Diskusi Ilmiah II: KOMPILASI AL-QURAN

10 December 2009 at 2:36 pm | Posted in AL-QURAN, Gen 8, KAJIAN | 4 Comments
Tags: , , , ,

*oleh Fadilah Is

Orientalis selalu gencar menyelinap dan mencari celah menyudutkan Islam, tak mengenal waktu dan medan. Walaupun badai menghadang tidak menghambat teriakkan kosong mereka. Segala upaya pun dikerahkan, sebutlah nama Gerd R. Joseph Puin, Bothmer, Rippin, R. Stephen Humphreys, Gunter Lulling, Yehuda D. Nevo, Patricia Crone, Michael Cook, James Bellamy, William Muir, Lambton, Tolstove, Morozov dan Wansbroughla dan ribuan yang berjejer dibelakang mereka. Tak ketinggalan mereka pun telah berhasil meniup angin kelabu dan menanamkan akar  tunggang di hati umat islam yang tak memiliki rantai kuat keimanan, Nasr Hamid Abu Zaid, Taha Husain, ‘All Dushti, Ahmad Amin, Fazlur Rahman, dan akhirnya Muhammad Arkoun menjadi pengekor mereka yang sangat aktikf dan kreaktif,

Salah satu serangan yang sangat mereka gentolkan adalah kontroversi dalam kompilasi Al-Quran. Mereka tak ingin kitab suci ini tetap menjadi pegangan hidup kaum muslimin. Mereka mensejajarkan Al-Quran dengan kitab Injil dan Taurat –yang memang telah banyak mengalami perubahan- untuk dikritisi dan dihujat. Mereka menganggap umat Islam adalah bodoh, tertipu oleh distorsi sejarah dimana teks-teks Al-Quran telah tercemar kemurniannya dan sumbernya tidak jelas. Bagi mereka kompilasi Al-Quran hanya berpegang pada khayalan dan rekaan para sahabat belaka, sehingga ilmu hermeunetika wajib diaplikasikan dalam penafsirannya.

Sebagaimana pernyataan Tobi Lester dalam majalah The Athlantic Montly, “kendati umat Islam percaya Al-Qur’an sebagai kitab suci yang tak pernah ternodai oleh pemalsuan tapi mereka {umat Islam} tak mampu memgemukakannya secara ilmiah”.

Inilah yang melatarbelakangi para ahli hadis dan tafsir Almakkiyat tuk mengkaji dan mengeksplorasi segala permasalahan yang mencuat dalam proses kompilasi Al-Quran. Pemakalah yang tampil sudah tak asing lagi di kalangan masisir, andalan Almakkiyat, yang lagi s2 di Universitas Al-Azhar jurusan Tafsir, siapa lagi kalau bukan uni Arina Amir Lc.

Kajian yang dilaksanakan di rumah uni Wirza ini benar-benar seru dan menegangkan serta menampilkan banyak pengetahuan baru dalam arena diskusi. Pembahasan dimulai dari pengertian kompilasi kemudian dikelompokkan atas 3 periode: masa Rasulullah saw, masa Abu Bakar dan Usman bin Affan.

Mulai bagaimana wahyu diturunkan dan dibacakan didiktekan oleh Rasullullah kepada para sahabat untuk kemudian dihafal dan dituliskan di pelapah korma dan kulit onta, sehingga Al-Quran pun tetap terjaga dalam dada (dalam hafalan) dan naskah (dalam tulisan).

Cukup banyak riwayat bahwa lebih kurang enam puluh lima sahabat penulis wahyu yang telah ditugaskan oleh Nabi Muhammad. Mereka diantaranya: Abban bin Sa’id, Abu Umama, Abu Ayyub Ansari, Abu Bakr Siddiq, Ubay bin Ka’b, Ja` far bin Abi Talib, Huzaifa, Khalid bin Walid, Zubair bin `Awwam, Zaid bin Tsabit `Abdullah bin Arqam, `Abdullah bin Rawaha, ` ‘Usman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Talib, ‘Umar bin Khattab, ‘Amr bin al-‘As, Mu’az bin Jabal, dan lain-lain.

Waktu terus berputar, manusia terbaik sepanjang masa, Rasulullah saw berpulang ke rahmatullah. Puncuk pimpinan Islam selanjutnya dipegang oleh sahabat Abu Bakar Shiddiq sebagai khalifah pertama. Setelah terjadinya perang Yamamah yang menyebabkan banyaknya syuhada dari para huffaz, Umar bin Khatab mengusulkan agar sang khalifah melakukan kompilasi Al-Quran. Abu Bakar pun menunjuk Zaid bin Tsabit dan timnya untuk mengemban tugas berat ini. Penulisan kembali naskah Al-Quran pada masa itu, didasarkan kepada hafalan dan catatan para sahabat. Panitia menetapkan syarat 2 orang saksi, bahwa hafalan dan tulisan dilakukan di depan Rasulullah saw. Maka terkumpullah Al-Quran dengan ahruf sab’ah dalam bentuk suhuf (naskah-naskah kertas) meskipun belum tersusun dalam kitab seperti sekarang. Tapi dengan proses seleksi dan metode yang super ketat, Al-Quran teruji keotentikannya, tidak seperti yang digembor-digemborkan oleh orientalis

Tahun berganti, kekhalifahan pun sampai pada khalifah ketiga, Usman bin Affan. Dengan adanya berbagai ekspansi, wilayah kekuasaan Islam semakin luas. Para mujahid berangkat dari suku, kabilah dan provinsi yang beragam, sehingga mereka membaca Al-Quran dengan dialek yang berlainan. Ini karena Rasulullah memang telah mengajar mereka membaca Al-Qur’an dalam dialek masing-masing, karena dirasa sulit untuk meninggalkan dialeknya secara spontan. Hal ini memicu terjadinya kerancuan dan perselisihan dalam masyarakat pada masa itu. Maka khalifah Usman pada tahun 25 H, memerintahkan kembali Zaid bin Tsabit untuk mengkompilasikan Al-Qur’an berdasarkan mushaf yang telah ada, dengan satu luhgah saja yakni lughah Qurasy. Zaid sekali lagi menggunakan seleksi yang sangat ketat sekali dalam melakukan tugas ini dan tetap memperhatikan kemutawatirannya. Mushaf inilah yang disebarkan ke berbagai penjuru Islam dan disepakati ulama hingga saat ini.

Pada masa-masa selanjutnya terjadi penyempurnaan mushaf Usmani mulai dari titik, baris, rubu, juz, pemisah antara ayat dan surah sehingga kitapun dapat membacanya dengan mudah.

Sebenarnya, pembahasan ini telah sering kita kaji dan telaah namun kita  tidak sadar ternyata musuh-musuh Islam berpadu tangan tuk mengacaukan dan mengotak-atik keotentikkan Al-Qur’an. Mereka membuat pertanyaan-pertanyaan yang apabila kita tidak kuat, kita akan mudah terhipnotis, dan tergelincir meragukan Al-Quran yang ada di tangan kita hari ini. Seperti; kenapa Umar bin Khatab khawatir dengan meninggalnya para huffaz, jika memang Al-Qur’an sudah ditulis masa Rasulullah? Mengapa lembaran-lembaran yang ditulis itu tersebar di kalangan sahabat dan tidak disimpan langsung oleh Rasulullah? Kenapa Al-Qur’an tidak langsung dibukukan pada masa Rasulullah tampa harus menunggu periode Usman 15 tahun kemudian? Kenapa terjadi perbedaan dalam bacaan Al-Qur’an padahal Al-Qur’an adalah mutawatir? Mengapa ketua tim harus Zaid yang notabene masih sangat muda, sedangkan masih banyak sahabat senior lainnya? Mengapa dalam proses kompilasinya tidak mengajak Abdullah bin Mas’ud dan menggunakan shuhuf pribadinya yang disinyalir punya perbedaan? Kenapa 2 ayat terakhir surat at-Taubah tetap dimasukkan padahal hanya Abu Khuzaima al-Ansari saja yang mencatatnya? Dan berbagai pertanyaan lain yang seolah-olah ilmiah dan kritis, tapi ternyata dapat dipatahkan dengan bukti sejarah dan dengan adanya manuskrip-manuskrip Al-Quran sejak abad pertama Hijrah yang masih eksis hingga kini di berbagai museum.

Inilah tantangan kita sebagai mahasiswa al-Azhar khususnya dan penuntut ilmu agama umumnya, untuk menyebarluaskan hujjah-hujjah yang kuat bahwa Al-Quran memang terhindar dari pemalsuan dan perubahan, dan itu dapat dibuktikan secara ilmiah. Salah satu buku yang juga dikupas dalam kajian Almakkiyat kali ini adalah The History of The Qur’anic Text from Revelation to Compilation (Sejarah Teks Al-Quran Dari Wahyu Sampai Kompilasinya) karya Prof. Dr. M.M al A’zami -guru besar Universitas King Saud- yang membeberkan fakta-fakta ilmiah keotentikan Al-Quran dalam proses kompilasi.

Dalam semua tataran, Al-Qur’an akan selalu mendapat hujatan dari kalangan yang memusuhi tegaknya agama Allah di muka bumi. Jika belum mampu berbuat banyak menangkis semua serangan, sekurang-kurangnya kita harus terus berusaha mendalami dan memahami prinsip-prinsip agama kita yang tidak mungkin dapat diubah oleh peredaran zaman. Di atas segalanya, kita harus menjadikan Al-Qur’an sebagai referensi kita. Bagian teks mana pun yang mungkin berlainan dengan mushaf yang ada -terserah apa yang hendak mereka sebutkan- adalah bukan dan tidak akan menjadi bagian dari Al-Qur’an. Demikian halnya, segala upaya dari pihak non­ muslim yang ingin mencekoki pikiran tentang dasar-dasar ajaran agama kita, mesti kita tolak tanpa harus berpikir panjang. Bagaimana pun keadaan suhu politik, pandangan kaum muslimin terhadap kitab suci ini mesti tetap tak akan tergoyahkan: ia adalah kalam Allah, yang konstan, ter­pelihara dari kesalahan, tak mungkin dapat diubah, dan mukjizat yang tak mungkin direkayasa.

Tamim ad-Dari meriwayatkan bahwa Nabi bersabda:

agama ini akan sampai pada apa yang dapat dicapai oleh siang dan malam, dan Allah tidak akan meninggalkan sebuah rumah apa pun, baik itu terbuat dari tanah atau bulu hewan [yaitu di kota atau di desa) sehingga Allah memasukkan agama ini ke dalamnya, baik melalui kebesaran orang-orang yang mulia ataupun melalui kerendahan orang yang di­pandang rendah. Begitulah, Allah akan memberi karunia terhadap Islam, dan Allah akan merendahkannya disebabkan kekufuran.”

Firman Allah telah terang-terang mengatakan :

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyem­purnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk Al-Qur’an dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Ini baru secercah pembahasan tentang kitab suci kita. Masih banyak pe-er yang telah menunggu di hadapan kita, ayo Almakkiyat tunjukkan jati dirimu, chayo-cahyo…

Diskusi ditutup shalat magrib dan hidangan mie goreng panas yang semakin menghangatkan sore ceria di awal musin dingin ini. Hmm… perut lapar nih…, otak dah berisi perutpun bernyanyi….saatnya makan…..syukran ya Ummu Usman dan Etek Ira…

Yuk kita ikuti terus episode kajian Almakkiyat selanjutnya, dijamin akan tambah seru dan hangat……..

Tapi sabar yah, ba’da imtihan kita sambung………dengan pemakalah pertama uni Kemala Dewi Lc dengan kajian hadis kontemporer di rumah Ummu Fatimah. Jangan sampai ketinggalan ya……………. Salam ^_^

*Mahasiswi tk 3 Hadis Univ Al-Azhar – gen 7 MAKN Putri

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. blog almakkiyat top!! sekedar usul dari salah satu sudut Tafahna nih: biar tambah keren and beken, gimana klu blog almakkiyat bikin rubrik wawancara…untuk memberikan motivasi dan inspirasi untuk kita2 yang masih meniti jembatan cita2…
    anyway, ini dulu…and tenkyu…:)

  2. syuukran jazilan ummu nabila, sering2 mampir dan kirim tulisan ya🙂 insyaallah usulannya akan dipertimbangkan…

  3. keren ni!!! sangat aktual…:-)

  4. almakkiyat,..kereen!!!^___^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: