EMAK INGIN NAIK HAJI…

3 November 2009 at 12:55 pm | Posted in Gen 1, MOTIVASI | 3 Comments
Tags: , , ,

kaver-emak-final

oleh: Dwi Sukmanila Sayska*

Ini bukannya judul film religi yang akan dirilis 12 November mendatang, yang diadaptasi dari cerpen Asma Nadia? Kok tiba-tiba ngomongin film? Apa shootingnya di Kairo lagi? Hehehe jelas bukan sodara-sodara…

Sebenarnya disini bukan membahas filmnya, tapi pesan moral dari film tersebut, terutama tentang  HAJI-nya itu… hajiapalagi sekarang-sekarang ini kan masisir (mahasiswa Indonesia di Mesir) lagi sibuk-sibuknya ngurus keberangkatan haji, ada yang jadi petugas temus (tenaga musiman) dan ada yang haji pribadi.

Bahkan dari Almakkiyat juga ada lho yg haji…selamat jalan ya ukhty…semoga meraih haji mabrur…jangan lupa doakan kami semuwa…agar diampuni dosa, diberi bahagia di dunia dan di surga, dan dipanggil Allah pula kesana ^_^ Oh ya…oleh-olehnya jangan lupa…

Kembali ke film, berdasarkan info dari berbagai sumber dan kesimpulan sepihak stelah liat trailernya, film Emak Ingin Naik Haji menyentil fenomena sosial ketimpangan umat Islam Indonesia dalam melaksanakan rukun Islam kelima. Emak adalah representasi dari kelompok masyarakat yang sangat merindukan Mekkah tapi karena faktor finansial, pergi haji hanyalah impian yang sangat jauh di awang-awang (kayak Asrul dan Udin di PPT 3 juga). Sementara itu, Juragan Haji bersama keluarganya yang kaya raya, dengan sgala kemudahan bisa pergi haji dan umroh kapan saja mereka suka. Adapula Pak Joko, politisi yang memaksakan diri pergi haji karena ingin memamerkan titel hajinya saat pemilu demi meraup banyak suara. Sedangkan putri juragan yang masih belia pergi umroh hanya karna bareng artis idola.

Hal yang paling menyentuh adalah kegigihan Emak mewujudkan impiannya, menyisihkan rupiah demi rupiah dari hasil jualan kue dan sebagian hasil jual lukisan anaknya, Zein untuk ditabung jadi ONH. Bagaimana dengan kita? Sementara jarak ke Mekkah jauh lebih dekat dibanding dari Indonesia. Memang sih, haji dari Mesir tidaklah mudah, walau ONH cuma ½ dari ONH Indonesia, tapi tetap saja MAHHALL karna belum termasuk akomodasi dan komsumsi di tanah suci. Belum lagi wanita harus punya mahram, jadwal haji yang bentrok sama waktu kuliah atau ujian, si kecil yang tak mungkin ditinggal dll.

panggil kami ya Rabb

Tapi setidaknya, apakah kerinduan itu sudah bersemayam di hati kita, untuk segera menjadi tamu di rumah-NYA? Atau malah kekurangan dana sudah bikin kita putus asa tanpa terus berjuang agar bisa haji tahun depan, depannya lagi atau depan-depannya lagi? Atau karena merasa masih muda, belum terfikir untuk menyambut panggilan suci-Nya? Memang benar, haji hanya wajib bagi merka yang mampu menunaikannya, dan itu bukan sekedar masalah dana…tapi apakah kita sudah berusaha untuk mampu? Akhwati fillah… Sudahkah niat terpancang di jiwa kita agar pergi haji bukan tinggal khayalan semata? Seperti ungkapan Emak: “raga Emak mungkin tidak mampu kesana, tapi Allah tahu, hati Mak udah lama ada disitu…”

masjiid-alharamnabawi

bundaDi sisi lain, film ini (baca: trailernya) juga menyentak kalbu menyaksikan perjuangan Zein untuk menghajikan ibunya.  Mengingatkan kita tentang bakti pada ibunda, atas kasihnya yang tak akan terbalas dengan dunia dan seisinya. Sudahkah kita mampu walaupun sekedar mengukirkan seulas senyum di wajah tulus ibu terkasih? Telahkah kita percikkan sedikit bahagia di bening hati bunda tersayang? hujan

Untuk menambah tabungan haji Emak, Zein bahkan sempat berniat mencuri, hingga akhirnya ikutan undian di koran dan menang. Namun saat akan memberitahu kabar gembira itu pada Emak, dia kecelakaan, koran di tangannya berhamburan dibasahi hujan.

doakuPerjuangan itu menyusupkan rindu, melayang jauh ke sebrang benua sana, mengenang ayah bunda tercinta… betapa ingin membawa mereka ke Mekkah…Ya Allah kabulkanlah…

Mak
ingin kubawa kau pada rumah mimpimu
yang dari dalamnya terpancar keindahan Ilahi
dan berjuta tanda kebesaran-Nya

Tapi Mak
tanganku terlalu lemah dan daya yang kupunya
seperti hembusan angin melintas celah batu karang

Mak
rumah mimpimu
entah kapan kupersembahkan
tapi ia selalu ada dalam doaku

(puisi dikutip dari anadia.multiply)

*Lulusan S2 al-Quran Sunnah Univ Kebangsaan Malaysia – Gen 1 MAKN Putri

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hiks..hiks hiks…terharu…,,
    ya Allah …berilah kami kesempatan dan kemudahan menuju rumah Mu yang Agung…

  2. ya ALLAH mudahkanlah kami untuk menuju rumah-Mu, aku doakan mudah2an orang2 yang sudah mendapatkan panggilan dapat kemudahan untuk ksana

  3. jadi terinspirasi………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: