sebagai gudang ilmu Islam memproduksi banyak sekali buku-buku berwawasan kesilaman. Sangat rugi jika kita tidak memanfaatkannya. Rata-rata masisir punya perpustakaan pribadi, dan kita bisa mulai membaca buku-buku kita yang belum disentuh lagi sejak pertama kali beli, atau bisa meminjam buku dari perpustakaan pribadi kawan. Perpustakaan kampus dan perpustakaan PMIK di Wisma Nusantara juga pilihan terbaik untuk menambah pengetahuan.

4. Mengikuti halaqah-halaqah ilmiah.

Sudah jadi kebiasan mesjid-mesjid di Mesir mengadakan halaqah ilmiah, Jika kita ke mesjid Al-Azhar, tertampang jadwal talaqqi dengan para Syekh yang bisa diikuti. Baik materi umum atau khusus yang berkaiatan dengan bidang ilmu tertentu seperti tafsir, hadis, fiqh, nahwu dan lain-lain.

5. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Masisir

Liburan musim panas bagaikan pesta kegiatan bagi organisasi-organisasi mahasiswa yang ada di Mesir. Mulai dari PPMI dan Wihdah, organisasi kekeluargaan, almamater dan bahkan acara-acara yang diadakan KBRI Mesir. Tentunya kita harus bijak memilih acara yang sesuai.

Sedangkan hal-hal negatif yang seharusnya dihindari adalah:

1. Kebiasaan begadang dan tidur pagi

Gara-gara udara panas, jadi banyak orang –juga sebagian masyarakat mesir – begadang hingga subuh, lalu tidur setelah shalat subuh sampai zuhur. Hal ini seharusnya tidak dijadikan kebiasaan.

2. Terlalu banyak rihlah

Mesir merupakan negeri eksotis yang menyimpan sejarah peradaban, mulai dari zaman kuno hingga zaman Islam. Sangat banyak tempat wisata pelepas lelah pasca imtihan. Namun, tidak baik jika terlalu bayak jalan-jalan dalam jangka waktu yang berdekatan.

3. Sibuk Tak Menentu (STM)

Ini terjadi jika kita tak punya agenda jelas untuk mengisi liburan, sehingga bingung akan melakukan apa. Lalu larut dalam kegiatan-kegiatan tidak penting dan tidak bermanfaat dalam peningkatan kualitas diri.

Terakhir, penulis berharap kita mampu bijaksana memberdayakan liburan musim panas ini. Alangkah menyedihkan rasanya, ketika malam menjelang tak sedikitpun ilmu dan manfaat yang bisa kita petik pada hari itu. Wallahu A’lam.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: