REAKTUALISASI BACK TO CAMPUS

27 October 2009 at 10:19 pm | Posted in Gen 8, MOTIVASI | 3 Comments
Tags: ,

Oleh: Mukrima Azzahra*

Kita berangan-angan…merangkai masa depan

Di bawah kerindangan dahan

Semua bahagia semua bahagia

Kita berlari-lari…bersama mengejar mimpi

Tak ada kata tuk berhenti

Semua bahagia semua bahagia

(Ku Bahagia, Sherina)

Liburan sudah berakhir, saatnya mahathah-mahathah kembali dipadati mahasiswa yang disertai semangat baru untuk menuntut ilmu. Mereka tidak peduli dengan segala tantangan. Meski harus berdesak-desakan di atas bus tidak menyurutkan langkah mereka untuk datang ke kuliah.

Back to Campus…

5175Mungkin begitu mereka menyebutnya. Sebuah slogan yang membangkitkan semangat untuk menghadiri bangku perkuliahan. Jika diartikan secara tekstual, back to campus berarti kembali ke kampus. Namun dalam memaknainya secara istilah, terdapat multi interpretasi. Hal ini disebabkan beragamnya sudut pandang, begitupun kondisi lingkungan sangat mempengaruhi pemahaman mereka.

278438671EPyayr_ph

Pada prinsipnya, yang dimaksud oleh mahasiswa dari back to campus adalah mengaktifkan diri kembali dalam kegiatan belajar guna mendapatkan ilmu dan prestasi yang dicita-citakan. Bukan hanya datang ke kampus sekedar setor muka, ngerumpi dan lain sebagainya dari kegiatan yang tidak bermanfaat. Atau sekedar ijra`at, beli muqarrar, ngambil minhah dan kemudian menghilang.

Jadi, datang ke kuliah merupakan salah satu cara dari sekian cara mewujudkan makna back to campus. Memang susah untuk menaklukkan Al-Azhar University. Selain harus datang ke kuliah, kita juga harus bisa membagi waktu di rumah untuk menguasai, memahami dan menghafal muqarrar. Inipun tak terlepas dari deretan tangtangan yang harus dilalui.

Banyak hal yang menjadi tantangan bagi kita untuk bisa datang ke kuliah, baik bersifat ekternal ataupun internal. Di antaranya adalah, kuliah di al-Azhar tidak memiliki sistem absensi yang tetap. Hal ini membuat kebanyakan kita merasa tidak terikat dengan kuliah. Datang atau tidak datang tidak ada masalah yang terpenting muqarrar ada di tangan, ijra`at selesai dan terakhir bisa menghadapi ujian.

336883551lCTVci_phSelain itu jumlah mahasiswa yang telalu banyak, sedangkan ruangan tidak mencukupi. Biasanya jumlah mahasiswa yang hadir sudah melebihi dari ruangan yang ada. Tentunya jumlah yang banyak ini akan menciptakan suasana yang tidak efektif dalam belajar. Oleh sebab itu kebanyakan mahasiswa melamun, tidur, ngerumpi dan lain sebagainya ketika dosen menyajikan materi. Sebagian mereka ada yang berpendapat dari pada tidur di kuliah lebih baik baca muqarrar di rumah.

Tantangan yang akan kita temui juga adalah kebanyakan dosen di kuliah tidak menggunakan bahasa Fushah melainkan bahasa ‘Ammiyah. Belum lagi jika dosen-dosen tidak hadir.

Jika kondisi belajar demikian dan tantangan belajar sedemikian berat, kira-kira apa sich langkah yang bisa kita lakukan?

Di sini penulis merincikannya menjadi beberapa poin.

allah-in-heart-1Pertama, Perbaharui niat. Sebab salah satu bentuk kesungguhan itu adalah kelurusan niat, visi dan orientasi. Jika kita memiliki azam yang kuat, segala tantangan akan menjadi sebuah warna kehidupan yang mesti dijalani dengan senang hati.

Kedua, hadirilah muhadharah. Meski muhadharah tidak ada absen akan tetapi kehadiran dalam kegiatan belajar dan mengajar bagian dari perjuangan dalam menuntut ilmu.  Success is a journey, not a destination (Ben Sweetland). Kesuksesan itu merupakan sebuah proses yang dilakukan secara istimrar dengan kesungguhan, ketekunan dan juga kesabaran yang sangat dalam menjalaninya.

Ketiga, kenalilah dosen (duktur atau dukturah). Sebab salah satu cara dalam mendapatkan ilmu adalah bergaul dengan guru (shuhbatu’l ustadz). Dengan mengenal dan memahami karakter guru kita akan banyak terbantu dalam memahami pelajaran yang beliau sampaikan begitupun dalam menjawab soal ujian nantinya.

Keempat, coba beranikan diri dan aktif dalam setiap muhadharah. Jangan pernah minder dan tidak percaya diri dengan kemampuan. Ajukanlah pertanyaan ataupun itu hanya sekedar tanggapan. Sebab dengan demikian akan melatih mental dan kemampuan kita untuk berani dan percaya diri.

Kelima, membaca materi yang akan dipelajari di rumah terlebih dahulu sehingga ketika dosen menerangkan, kita bisa lebih fokus dan mengetahui tambahan-tambahan yang ada.

Keenam, aktifkan otak dan fokuskan fikiran ketika dosen menjelaskan materi kuliah serta hindari penyakit melamun.writing-2

Ketujuh, tulis ungkapan-ungkapan penting dan penjelasan tambahan dari dosen.

Kedelapan, manfaatkan waktu kosong di rumah dengan banyak belajar, menyusun catatan-catatan kecil yang berbentuk talkhisan ataupun tulisan ringan yang mambantu kita untuk belajar. Sebab ini akan memudahkan kita untuk mengingat apa yang telah kita baca.

Kesembilan, hilangkan prinsip baca muqarrar di rumah lebih baik daripada hadir kuliah. Jika kita menghadiri kuliah, usahakan semaksimal mungkin mendapatkan manfaat yang banyak. Ini bisa disiasati dengan datang pagi-pagi dan mengambil bangku urutan pertama yang akan membuat konsentrasi kita tertuju penuh pada penjelasan dosen. Jika sebaliknya, datang ke kuliah hanya untuk ngerumpi ataupun hanya untuk sekedar bertemu dengan teman, maka belajar di rumah itu lebih baik. Sebab manfaat yang kita dapatkan lebih terasa ketimbang kuliah hanya untuk melepaskan keinginan untuk berjumpa dengan teman dan lain sebagainya dari kegiatan yang tidak bermanfaat.

postermujahadah_akhwtKesebelas, perbanyaklah mengadakan kelompok belajar. Bergerak sendiri akan lebih mudah kalah ketimbang bergerak secara berjamaah. Dalam kelompok belajar kita bisa saling membantu, saling memberi dan saling menerima. Gunakan kesempatan luang untuk saling berdiskusi tentang muqarrar dan lain sebagainya.

Kedua belas, maksimalkan usaha. Setelah semua usaha telah kita lakukan, mulai dari hadir kuliah, membuat kelompok belajar hingga belajar sendiri di rumah, maka optimalkanlah semua itu. Bacalah muqarrar berulang-ulang hingga kita benar-benar paham hingga kita bisa menghafalnya.

Ikhwati fillah… Semua tujuan kita di negeri seribu menara ini adalah sama-sama menuntut ilmu dan mayoritas kita belajar di Universitas Al Azhar meskipun tidak sedikit di antara kita yang menutut ilmu di tempat-tempat lain seperti talaqqi ‘ulum syar’iyyah. Namun yang menjadi prioritas utama tentunya menuntut ilmu di Al-Azhar dan tentunya dengan selalu menghadiri kuliah dan mendengarkan keterangan-keterangan dari para dosen. Bagi mahasiswa yang benar-benar mengikuti muhadarah tersebut tentu akan mendapatkan nilai plus baik dari penjelasan yang didapatkan dan juga peningkatan dalam pemahaman bahasa. Jadi, meskipun kita memiliki segudang kesibukan di luar kuliah jadikanlah kuliah sebagai kebutuhan yang paling utama dari yang lainnya.

Jika kebanyakan waktu kita berada di bangku perkulihaan, akan timbul pertanyaan, bagaimanakah harmonisasi antara kuliah dengan aktivitas non kuliah? Sebab tidak sedikit orang yang sukses secara akademis juga sukses aktivitas luarnya seperti organisasi dan lain-lain. Selain itu kita di sini tidak hanya dituntut untuk menuntut ilmu di kuliah. Karena ilmu yang didapatkan di kuliah belumlah cukup bagi kita para thalabatul ilmi. Kita benar-benar dituntut extra aktif dalam menikmati khazanah ilmu Islam di Mesir yang merupakan qiblatu’l ilmi baik secara formal yaitu di kampus ataupun nonformal di luar kampus. Dan seorang pelajar sejati tidak akan pernah puas dengan ilmu yang didapati dari kuliah saja. Karena sukses akademis saja tidak bisa menjadi barometer mutlak bagi pelajar sejati. Untuk mewujudkan semua ini, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:

time-cut-2570Pertama, optimalisasi waktu. Mungkin kita sering berapologi dengan kesibukan untuk menghindari beban, mencari alasan untuk pembenaran kesalahan dan bermalas-malasan untuk sebuah perubahan karena sulitnya keaadaan dan minimnya kemampuan, sehingga apapun yang kita lakukan tidak ada yang membuahkan hasil maksimal. Janganlah sampai kita termasuk golongan the quitters, yaitu orang yang tergesa-gesa, ingin mendapatkan hasil terbaik namun tidak berani mengambil resiko. Atau orang yang hanya mendapatkan hasil setengah-setengah yang disebut sebagai the campers, yaitu orang yang hanya puas dengan apa yang sudah ia dapatkan, padahal ia baru menghadapi sebagian tantangan dalam hidupnya. Maka berusahalah untuk menjadi the climbers, yaitu pendaki abadi yang mampu mengambil resiko dan tantangan apapun dengan kemampuannnya dalam menyeimbangkan antara yang muhim dan aham, sehingga ia benar-benar sampai di puncak kemenangan.

neraca1Kedua, adanya keseimbangan (balance) di antara pentingnya kuliah dan aktivitas luar kuliah yang juga sudah menanti. Keseimbangan hanya bisa dilakukan oleh orang yang bisa memanajemen waktu.

So…kembali kepada masing-masing kita apakah bisa menjalaninya dengan baik atau sebaliknya.

semangatDO IT NOW!!! “Kalau kita memulai langkah dengan rasa takut, maka sebenarnya kita tidak akan pernah melangkah…”(AH Nayyar, Ph.D. Presiden Peace Coalition)

The time passes quickly, jadi tunggu apalagi? Skala prioritas adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar lagi dan pasti sebagai thalabatul ilmi prioritas kita adalah belajar dan belajar untuk mewujudkan cita-cita menjadi penerang umat nantinya.

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan duni,  Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya…(Laskar Pelangi, Nidji)

Mahasiswi tk 3 Jur.Syari’ah Islamiyah Al-Azhar, Gen 8 MAKN Putri*

Tulisan ini pernah diterbitkan Buletin Menara Edisi I Desember 2008

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. mantap tips2 dari ima…bikin smangat baru…smoga jadi motivasi bagi smua…btw, suasana belajar di Muqotom kayak gambar di atas jg gak Ma hehehe…yg satu semangat, eh yg lain ngantuk en makan2…kl pas diskusi almakkiyat nanti kyk gini…bs2 disetrap nih😀

  2. btw, poin ke-sepuluhnya mana ya?🙂

  3. mantap mantap…..batambah rajin kyknyo kakuliah ko setelah baco tlsan ima…juhdu fil ilmi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: